
Kini Febri sudah sampai disebuah Cafe, alamat yang dikirim melalui email itu tertuju di Cafe ini. Ia kebingungan mencari siapa sebenarnya orang itu.
Tiba-tiba datang seorang Pria, "Apa anda nona Febri? Anda sudah ditunggu oleh Nyonya, silahkan ikuti saya". Febri hanya mengangguk dan mengikuti pria itu.
Mata Febri sekarang tertuju ke dua orang wanita, yang satu sepertinya sebaya dengan Mamanya dan satu lagi seorang gadis yang masih muda. Febri sama sekali tidak mengenali mereka.
Wanita itu melambai ke arah nya, Febri pun menghampiri mereka dan duduk dikursi yang sudah disediakan.
"Apa Tante yang mengirimkan pesan itu kepada saya?" tanya Febri pada wanita itu dengan formal.
Tante itu hanya mengangguk.
"Anak saya mau bica...." belum selesai Tante itu mengucapkan kalimatnya, anaknya sudah memotong deluan.
"Apa hubungan mu dengan Nathan?" ketus gadis itu.
"Gak sopan amat sih ini cewek, cantik aja enggak, Dasar!"batin Febri kesal, ia tak mungkin mengucapkan itu didepan mereka, berhubung banyak sekali bodyguard, perasaan Febri tidak enak.
"Kok diem aja? Heh wanita ja*lang!! punya hubungan apa kamu sama calon suamiku?" ucapnya lagi. Hal itu membuat mata Febri terbelalak, ia kaget atas apa yang diucapkan gadis itu, Calon suami? apa maksudnya? bukan kah Febri lah calon tunangan nya?
Febri kini menarik nafas pelan-pelan menahan emosi dan berusaha berfikir jernih.
"Maaf bisa kah anda bicara sedikit sopan? saya tidak mengerti dengan bahasa yang kurang ajar seperti itu" ucap Febri.
"Kamu!!!" ucap gadis itu sambil menghentak meja.
"Febri, ini anak saya, dia calon istri Nathan, saya dengar Nathan sudah dijodohkan ya? Bagaimana bisa dia dijodohkan sedangkan anakku ini sedang mengandung anak nya?" ucap tante itu.
Kini hati Febri seperti teriris iris, apa ini? bagaimana bisa?
"Maaf tante, setahu saya Nathan selama setahun ini selalu menempel pada saya, bagaimana bisa dia melakukan hal menjijikkan itu dan membuat putri anda hamil?" ucap Febri berusaha tenang. Tapi dilain sisi hati nya terasa di iris iris.
__ADS_1
"Tidak... tidak mungkin Nathan setega ini, mengapa nasib ku seperti ini lagi, aku tidak mau mengalami hal ini untuk yang kedua kalinya" batin Febri, kini detak jantung nya seakan akan berhenti sejenak membuat dirinya keringan dingin.
Diluar sedang hujan gerimis.
"Oh iya maaf, saya lupa perkenalkan diri. Saya Dewi, dan ini anak saya Lia. CALON ISTRINYA NATHAN ARION!!"ucap tante itu dengan menekan sedikit kalimat nya di akhir.
"Kamu jangan coba coba goda calon suamiku ya. Dan satu lagi, ini merupakan hasil USG ku tadi siang, dia adalah penerus keluarga Arion"ucap wanita itu yang tak lain adalah Lia, ia menyodorkan lembaran hasil USG nya.
Febri hanya diam, ia tidak tahu apa yang harus dia lakukan, disatu sisi Febri sangat mempercayai Nathan, karna ia tahu sifat Nathan seperti apa. Dan di sisi lain, wanita itu menyodorkan hasil USG yang benar adanya sebuah kehidupan kecil dibalik perutnya itu.
"Saya belum bisa memastikan dengan benarnya anak itu adalah anak Nathan atau bukan, bukti seperti ini bisa saja dipalsukan" ucap Febri dengan tegas.
