My Future

My Future
Hobi Baru Tata


__ADS_3

...Beberapa Bulan Kemudian...


Tata menutup rapat matanya menggunakan kedua tangannya, namun telinganya mendengarkan suara yang keluar dari film yang sebenarnya sedang ia tonton.


"Udah selesai belum ya?" gumam Tata, karena tak ingin melihat adegan yang akan membuatnya penasaran ingin mencoba.


"Hufff..." Tata menghela nafas berat, setelah membuka satu jarinya, kini ia bisa lanjut menonton dengan tenang karena adegan yang bikin Tata deg degan sudah lewat. "Sabar Ta, Lo belum cukup umur untuk melihatnya apa lagi merasakan nya" Tata menasehati dirinya sendiri.


"Merasakan apa" suara Jaye tiba-tiba muncul. Sebenarnya sudah dari tadi Jaye mengamati kekasih nya itu, Jaye tersenyum geli melihat Tata menutup mulutnya hanya karena Kissing scene yang sebenarnya hanya adegan biasa di film yang Tata tonton. Namun belum terbiasa bagi Tata, karena scene itu tidak di sensor melainkan malah di Close up hingga beberapa menit.


"Ish... Bli ngapain disini?"


"Kamu yang ngapain disini, tutup mata segala"


"Ya tadi kan ada adegan yang gak boleh di lihat anak di bawah umur" elaknya.


"Kamu sudah 19 tahun lebih, sudah punya KTP juga punya pacar. Di mananya yang kamu bilang di bawah umur" Jaye menatap tak percaya pada kekasihnya itu. meskipun mereka tinggal bersama dengan status pacaran, memang Jaye belum pernah mencium bibir Tata, hanya sebatas pelukan dan kecupan di dahi Tata. Jadi Tata belum tahu rasanya ciuman itu seperti apa? dan sebenarnya dia malu sekaligus penasaran bagaimana rasanya jika melihat adegan kissing seperti di film tadi.


"Ck... Bali nyebelin taukkk" kesalnya.


"Apa jangan-jangan kamu pingin tahu rasanya seperti apa?" Jaye kini sudah seperti cenayang yang mampu mengerti isi kepala juga isi hati gadisnya.


"Ma...mana a..ada jangan ngaco deh Bli" Tata sungguh malu, pemikiran liarnya di ketahui Jaye.


"Ya sudah kalo gitu, ayo turun kebawah, aku sudah beli makan malam" ajak Jaye, Jaye merasa sikap Tata semakin manis saat salah tingkah dan malu-malu seperti ini.


"Dia semakin menggemaskan, ingin rasanya aku mengurungnya di dalam kamar. Oh ya ampunnnnnn bagaimana aku mempunyai pikiran segila ini?" Jaye menggelengkan kepalanya, mengusir pikiran kotor yang mampir dalam otaknya.


"Bli kenapa geleng-geleng?" Tata yang berada di belakangnya melihat Jaye menggelengkan kepala.


"Aku membayangkan makanan yang enak" jawabnya.


"Bli, nanti kalau yang season pertama udah selesai, aku boleh melanjutkan ke season kedua?" izin Tata kini bersiap makan nasi Padang.


"Lakukan saja sesukamu" Jaye membebaskan kekasihnya untuk menonton film melalui laptop nya. Beberapa bulan ini Tata di racuni Mbak Titin si pemilik laundry sebelah, yaitu laundry langganan nya. Mbak Titin selalu menceritakan tentang ketampanan aktor dari negeri ginseng, hingga membuat Tata penasaran dan kini kecanduan menonton Drakor.


"Apakah Bli marah?"


"Tidak sayang, lakukan hal yang membuatmu bahagia dan nyaman" Jaye bersungguh-sungguh mengatakan nya disertai senyuman. Ah... senyuman yang selalu membuat hati Tata melelahkan, dan tidak karu-karuan.


☘️


☘️


☘️

__ADS_1


"Hai Rik, apa kabar?" sapa seorang wanita pada Riko.


"Lo..." Riko terkejut bertemu teman sekelas di kampus.


"Iya ini gue, kenapa? kaget ya?"


