
Malam sudah semaksimal larut, namun Tata tak kunjung memejamkan matanya, Tata masih teringat percakapan nya dengan Riko beberapa hari yang lalu.
Flashback On
"Ta, Lo mau nungguin gue kan?" Riko bertanya dengan penuh harapan.
"Nungguin gimana sih maksud" Tata tak mengerti maksud Riko.
"Tungguin gue selesai kuliah, terus gue balik lagi ke sini" ujar Riko.
"Oh...iya gue tungguin Lo disini, lagian gue gak akan kemana-mana" jujur Tata.
"Gue pasti kangen banget sama Lo" ucap Tiko yang tiba-tiba memeluk Tata.
"Biasa aja kali Rik, Lo belajar yang bener, jangan pacaran dulu. Eh... tapi kalo punya pacar bisa bikin Lo semangka belajar, gak apa. Asal jangan Lo apa-apain anak orang" pesan Tata, sambil menepuk-nepuk punggung Riko.
"Lo satu-satunya perempuan yang ada dalam hidup gue" tutur Riko.
"Ish... apaan sih...." Tata mengurai pelukan Riko.
"Ta, kalo di masa depan gue ngelamar Lo gimana?" toko mode serius.
"Ya gak gimana-gimana Rik, jodoh siapa yang tahu? tapi feeling gue, kita gak jodoh" Tata menuju sepeda nya.
"Lo gak mau berjodoh sama gue? atau Lo gak ada perasaan sama gue?" Riko menuntun penjelasan Tata.
"Kita kan gak tahu masa depan nanti Rik. soal perasaan, gue sayang sama Lo. Lo sahabat tersayang gue, selalu dan selamanya" Tata menjawab dengan tulus.
"Gue maupun lebih dari sekedar sahabat" lirih Riko, namun masih sangat terdengar oleh Tata.
"Lo ngomong apa Rik?" Tata pura-pura tidak mendengar.
"Gak ada ngomong apa. Ayo pulang" ajak Riko yang sudah mengendarai sepeda nya*.
Flashback Off
"Apa maksud perkataan Riko yaaa?" Tata bertanya-tanya sambungnya menggulingkan badannya ke kanan dan ke kiri.
"Ah kenapa gak gue tanya aja? tapi...bodo lah gak usah di pikirin" Tata berusaha memejamkan matanya, Besok dirinya harus ke sekolah untuk melihat pengumuman kelulusan.
...
"Mbah, Tata berangkat ya, assalamualaikum" teriak Tata yang sudah mengendarai sepeda nya.
"Walaikumsalam.... bocah itu" Simbah hanya mampu menatap kepergian cucunya.
"Udah sehat Mak?" Mbak Ketut datang menghampiri Simbah yang beberapa hari ini kurang sehat.
"Yah... sehatnya orang tua ya beginilah" jawab Simbah seadanya.
"kemana Kadek?" nama resmi anak mbak Ketut yang bayi itu adalah Kadek Indrawan.
"Di ajak muter-muter sama bapaknya. Itu Tata gak lanjut kuliah Mak?" mbak Ketut bertanya.
"Nggak mau katanya, entahlah dia gak punya cita-cita. Padahal dia sangat senang pergi sekolah" Simbah bingung dengan kepuasan Tata yang tak ingin melanjutkan pendidikan nya.
"Mungkin ada yang dia pikir Mak, soalan kalo lagi ngobrol sama aku, dia langsung diam kalo di tanya tentang kelanjutan pendidikan nya" ujar mbak Ketut yang sering ngobrol dengan Tata.
"Mungkin saja" Simbah pun juga tak bisa memahami pemerintah cucunya.
__ADS_1
"Jaye apa kabar? masih kerja di Bank?" Simbah tiba-tiba kepo.
"Jaye baik Mak. Tapi udah gak kerja di Bank lagi, udah resign. Anak itu gak bisa kerja terikat atau di suruh-suruh gitu" jelas mbak Ketut.
"Jadi sekarang nganggur?"
"Gak nganggur, dia ada usaha juga, dari fotocopy, beberapa warnet, juga counter HP" mbak Ketut menjelaskan usaha adik iparnya.
"Enak jadi bos memang" Simbah tertawa.
"Iya begitulah, kebetulan juga usahanya lancar. Jadi dia gak kerja di Bank lagi, cuma ngabisin kontrak" tutur mbak Ketut.
....
Di sekolah, Tata dan yang lain sudah berada di dalam kelas, wali kelas mereka yaitu pak Fahri akan membagikan amplop berisi surat pernyataan LULUS/TIDAK nya mereka.
"Selamat pagi semuaaa" sapa pak Fahri.
"Pagi pak....." jawab mereka.
