My Future

My Future
Melepaskan


__ADS_3

Setelah dua jam Tata menjalani histerektomi, kini wanita muda berusia 24 tahun itu di pindahkan ke ruang ICU. Riko menatap sendu tubuh yang terbaring tak sadarkan diri di atas brankar itu, ia menunggu selama proses operasi hingga mengantarkan Tata ke ruang ICU.


Kondisi Tata masih kritis sehingga memerlukan pengawasan ketat tenaga medis. Kecelakaan itu bukan hanya merenggut janin beserta rahimnya, namun ia juga mengalami cedera di bagian kepala, dan kakinya. Bahkan saat tiba di UGD tadi Tata sempat mengalami henti jantung atau sudden cardiac.


Entah apakah Tata bisa bertahan untuk hidup atau menyerah, sebab tanpa bantuan alat penunjang kehidupan yang melekat pada tubuhnya, maka wanita itu pasti sudah tiada. Terlebih kecelakaan itu terjadi saat jiwa dan mentalnya tangan dawn, hanya berharap pada keajaiban agar wanita itu cepat sadar dan kembali pulih seperti sedia kala.


☘️


☘️


☘️


Pak Agung kebingungan mencari keberadaan Tata, karena sudah beberapa hari ini putrinya itu tidak bisa ia hubungi, tidak tahu apa sebabnya padahal saat ini ia sangat memerlukan kehadiran Tata, lebih tepatnya butuh organ tubuh Tata. Entahlah bagaimana bisa seorang ayah menyelamatkan satu anak namun dengan mengorbankan anak lainnya yang tidak pernah sebutin nasi ataupun seteguk air ia berikan.


"Pasien atas nama Arsinta Maulida itu tidak ada walinya. Bagaimana urusan administrasi ya ini?" ucap seorang staf administrasi rumah sakit.


"Tapi tadi orang yang mendampingi nya sudah memasukkan dana deposit, kita bisa menagih padanya jika masih kurang" sahut rekannya.


Percakapan dua orang staf administrasi itu tidak senjata terdengar oleh pak Agung yang kebetulan melewati nya, pria itu berhenti dan akan memastikan bahwa apa yang ia dengar itu tidak salah.


"Maaf siapa nama pasien tadi?" tanya pak Agung pada kedua staf itu.


"Pasien mana ya pak?"


"Yang baru saja kalian bahas?"


"Arsinta Maulida"


"Ada apa dengan nya?"


"Maaf bapak siapa?"


"Saya ayahnya"


"Maaf pak, tapi menurut keterangan orang yang membawa nya kemari, pasien atas nama Arsinta Maulida tidak memiliki orang tua, dan hanya memiliki keluarga itupun tidak di sini" tuturnya.

__ADS_1


"Itu tidak masalah, sekarang katakan apa yang terjadi padanya?"


"Pasien mengalami kecelakaan lalulintas dan kondisinya kritis"


"Apa?" pak Agung terkejut. "Bagaimana bisa? dimana dia sekarang?"


"Pasien berada di ruangan ICU setelah menjalani operasi" tutur salah satu staf, dan pak Agung langsung menuju ruangan ICU dengan perasaan tak menentu.


☘️


☘️


☘️


"Tata... Tata...sayang, nak" serunya di depan pintu kaca ICU yang tertutup rapat.


"Maaf, anda siapa?" tanya Riko mendekati pak Agung, sedangkan Bli Wayan, mbak Ketut, dan Jaye hanya diam tak mengerti.


"Saya mau bertemu Tata, Arsinta Maulida. Katanya dia ada di ICU?" tutur dengan nada bergetar.


"Bapak ada hubungan apa dengan Arsinta Maulida?"


"Bapak jangan bercanda" ucap Riko menatap datar pria paruh baya yang berpenampilan rapih itu.


"Saya tidak bercanda, saya adalah ayahnya Arsinta, suaminya Novi, dan menantu Mak Sarni" jujurnya, lalu ia menceritakan awal mula pertemuan nya dengan Tata yang terjadi karena ketidak sengajaan itu.


Ke empat orang yang setia menunggu Tata hanya menjadi pendengar saja tanpa berniat untuk menanyakan apapun. Sebab mereka sudah sangat tahu bagaimana perjalanan kehidupan seorang Arsinta Maulida.


