My Future

My Future
Kedatangan Komang


__ADS_3

Tata termenung di balkon kamarnya, sudah dari beberapa jam yang lalu ia duduk di ayunan rotan sangkar burung itu, Pikiran nya melanglang buana, haruskan memaafkan pria bermana Agung itu? haruskan menerimanya sebagai Bapak yang selama ini ia cari? atau harus menolak? tidakkah terlalu kejam jika Tata menolak kehadirannya? toh selama ini juga pria itu tidak berusaha mencari dirinya, pertemuan di taman tempo hari hanyalah sebuah kebetulan.


Tidak, Tata tidak akan menerima kehadiran nya. Tata tidak lagi butuh sosok ayah yang akan mengantar jemput dirinya sekolah, Tata tidak lagi butuh sosok yang akan menggendongnya, Tata tidak lagi butuh sosok ayah yang akan mengajari nya naik sepeda, Tata juga butuh sosok yang ia tanya saat mengerjakan PR, Tata tidak butuh sosok ayah yang memastikan dirinya sudah makan atau belum, Tata tidak lagi butuh sosok ayah yang dulu sangat Tata inginkan. Tata sudah memiliki Jaye, hanya pria itu yang Tata butuhkan dalam hidupnya, Tata tidak memerlukan pria lainnya sekalipun itu Bapak nya.


"Aku baru sadar kalau sudah dua hari ini Bli Jaye tidak menelepon ku, dia juga tidak tanya kabarku, aku sudah makan atau belum, aku lagi dimana dan ngapain. Apa masalahnya belum selesai?" gumam Tata, Namun begitu Tata tidak berniat menghubungi kekasihnya, ia malah menyandarkan tubuhnya dan memeluk boneka beruang nya dan memejamkan mata, menikmati hembusan angin sore.


Jaye memarkirkan motornya di garasi, ia masuk rumah melalui pintu samping yang ada di garasinya. Rumah tampak sunyi sepi, kemana wanita yang sudah Jaye abaikan selama dua hari ini? Jaye benar-benar melupakan Tata karena ada masalah yang menganggu nya.


"Tata" panggil Jaye. "Sayang aku pulang" serunya, Jaye memeriksa kamar mereka, namun Tata juga tidak ada di sana, Apakah di kamar atas?


Jaye menuju lantai dua, di sana ada satu kamar yang seharusnya di gunakan oleh dirinya, namun malah memilih satu kamar dengan Tata.


Ceklek...


Jaye membuka pintu kamar itu kosong, tidak ada siapapun di dalamnya tapi tunggu, goreng arah balkon melambai-lambai tertiup angin, apakah pintu nya terbuka? Jaye berjalan ke arah balkon dan benar saja pintu balkon terbuka lebar, dan ada satu kaki menjuntai dari dalam ayunan pertanda seseorang ada di sana.


Jaye mendekati ayunan, ia menemukan kekasihnya yang terlelap di dalam ayunan, Jaye menatap wajah cantik wanitanya itu, matanya sedikit basah dan bibirnya mengeluarkan isak kan kecil, Tata menangis?


Ada apa dengan wanita ya itu? apa yang terjadi pada tata selama dua hari ini?


"Sayang hai, bangun" Jaye mengelus rambut pipi Tata.


enghhhh....


Tata membenarkan posisinya.


"Sayang bangun" Jaye mengecup bibir Tata. dan hal itu berhasil membuat Tata membuka matanya.


"Bli" lirihnya. "Kapan datangnya?" Tata menatap sendu pria yang berlutut di hadapannya.


"Belum lama, kamu kenapa tidur di sini? nanti kalau masuk angin bagaimana?" Jaye bertanya penuh perhatian.


"Aku merindukanmu Bli" Tata menghambur memeluk erat tubuh Jaye.


"Ada apa?" Jaye mendengar Isak kan Tata. "Apakah ada yang menyakitimu?" Jaye mengelus rambut Tata.


"Hem... dia sangat menyakiti ku" adu Tata.


"Katakan siapa yang berani menyakiti wanitaku ini?" bujuk Jaye.


"Akan ku katakan di saat yang tepat"


"Kamu melindungi orang yang telah membuatmu menangis sayang?" desak Jaye.

__ADS_1


"Aku tidak melindungi ya Bli, aku akan membalasnya dengan caraku, tapi jika aku tidak berhasil, tolong bantu aku" pinta Tata.


"As always Babe" jawab Jaye.


☘️


☘️


☘️


"Maaf, kafe ini sudah tutup" ucap Yudi, mendengar seseorang membuka pintu kafe.


"Gue gak perduli" ucap seorang wanita yang baru saja menginjakkan kakinya ke dalam kafe.


"Lo...." Yudi terkejut mengetahui siapa yang datang.


"Lo di sini?" tanyanya.


"Ya, gue bekerja disini" sahut Yudi.


