My Future

My Future
Hidup Bahagia


__ADS_3

Riko memeluk erat Tata yang terbaring di sebelahnya, Sepasang pengantin baru itu tengah menikmati waktu malam mereka dengan berbicara dan bercerita di atas tempat tidur.


"Sayang" cicit Riko, tangannya mengusap-usap rambut istrinya.


"Hem" Tata memejamkan matanya dengan kepala berbantal lengan Riko.


"Jika di masa lalu kamu tidak mencintai ku, tapi mencintai pria lain. Apakah kau menyesal menikah denganku?" tanya Riko hati-hati.


"Tidak"


"Pikirkan dulu sayang"


"Aku sudah memikirkan nya mas" Tata membuka matanya dan menatap wajah Riko. "Jika di masa lalu aku sangat mencintai pria lain dan bukan dirimu, biarlah itu menjadi masa laluku. Karena sekarang masa depanku adalah bersama dengan dirimu" tutur Tata.


"Benarkah? kamu tidak penasaran siapa pria yang kamu cintai di masa lalu?"


"Tidak, aku merasa jika semua kejadian yang menimpaku adalah bagian terbaik untuk diriku. Allah memberikan kesempatan aku untuk hidup lagi itu artinya aku harus menjadi manusia yang lebih baik lagi. Dan aku merasa jika bersamamu, aku akan menjadi pribadi yang lebih baik lagi" ucap Tata.


"Terimakasih sayang"


Cup..


Riko mengecup kening Tata. dan Tata tersenyum senang.


"Bisa aku tanya sesuatu?"


"Katakan"


"Apakah mas tahu siapa pria dari masa laluku?"


"Kenapa bertanya begitu?"


"Hanya ingin tahu saja, tapi jika mas tidak mau memberi tahu, aku tidak memaksa" lirih Tata.


"Suatu saat kau pasti akan ingat dirinya, karena mas tidak mau memberi tahu" ucap Riko.


"Kenapa? ya karena mas sangat cemburu padanya" jujur Riko.


"Ya ampun, aku ini sudah menjadi istri mu mas"


"Tetap saja, kau pernah mencintainya"


"Salah mas sendiri, kenapa tadi bertanya tentang masa lalu yang jelas-jelas tidak aku ingat" cibir Tata.


"Benar juga" Riko menyadari kesalahannya.


"Lalu wanita seperti apakah yang ada di masa lalu mu mas?"


"Tidak ada"


"Jangan berbohong mas, aku tidak akan marah"


"Aki berlari jujur sayang"


"Benarkah?" Tata semakin menatap intens wajah Riko. "Kamu itu tampan mas, pintar juga, Aku tidak percaya jika mas tidak pernah memiliki kekasih" Tata mengambil kesimpulan dari apa yang ia lihat.


"Aku berkata jujur, aku tidak pernah pacaran. Kau bisa bertanya pada siapapun, maka jawabannya pasti sama" jujur Riko.


"Bagaimana bisa? tidak pernah pacaran?"


"Karena di dalam hatiku hanya ada satu gadis, dia memenuhi setiap sudut hatiku hingga aku tidak pernah jatuh hati pada gadis lain" Riko menatap penuh cinta pada Tata.

__ADS_1


"Siapa?"


"Kenapa masih bertanya siapa? tentu saja gadis itu dirimu sayang, bahkan aku menyukai mu sejak masih menggantung seragam biru putih. Kau selalu ada di hatiku dan sisanya hidupku hanya tentang belajar dan belajar, itu sebabnya aku sangat pintar"


"Sombong sekali" cibir Tata mencubit dada Riko.


"Awhhhh sayang sakit, kenapa di cubit sih? kan biasanya di cium" goda Riko.


"Ish..males ah, aku mau tidur" ucap Tata membalikkan badannya dan menjauh dari Riko.


"Sayang kok tidur sih? kita belum ibadah malam loh" rengek Riko mengguncang bahu Tata.


"Besok aja ibadah malamnya, ini sudah terlalu malam" tolak Tata.


"Mana bisa begitu, saat ini lagi panas-panasnya, kamu mau menyerah suka rela atau aku paksa?"


"Aku ngantuk mas"


"Aku punya jurus jitu agar kamu tidak mengantuk" ucap Riko lalu memulai kegiatan favorit pengantin baru.


☘️


☘️


☘️


Di sebuah kafe, takpal gadis cantik tengah memberikan arahan kepada karyawan kafenya. Dinda, gadis itu mulai menyibukkan dirinya agar bisa move on dari cinta sepihaknya, mungkinkah tidak mudah tapi Dinda hari berusaha. Ia meyakinkan dirinya sendiri bahwa Tata memang pantas mendapatkan pria seperti Riko, dan semua itu tidak jauh lebih baik dari kehidupan Dinda yang hingga kini masih bersama kedua orang tuanya. Pertemuan nya dengan teman-teman sekolah Tata membuat pikiran nya terbuka bahwa ia tidak boleh selalu tertuju pada satu orang, membuat Dinda lebih mensyukuri atas apa yang sudah ia miliki, bukannya meratapi apa yang tidak bisa ia miliki.


