My Future

My Future
Rencana Bli Wayan


__ADS_3

Riko membawa Tata ke sebuah taman yang dekat dengan lokasi pertemuan nya itu. Tata masih sesenggukan dan mengeluarkan isakan kecil dari bibirnya, Riko bingung kenapa Tata sampai menangis sepilu ini, selama Riko mengenal Tata, Riko jarang dan hampir tidak pernah melihat Tata menangis, gadis itu dulu selalu ceria, riang, cerewet, dan suka marah-marah. Ini pertama kalinya Riko melihat Tata menangis setelah menerima amplop kelulusan beberapa tahun yang lalu.


"Sekarang Lo cerita, Lo itu kenapa?" tanya Riko penuh perhatian pada Tata.


"Rik Lo punya uang nggak?" Tata menatap penuh harap pada Riko.


"Uang? untuk apa?" Riko tak paham dengan pertanyaan Tata.


"Hiks...hiks..." Tata terisak lagi. "Lo kok tega banget sama gue?" ucapnya.


"Hei... syuttt.....stttt... jangan nangis lagi dong queen" bujuknya.


"Ya Lo tega sama gue, gimana gue gak nangis coba?" serunya.


"Ya ya... maaf, kalo gue tega sama Lo. Tapi kenapa Lo tanya uang?"


"Hiks...hiks...huhu....huhu...." sepertinya Tata sengaja menangis.


"Ya ampunnnnnn, udah dong queen nangisnya. Lo mau apa?"


"Gue haus, mau minum. Dari tadi kek nawarin nya" protes Tata.


"Hah....? Oh..." Riko tersenyum geli, jadi karena haus dan ingin di belikan minuman Tata tanya tentang uang. "Lo mau minum apa?" Riko menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Tata.


"Gue mau jus mangga, ingat ya J U S M A N G G A" eja Tata. "Bukan es jasjus mangga. sekarang kan Lo udah mampu beliin gue jus mangga" pinta Tata.


"Oke gue beli dulu" Riko pergi ke penjual jus buah yang tak jauh dari taman.


"Bang, jus mangga nya satu" pesan Riko.


"siap Mas" sahut Abang jus.


"Lo pelit banget sih Rik, kok cuma satu" ucap Tata di belakang Riko. ah.. rupanya wanita itu mengikutinya Riko.


"Memang Lo mau berapa?" tanya Riko.


"Ya satu, tapikan gue juga suka jus alpukat" ucapnya. membuat Riko menghela nafas.


"Jus alpukat satu ya bang" pesan Riko dan di acungi jempol oleh Abang jus.


"Memang uang Lo udah abis buat beli dua jus doang?" tanya Tata.


"Nggak, uang gue masih banyak Lo mau apa lagi?" tanya Riko yang mulai paham maksud Tata.


"Ehem... Lo yang maksa ya" ujar Tata, membuat Riko menatap jengah. "Jus sirsak juga boleh" Tata menampilkan barisan gigi putihnya.


"Tambah satu lagi bang, jus sirsak" ucap Riko dan membuat Abang jus tertawa.


☘️


☘️


☘️


"Udah ilang hausnya?" Riko menatap Tata yang menikmati ketiga jus itu satu persatu.


"Hem, tapi gue jadi laper" mengiba pada Riko.


"Mau makan apa?" tanya Riko sudah paham dengan kode Tata.


"Siomay dong Rik" Tata mengedikkan dagunya pada pedagang gerobakan.

__ADS_1


"Apa lagi?" tanyanya, sebab Riko yakin keinginan Tata tidak cuma satu.


"Baiklah kalo Lo maksa, bakso juga boleh" ucap Tata seolah terpaksa.


"Itu aja?" tanya Riko.


"Nanti gue pikirin. Sekarang itu dulu" Tata tersenyum manis pada Riko. Tata merapikan ikatan rambutnya terlihat jejak Jaye yang merah keunguan di area belakang telinganya dan hal itu tak luput dari pengamatan Riko yang membuat hatinya terasa perih.


Riko membeli semua yang di inginkan oleh wanita pemilik hatinya itu, sudah lama Riko tidak melakukan ini untuk Tata. Ya tentu saja, terakhir mereka seperti ini saat masih mengenakan seragam abu-abu, dan itu sudah hampir lima tahun yang lalu.


"Ya ampunnnnnn kenyang nya" Tata meraba perut nya yang terasa begah dan sesak, bayangkan saja tiga gelas jus, dan seporsi siomay juga semangkuk bakso telah raib ke dalam lambung Tata, semuanya tandas tak tersisa, membuat Riko terheran-heran.


"Udah kenyang?" pertanyaan yang tak perlu di tanyakan lagi sebenarnya. Riko tak menyangka jika Tata jadi serakus ini.


"Hem" jawab Tata tak sanggup berkata-kata. "Gue ngantuk, anterin gue pulang yuk" Tata seolah lupa dengan kesedihan nya, makanan-makanan itu mampu membuat nya kembali ceria seperti sedia kala.


"Ayo" sahut Riko yang tak ingin mengungkit kesedihan pujaan hatinya itu.


