My Future

My Future
Atraksi - Atraksi


__ADS_3

Cukup lama seluruh peserta kemah mengitari api unggun dan bernyanyi bersama, kini sebagian peserta kembali ke tenda untuk mempersiapkan acara selanjutnya, ada juga yang masih tinggal di tengah lapangan untuk menikmati hangatnya bara api unggun, ada pula yang memasukkan singkong kedalam bara api (bakar singkong) entah dapat singkong dari mana mereka.


Anggota regu Teratai juga kembali ke tenda, mereka mempersiapkan penampilan Komang dan Tika yang akan menunjukkan sebuah tarian khas Bali. Tika yang memang memiliki basic tari, bukan hal sulit untuknya mempelajari tarian khas Bali itu, walaupun gerakannya belum sempurna namun tak jadi masalah bagi mereka. Yang penting ikut berpartisipasi dan memeriahkan suasana malam ini.


"Cantik gila kalian" Tata mengomentari penampilan Komang dan Tika yang telah memakai kostum dan makeup.


"Cantik, banget kali Ta. yang nggak-nggak aja Lo, masa iya gue cantik gila" Tika tak terima atas komentar Tata.


"Hem... maksud gue juga gitu, tapi lidah gue kepleset kangkung yang di masak Devi tadi" Tata mengada-ada.


"Kangkung yang Lo makan tadi udah jadi t*ik dalam perut Lo Ta, gak usah mengada" protes Ratih yang tadi memasak kangkung.


"Baperan amat Lo pada" ucap Tata langsung keluar tenda.


....


"Atraksi - atraksi....bagi Regu yang akan mengikat atraksi, segera mendaftar ke posko" suara pak Teguh dari speaker posko, memberi tahukan bahwa atraksi akan segera di mulai. "Sekali lagi bagi Regu yang akan mengikuti atraksi untuk segera mendaftar ke posko" ucapnya.


...


"Siapa yang daftarin?" tanya Lia.


"Lo aja, sekalian ajak Tata di luar anaknya" perintah Linda.


Lia dan Tata menuju ke posko untuk mendaftarkan Regu nya, mereka juga bertemu dengan Agus dan Jaka yang juga mendaftarkan Regu mereka.


"Regu kalian atraksi nya apa?" tanya Tata pada Jaka dan Agus.


"Singing" ucap Agus, sedangkan Jaka masih ngambek karena di tolak Tata.


"Gaya Lo Gus, singing...." sahut Tata


"Siapa yang nyanyi?" timpal Lia.


"Gede sama Riko" tutur Agus, dan itu membuat Tata kaget.


"Lo yakin Riko akan tampil?" Tata memastikan. dan di angguki oleh Agus.


"Memangnya Riko bisa nyanyi Ta?" tanya Lia. dan Tata hanya mengangkat kedua bahunya.


.....


Panggung tempat pertunjukan atraksi telah di siapkan oleh Kakak Pembina, bukan panggung beneran yahhh tapi hanya meja milik Sekolahan SDN 01 Bumi Jaya yang menjadi panggung dadakan dan alakadarnya.


Peserta yang mengikuti atraksi pun sudah banyak yang tampil, ada yang menampilkan sebuah drama, tarian tradisional, tarian modern, bernyanyi dan masih banyak lagi.


Kini tiba saatnya Regu Scorpio menunjukkan penampilan nya, dan inilah yang Tata tunggu, Tata sangat penasaran kenapa bisa Riko turut tampil. Sungguh hal ini bukanlah seorang Riko.


Riko dan Gede naik ke atas panggung, di tangan Riko ada sebuah gitar, dan di tangan Gede membawa microphone. keduanya duduk di bangku sekolah yang telah di siapkan di atas panggung. Riko mulai memetik senar gitar itu menjadi sebuah nada yang indah dan hal itu sangat mengejutkan bagi anggota Regu Teratai dan juga Regu Scorpio, bagaimana tidak jika Tata dan Andi yang berteman sangat dekat saja tidak tahu kalo seorang Riko bisa memainkan sebuah gitar dan menghasilkan nada yang indah. meskipun itu gitar biasa. Suara Gede pun mulai mengalun....

__ADS_1


..


Mungkin ini memang jalan takdirku...


Mengagumi tanpa di cintai...


Tak mengapa bagiku, asal kau pun bahagia


Dalam hidupmu...Dalam hidupmu...


Telah lama ku pendam perasaan itu...


Menunggu hatimu menyambut diriku...


Tak mengapa bagiku cintai mu adalah...


Bahagia untuk ku... Bahagia untuk ku....


...


Ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu


Meski ku tunggu hingga ujung waktu ku


Dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya....


Dan izinkan aku memeluk dirimu sekali ini saja...


Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejap saja...


Ah.... mereka menyanyikan lagu cinta yang menyakitkan, namun baik suara dan petikan gitar Riko tetap saja memukau seluruh penonton, dan mendapatkan sorakan dan tepuk tangan yang meriah saat lagu tersebut berakhir.


Kini tiba saatnya Regu Teratai unjuk kebolehan. Komang dan Tika mengenakan atasan kemben, dan bawahan rok panjang dengan motif keemasan, ada juga selendang berwarna kuning cerah. Ada juga aksesoris berupa mahkota dengan ornamen bergaya Panji, gelang bahu, dan kalung emas.


Ya... mereka akan menampilkan Tari Cendrawasih. Sesuai dengan namanya, Tari Cendrawasih adalah tarian yang gerakannya terinspirasi dari burung Cendrawasih. Burung Cendrawasih sendiri dalam mitologi Hindu Bali di anggap sebagai burungnya para dewa atau di sebut 'Manuk Dewata'.



(Gambar by Google)


Gending gamelan khas Bali mulai terdengar indah mengiringi setiap gerakan Komang dan Tika, meskipun gerakan keduanya tidak terlalu sinkron, namun masih bisa di nikmati. Meski begitu ada perbedaan yang paling menonjol dari keduanya, yaitu permainan mata keduanya. Dimana Komang bisa dengan sangat apik menggerakkan kedua bola matanya ke kanan dan ke kiri, sedangkan Tika terlihat sangat bekerja keras meskipun hasilnya tetap sangat berbeda. Tapi hal itu justru menjadi hiburan tersendiri bagi penonton, bahkan para anggota Regu juga Kakak Pembina pendamping dari SMAN Pertiwi juga tak bisa menahan tawanya saat menyaksikan atraksi anak didiknya.


Setelah selesai menari, Tika dan Komang turun panggung, dan Tika sendiri tak bisa menahan tawanya saat mengingat apa yang baru saja ia lakukan. Tika menyadari bahwa menari bukan hanya menggerakkan anggota tubuhnya, Tika semakin semangat mempelajari tarian dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Ya Tika memang sangat menyukai dunia seni tari.


Jika saja, Tika berada di kota besar dan sekolah elit, mungkin Tika akan mengikuti les tari dengan mentor yang benar-benar profesional dalam bidangnya.


"Anjimmmm Tik, Lo liat biasa banget" ucap Tata.


"Hahaaa gue tahu itu. dan gue mesti belajar dan bekerja keras lagi biar kejadian tadi gak terulang" ucap Tika sambil menahan tawanya.

__ADS_1


"Eh... Komang mana?" tanya Lia.


"Lah... iya, kemana itu bocah?" ujar Tata.


"Udahlah biarkan aja, toh dia juga gak bakalan kesasar" ucap Tika, sambil melepaskan kostum nya karena sudah berada di dalam tenda.


....


"Ta, ikut gue. Gue mau ngomong ama Lo" ucap Riko tiba-tiba saja dari arah belakang Tata. Tata pun langsung di tarik oleh Riko menjauh dari Linda dan Lia yang tadinya berencana menonton atraksi lagi.


"Lo mau ngomong apa sih Rik?" tanya Tata setelah berada di tempat yang lumayan sepi.


"Gue mau tanya sesuatu sama Lo" ucap Riko menatap Tata.


"Apa?" tanyanya.


"Tata...." seseorang memanggil Tata. Tata menoleh kebelakang dan tampak senang mengetahui siapa yang memanggilnya. Sedangkan Riko menatap tak suka.


"Apakah aku mengganggu kalian?" tanyanya setelah sampai didekat Tata dan Riko.


"Mana ada hehe, ohya Rik, kenalkan ini Bli Jaye. Dan Bli, ini Riko teman sekolah Tata" Tata mengenalkan Jaye pada Riko.


"Jaye..." ucapnya mengulurkan tangannya.


"Riko.." jawab Riko singkat dan menjabat tangan Jaye.


"Gue duluan Ta" Riko berlalu pergi meninggalkan keduanya.


"Apakah dia marah padaku?" tanya Jaye menatap kepergian Riko.


"Tidak, dia itu baik Bli, gak pernah marah" sahut Tata.


"Ayo kita nonton atraksi" Jaye menarik tangan Tata dengan lembut. keduanya berjalan beriringan dan bergandengan tangan menuju tempat atraksi.


...


🌺🌺🌺


Hai..hai... Terimakasih sudah mampir kemari.


Jangan lupa beri reting


Like


Vote


Dan


Komennya

__ADS_1


Tap ♥️ juga yaaa


...Salam kenal dari author 🌺🌺


__ADS_2