My Future

My Future
Kenyataan Pahit


__ADS_3

~*Disarankan untuk membaca chapter ini setelah buka puasa`~


🌺 Happy reading 🤗*


Sudah dua bulan berlalu sejak Jaye resmi menjadikan Tata sebagai wanitanya kini hubungan keduanya semakin in tim. Namun Jaye belum mengetahui jika beberapa hari yang lalu Tata bertemu dengan Bapaknya, karena Tata pun belum siap untuk menceritakan tentang sosok pria bernama Agung Hartanto itu.


"Aku sangat suka dengan aroma Bli" Tata mengendus ceruk leher Jaye, menghirup aroma yang ada di tubuh pria itu.


"Sayang, bisakah tidak seperti ini?" Jaye merasa geli dengan apa yang dilakukan Tata.


"Bli gak suka aku nempel gini?" wanita itu terlihat sedih bahkan matanya sudah berkaca-kaca.


"Bukan begitu sayang" Jaye memeluknya. "Hanya saja aku kesulitan untuk bernafas" kilah Jaye.


"Benarkah? tapi dulu Bli gak gitu, Bli udah gak sayang sama aku? Bli udah mau buang aku?" entah kenapa Tata jadi sensitif dan negatif thinking.


"Hei, kata siapa? mana mungkin Bli ninggalin kamu" Jaye memberikan kecupan di seluruh wajah Tata.


"Jika sampai Bli ninggalin aku, itu sama saja Bli mendorong ku pada jurang kematian" ucap Tata.


"Sayang, hei... kamu bicara apa? itu tidak akan pernah terjadi, aku akan selalu bersamamu apapun alasannya" ucap Jaye meskipun ada sebuah keraguan.


"Ingat Bli, jika sampai Bli mengakhiri hubungan ini, maka berakhir pula kehidupan ku, jangan lupakan itu" Tata memperingatkan Jaye.


"Sayang, meskipun tanpa diriku, kau harus hidup dengan baik" lirih Jaye mendekap erat tubuh Tata.


"Aku tidak akan pernah melakukan itu" sahut Tata.


"Baiklah hentikan pembicaraan ini" Jaye mengecup kening Tata.


"Hem" sahut Tata mengigit gemas dada Jaye.


"Sayang jangan lakukan itu" protes Jaye.


"Aku juga tidak boleh melakukan ini" Tata malah semakin menjadi dan mengigit kecil di beberapa bagian.


"Sayang kau membangunkannya" ucap Jaye.


"Tidak, aku hanya melakukan ini" jawab Tata tanpa dosa.


"Itu yang aku maksud, sekarang dia bangun" Jaye merasakan gejolak dalam tubuhnya.


"Kau yang memulainya ya" Jaye langsung Melu mat bibir Tata, tangannya pun langsung beraksi menyapa buah bulat indah milik Tata. "Ini terasa lebih kencang" ucap Jaye mere mas buah milik wanitanya itu.

__ADS_1


"Uhh..." lenguh Tata saat tangan Jaye memilin puncak buahnya. "Bli..emppmmmm" Tata tak di izinkan bicara oleh Jaye.


Pria itu mendominasi tubuh Tata, kedua tangannya menjelajah pegunungan kembar hingga lembah basah yang ada di bawah sana. Tata yang tak punya kuasa lagi atas tubuhnya hanya bisa Menik setiap sentuhan yang Jaye berikan, pria itu benar-benar akan menghukum Tata, sebab rengekan wanita itu tidak di hiraukan nya. Jaye bermain sesuka hatinya, pria itu mulai menjelajah dan berpetualang di setiap inci kulit mulus Tata.


"Sangat indah" ucapnya memandangi lembah yang terpampang di hadapannya.


"Jangan melihatnya seperti itu" Tata mencoba menutupi jalur akses menuju ke lembah hangat miliknya.


"Jangan di tutup sayang" Jaye membuka dua portal itu dan memposisikan kepalanya disana agar kedua portal milik Tata tidak bisa menutup jalur akses nya.


"Apa yang Bli lakukan enghhh...." Tata merasakan sesuatu yang hangat menyapa kacang bawangnya dan membuatnya melayang-layang.


"Aku suka aromanya" gumam Jaye, lidahnya menari-nari berduet dengan kacang bawang Tata, membuat sang pemilik menggelinjang seakan kehilangan kesadaran nya.


"Bli..hen...henti...kan ahh...." De sah nya tak tertahankan.


"Ini hukuman untuk karena tidak mendengarkan kata-kata ku" lidah Jaye mulai menelusuri pintu lembah Tata yang sudah terbuka segelnya.


"Bli.... enghhhh..." Tata merasa akan meledak "Ah... Bli....hhh....hh..." Tata mendapatkan pelepasan pertamanya, nafas wanita itu terengah-engah, dadanya naik turun, keringat membanjir tubuhnya, matanya terpejam, namun bibirnya menyunggingkan senyuman.


