My Future

My Future
Berakhirnya Sebuah Kisah


__ADS_3

Riko pulang dari kafe bersama Yudi, kedua pemuda itu memilih jalan-jalan dulu di sekitaran taman kota. Maklum saja keduanya adalah jones sejati jadi untuk melepas lelah hanya jalan-jalan sederhana seperti ini.


"Lo gak ada rencana buat terima Dinda, Rik?" tanya Yudi membuka obrolan.


"Gimana mau terima kalau di hati gue gak ada rasa?" sahut Riko.


"Iya juga sih, tapi kan dari pada jomblo gini. Lumayan buat hiburan, cinta kan datang karena terbiasa" Yudi sok bijak, namun menjerumuskan.


"Gaya Lo sok bijak, tapi membuat gue jadi pria brengsek" Riko meninju bahu Yudi.


"Eh.... ada apa itu rame-rame?" Yudi melihat orang-orang berkumpul di pelataran ruko.


"Entahlah, ayo cabut" ujar Riko yang tak mau ikut campur urusan orang.


"Bentar dulu" Yudi mendekati seseorang yang baru saja melihat kumpulan orang itu. "Buk, itu kenapa rame-rame?" tanya Yudi.


"Owhh.... biasa, cinta segitiga. Itu cewek nya lagi nangis gak mau di tinggalin, kasian" jawab seorang ibu itu.


"Makasih Buk" ucap Yudi, di angguki ibu tersebut.


"Udah ayo cabut" ajak Riko.


"Liat dulu bentar, seganteng apa itu cowok sampai bikin anak orang nangis-nangis jadi tontonan" ucap Yudi menarik Riko mendekati kerumunan itu.


"Bli aku mohon jangan tinggalin aku huhu...huhuhu..." Riko menegang, ia kenal suara itu, tak ayal Riko yang tadinya jalan ogah-ogahan kini berlari kecil.


"Lo gak tahu malu ya, lepasin calon suami gue" bentak seorang wanita.


"Bli...hiks ..hiks..." tangisnya terdengar memilukan.


"Queen" ucap Riko melihat Tata bersimpuh di kaki Jaye. "Queen, bangun" Riko menarik Tata agar berdiri.


"Enggak Rik, lepasin gue" serunya, tak ingin jauh dari Jaye.


"Tata.." lirih Yudi melihat teman sekelasnya itu dari kejauhan.


"Lo lihat kan Rik, gue gak pernah main-main" ucap Komang menatap sinis pada Riko.


"Lo keterlaluan Mang, apa salah Tata sama Lo?" Riko menatap benci pada Komang.


"Salahnya adalah karena Tata wanita yang Lo cintai, dan gue benci itu" seru Komang.


"Apa maksud ini?" Tata menatap Komang dan Riko.


"Temen kesayangan Lo ini adalah penyebab semua kejadian ini" sahut Komang.


"Apa maksudnya Rik?" Tata menatap penuh tanda tanya pada Riko.


"Gue gak bersalah, gue cinta sama Tata itu benar, dan gue nolak cinta Lo juga benar, karena gue gak cinta sama Lo" ucap Riko.

__ADS_1


"Jadi semua ini bukan kebetulan?" Jaye menatap tajam pada Komang.


"Di dunia ini tidak ada yang kebetulan Bli, adapun yang kebetulan adalah kehamilan ku ini" Komang tersenyum miring.


"Bli jangan tinggalkan aku" Tata meraih jemari Jaye.


"Lo gak punya kuping?" seru Komang menepis tangan Tata. "Bli Jaye ini calon suami gue dan ayah dari anak gue" ucap Komang. "Lagian Lo juga akan bisa menikah sama Bli Jaye kan?" Komang mengejek Tata.


"Nggak-nggak kita janji akan hidup bersama kan Bli?" Tata mencari pembenaran.


"Lo jadi cewek murahan banget sih" seru Komang.


"Komang..!!!!" bentak Riko.


"Emang benar kan? ayo Bli tinggalin cewek gak tahu diri dan murahan ini" ajak Komang.


"Nggak-nggak Bli... please jangan tinggalin aku hiks...hiks..." permohonan Tata terasa bagai belati menyayat hati Riko.


"Queen" bujuk Riko.


"Bawa dia pergi" ucap Jaye tak sanggup melihat Tata hancur seperti ini.


"Enggak" Tata meronta saat di tarik Riko.


"Tolong jangan tinggalkan aku Bli" Tata mencoba meraih tangan Jaye.


"Pergilah, semuanya sudah berubah, lupakan aku" ucap Jaye menahan sakit dalam hatinya. Dulu melihat Tata bersedih karena kehilangan Simbah saja membuat hatinya Sakin, tapi sekarang dirinya lah penyebab Tata menangis kesakitan seperti ini, Jaye benar-benar merasa menjadi pria yang sangat brengsek.


"PERGILAH, AKU BILANG PERGI DARI HIDUPKU, AKU TIDAK MENCINTAI MU LAGI!!! BAWA WANITA INI PERGI JAUH DARIKU JIKA KAU SANGAT MENCINTAINYA" Jaye menatap Riko.


