
Sudah tiga hari ini Tata hanya berdiam diri di kamar Riko, sudah tiga hari pula Riko tidak datang ke kafe. Beruntung Dinda mengerti dan memberikan keringanan untuk Riko mengontrol kerjaan dari rumah. Dinda juga sangat prihatin atas kejadian yang di alami oleh Tata.
Riko masuk kedalam kamarnya membawa nampan berisikan makanan dan minuman untuk gadis yang sangat di cintai nya itu. Sakit hati Riko melihat Tata tak bersemangat untuk menjalani kehidupannya, gadis itu masih belum bisa di ajak bicara.
"Queen, Lo makan ya" tutur Riko lembut. "Gue belikan ayam bakar kecap kesukaan Lo dan jus mangga" bujuk Riko menyentuh jemari Tata.
"Lo beneran cinta sama gue Rik?" satu kalimat panjang untuk pertama kalinya keluar dari mulut Tata.
"Tentu, gue cinta sama Lo, dari dulu sampai saat ini gak akan berubah" sahut Riko menatap dalam mata Tata. Sedangkan di balik pintu, Dinda berdiri dengan hati mencelos mendengar pengakuan Riko, memang benar-benar tidak ada harapan untuk Dinda.
"Benarkah?" ulang Tata.
"Hem" singkat Riko, lalu Tata mendekatkan wajahnya pada Riko dan langsung menyambar bibir Riko. Riko yang terkejut melebarkan matanya, Dinda tak kalah terkejutnya melihat aksi Tata yang tiba-tiba itu, sesak, perih, sakit semua rasa itu berkumpul dalam hati Dinda, hingga membuatnya meneteskan air mata.
Riko yang belum pernah berciuman hanya mengikuti naluri kelakian nya saja, sedangkan Tata yang mang sudah berpengalaman terlihat begitu mendominasi, Tata sengaja membuka mulutnya agar Riko mengeskpor setiap titik yang ada di rongga mulut Tata. Kedua tangan Tata mengalung di leher Riko, ia sengaja menarik tubuh Riko agar menindih tubuhnya.
Cukup, Dinda tidak tahan lagi menyaksikan pemandangan menyakitkan ini, ia berharap Riko akan menolak dan tidak mengikutinya permainan Tata, tapi Dinda baru menyadari bahwa itu adalah harapan yang sia-sia. Mana mungkin Riko menolak gadis yang sangat di cintai nya itu? Dan adegan seperti ini sudah pasti sangat Riko dambakan. Dinda pergi meninggalkan rumah itu dengan tetesan air mata.
"Queen" ucap Riko menyadari sesuatu yang dilakukan Tata, tapi Tata tidak menghiraukan nya, ia memperdalam cum buan nya pada bibir Riko dan tangannya sudah mencapai titik pusaka kebanggaan Riko.
"Queen, hentikan" Riko melepaskan diri dari Tata.
"Kau tidak mencintai ku?" Tata menatap tajam Riko.
"Aku sangat mencintaimu queen, tapi tidak begini caranya" pembicaraan mereka berubah menjadi 'aku, kamu'.
"Ayo kita melakukannya, buktikan jika kau mencintaiku" Tata hendak membuka bajunya.
"Berhenti queen, jangan seperti ini" seru Riko menahan pergerakan tangan Tata.
"Kau tidak mau menyentuh ku?"
"Queen, aku sangat mencintaimu. Itu sebabnya aku tidak ingin menyentuh mu sebelum kau resmi menjadi milikku" Riko mencoba memberi pengertian.
"Kau tidak akan mau menyentuh ku" ucap Tata dingin.
"Queen..."
"Bahkan orang yang mengaku sangat mencintai ku saja tidak mau menyentuh ku" teriak Tata frustasi.
"Komang memang benar, aku wanita murahan, aku wanita rendahan yang tidak punya harga diri hiks...hiks...." tangis Tata kembali pecah, ia memukuli tubuhnya sendiri.
"Queen, kau tidak seperti itu. di mataku kau tetap suci dan murni tanpa noda apapun" Riko memenangkan Tata dan memeluknya.
"Hiks...hiks....pergilah, tinggalkan aku sendiri" usir Tata melepaskan pelukan Riko.
"Aku akan tetap berada di sisi mu queen" tutur Riko.
"Pergilah, atau aku yang pergi?" ancam Tata.
__ADS_1
"Baiklah aku akan keluar dari sini, kau jangan lupa makan oke. Kau tidak sendirian queen, ada aku yang selalu bersamamu" lembut Riko pada Tata dan keluar dari kamar itu.
☘️
☘️
☘️
Riko tak tenang sejak keluar dari kamar Tata tadi, ciuman panas yang di lakukan nya bersama Tata terus terbayang dan menari-nari di pelukan matanya. Seharusnya Riko tidak menolak Tata tadi, terbesit sebuah penyesalan dalam hatinya namun akal sehatnya menenangkan nya.
"Huffff, sabar Rik, resmikan dulu Tata menjadi milikmu dan kau bebas menjajah lahan itu dengan puas dan sesuka hatimu" gumam Riko, yang tiba-tiba saja otaknya mesum.
