My Future

My Future
Malam Pertama


__ADS_3

....


Jaye mengantar Tata untuk kembali ke tenda. Tak hanya itu, Jaye juga membelikan beberapa jenis buah dan makanan seperti buah Jeruk, Apel, Anggur, martabak, juga kacang rebus, agar bisa Tata makan bersama dengan air regu juga bisa di makan oleh Kakak Pembina yang nanti akan berjaga di area tenda. intinya untuk di makan rame-rame.



Jaye mengendarai motor nya untuk pulang ke rumah kakaknya dengan perasaan bimbang, ia merasa butuh saran dari oleh yang tepat agar tidak salah jalan dan berujung penyesalan.


......


"Wahhhh..... Lo baik banget sih Ta, tau banget kalo mulut gue pingin ngunyah" ucap Yuli renyah saat melihat kedatangan Tata dengan banyak makanan di tanyanya.



Ucapan Yuli mengalihkan perhatian semua anggota yang tadi tengah asik mengobrol. Yuki bangkit dari dudukku mendekati Tata dan mengambil alih semua barang yang ada di tangan Tata.



"Ck.... kebiasaan Lo Yul" ucap Tata yang sangat paham tabiat temannya itu.


"Lo harus bersyukur punya teman pengertian kayak gue, tanpa di suruh langsung bantuin Lo yang repot bawa banyak barang" ucapnya sok bijak.


Mereka semua duduk dan makan bersama di lesehan depan tenda sebelah kiri dengan menggelar tikar. Tikar dari mana? tentu saja tikar hasil palakan Ratih dari pacarya (Agus) yang tak lain anggota regu Scorpio dengan dalih Ratih dan anggota Regu Teratai lebih membutuhkan nya karena mereka cewek.


....


Anggota regu Teratai tidak memakan semua makanan yang di bawa Tata, mereka menyisihkan sepiring kacang rebus, satu loyang martabak, beberapa buah jeruk, apel, dan pear, serta setangkai anggur untuk Kakak Pembina yang nanti berjaga di depan tenda mereka. Tak hanya berjaga di tenda mereka, namun sesekali Kakak Pembina juga akan berkeliling memastikan semua tenda peserta kemah aman.



"Wah....banyak sekali makanan di regu Teratai?" tanya Kak Fahri yang baru saja masuk ke dalam area tenda.


"Kakaknya Tata yang membelinya Kak, buat di makan rame-rame" jelas Devi yang masih berada di depan tenda.


"Oh...begitu" ucapnya.



"Kak Fahri yang jaga disini?" tanya Devi



"Iya, kamu sendirian? yang lain mana?" tanyanya. Karena memang hanya Devi yang berada di depan tenda, Yuli, Tata dan Linda sedang ke MCK dan yang lain sudah masuk dalam tenda bersiap untuk tidur.



"Saya lagi nungguin Yuli, Tata dan Linda Kak, mereka lagi ke MCK. Yang lain di dalam tenda bersiap untuk tidur" Jawabnya.



Pukul 23.00 semua peserta di haruskan untuk tidur, sebab besok mereka semua akan melakukan perjalan mencari tanda jejak atau hiking. Yang memerlukan banyak tenaga, karena selain rute yang mereka lewati jauh, panitia/ Kakak Pembina sudah menyiapkan berbagai rintangan yang harus mereka lewati.


...

__ADS_1


Saat azan subuh berkumandang mereka semua bangun. Tata yang biasanya dirumah susah untuk bangun pagi, kini dia sudah bangun dan sangat bersemangat memulai paginya. Mungkin karena kebersamaan dengan teman-teman membawa aura positif untuk Tata.



Beberapa dari mereka langsung menuju MCK untuk mencuci muka dan berwudhu. mereka harus melakukannya dengan cepat karena harus bergantian dengan anggota regu lainnya.



Komang yang memang tidak memiliki kewajiban beribadah memutuskan untuk merebus air, untuk membuat minuman hangat bagi anggotanya, sekalian memasak nasi. Agar saat para pedagang sayur datang mereka tinggal membeli bahan sayur dan memasaknya beserta lauknya.



Pukul 05.45 sudah banyak peserta yang mengenakan seragam olahraga lalu lari maraton melewati depan tenda semua regu. Ya begitulah kegiatan mereka lari maraton bersama-sama lalu sekitar jam 07.00 senam Pramuka bersama dan setelah itu mereka pergi mandi lalu sarapan.