"Akan ku pastikan dia pergi dari hidupmu" Riko menatap benci pada Jaye.


"Bagus" seru Jaye.


"Bli..." Tata menatap nanar. Setragis inikah nasibnya? di buang, di campakkan, tak di inginkan, oleh pria yang sangat ia harapkan. Dulu Tata juga berharap agar Bapaknya tiba-tiba datang membawa limpahan kasih sayang, namun setelah harapan itu hilang, bapaknya benar-benar datang tapi dengan maksud mengambil salah satu organ tubuh nya.


"Ayo kita pergi" ajak Komang penuh kemenangan melihat kehancuran Tata juga Riko.


"Hiks....hiks...Bli" lirih Tata melihat Jaye semakin menjauh.


"Queen" panggil Riko menarik Tata dalam pelukannya. "Maafkan aku, karena membuatmu sehancur ini" Riko memeluk erat Tata dengan rasa penuh penyesalan.


"Dia ninggalin gue Rik...hiks...hiks..." adunya.


"Biarkan dia pergi, Lo gak sendiri" ucap Riko.


"Gue mau dia Rik" lirih Tata.


"Tenang, ada gue disini" Riko mengecup sayang puncak kepala Tata.

__ADS_1


"Ayo kita pulang" ajak Yudi yang dari tadi hanya menyaksikan setiap adegan dan mendengar setiap kalimat yang terucap.


"Ayo queen" ajak Riko menuntun Tata agar berjalan bersamanya, orang-orang yang mengerumuni mereka tadi juga sudah pergi satu persatu.


Riko membawa Tata ke rumah kontrakan nya bersama Yudi, kedua pemuda itu lebih memilih mengontrak sebuah rumah kecil dan membayarnya bersama dari pada ngekost, yang memang terbatas ruang geraknya karena hanya kamar saja. Beda dengan rumah kontrakan mereka yang lebih banyak tempat layaknya rumah sendiri, untuk mandi juga tak perlu antri.


Tata gadis itu hanya diam saja dari tadi, ia hanya duduk di ruang tamu dengan tatapan mata kosong. Bagaimana tidak? baru tadi siang Tata mengetahui kenyataan pahit yang di rencanakan oleh bapaknya, dan sekarang dia juga di hadapkan dengan kehilangan Jaye, satu-satunya pria yang ia percaya untuk memberikan kehidupan bahagia, tempatnya menggantungkan mimpi indah, kini semuanya telah berakhir tanpa aba-aba, tanpa pemberitahuan Tata di paksakan untuk melepas, berpisah dengan pria itu.


"Gue gak tahu harus ngomong apa?" ucap Yudi di samping Riko yang tak henti-hentinya memandang Tata.


"Gue berharap bisa menyembuhkan luka hatinya" Riko menatap sendu Tata.


"Gue tahu ini gak mudah buat Lo, tapi semoga Lo berhasil meluluhkan hatinya" Yudi menatap iba pada Tata. temannya itu yang dulu riang, ceria, cerewet, dan galak. Kini bagai raga tak bernyawa, namun masih bernafas.


☘️


☘️


☘️


Jaye memilih pulang dan meninggalkan Komang di tengah jalan, hatinya begitu hancur kesakitan melihat wanitanya memohon, mengiba, dengan uraian air mata.


"De, kau melihat Tata?" tanya Bli Wayan saat Jaye baru sampai di ambang pintu.


"Dia sudah pergi" lirih Jaye, melangkah lemas menuju sofa ruang tamu.


"Apa maksudnya De?" mbak Ketut tak mengerti dengan kata 'pergi'.


"Tata sudah tahu semuanya Mbak" sahut Jaye.


"Bicaralah dengan jelas De. Kau ini seorang pria" seru Bli Wayan. Lalu Jaye menceritakan semua yang terjadi, dari awal hingga akhir tanpa terlewatkan. Jaye juga mengatakan bahwa Tata akan aman dan baik-baik saja bersama Riko.


"Aku benar-benar kehilangan Tata Bli" adu Jaye bersimpuh di pangkuan Bli Wayan.


"Dia memang bukan jodohmu" lirih Bli Wayan yang menyesalkan semua kejadian ini.


"Tapi aku sangat mencintai nya Bli" Jaye tak dapat membendung air matanya lagi, terlalu sesak dada Jaye menahan kesakitan ini.


"Tapi cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan dia tetap di samping mu" ucap Bli Wayan. Tubuh Jaye terguncang hebat ketika tangisnya pecah, Bli Wayan pun bisa merasakan betapa dalam cinta Jaye untuk Tata, hingga membuat adiknya menangis hebat seperti ini.


"Kamu pasti bisa melewati semua ini De" ucap mbak Ketut yang juga menangis melihat kondisi Jaye yang hancur karena harus kehilangan cintanya.


☘️


☘️


☘️


☘️

__ADS_1


☘️


TBC 🌺


__ADS_2