"Nggak, gue biasa aja" elaknya. sejujur Riko memang kaget, tapi jika melihat background keluarga temannya, bukan tidak mungkin dia bisa kuliah di kampus ini.


"Lo masih aja sombong ya Rik" ucapnya duduk di samping Riko.


"Gue gak sombong, gue memang begini"


"Tapi Lo selalu sinis sama gue sejak Atraksi hari itu"


"Lo yang berlebihan Mang, cinta gak kayak yang Lo tunjukin"


"Halah bilang aja kalo Lo sebenarnya suka sama Tata, iya kan?"


"Ya gue suka sama Tata bahkan gue cinta banget sama Tata dan Tata tahu itu" ucap Riko penuh penekanan.


"Gue gak terima penolakan ini Rik, gue bakal bikin Tata hancur sama seperti gue" ancam nya lalu pergi meninggalkan Riko.


"Lo jangan gila Mang....Komang...!!!" seru Riko tapi tak di indahkan oleh Komang. Ya wanita itu adalah Komang teman sekelas Riko juga Tata. Riko tak menyangka jika Komang sangat terobsesi dengan dirinya.


☘️


☘️


☘️


Setelah selesai melakukan atraksi, Komang tidak langsung kembali ke tendanya seperti Tika. Komang menemui pria yang sejak lama ia suka, Komang ingin menyatakan perasaannya. dan disinilah mereka berdua, tepatnya di belakang posko Pramuka.


"Rik, gimana penampilan gue?"


"Bagus, kenapa?" Riko belum tahu maksud temannya itu kenapa mengajaknya berbicara hanya berdua.


"Lo suka nggak?"


"Suka, semoga regu Teratai menang" ucapnya tulus.


"Bukan itu maksud gue"


"Lalu...?" Riko menatap bingung pada Komang.


"Gue suka sama Lo Rik..." Komang menjeda ucapannya. "Lo mau kan jadi pacar gue?" Komang nekat menyatakan perasaannya, sebab dari pertama berjumpa Riko, Komang sudah jatuh hati.

__ADS_1


"Lo bercanda?" Riko menatap tak percaya.


"Gue serius, gue suka sama Lo sejak pertama jumpa, dan sekarang gue semakin suka bahkan cinta sama Lo" ucap Komang tanpa ragu dan malu.


"Sorry Mang, gue gak bisa terima perasaan Lo" jawab Riko tegas.


"Tapi kenapa? bukannya Lo bilang suka tadi?"


"Gue suka liat penampilan Lo, bukan berarti gue suka sama Lo"


"Please Rik jangan tolak gue, ayo kita coba jalani dulu, kalo Lo tetap gak suka gue akan berusaha buat Lo suka sama gue" bujuk Komang.


" Sorry, gue gak bisa. Lagian kita ini berbeda"


"Gue siap ngikutin kepercayaan Lo, asalkan Lo terima gue. please Rik, jangan lakuin ini sama gue, jangan tolak gue, jangan permalukan gue" Komang sangat mengiba pada Riko.


"Gue gak pernah mempermalukan Lo, tapi hati dan perasaan kan tidak bisa di paksa, dan di hati gue sudah ada wanita lain" ucap Riko mengingat sahabatnya.


"Lo tega sama gue Rik?"


"Mang, kita berteman saja"


"Tapi gue maunya jadi cewek Lo"


"Lo jangan keras kepala Mang"


"Lo jahat sama gue" Komang sangat terluka akan penolakan Riko.


"Gue gak jahat sama Lo, tapi kalo Lo mikirnya begitu ya udah gak apa" Riko berlalu pergi.


"Gue pasti akan hancurin hidup cewek yang ada di hati Lo" ancam Komang yang masih bisa di dengar Riko.


"Gue yakin Lo cewek yang baik" sahut Riko, lalu benar-benar meninggalkan teman sekelas nya itu.


flashback Off


"Tata pasti akan baik-baik saja" Riko mencoba menenangkan diri nya, walaupun sedikit khawatir akan ancaman Komang.


☘️


☘️


☘️


☘️

__ADS_1


☘️


TBC


__ADS_2