My Future

My Future
(Eps.4) Nathan Arion


__ADS_3

Tidak ada pembelaan apapun dari mama, setelah ku menceritakan apa yang terjadi di mall tadi bukan nya mama mengasihaniku, beliau malah mengecap aku ceroboh.


"Ya Tuhan, sudah banyak cerita pahit dihidupku tolong jangan tambahkan lagi."



Keesokan harinya,


Jarum jam bertengger tepat pukul 07:15. "Bianca, Febricia, besok kalian sudah mulai sekolah tolong baik-baik lah disini jangan berbuat ulah" ucap Aaron. Tidak ada komentar dari kedua bocah itu.



06:05AM


"Hari ini pertama masuk sekolah, gua harus membiasakan diri dengan budaya orang sini, ayo Feb! Lo sanggup!!" Ucap Febricia didepan cermin sambil menepuk-nepuk pipi chubby nya itu. Hari ini penampilan Febricia biasa-biasa saja, sama seperti anak sekolah pada umumnya, tapi karna beliau memiliki garis keturunan jerman (yaitu kakeknya, taklain adalah ayahnya Aaron) Febricia Queensha Rosalie tergolong wanita diatas rata-rata, yap! Rambutnya sepinggang warna hitam-kecoklatan sedikit ikal dibiarkan terurai, bola mata warna coklat tua, kulit putih, tinggi 160cm, Bb 46kg. Tapi siapa bilang wanita cantik akan mendapatkan pria yang perfect? TIDAK ADA Jika tampan pasti playboy, kalau ingin yang setia cari dibawah rata-rata tapi terkadang dibawah rata-rata pun masih ada yang tidak setia (contohnya undika-kangen band). Setia itu mahal!


"Febriii cepat turun nanti kamu terlambat"Teriak mama dari bawah, langsung ku bergegas menuruni anak tangga, dan menghabisi cepat sarapanku  ini hari "Nasi goreng mama memang yang terbest, Oiya Bianca sama Papa mana ma?" "Mereka sudah berangkat, Bianca biar Papa yang urus, dan hari ini mama antar kamu, nanti kita temui kepala sekolahmu dulu."



SMA NEGERI 4 yah! Selanjutnya aku akan menuntut ilmu disini, sekarang aku berada di ruangan kepala sekolah, mama sedang berbincang dengan kepsek yang tak lain adalah teman Mama sewaktu kuliah dulu. "Febricia Queensha Rosalie ya? Wah! Namamu ala kebarat-baratan ya nak" ucap wanita yang umurnya tak terpaut jauh dari mamaku "Iya bu, ayah saya blasteran"jawabku "Baiklah Febricia setelah ini kamu ikut saya, saya akan mengantarmu kekelasmu" "Baik bu"

__ADS_1



Mama sudah pulang sekitar 5 menit yang lalu dan aku langsung menuju ke ruangan kelasku bersama kepsek. Agak sedikit deg-degan saat pintu kelas mau dibuka. "Permisi Pak Supri, maaf saya memotong pembelajaran nya sebentar ya"ucap ibu kepsek "Baik bu silahkan", Aku melihat kearah dimana semua mata tertuju kepadaku, tidak sampai beberapa detik langsung ku tundukkan kembali kepalaku, kini kepedean ku menciut, isi kelas ini 70% nya cowok!!. Nah febricia silahkan perkenalkan dirimu ke teman-temanmu. "Hai, perkenalkan nama saya Febricia Queensha Rosalie, teman-teman bisa memanggilku Febri, semoga kedepannya kita bisa berteman baik"ucapku lantang namun terkesan kalem. "Baiklah Febri kamu bisa duduk di bangku kedua, disana masih kosong, ibu tinggal dulu ya"ucap kepsek "Baik bu terimakasih" kalimatku sambil sedikit menunduk menandakan ku memberi hormat. Aku menuju ke bangku yang disediakan untukku, belum beberapa detik orang disamping ku menyapaku, "Hai Feb, aku Kyra Afsheen Mahesa, aku tau namaku panjang, cukup panggil Kyra atau Mahe juga tidak masalah" "Ah, iya kyra tolong bantuan untuk kedepannya ya"jawabku sambil tersenyum. Pembelajaran pun dimulai lagi.



Bel istirahat berbunyi Ning Nung Ning Nang Tang Nang Nung Ning~


"Feb, kekantin yuk!"ajakan Kyra terhadapku "Anu, kayaknya aku dikelas aja deh ra, pasti kantin rame banget kan?"jawabku, "Sudahlah ayo! Kan ada aku Feb". Akupun langsung berdiri dan menuruti keinginan teman baruku ini. Baru saja aku keluar melewati pintu, benda bidang menabrak ku BRUKK!! "Aww!!"suaraku menandakan kepalaku kesakitan, siapa yang berani jalan tidak pake mata dan menabrakku, tanpa pikir ku dongakkan kepalaku sambil melotot ke arah orang yang menabrakku. Dan!!! Niat untuk marah-marah ku pun kuurungkan "Kamu"sambil menunjuk ke arah pria tersebut, "Ini sudah yang kedua kalinya kamu menabrakku kemarin troli sekarang jidat lebarmu, punya dosa apa aku terhadapmu?"ucap pria tersebut. *Yaampun judes banget sih ini orang, ada ya manusia kayak gini* pria itupun berlalu masuk kedalam kelas dan kyra langsung menarikku "Feb, kamu kenal Nathan?"tanya kyra, he? Nathan? Oh jadi nama cowo gila itu nathan? Cih bakal gua tulis di death note tuh nama, akupun menceritakan apa yang terjadi diMall pada saat itu ke kyra.



Pembelajaran dimulai seperti biasanya, sekarang pelajaran Matematika, yap! Pelajaran yang sangat jarang disukai anak sekolahan, tapi itu gak berlaku di Febri, because mama dulu adalah guru Matematika, ia sudah banyak mengajariku saat kecil, tapi karna mama menikah ia lebih memilih fokus terhadap keluarganya, dan biarkan papa saja yang mencari nafkah, toh! Pekerjaan papa juga bisa menghidupi istri dan anak-anaknya.



"Ya anak-anak sebelum pelajaran dimulai bapak absen dulu ya"


Abdul Aziz ..... Hadir pak


Baniruwi ..... Hadir

__ADS_1


Febricia Queensha Rosalie . Hadir pak


....


.....


Kyra Afsheen Mahesa .. Hadir pak


....


Nathan Arion ... Hadir


"Ohh jadi dia gelar Arion, cih! nama gak sesuai sama orangnya, Arion kan artinya Mempesona/memikat sangat berbeda dari makhluk nya wokwok"



*Pembelajaran berlanjut hingga bel pulang berbunyi* Tang Tang Ting Sung Sang Seng Song Sing



Jangan lupa di Like ya temen-temen, agar cerita ini terus berlanjut ^^

__ADS_1


__ADS_2