"Kau menyukainya?" Jaye melancarkan aksinya dengan menenggelamkan tongkat keramat nya ke dalam lembah Tata.


"Kau tidak membiarkan ku istirahat Bli" ucap Tata merasakan hentakan penuh di bawah sana.


☘️


☘️


☘️


Di sebuah rumah sakit, Tata melangkahkan kakinya melewati lorong-lorong ruang perawatan, setelah berpikir panjang, akhirnya Tata memutuskan untuk melihat seperti apa saudaranya itu. Tata hanya ingin tahu saja tidak lebih, Tata juga berniat untuk mengatakan pada pria yang bernama Agung Hartanto untuk tidak menemuinya lagi. Biarlah Tata hidup sendirian, Tata tidak ingin masuk dan merusak kehidupan bahagia dalam sebuah keluarga.


Tata sudah sampai di depan pintu kamar perawatan yang di katakan oleh suster di depan tadi, ia berniat membuka pintu itu namun urung dilakukan karena mendengar sebuah percakapan.


"Bagaimana dengan anak Mas itu?" suara wanita yang bernama Diana alias istri bapak Tata yang tak lain ibu tirinya.


"Dia tidak memberikan kabar sama sekali" sahut seorang pria yang Tata yakini itu suara Bapaknya.


"Mas harus lebih keras membujuknya, ambil hatinya agar mau membantu kita" tuturnya.


"Aku sudah berusaha Diana, tapi tidak semudah itu. Ini pertemuan pertama kami Sejak hampir 24 tahun hidupnya, Dia menerima ku sebagai bapaknya pun sudah syukur" jawab Pak Agung.


"Pokoknya aku gak mau tahu Mas harus bisa mendapatkan hati anak itu dan membujuknya agar mau menolong kita" kekeh nya.

__ADS_1


"Akan aku coba"


"Jangan hanya mencoba Mas, tapi harus berhasil, Alika sangat membutuhkan donor ginjal itu, dan anak itu adalah satu-satunya saudara Alika yang kemungkinan besar tingkat kecocokan nya" serunya.


Duarrrrrrrrrr.....


Tubuh Tata bergetar mendengar kalimat demi kalimat yang di ucapkan oleh kedua orang yang ada di dalam kamar perawatan itu.


Apa ini? untuk pertama kalinya bertemu dengan Bapaknya, inikah hadiah yang Tata dapatkan? Bapak punya maksud lain terhadap nya? sepertinya pertemuan tidak sengaja itu membawa angin segar bagi pasangan suami-istri itu.


"Sudah benar jika aku tidak menerima kehadirannya" gumam Tata meninggalkan ruangan itu. Niat hati ingin menjenguk dan mengenal saudaranya namun Tata urungkan. Sepertinya hidup sendirian, sebatang kara bukan suatu yang buruk bagi Tata.


"Terimakasih telah menunjukkan wajahmu di hadapanku Agung Hartanto" ucap Tata menahan sakit dalam hatinya. Satu kenyataan pahit yang di luar dugaan nya kini ia ketahui, sungguh Tata tak pernah membayangkan kejadian seperti ini dalam hidupnya.


"Aku benci ini hiks...hiks..." tangis Tata pecah Sepanjangan jalan, wanita itu menapaki trotoar dengan air mata membasahi wajah cantik.


Brukkkkk...


karena jalan dengan menundukkan kepalanya, Tata tidak melihat jika didepannya ada orang hingga menabrak seseorang itu.


"Ma... maaf, saya tidak sengaja" tata mengatupkan kedua tangannya dan menundukkan kepala.


"Queen" mendengar suara itu membuat Tata membuka mata dan menatap orang yang ada di depannya.


"Riko" lirihnya, Tata langsung memeluk tubuh Riko menangis sesenggukan. "Dia jahat sekali hiks..hiks...kenapa dia jahat..huuhuuu....huhu..." tangisnya terdengar pilu.


"Siapa yang jahat? bicaralah dengan benar" ucap Riko mengusap punggung Tata.


"Dia jahat Rik, gue benci sama dia huhu...huhu..." air matanya semakin deras mengaliri wajah cantiknya.


"Baiklah berhenti menangis" ucap Riko menyunggingkan senyum di bibirnya, karena banyak orang melihatnya dengan penuh tanda tanya. "Hei, hentikan tangisanmu, kita menjadi tontonan banyak orang" bujuk Riko.


"Benarkah hiks...hiks...hiks..." tata mencoba mengendalikan emosinya meskipun hatinya masih sangat teramat sakit dan perih. Kenyataan memang tidak selalu indah, bahkan berkala kenyataan menghancurkan kehidupan Tata.


☘️


☘️


☘️


☘️


☘️

__ADS_1


TBC 🌺


__ADS_2