My Future

My Future
Pertemuan Yang Menyakitkan


__ADS_3

Hubungan Riko dan Dinda semakin dekat, keduanya sering bersama baik kuliah maupun bekerja. Tapi tetap saja, Riko hanya menganggap Dinda sebagai teman baik, tidak lebih. Sedangkan perasaan Dinda semakin dalam dan semakin besar, meskipun sering kali Dinda melupakan dan melepaskan perasaannya, namun hatinya semakin kuat bertaut pada seorang Riko.


"Rik, gimana kalau kita jalan-jalan hari ini?" Dinda dan Riko kini berjalan di koridor kampus setelah selesai mengikuti dua kelas.


"Gue harus kerja Din, Lo lupa?"


"Ck... gue belum pikun kali, masa iya gue lupa?"


"Lha tadi Lo ngajak gue jalan-jalan"


"Kan besok kita gak ada kelas, jadi kita bisa kerja lembur, sekarang kita tukeran shift sama karyawan lain. Yaaaa please...aku udah bilang kok sama Bang Helmi buat nyamain shift kita" bujuk Dinda pada Riko.


"Hufff" Riko menghela nafasnya dan mengangguk. "Mau jalan kemana?" tanyanya.


"Ke mall aja, kita nonton, biar gak banyak nguras energi" sahut Dinda senang.


"Jangan bilang Lo mau nonton film romantis" tebak Riko.


"No, gue gak suka film romantis. Gue lebih suka film bergenre Komedi, Dokumenter, Action, Thriller, dan Animasi heheee..." papar Dinda.


"Animasi?" Riko tak percaya jika Dinda masih menyukai film animasi.


"Biar kita tetap awet muda, kayak nge-refresh otak gitu" kilahnya.


"Iya, dan gue percaya" ucap Riko tersenyum.


"Ish.." Dinda yang malu ketahuan masih menonton film animasi berlari kecil dengan menutup wajahnya.


Brukkk....


Dinda menabrak seseorang karena tidak memperhatikan jalan nya.


"LO PUNYA MATA NGGAK SIH?" bentak orang yang di tabrak Dinda yang ternyata seorang mahasiswi.


"Sorry... sorry gue gak sengaja" Dinda mengambil buku-buku nya yang jatuh.


"MAKANYA JALAN YANG BENER, LO KIRA INI TAMAN TK JALAN LARI-LARIAN SAMBIL TUTUP MATA" pekiknya pada Dinda.


"Iya gue salah, kan gue juga udah bilang sorry" ucap Dinda.


"Lo gak apa-apa Din?" Riko datang menarik lengan Dinda.


"Gue gak apa-apa kok" Dinda tersenyum pada Riko.


"Wahhh pasangan yang serasi nih... Lo udah move on dari sahabat Lo itu Rik?" sela wanita yang di tabrak Dinda tak lain adalah Komang.


"Bukan urusan Lo" Riko menatap tak suka pada Komang. "Ayo Din" Riko menarik pergi Dinda, karena tak ingin berurusan dengan Komang.


"Gue bakal bales Lo bagaimana pun caranya Rik" seru Komang yang masih bisa di dengar oleh Riko dan Dinda.


"Lo kenal sama cewek itu Rik?" tanya Dinda.


"Dia teman satu kelas gue dulu"


"Lalu? kok kayaknya dia marah banget sama Lo?"


"Dia menyatakan perasaannya sama gue sekitar lima tahun yang lalu, tapi gue gak bisa terima dia, selain gue gak suka sama dia, keyakinan gue sama dia juga berbeda. Tapi sepertinya dia masih marah dan gak terima gue tolak, sampai ngancem gue kalo dia akan ngehancurin gadis yang gue cinta" jelas Riko pada Dinda.


"Itu sih bukan cinta Rik, dia terobsesi sama Lo. Lo harus hati-hati sama dia" Dinda memperingatkan Riko.


"Gue tahu. gue heran aja, kenapa dia bisa sampai kayak gitu? padahal dulu kita berteman baik, tapi setelah dia kayak gitu gue jadi menjaga jarak sama dia" sesal Riko atas tindakan Komang.