"Tolong katakan apa yang terjadi hingga Tata harus berada di dalam ruangan itu?" ucapnya memelas pada Riko dan yang lainnya.


"Seperti yang anda tahu, Tata mengalami kecelakaan lalu lintas dan keadaan nya menjadi seperti ini" jawab Riko secara singkat.


"Kau temannya Tata?" tanyanya.


"Bukan" jawaban Riko tentu saja mengejutkan semua orang, terutama Jaye. "Saya calon suami Arsinta Maulida, bukan lagi temannya" sambungnya dengan nada tegas dan serius.

__ADS_1


Jlebbb.......


Hati Jaye sungguh sakit, perih dan hancur mendengar pengakuan Riko sebagai calon suami Tata. Namun ia tidak bisa berbuat apa-apa, karena mempertahankan Tata untuk tetap disisinya juga sudah tidak mungkin bisa ia lakukan, Jaye sadar tidak akan bisa mengubah status Tata menjadi istri sah nya.


Mau tak mau, suka tidak suka Jaye memang harus melepaskan Tata, sebesar apapun cinta yang Jaye miliki untuk Tata tetap tidak mampu menyatukan keduanya dalam sebuah ikatan pernikahan. Apa mau dikata, perbedaan keduanya terlalu nyata dan kokoh untuk di hancurkan.


Jaye pergi dari tempat itu setelah mendengar pengakuan Riko, kali ini ia merasa kalah telak dengan Riko. Riko menepati ucapannya untuk membawa pergi Tata dari hidupnya, berakhir sudah semua yang harapkan. Cinta, wanita, bahkan calon anaknya pun pergi meninggalkan Jaye seorang diri.


"Arsinta Maulida sayangku, kekasihku, cintaku, wanitaku. Di kehidupan ini kisah cinta kita berakhir tanpa harus saling memiliki dan berujung saling menyakiti, bahkan kita harus mengorbankan buah hati yang belum kita ketahui keberadaan nya. Sayang aku sungguh mencintaimu, dan aku yakin kau tahu itu, aku juga tahu kau memiliki cinta yang sama besarnya untuk ku. Namun tetap saja sebesar apapun cintai yang kita miliki tidak mampu menyatukan kita berdua untuk hidup dan menua bersama. Sayang maaf untuk semua luka dan tetesan air mata yang ku berikan padamu, aku bersumpah demi hidupku jika aku tidak pernah bermaksud untuk menyakiti hatimu. Hatiku pun sama sakitnya saat melihatmu menangis. Jika memang kisah kita harus usai aku tidak bisa berbuat apa-apa, namun aku berharap di kehidupan kita selanjutnya, kita bertemu kembali dengan rasa yang sama, dengan iman dan amin yang sama, tanpa ada perbedaan suku, bahasa, kasta, ataupun derajat. Agar kita bisa hidup bersama, saling mencintai dan mengasah Seba pasangan suami istri" gumam Jaye dalam hati dengan mengendarai motor besarnya.


☘️


☘️


☘️


"Sorry dude, gue kali ini akan bersikeras egois. Gue gak akan pernah melepaskan Tata lagi, dan gue pastikan jika hanya gue yang akan menjadi suami Tata secara sah" gumam Riko menatap kepergian Jaye, ia tahu jika Jaye pasti merasa sakit hati.


"Oh, calon suami Tata, kenapa Tata tidak mengatakannya pada saya?" bingung pak Agung.


"Memangnya sedekat apa bapak dan Tata, sehingga Tata harus menceritakan saya pada anda?" ketus Riko.


"Kau benar" ucap pak Agung lesu.


"Papah...Pah..." seru seorang wanita paruh baya tergesa-gesa menghampiri pak Agung. "Bagaimana kondisi anak itu, dia tidak apa-apa kan? Dia masih bisa untuk mendonorkan ginjalnya pada putri kita kan? hanya anak itu satu-satunya harapan kita pah" ucap wanita itu membuat Riko, Bli Wayan dan Mbak Ketut kaget bukan kepalang.


"Apa-apaan ini?" seru Riko tak terima mendengar kalimat-kalimat yang di ucapkan oleh wanita yang baru saja ia temui itu.


☘️


☘️


☘️


☘️

__ADS_1


☘️


TBC 🌺


__ADS_2