"Lebih baik aku mencuci baju dari pada pikiran kotor itu mengambil alih sisi warasku" ucap Riko, berjalan menuju kamar mandi yang ada di belakang.
Di kamar, Tata mengingat semua janji dan momen indahnya bersama Jaye. Semua itu tinggal kenangan, janji yang Jaye ucapkan juga hanya pemanis tanpa adanya kesungguhan. Kini Tata harus melupakan semuanya dan melanjutkan hidup seolah dirinya baik-baik saja.
"Kau mengingkari janjimu Bli" lirih Tata.
"Kau melepaskan ku, meninggalkan ku dan mencampakkan ku seperti sampah" tatapan Tata di penuhi amarah dan kebencian.
"Kau melemparkan aku pada jurang kematian Bli, kau membunuh ku, kau menghabisi jiwa dan ragaku" ucap Tata.
"Sekarang kau harus melihat mayat ku" Tata bangun dari ranjang itu, lalu berjalan keluar rumah, tanpa sepengetahuan Riko.
Tata terus berjalan tanpa arah dan tujuan, Kakinya membawa Tata ketempat ramai kendaraan bermotor, Tata menyebrang begitu saja tanpa melihat kanan dan kiri, baginya semua jalan sama, ia tidak melihat apapun di depannya.
Sebuah mobil truk Fuso coklat melaju dengan kecepatan tinggi karena jalan itu memang bebas hambatan, namun tiba-tiba saja seorang wanita berjalan di hadapan truk itu tanpa sempat mengelak dan mengerem, sopir itu panik hingga menginjak pegal gas, bukannya rem yang membuat laju truk itu semakin cepat.
Brakkkkkkkkkk......
Tubuh Tata melambung tinggi karena hantaman keras kepala truk Fuso itu, dan dari arah berlawanan sebuah minibus juga melaju kencang menerima tubuh Tata tepat di atas kap mobil itu
Brukkkkkkkk...
Kap mobil itu penyok dan terdapat cipratan darah di bagian kaca depannya membuat sang pengemudi mengerem mendadak hingga menabrak pembatas jalan.
"Aku benar-benar telah mati" gumam Tata dalam hatinya, matanya masih terbuka, tubuh gadis itu terkapar di aspal dengan darah mengalir dari mana-mana.
"Arsiiiii" seru seseorang yang masih bisa Tata dengar. "Buka matamu" pandangan mata Tata sudah buram hingga akhirnya mata itu tertutup rapat.
☘️
☘️
☘️
Riko terkejut begitu masuk kamarnya tidak mendapati Tata di sana, perasaan nya mulai kacau, ia panik dan ketakutan.
"kamu kemana queen?" Riko memeriksa tas Tata masih ada isinya lengkap dengan ponsel Tata, ia mengambil ponsel itu dan membawanya, ia keluar mencari Tata seperti orang gila dan meneriakkan nama Tata.
__ADS_1
"Tata...." serunya, ia juga bertanya pada orang-orang yang di temui nya dengan menunjukkan foto Tata.
Riko melihat kerumunan orang di jalan bebas hambatan, perasaannya semakin tidak tenang.
"Maaf itu di sana ada apa?" tanya Riko pada seseorang.
"Itu ada gadis tertabrak truk Fuso, dan terlindas minibus, sepertinya meninggalkan di tempat" jawab orang itu, membuat hati Riko semakin kacau.
Riko langsung berlari memastikan Kerumutan itu bukanlah Tata yang menjadi pusat perhatian semua orang, namun samar-samar ia mendengar isak kan seseorang.
"Hiks...hiks...Arsi bangun" suara itu terdengar oleh Riko, hatinya semakin tak menentu, ia memaksa membelah kerumunan manusia itu dan
Deg
Deg
Deg....
Riko membatu di tempatnya berdiri menatap nanar tubuh terkapar bersimbah darah itu. Riko merasa sangat hancur, hatinya sakit, tersayat berkeping-keping melihat dengan mata kepalanya sendiri tubuh gadis yang sangat di cintai nya mengenaskan seperti ini.
"Q...Qu.... queen" lidahnya kelu, ia mendekati tubuh itu. "Queennnnnnnnnnnn....." jeritnya. menangis pilu di hadapan tubuh Tata.
"Apa yang terjadi queen? ini salahku, ini salahku" teriak Riko dengan air mata mengalir deras.
"Rik" panggil Dinda, yang juga menangisi Tata sedari tadi.
"Tata akan baik-baik saja kan Din? dia gak akan ninggalin gue kan? dia gak apa-apa kan?" Riko mengguncang tubuh Dinda.
☘️
☘️
☘️
☘️
☘️
TBC 🌺
Taqabbalallahu Minna wa Minkum
Minal Aidzin Wal-Faizin Mohon Maaf Lahir Dan Batin 🙏🙏🙏
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1444 H
untuk para readers Mameeethor yang merayakan nya...
Mon maap banget kalo masih banyak typo.
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir 🙏