My Future

My Future
Kembali Pulang


__ADS_3

Tata sudah kembali dari perkemahan nya pukul 13.15, setelah membongkar tenda, dan mengikuti upacara penutupan Perjusami, Tata langsung pulang bersama Jaye yang sudah stay menunggu nya di pinggir lapangan Bumi Perkemahan.



"Terimakasih ya Bli, maaf banget jadi sering Tata repotin" Tata mengucapkan terima kasih pada Jaye. Karena Jaye sudah bolak-balik mengantar dan menjemput nya, juga menjenguk Tata di perkemahan untuk yang pertama dan terakhir kalinya. Perkemahan tahun ini benar-benar spesial bagi Tata.



"Hemm, bukan masalah. Aku pulang" pamit Jaye lalu mengarahkan motornya kerumah kakaknya.


...


"Mbahhhhhh......" Pekik Tata memanggil Simbah nya. "Tata pulang niiii" sambungnya dengan menenteng tas ransel juga ember nya.



"Anak gadis gak baik jerit-jerit kayak gitu nduk" ucap Simbah.



"Heheeee..... Tata kangen bangettttt" Tata langsung memeluk Simbah dan melepaskan begitu saja barang yang ada di tangannya asal.


Brukkk.... klonteng... klonteng....


rumah jadi sangat ramai ketika Tata baru saja kembali belum ada lima menit di dalam rumah.


"Kamu bau nduk, sana mandi" perintah Simbah mengurai pelukan Tata, Namun Tata tidak melepasnya.


"Tata wangi Mbah, dan itu selalu. mandi nya nanti saja, Tata masih kangen sama Mbah" Tata semakin mengeratkan pelukannya.



"Mbah bisa samaput kalo kamu peluk kayak gini, gak bisa napas" tutur Simbah.



"Mbah gak kangen sama Tata?" protes nya mengurai pelukannya.



"Tentu Mbah kangen, tapi kamu mandi dulu, kamu itu keringetan dan bau matahari, abis mandi makan terus nanti lanjut kangen-kangenan nya" tutur Simbah bijak.



"Baiklah..." Tata menuju kamarnya mengamati handuk lalu pergi ke sumur untuk mandi.


....


Tata langsung tertidur begitu dirinya sudah segar setelah mandi. Tidak bisa di pungkiri tubuhnya sangat lelah, dan kurang istirahat meskipun di perkemahan Tata sangat bahagia dan semangat menikmati kegiatan Pramuka itu.



Pukul 17.45 Tata baru saja bangun dari tidurnya, gadis itu sepertinya balas dendam karena waktu tidur nya saat di perkemahan berkurang, dan kini Tata tidur hingga sore hari. Sudah pasti nanti malam Tata akan sulit tidur.



"Mbah masak apa?" Tata menghampiri Simbah yang ada di dapur.



"Sayur rebung" tutur Simbah.



"Gak ada lauknya Mbah?" tanyanya lagi.


sambil mengambil piring dan sendok yang ada di rak.


"Lele goreng juga ada" jawab Simbah.



"Mbah, besok potong ayam boleh?" Tata bertanya sambil menyuap makanan nya.



"Tumben, mau di masak apa?" heran Simbah, Tata ingin makan ayam.



"Di masak pedas Mbah, tapi jangan pakai santan. Jadi kayak ayam ungkep gitu, nanti di masak agak kering terus sebelum di angkat, di masukin kemangi yang banyak. Lalu makan pake nasi hangat...uhhhhh pasti nikmat" Tata memejamkan matanya membayangkan makanan tersebut.



"Ya udah, tapi kamu yang masak. Besok pagi-pagi bawa ayam nya kerumah paklek mu biar di sembelih" Simbah menyetujui permintaan cucunya.


__ADS_1


"Hem. ini dapat rebung dari mana Mbah?" tanya Tata.


"Pakloh tadi siang yang bawa, kebetulan anggota nya cabut singkong di ladang yang ada pohon bambu nya" jelas Simbah.


"Baik pakloh.... memangnya pakloh doyan makan sayur rebung?" penasaran Tata.



"Ya doyan, makanya Mbah tadi di suruh masakin, abis itu Mbah anterin sayur rebung nya" jawab Simbah.



"Oooo......" Tata ber-Ooo saja. "Kapan kita mulai masak-masak nya Mbah?" tanyanya lagi.



"Tanggal 19 nanti" jawab Simbah.



"Mbah yang belanja atau Mbak Ketut?" cerewet Tata.


"Mbah belanja sendiri. Ketut sudah pusing mikirin belanjaan nya" jawab Simbah.