"Lo baik Rik, pintar, ramah dan tampan. Jadi wajar banyak cewek yang suka bahkan tergila-gila sama Lo" ucap Dinda tanpa sadar.


"Apa cewek itu termasuk Lo?"

__ADS_1


"Ups..." Dinda menyadari dirinya keceplosan. "Ya...ya wajar kali gue suka sama Lo. kan gue cewek dan Lo cowok, ya kali gue suka sama Arsi, jeruk makan jeruk dong" seloroh Dinda menutupi rasa malunya.


"Siapa Arsi?"


"Owhh... dia teman gue, dia juga dari PTSS lho"


"Oh...nama dia juga ada Arsi nya" Riko mengingat Tata. "Arsinta Maulida" gumamnya dalam hati.


"Dia? gadis yang Lo cintai itu maksudnya?" tanya Dinda dengan berat hati.


"Hem..." jawab Riko singkat.


☘️


☘️


☘️


Tata dan Jaye sedang berjalan-jalan di sebuah Mall terbesar di kota itu, keduanya menghabiskan waktu bersama untuk mengelilingi pusat perbelanjaan itu, masuk dari satu toko ke toko lainnya, dari toko pernak-pernik, baju, hingga toko khusus underwear, keduanya tak lagi malu melihat segitiga dan kacamata spesial itu.


Baik Jaye maupun Tata sudah saling melihat bahkan saling merasakan area paling pribadi masing-masing, namun tetap saja, milik Tata masih berupa kue apem tradisional, Jaye belum mengubahnya menjadi kue donat.


Kini Tata si gadis kampung, dari desa pedalaman yang dulu jalan-jalan hanya di sekitar ladang dan perkebunan karet dan tebu, kini ia menjelma menjadi gadis kota, tempatnya untuk berjalan-jalan bukan lagi hamparan tumbuhan dan ilalang sejauh mata memandang, gemerlap lampu kota dan pusat keramaian kini menemani nya melepas penat.


Tidak ada lagi celana jeans pendek dan kaos polos yang dulu melekat di tubuhnya. Kini Midi Dress, Mini Dress, Off shoulder Dress, kimono Dress yang selalu membungkus tubuh indahnya setiap kali Tata keluar rumah.


Sedangkan jika di rumah, Tata akan mengenakan T-shirt dress jika siang hari dan Lingerie pada malam hari, apalagi sekarang tinggal di sebuah rumah pribadi, hal itu membuat Tata semakin leluasa berpakaian tanpa sungkan. itulah style seorang Arsinta Maulida saat ini, di tambah dengan kulit tubuh dan wajah yang selalu berteman dengan Skincare membuat penampilan nya semakin cantik dan modis.


Tapi Tata masih tetap menjadi pribadi yang ramah, hamble, dan supel. Tata adalah tata, hanya casing nya saja yang berubah drastis. namun jiwa, sifat dan sikap nya tetap sama.


"Jaye..." seru seorang pria dari arah belakang.


"Oh..hai Lo disini?" Jaye melakukan High five dengan pria itu dan saling menepuk punggungnya.


"Gue mengunjungi adik gue yang kuliah disini" jawab teman Jaye.


"Daniel" pria itu mengulurkan tangannya.


"Tata" gadis itu menyambut tangan Daniel.


"Padahal gue berencana ngenalin adik gue sama Lo Ye" ucap Daniel.


"Sorry bro, aku sudah menemukan belahan jiwaku" Jaye tersenyum bangga memeluk Tata.


"It's okay. yang penting kita tetap menjadi partner bisnis" Daniel mengerti.


"Tentu. bagaimana bengkel? aman?"


"Aman Boss, tenang aja bukannya gue rutin transfer ke rekening Lo?"


"Ya mana tahu butuh suntikan dana"


"Aman-aman semua, keuntungan bisa buat backup perputarannya modal kok" jawab Daniel. "Lo jangan lupa datang di kawinan gue" undang Daniel.


"Kabari aja, gue pasti datang" sahut Jaye.