Tata, Yuli, Desi, dan Ratih mereka bersama-sama berlari maraton. Sebenarnya bukan lari, Lebih tepatnya jalan santai sambil mengobrol.



"Ta, kata Agus. Kemarin Jaka nembak elo?" tanya Ratih yang mendapat informasi dari sang kekasih.


"Iya" jawab Tata. dan jawaban itu membuat Desi kesal, pasalnya Jaka dan Desi Beru sebulan mereka putus.


"Terus Lo jawab apa?" Tanya Yuli penasaran,. Yuli juga mantannya Jaka bahkan jauh sebelum Desi.


"Gue jawab 'Yes I want to be your girlfriend' terus gue lanjutin lagi 'Dan aku akan menenggelamkan mu ke dasar lautan' abis itu gue injak kaki Jaka dengan sekuat tenaga" jawab Tata seadanya.


"Kena batunya itu si playboy cap baung" sahut Desi yang dari tadi menyimak.




"iiiyuuuhhhh" ucap Desi dan Yuli, yang geli mendengar kalimat Jaka.



"Kalian jealous ya gue punya cewek baru" ucap Jakarta dengan PD nya dan tangannya masih di pundak Tata.


"Impossible..." jawab keduanya lalu berjalan lebih cepat, Ratih hanya tersenyum menyaksikan kejadian itu.


"Siapa cewek baru Lo Jak?" tanya Tata.


"Tentu saja kamu Beb" jawabnya "Kan kamu kemaren udah jawab 'yes' " sambungnya.


"Hahahhhaaa..." Tata tertawa. "In your dreams" sambungnya lalu menyikut perut jalan dan berlari bersama Ratih menyusul Yuli dan Desi.


....


Jika di Bumi Perkemahan para peserta sibuk dengan jatah perkejaan yang sudah di bagi, maka lain halnya dengan dirumah mbak Ketut. Kini Jaye dan Bli Wayan (Kakak kandung nya) duduk di teras rumahnya.


__ADS_1


Mereka memandang ke arah rumah Mbah Sarni yang tepat berada di sebelahnya. mbak Ketut dan kedua anaknya sedang disana, Mbah Sarni menggendong bayinya dan mbak Ketut (istri Bli Wayan) menyuapi anaknya yang sedang main sepeda.



"Menurut Bli, cucu Mbah Sarni itu seperti apa?" tanya Jaye pada Kakaknya.



"Kamu suka sama Tata" terka nya.



"Entahlah.." jawabnya bingung.



"Tata gadis yang baik, sederhana, apa adanya, masih lugu dan polos namun sedikit bar-bar" ucapnya mengingat sosok Tata. dan Jaye hanya mendengar dan membenarkan ucapan Kakaknya itu.



"Saat pertama kali Bli kenal dia, Bli langsung suka begitu juga mbak Ketut dan Niluh yang langsung nempel sama Tata" ceritanya.



"Dan saat itu juga Bli ingat kamu. Kalo aja kalian bisa hidup bersama, berdampingan, dan menua bersama" ucapnya sambil menghela nafas berat. "Tapi kita dan Tata berbeda, perbedaan yang cukup jelas, sulit untuk di lewati bahkan tidak mungkin untuk melewati nya. Karena akan ada yang di korbankan dan itu sesuatu yang besar" Bli Wayan mengungkapkan pendapatnya.



"Aku tahu itu Bli, dan aku sangat paham" jawab Jaye sambil memikirkan sesuatu yang begitu membingungkan.



"Terserah padamu saja. Tapi jika keputusan mu nanti akan menambah duka dan luka di hatinya, lebih baik mundur sebelum melangkah. Kamu sudah tahukan bahwa di balik sikap riang dan ceria nya, ia menutupi duka dan kerapuhan dalam hatinya. Jadi jangan menambahkan lukanya, Bli pun sayang sama Tata juga Mbah Sarni" ucapnya.



"Itulah yang membuat aku semakin bingung Bli" lirih Jaye.


TBC...


🌺🌺🌺


hai...hai...


Selamat datang.... terimakasih bersedia mampir πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Jangan lupa


Like


Vote


Dan

__ADS_1


Komennya


....Salam kenal dari author 🌺🌺


__ADS_2