"Ke pasar mana Mbah belanja? Tata ikut ya Mbah" pintanya.



"Ya...ke pasar kabupaten sana, biar di antar sama truk nya pakloh. Barang yang mau di beli kan banyak" tutur Simbah.



"Wahhhhh ikut-ikut...." senang Tata.



"Memang kamu gak sekolah?" tanya Simbah.



"Abis tanggal 17 Agustus kan hari Minggu mbah.bah belanja tanggal 18 kan?" Tata memastikan dah Simbah mengangguk. "Yesssss" seru Tata senang.


.....


Setelah azan subuh, Tata mengendarai sepedanya dengan membawa seekor ayam jago di stir sepeda. Tata menuju kerumah paklek nya untuk memotong ayam jago tersebut.




"Bikkkk, Bik Mini.... assalamualaikum brok....brok...brok..." seru Tata dengan tangannya menggeprak-geprak pintu dan menghasilkan suara gaduh.



"Ya ampun Tata, kamu kalo bertamu yang sopan ngapa?" sahut Bik Mini istri paklek Arif. membuka pintu.



"Hehehe..... assalamualaikum Bik" ulangnya.



"Walaikumsalam, ngapain kesini pagi-pagi buta? ayam aja belum bangun, kamu udah bertamu" tanya Bik Mini.



Keokkkk.....keokkkkk....keokkkk....


Ayam yang ada bi tangan Tata meronta-ronta, ayam itu seolah meras bahwa hidupnya akan segera berakhir.


"Hehehe.... ayamnya sudah bangun Bik" Tata mengangkat tangannya.


"Mau di masak apa?" tanya Bik Mini yang sudah mengetahui maka kedatangan Tata.


"Ungkep pedesssss dengan kemangi" jawabnya "Paklek mana?" tanyanya.



"Menyadap karet ke ladang" jawab baik Mini.



"Oh ya ampunnnnnn.... terus nasip ayam ku gimana?" sudah sangat pagi Tata kerumah paklek nya. Tapi paklek nya sudah berangkat ke kandang untuk menyadap pohon karet (*Menoreh*)



"Sebentar lagi juga pulang, paklek belum sarapan. Tunggu saja" tutur Bik Mini.

__ADS_1



Tata mengikat kaki ayam itu di dekat kandang sapi paklek nya, lalu ia masuk kerumah paklek nya menuju kamar.



"Mau kemana kamu Ta?" tanya Bik Mini melihat Tata masuk ke kamar anaknya.



"Mau tidur sama Davi, sambil nunggu bojone sampean pulang" jawab Tata yang memilih tidur bersama sepupu kecilnya itu.


....


"Gimana rasanya Mbah?" Simbah sedang mengoreksi rasa masakan Tata.



"Enak, tapi apa tidak terlalu pedas?" Simbah khawatir karena masakan Tata memang pedas.



"Kan yang makan bukan anak kecil Mbah" ujar Tata.



"Davi gak kamu kasih?" tanya Simbah.



"Nggak, tadi paklek juga potong ayam, di lagi" tutur Tata.



"Tumben?" heran Simbah.



"Paklek dapat ayam alas dua ekor Mbah, nanti Tata juga mau kesana minta. Sudah lama Tata tidak makan ayam alas" ujarnya.



"Lah dirumah kamu sudah masak ayam, koq masih minta kerumah Bik Mini?" simbol semakin heran dengan cucunya.



"Kan pingin cobain lagi, aku juga udah bilang sama Bik Mini" jelas Tata sembari memasukkan beberapa potong daging ayam ke dalam mangkok.



"Lah.... itu mau di bawa kemana?" tanya Simbah.



"Ini....ini.... mau di kasih ke rumah Niluh" ucapnya gugup.



"Niluh gak akan bisa makan itu, terlalu pedas untuknya" selidik Simbah.



"Ya...kan..." melirik Simbah yang masih menatap nya curiga. "Ehemm....kan bisa di makan, Mbak Ketut dan yang lainnya Mbah" jawab Tata sesuai logika.



"Dan Jaye juga? begitu?" selidik Simbah.


"Kalo Bli Jaye bisa makan pedes ya gak papa, yang penting kan niat Tata berbagi heheee" ringis Tata menunjukkan deretan gigi putihnya.


🌺🌺🌺


Terimakasih sudah mampir πŸ™πŸ™πŸ™


Mohon dukungan nya untuk karya Mameeethor yaaaa


Jangan lupa beri rating


Like


Vote


Tap β™₯️


Dan


Komennya

__ADS_1


.....Salam kenal dari Mameeethor 🌺🌺


__ADS_2