"Ya udah gue duluan, adik gue udah selesai kelas nya nih" pamit Daniel.


"Oke see you" ucap Jaye.


"Bye... Tata" Daniel mengedipkan sebelah matanya.


"Jangan macam-macam dude" ancam Jaye. namun Daniel hanya tersenyum dan melenggang pergi begitu saja.


☘️☘️☘️

__ADS_1


"Dia teman Bli?" Tata dan Jaye menuju sebuah kafe.


"Hem, Daniel yang menghandle bengkel" jelas Jaye.


"Sepertinya aku tidak asing dengan wajahnya" Tata mengingat-ingat sesuatu.


"Jangan macam-macam sayang, karena aku akan sangat cemburu" ucap Jaye.


"Apa sih Bli" Tata mengecup pipi Jaye. "Aku aja baru ketemu disini, tapi wajahnya mengingatkan ku pada seseorang, sayangnya aku lupa hehee" sambungnya.


"Kamu mau minum apa?" Jaye dan Tata sudah duduk di kafe.


"Aku mau Korean Watermelon Punch, sama Mille crepes strawberry cheese cake, Tiramisu, dan Choco Vanilla masing-masing satu slice" ucap Tata semangat.


"Kamu yakin sayang?" Jaye ragu-ragu, sebab Tata baru saja makan roti abon dan juga es krim.


"Iya yakin" senyum Tata mengembang.


"Baiklah" Jaye menyebutkan pesanan Tata pada waiters kafe.


"Jangan sampai gak di makan ya" Jaye mengacak-acak rambut Tata.


"Ish..jangan di berantakin rambutnya" rengek Tata mengerucutkan bibirnya.


"Bibirnya jangan di gituin sayang, aku gak tahan liatnya" ucap Jaye, membuat Tata langsung melipat kedalam bibirnya.


"Eh... itu si Anjani bukan sih?" pandangan Tata mengarah ke pintu masuk kafe. "Anjani" seru Tata bangkit dari duduknya melambaikan tangan pada Anjani.


"Arsi...." seru Anjani menghampiri Tata dan memeluk temannya itu. "Lama banget gak ketemu, gue kangen sama Lo" ucap Anjani.


"Gue juga kangen sama Lo" Tata membalas pelukan temannya itu. "Lo sama siapa?" Tata mengurai pelukannya.


"Gue sama temen, dia lagi ke toilet" ucapnya.


"Gabung aja disini, gak apa-apa kan sayang" Tata minta persetujuan Jaye.


"No problem" singkat Jaye.


"Ayo...ayo duduk, mau pesen apa? kami sudah pesen" ramah Tata.


"Ntar aja, gue tunggu teman gue datang" mata Anjani mencari-cari temannya. "Hai Rik, disini" Anjani yang tak lain adalah Dinda memanggil Riko.


"Riko...." seru Tata senang langsung memeluk sahabatnya itu. Tata tak menyangka akan bertemu dengan Riko di kota ini, sebab Tata pun tak tahu di mana Riko berkuliah. "Gue kangen banget sama Lo" ucapnya masih memeluk erat tubuh Riko.


"Gue juga kangen sama Lo" Riko yang tadinya speechless kini membalas pelukan erat Tata. sedangkan Dinda memandang miris akan nasibnya. berbeda dengan Jaye yang cemburu melihat Tata memeluk pria lain terlebih di hadapannya langsung.


"Sayang, aku sangat cemburu lho" seru Jaye membuat Tata melepaskan pelukannya.


"Bli..." rengeknya yang masih ingin memeluk Riko, karena hampir empat tahun tidak bertemu.


"No" sahut Jaye, membuat Tata mendekati pria itu dan mengecup pipinya. dan hal itu membuat Riko terkejut bukan main.


"Sorry" Tata memeluk lengan Jaye.


"Jangan di ulangi" Jaye mencium puncak kepala Tata.


Pemandangan itu tentu saja membuat hati Riko, tersayat, teriris-iris perih sakit hancur dan sangat di luar ekspektasi nya selama ini.


☘️


☘️


☘️


☘️

__ADS_1


☘️


TBC


__ADS_2