Riko memesan taksi online untuk mengantarkan Tata kembali kerumahnya, tidak banyak yang Riko tanyakan pada Tata selama perjalanan, karena menurut Riko saat ini Tata tidak akan mendengar apapun nasehatnya. Riko sangat paham sifat pujaan hatinya itu, namun begitu nanti ada cela untuk menasehati atau mengingatkan bahwa Tata tidak seharusnya menjalin hubungan dengan Jaye, Riko tak akan menyia-nyiakan kesempatan itu.


"Thanks ya Rik" ucap Tata turun dari mobil.


"Hem... jangan sedih-sedih lagi" pesan Riko.


"Oke" Tata mengacungkan jempol nya. "Bye...bye..." tata melambaikan tangannya dan masuk ke dalam rumah.


"Gue pastikan Lo jadi milik gue queen" gumam Riko menatap kepergian Tata.


☘️


☘️


☘️


"Belum lama, kamu dari mana?" mbak Ketut menyambut pelukan Tata.


"Aku abis jalan-jalan, Bli Jaye akhir-akhir ini sibuk gak bisa ajak aku jalan-jalan. Mbak sama siapa? Bli Wayan mana? anak-anak mana?" tanya Tata beruntun.


"Mbak sama pakloh, anak-anak di rumah 'kan sekolah" jawab Mbak Ketut.


"Benarkah? jadi Mbak sama Bli kesini pasti ada urusan penting dong?" tebak Tata.


"Hem... Bli Wayan sedang mengurusnya" mbak Ketut menatap iba pada Tata.


"Owh...begitu" Tata manggut-manggut. "Mbak udah makan?" tanyanya.


"Mbak gak selera makan" tuturnya.


"Kenapa? memang ada masalah?"


"Ta..." mbak Ketut menatap Tata.


"Ada apa sih? kok ngeliatin nya kayak gitu?" Tata merasakan sesuatu yang aneh.


"Ikut pulang sama mbak yuk" ajaknya. "Mbak mau buka toko baju di sana, dan mbak butuh orang yang mbak percaya untuk jaga toko" bujuknya.


"Tapi Bli Jaye" sahut Tata.


"Mbak udah bilang sama Jaye, dia bilang terserah kamu, satu tahun aja kok, gak lama" rayunya.


"Baiklah" putus Tata, namun ia merasa ada kejanggalan disini.

__ADS_1


"Makasih yaaa" mbak Ketut memeluk erat Tata. "Nanti mbak bakal kasih bonus yang besar untuk kamu" janjinya.


Di tempat lain, Jaye bersama Bli wayang sedang bersama di dalam ruko Artajaye yang sengaja tidak di buka hari ini.


Bug...bug....bug....


sudah beberapa kali Bli Wayan memukuli adik kandungnya itu, Bli Wayan sangat marah pada Jaye karena telah melakukan kesalahan fatal menurutnya.


"Bli kan sudah memperingatkan kamu De, jangan menjalin hubungan sama Tata kalau hanya akan menyakitimu nya" serunya.


"Maaf Bli, aku gak tahu kalau akan terjadi kejadian seperti ini" sesalnya.


"Sekarang gimana? apa keputusan mu?"


"Aku tetap tidak ingin kehilangan Tata Bli, tolong jangan pisahkan kami" jawabnya.


"Brengsek" serunya


Bug..bug...


Bli Wayan melayangkan beberapa pukulan pada wajah Jaye yang sudah banyak memar.


"Bli akan membawanya dari sini. Selama Tata gak disini, selesaikan masalahmu itu" tuturnya.


"Akan ku pasti selesai dalam setahun" janjinya.


Bli Wayan pergi meninggalkan Riko itu dengan tujuan kembali ke rumah yang menjadi tempat tinggal Jaye dan Tata untuk segera membawa Tata kembali ke dusun Mekar Jaya. Bli Wayan tak sanggup melihat kehancuran di mata Tata, lebih baik ia cepat membawa gadis itu pergi.


"Dimana Tata?" tanya Bli Wayan pada istrinya begitu memasuki rumah.


"Dia ada di kamarnya, sepertinya tidur" tutur istrinya.


"Dia mau di ajak pulang?"


"Ya dia mau di ajak pulang. Aku bilang mau buka toko baju dan butuh bantuan nya, itu sebabnya dia setuju"


"Bagus, nanti sore kita pulang"


"Jaye gimana?"


"Aku tidak tahu, yang penting kita bawa Tata, jangan sampai Tata mengetahui permasalahan ini" putus Bli Wayan.


"Tata pasti akan sangat hancur jika dia tahu"


"Itu sebabnya kita harus cepat membawanya pergi dari sini" ucap Bli Wayan yang tanpa keduanya sadari Tata mendengar dengan jelas percakapan mereka dari dalam kamar.


"Ada masalah apa sebenarnya? kenapa Bli Wayan kelihatan begitu marah sama Bli Jaye? dan kenapa aku gak boleh tahu? apa yang akan membuatku hancur?" pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar di kepala Tata namun ia tidak bisa menemukan jawabannya.


"Tidak, aku tidak boleh pergi sebelum tahu duduk akar permasalahannya, aku harus tahu apa yang sebenarnya terjadi" putus Tata, wanita itu harus mencari tahu kebenaran yang sengaja di tutupi darinya.


☘️


☘️


☘️


☘️


☘️


TBC 🌺

__ADS_1


__ADS_2