"Hai Yud" sapa dindaypada Yudi.


"Selamat pagi Bu" sopan Yudi, karena dia memang karyawan Dinda.


"Tapi ini bentuk horm..."


"Gue bukan orang yang gila hormat" potong Dinda membuat kalimat Yudi menggantung di udara.


"Ck" decak Yudi.


"Ayo ke ruangan gue"


"Tap..."


"Ibnu tolong lanjutkan pekerjaan Yudi" ucap Dinda pada salah satu karyawan lalu menarik Yudi menuju ruangannya.


"Iya Bu" jawab Ibnu melihat kepergian Yudi dan Boss nya.


"Gue gak enak sama yang lain Din" ucap Yudi begitu sampai dalam ruangan Dinda.


"Gak enak kasih kucing aja" cuek Dinda.


"Kenapa sih? ada apa ngajak gue ke sini?"


"Menurut Lo, kalau gue kuliah lagi gimana?"


"Ya bagus, emang kenapa?"


"Benarkah?"


"Eh tapi tunggu. Ini Lo kuliah bukan karena patah hati di tinggal kawin sama Riko kan?" selidik Yudi.


"Ya nggak lah Yud, pikiran gue sekarang udah terbuka, Gue mensyukuri apa yang gue punya, bukan meratapi apa yang gak gue punya" bijak Dinda.

__ADS_1


"Bagus, memang harus begitu"


"Lo mau kuliah di mana?"


"Gue belum tahu sih, tapi Mama nyaranin ke Milan, sedangan gue pingin nya ke London" ucap Dinda, membuat Yudi susah payah menelan saliva nya.


"Mundur dari sekarang Yud, cari cewek lain aja, Dinda terlalu tinggi untuk Lo gapai. Jangankan luar negeri, ke ibu kota aja Lo belum pernah, sadar Yud...sadar..." gumam Yudi dalam hati, ya Yudi menyukai Dinda, siapa pria yang tidak menyukai Dinda? kecuali Riko. Dinda gadis yang baik, ramah, dan mau berteman dengan siapa saja meskipun anak orang berada.


"Lo kenapa?" Dinda melihat Yudi menggelengkan kepalanya.


"Gue gak apa-apa" sahur ya. "Ya udah gue balik kerja lagi ya" pamit Yudi langsung kabur sebelum Dinda menahannya.


☘️


☘️


☘️


Kehidupan pernikahan Riko dan Tata berjalan mulus tanpa gangguan, Riko yang selalu menerima keadaan Tata dan Tata yang selalu terbuka pada Riko membuat rumah tangga mereka selalu harmonis. Kini Riko tidak lagi bekerja di kafe milik orang tua Dinda setelah pernikahan nya. Sekarang Riko membuka sebuah warung kaki lima yang menyediakan menu ikan, ayam juga bebek bersama dengan Tata yang juga menjual minuman kekinian sebagai mata pencaharian mereka.


"Mas, sepertinya kita butuh tenaga bantuan" ucap Tata membantu Riko mempersiapkan barang dagangannya.


"Aku pikir juga begitu, nanti kita cari pelan-pelan. Kalau kamu terlalu lelah istirahat saja sayang" tutur Riko.


"Bukan aku lelah, tapi kasian mas yang mengerjakan semuanya, aku hanya bantu yang ringan-ringan saja" sahut Tata tak tega melihat suaminya bekerja terlalu keras.


"Aku tidak masalah melakukan semua ini, asalkan bisa selalu melihat senyummu" ucap Riko.


"Mas, aku serius, jika lelah ya lelah, mana mungkin lelahnya hilang hanya karena senyum ku. Jangan membual, aku tidak percaya lagi" ucap Tata memanyunkan bibirnya.


"Aku sangat senang jika kau perhatian seperti ini, I love you"


Cup.....


Riko sangat bahagia dan bersyukur bisa memperistri Tata, ia hanya berharap kehidupan mereka selalu penuh canda tawa dan mungkin sedikit perdebatan. Sebab sangat tidak mungkin jika dalam rumah tangga tidak ada perdebatan atau pertengkaran kecil, karena itu juga salah satu bumbu pernikahan agar semakin kokoh dan kuat untuk menghadap badai di masa depan.


☘️


☘️


☘️


☘️


☘️


🌺🌺🌺END🌺🌺🌺


TERIMAKASIH SUDAH MENGIKUTI KISAH INI,


MOHON MAAF JIKA SAMPAI EPISODE TERAKHIR MASIH BANYAK MENEMUKAN TYPO 🙏 MAMEEETHOR BANYAK-BANYAK TERIMAKASIH PADA KALIAN YANG SUDAH BERSEDIA MAMPIR 🙏🙏🙏🙏🙏


SEMOGA SEHAT SELALU SEMUANYA....


KETEMU LAGI DI KARYA MAMEEETHOR BERIKUTNYA....


STAY TUNE YAAA


RAJIN-RAJINLAH TENGOK DINDING MAMEEETHOR, DI SANA ADA NOVEL LAINNYA....


SEKALI LAGI TERIMAKASIH SEMUANYA 🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2