My Future

My Future
(Eps.19) Selamat pagi


__ADS_3

19+


Untuk kenyamanan bersama wahai tuan dan nyonya. Bagi yang merasa dibawah umur, saya harap untuk menskip Episode kali ini. JANGAN DIBACA. Jika terjadi sesuatu pada readers, kami selagi Author tidak bertanggung jawab karna sudah mengingatkan.


Happy reading ^°^


Mentari muncul menyilaukan pandangan Nathan, cahaya pagi tepat mengenainya.


Ia mengerutkan keningnya, mengedipkan matanya sesekali menyesuaikan kontak matanya. Ia menoleh ke seisi ruang kamar tidak mendapati sesosok kekasihnya.


Dia keluar dari kamar ingin mencari keberadaan Febri.


Ternyata gadisnya itu sedang membuat sarapan.


Nathan memeluknya dari belakang membuat Febri kaget. "Nathan!!! Kalau jalan cobalah untuk bersuara, tidak ada yang tau jika sewaktu waktu wajan ini ku lempar ke arahmu karna kaget" serunya kesal.


"Ayo tidur lagi" serunya tanpa rasa bersalah.


"Ayo duduk dulu, nasi goreng nya sudah siap" seru Febri.


Nathan langsung menuju ke meja makan, dia tidak bisa berbohong jika tidak lapar, karna waktu makan malam mereka dihabiskan untuk bercinta selama 4jam kurang lebih.


Nathan mengerutkan keningnya melihat cara jalan Febri.


"Ebi, kenapa jalanmu seperti itu? Apa kau sakit?" tanyanya.


"Tidak apa-apa" serunya singkat.


"Apa semalam aku kasar? Apa itu sakit sayang?" tanya Nathan khawatir.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, ayo makan dulu. Ini tidak sakit, hanya perlu beradaptasi saja" serunya sambil menaruh piring Nathan yang sudah berisi Nasi goreng buatannya.


"Seminggu lagi sisa waktu kita disini, bagaimana kalau kita laksanakan jalan jalan yang tertunda semalam?" tanya Febri meminta persetujuan dari Nathan.


"Terserah kamu saja Ebi, kau bisa mengaturnya" ucap Nathan, ia sangat lahap menyantap makanannya itu.


"Kita juga tidak boleh lupa untuk membeli oleh-oleh" seru Febri sembari menyuapi nasi goreng penuh kedalam mulutnya.


Tidak lama sarapan merekapun habis, Febri mengangkat piring untuk segera ia cuci. Nathan bangkit dari kursinya ingin menjahili istrinya itu. Nathan memeluknya dari belakang.


"Aku sedang mencuci, apa kau tidak lihat ini? Nathan Arion" ucap Febri menekan suaranya diakhir kalimat.


Nathan tidak peduli, dia hanya tersenyum lalu membelai rambut panjang Febri dan menyelipkannya ke daun telinganya. Ia menyingkirkan rambut coklat Febri yang menutupi lehernya, Nathan mencium aroma khas wanita itu, membuatnya semakin candu. Dia cium perlahan sambil menjilatinya pelan.


"Nathan, geli" seru Febri sambil menyenggolnya kebelakang, membuat bokong nya rapat dengan tubuh tinggi Nathan.


"Tenang saja, lanjutkan cucian piring mu jika kau tahan pada rayuanku Ebi" bisik nya ditelinga Febri.


"Nathan ... jangan disini" seru Febri terengah-engah.


Nathan langsung mematikan keran air wastafel dan langsung menggendong istrinya itu. Kedua kaki Febri berada dipinggang Nathan, mereka berciuman sembari menuju kamar.


Nathan merebahkan tubuh Febri perlahan-lahan. Nathan terus menjilati leher hingga pangkal tangannya, Febri mulai mengeluarkan suara desahannya.


Setelah puas menciumi lehernya, Nathan merambat turun hingga perut gadis itu yang tak sadari sudah ia lepas kancingnya, Febri hanya memakai piyama yang sangat mudah dibuka kapan saja.



Nathan lanjut menciumi perut datar istrinya itu.

__ADS_1


"Cukup Nathan, disitu geli" seru Febri mendorong kepala Nathan sehingga lebih turun.


"Tidak usah malu-malu pada suamimu sayang, bilang saja kau ingin aku menjilati ini" seru Nathan menunjuk kearah V gadis itu.


Febri hanya menutup matanya, tangannya mencengkram seprei, tanpa sadari ia merasakan sesuatu yang luar biasa ia rasakan. Ternyata Nathan sudah menjilati dengan leluasa daerah sensitif nya itu. Febri makin menggelinjang dan mendesis. "Oh... Nathan, ngghh" desisnya.


Mendengar itu Nathan semakin bersemangat, padahal ia baru menjilati daerah luarnya saja, maka ia melanjutkan aksinya itu, menjilati kemaluannya sampai pada klitorisnya, dia rasakan tubuh Febri makin menegang. Nathan menghisap lembut daerah yang berbau khas itu, membuatnya candu. Tiba-tiba paha Febri mulai bergerak menjepit kepala Nathan, dan tangannya mendorong kepala lelaki itu agar semakin dalam, Nathan mengangkat sedikit bokongnya agar dapat mencapai lebih dalam. Kembali ia mainkan lidahnya itu masuk dan keluar.


"Nathan, kumohon ... aku .. tidak tahan lagi, ahh!!" desis Febri.


Kemudian mereka bercumbu lagi, dan Febri mengulangi hal yang sama sampai dua kali, dan dalam waktu singkat Febri mengalami orgasm* kembali, sementara Nathan belum merasa ingin keluar. Maka Nathan nikmati saja permainannya, sampai kemudian ..


"Aku masukin adikku ya, Ebi" seru Nathan.


"Pelan-pelan" jawabnya singkat.


Nathan mulai memasukkan pen++nya ke lubang senggamanya perlahan sampai full semuanya masuk. Kemudian ia mulai menggoyang perlahan-lahan, semakin lama semakin cepat. Sementara istrinya hanya mengerang dan mengejang diantara desahan dan deru napasnya. Nathan makin mempercepat gerakannya, sampai akhirnya...


"Ebi..aku..mau..kell..uar" dan tersemburlah cairan itu keliangnya. Kemudian lelaki itu lemas, ia membiarkan adiknya berada didalam sana beberapa lama, sambil merasakan denyutan demi denyutan yang sangat menggairahkan.


Febri memeluk Nathan, terlihat keringat yang membasahi wajah tampan suaminya itu. Nathan menatap wajahnya, matanya alih-alih melihat ke dada gadis itu.


"Mau lagi" seru Nathan.


"Kau sangat kuat" ucap Febri lelah.


Nathan meremas pelan, dari menjilat kemudian mengisapnya. Febri hanya melentangkan tangannya acuh. Kemaluan mereka masih belum terlepas, Nathan kembali bersemangat mengisap benda yang berukuran 36b itu.


Nathan melanjutkan aksinya.

__ADS_1


**********


Jangan lupa like dan komen ya bro


__ADS_2