"Sebelum Bapak membagikan hasil ujian kalian, bapak ingin mengucapkan selamat kepada yang berhasil dan lulus. Dan bagi yang tidak lulus jangan berkecil hati, Kalian semua anak yang pintar tidak ada yang tidak pintar, namun tidak semuanya akan beruntung. Bapak senang dan bangga menjadi wali kelas kalian, kelas yang selalu ramai, kompak, energik walaupun sering bikin Bapak dan guru yang lain darah tinggi, namun Bapak senang bisa menjadi bagian dari perjalanan akhir kalian di sekolah ini" tutur pak Fahri yang membuat beberapa murid meneteskan air matanya.
Apa lagi Tata yang memang harus benar-benar terpisah dengan para sahabatnya, tidak ada lagi hukuman, PR yang membuat kepalanya pusing, kerja kelompok, tugas prakarya, duduk dan di belakang kantor sekolah, mengobrol di kelas, tidak perlu lagi menghapal rumus, dan juga harus meninggalkan seragam sekolah kesayangan. Ah... memiliki semua itu membuat air mata Tata mengalir semakin deras...
"Bapak akan membagikan amplop ini satu persatu, tapi bukannya nanti ketika semua sudah menerima amplop nya ya" ujar pak Fahri.
"Ya pak..." kompak semuanya.
Pak Fahri memanggil satu persatu nama anak siswa siswi yang tertera di atas amplop itu dan menyerahkan pada si pemilik nama tersebut.
"Sekarang sudah kebagian semua, dan silahkan di buka pelan-pelan" perintah pak Fahri.
hiks....hiks...hiks....
Suara tangis haru mulai terdengar terus dari para siswi yang tak mampu menahan tangis haru kebahagiaan mereka. Berbeda dengan para siswa yang tidak bersuara namun meneteskan air mata juga.
"Siapa yang tidak lulus?" tanya pak Fahri.
"Kami lulus semua Pak hiks...hiks..." memang semuanya lulus, tidak ada yang tidak lulus.
"Alhamdulillah... selamat ya... teruslah belajar, raih cita-cita dan mimpi kalian. Ingat kalian masih sangat muda jadi bapak harap belum ada yang berpikir akan berumah tangga, karena berumah tangga itu tak semudah dan seindah yang kalian bayangkan" pak Fahri memperingatkan murid nya.
"Iya Pak..." jawab mereka. Lalu satu persatu dari mereka maju ke depan untuk menyalami dan berterimakasih kepada guru-guru yang selama ini sudah membimbing dan mengajari mereka, bukan hanya tentang pelajar,.namun juga etika, mental, disiplin dan masih banyak lagi yang lainnya. Beberapa guru juga ada yang menangis, entah menangis haru bahagia atau memang benar-benar bahagia karena Lebel kelas paling rusuh telah lulus, dan beliau semuanya berhasil mengantarkan kelas itu ke gerbang yang baru. Tidak akan ada lagi guru yang pingsan karena marah-marah di dalam kelas, yaa... semuanya kini hanya akan menjadi cerita. Kenangan dari murid paling rusuh dan ribut yang pernah ada di SMAN Pertiwi.
Kini semua siswa siswi SMAN Pertiwi khusus nya kelas dua belas berada di depan gedung kantor guru untuk melihat nilai yang mereka dapatkan, karena di dalam amplop tadi hanya pernyataan Lulus/Tidak nya siswa siswi. Dan jerit tangis haru semakin terdengar saat mereka mengetahui hasil nilai ujiannya, ucapan selamat dan pelukan satu sama lain menghiasi halaman kantor Guru.
(Ini adalah foto gedung kantor Guru, dan kertas-kertas yang menempel di jendela kaca itu adalah pengumuman hasil nilai ujian para murid)
Mereka menyanyikan Hymne Guru sebagai bentuk terimakasih dan juga kenangan untuk semua Guru yang telah mendidik mereka.
Hymne Guru
*Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan ku ukir di dalam hatiku
__ADS_1
Sebagai prasasti terimakasihku
Tuk pengabdianmu
Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Tanpa tanda jasa
Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan ku ukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terimakasihku
Tuk pengabdianmu
Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Pembangun insan cendekia*...
TBC
πΊπΊπΊ
Hallo semuanya.... Gimana puasanya???
semoga lancar ya...
Terimakasih sudah mampir kemari πππ
Curcol Mameeethor
Jadi seperti cerita di atas cara Guru Mameeethor menyampaikan kelulusan. dan semua Guru Mameeethor itu selalu berpesan 'Jangan nikah muda, raih dulu cita-cita cari pengalaman sebanyak-banyaknya, pokoknya jangan terpengaruh olah cerita indahnya menikah muda, karena memang tidak semudah itu'.
Kenapa para guru selalu berpesan seperti itu?
karena di daerah Mameeethor memang masih banyak terjadi pernikahan under seventeen yaaa, bahkan ada yang baru beberapa bulan lulus SD langsung di nikahkan. Itu sekitar 15 THN yang lalu, dan Mameeethor berharap masyarakat di sana sudah MELEK akan pendidikan atau setidaknya tidak menikahkan anaknya yang masih sangat belia.
Jangan lupa beri rating ya
jangan lupa juga
Like
Vote
Komennya
...Salam kenal dari Mameeethor πΊπΊ
__ADS_1