"Lo bekerja menjadi pelayan rendahan seperti ini?" ia menatap remeh pada Yudi dari ujung kaki sampai ujung kepala, karena Yudi menggunakan seragam waiters kafe.


"Tidak ada yang namanya pekerjaan rendahan, tapi jika manusia rendahan dan tak tahu malu itu ada" ucap Riko dari arah dalam, karena mendengar suara yang tak asing.


"Apa maksud Lo" seru Riko.


"Ck...ck...gue sudah menawari Lo untuk berkencan dengan gue, tapi Lo tidak mau dan tetap memilih wanita rendahan seperti Tata" ucapnya yang tak lain adalah Komang.


"Jaga bicara lo Komang, Tata jauh lebih baik dari pada Lo" seru Riko


"Oh ya? gue tak yakin itu. Karena wanita terhormatnya dan baik-baik tidak akan tinggal bersama dengan seorang pria yang bukan suaminya. Tapi Tata melakukan itu dan sudah bertahun-tahun, gue yakin Tata juga sudah melakukan hubungan suami-istri dengan kekasihnya itu" ucap Komang, dan membuat Riko serta Yudi diam.


"Kenapa apa lo diam? lo terkejut jika gue mengetahui nya? Pria yang bersama Tata itu sudah dewasa dan normal Rik, Lo tahu maksud gue bukan? tentu saja Lo tahu karena Lo bukan pria yang bodoh" ucapnya angkuh.


"Bahkan gue juga sangat yakin jika temanmu yang bodoh ini paham dengan kata-kata gue" Komang mengedikkan dagunya pada Yudi.


"TUTUP MULUT LO ITU DAN PERGILAH DARI SINI" bentak Riko tak dapat mengendalikan emosinya.


"Syuttttt... tenang lah Riko, gue juga akan pergi, tapi sebelum itu gue ingin mengatakan sesuatu, Kehancuran Tata sudah di depan mata, akan gue pastikan dia menangis darah, dan Lo tidak akan bisa berbuat apa-apa selain menyaksikan kehancurannya" ucap Komang. "Gue menepati janji untuk membalas dendam sama Lo" ucap Komang sebelum keluar dari dalam kafe.


"Apa maksudnya Komang bicara begitu?" tanya Yudi.


"Lupakan saja, gak perlu Lo pikirkan" ucap Riko.

__ADS_1


"Bukan itu maksud gue, itu tadi Komang teman kita kan?" Yudi masih sangat heran dengan sikap Komang, dulu saat sekolah gadis itu adalah gadis yang pendiam dan lemah lembut, tidak angkuh, galak somba seperti tadi.


"Hemm" singkat Riko.


"Apa yang terjadi padanya?" tanya Yudi.


"Hufff...." Riko menghela nafasnya. "Nanti gue ceritain setelah kita sampai di kontrakan" akhirnya Riko memutuskan untuk membagi masalah yang selama ini ia pendam sendirian.


☘️


☘️


☘️


Yudi menatap tak sabar pada Riko, ia sangat teramat penasaran dengan apa yang terjadi pada Riko. Ini pertama kalinya ia mendengar Riko berbicara serius dan itu bicara pada dirinya, bukan yang lain.


"Gak usah ngeliatin gue samperin kayak gitu" Riko menyadari tatapan Yudi.


"Jadi apa yang terjadi?" tanyanya. Dan toko mulai menceritakan asal muasal sikap Komang yang menjadi sombong dan arogan. Riko juga menceritakan bahwa beberapa kali Komang mengajaknya berkencan namun berakhir dengan penolakan Riko dan membuat Komang semakin marah hingga mengancam akan balas dendam.


"Gila tuh cewek, dia tergila-gila sama Lo Rik?" Yudi masih tidak menyangka Komang akan senekat itu.


"Itu bukan cinta kali, dia itu mengalami suatu obsesi gitu"


"Tapi menurut Lo ancamannya gimana? kok gue rasa bukan cuma isapan jempol aja ya?" Yudi menangkan sesuatu yang serius dari pernyataan Komang tadi.


"Gue juga gak tahu, gue harap gak akan terjadi apa-apa dengan Tata" harap Riko.


"Lo masih sangat mencintai dan berharap Tata bisa kembali pada Lo?" tanya Yudi hati-hati.


"Gue akan selalu mencintai dan menunggunya, dan gue akan selalu terima dia apapun dan bagaimanapun kondisinya" lirih Riko.


"Semoga ketulusan Lo bisa membawanya kembali bro" Yudi tidak ingin mengomentari apapun tentang Tata, ia tahu dan paham sedalam apa perasaan Riko pada gadis itu. Dan tentu saja Yudi tidak ingin membuat sahabatnya itu tersinggung.


☘️


☘️


☘️


☘️


☘️

__ADS_1


TBC 🌺


__ADS_2