"Masih kurang ya? baik aku akan perlihatkan yang satu ini" kemudian Lia langsung merogoh tas Branded nya, ia mengeluarkan sebuah foto, dimana foto nya dan Nathan sedang tersenyum, perempuan yang bernama Lia itu merangkul tubuh tinggi Nathan.
Kini perasaan Febri berkecambuk, ia tak tahan lagi ingin meluapkan emosinya, Kenapa? kenapa harus seperti ini lagi dan lagi.
"Aku harap kamu segera menjauhi Nathan, kalau kamu tidak mau mengalah, anak ini akan habis aku aborsi"
Lia menyemburkan segelas air kewajah Febri, membuat air itu masuk kedalam hidung nya. "Aku tidak bisa menahannya lagi!!"batin Febri.
Tanpa aba-aba, Febri menampar gadis itu,
Plakkk!!!
"Beraninya kamu menampar anakku, dasar wanita ja*lang" ucap tante itu sambil memegang pipi anaknya.
"Hey! kenapa diam saja usir dia dari sini, lempar dia!!" ucap tante itu memberi perintah pada bodyguard nya.
"Kalian mau apa? Lepasin!!" Febri ditarik paksa oleh para bodyguard mereka.
Hujan mulai deras, Febri terbujur kaku didepan Cafe. Fikiran nya tidak bisa dicerna lagi.
__ADS_1
Terdengar bunyi ponsel.
Dari Nathan.
Febri melempar handphone nya itu hingga masuk parit, Ia menangis terisak dibawah rintikan hujan yang begitu deras, terlihat beberapa kali kilat, Febri tidak peduli kini ia berjalan menyusuri jalan raya. Hatinya hancur untuk yang kedua kalinya.
Hujan sangat lebat sehingga jalanan terlihat samar samar.
Pukul tepat jam 11 malam jalan raya terlihat sangat sepi. Febri berjalan disisi trotoar, kini tidak bisa dibedakan yang mana air mata dan yang mana air hujan.
Disisi lain Febri ingin mempertahankan Nathan, tapi Febri juga punya hati nurani, ia tahu bagaimana sedih nya seorang anak yang tidak memiliki ayah, apalagi sampai diaborsi.
Febri semakin memperdalam tangisan nya. Dia tidak peduli dengan langkah nya yang semakin lama semakin ketengah jalan raya.
Tiba-tiba terlihat cahaya mobil yang sangat terang mengarah padanya.
BRUUKKKK!!!
"Semiris ini kah perjalanan hidup ku" ucap Febri tersenyum menatap langit yang gelap. Ia terbaring dijalan raya, sesaat penglihatan nya mulai mengabur, terasa ada yang mengalir di belakang kepalanya, darah? Ah iya, dia tertabrak mobil.
Mobil yang menabrak Febri itu langsung kabur, Febri sempat melihat plat mobil tersebut sebelum dia tidak sadarkan diri.
Tiba-tiba mobil Fortuner putih melintas, dan berhenti dipinggir. Pria yang mengendarai mobil itu langsung keluar saat melihat seseorang tergeletak di tengah jalan.
"Febri? Kamu kah itu?" ucap pria itu saat mengenali bahwa orang yang tergeletak tak berdaya itu merupakan wanita yang dia kenal, pria itu tidak peduli saat jas nya ikut basah kuyup karna hujan lebat. Jalanan sangat sepi, tidak ada seorangpun yang bisa bantu menolong.
"Aku akan membawa mu ke rumah sakit, tolong bertahan lah Febri" ucap pria misterius itu, dia langsung mengangkat tubuh Febri masuk ke dalam mobil, dan menancap gas menuju Rumah Sakit terdekat. Pria tampan itu sangat khawatir, takut jika gadis yang dulu sempat dia kagumi itu sampai kenapa-napa.
JANGAN LUPA LIKE , KOMEN, BERI KRITIK DAN SARAN YA^^ AGAR AUTHOR YANG PEMALAS INI BISA SEMANGAT DIKIT UNTUK MELANJUTKAN CERITA NYA :")
__ADS_1
TERIMAKASIH ^^