
Siang ini Jaye tengah bersiap akan kembali ke kota asalnya untuk menghadiri pesta bujang yang di adakan temannya Daniel. Jaye pergi sendiri, karena Tata harus mengecek jumlah barang yang masuk di counter nya, lagi pula harus tetap ada yang stay mengawasi counter mereka bukan?
"Aku pasti akan merindukanmu sayang" Jaye memeluk erat tubuh Tata seolah tak rela meninggalkan gadisnya itu.
"Aku juga pasti akan merindukan Bli, tapi Bli perginya gak lama kan?"
"Hanya tiga hari saja, aku tak sanggup berpisah lama darimu, dan aku juga pasti tidak akan bisa tertidur dengan lelap tanpa memeluk mu" ucap Jaye mengecup kening Tata.
"Bli di sana jangan nakal, jangan lirik-lirik cewek lain, jaga mata, jaga hati, ingat ada aku di sini" pesan Tata.
"Sayang aku bukan pria yang seperti itu, hanya kamu dan cuma kamu yang ada di hatiku, itu selalu selalu dan selamanya" ucap Jaye.
"Ya sudah, Bli berangkat agar tidak terlalu sore sampai sana" ucap Tata.
"Baiklah aku pergi dulu, kamu juga jangan macam-macam selama aku pergi, dan jangan sering-sering bertemu dengan dia" ucap Jaye, dia yang di maksud adalah Riko.
"Iya aku janji" ucap Tata mengantar keluar Jaye, mendekati Honda CBR150R warna merah yang akan menjadi tunggangan Jaye.
"Bli hati-hati naik motornya, jangan ngebut-ngebut. jangan ugal-ugalan juga, nanti ke enakan tarik gas sampai lupa kecepatan melewati batas" Tata mengingat kan.
"Iya sayang, nanti kalau aku udah pulang, kita jalan-jalan sama si merah ini ya" bujuk Jaye yang sudah naik di atas motor nya itu.
"Supra adalah favorit ku selalu dan selamanya" Tata belum mau menaiki motor besar itu.
"Baiklah, aku berangkat. Kamu jaga diri baik-baik" ucap Jaye mengenakan helm nya. Lalu pria itu berlalu dengan motor besar nya meninggalkan Tata.
"Entah mengapa perasaan ku tidak tenang, semi semua baik-baik saja" gumam Tata menatap kepergian Jaye hingga pandangan nya tak menjangkau lagi.
☘️
☘️
☘️
"Bli, teman Bli yang di kafe itu siapa namanya?" tanya seorang gadis pada kakaknya.
"Jaye, kenapa?" jawab sang kakak yang tak lain Daniel.
"Owh... dia datang ke pasta lajang Bli?"
__ADS_1
"Iya, kenapa? lagian kamu waktu itu mau Bli kenalkan malah pergi"
"Aku melihat nya bersama wanita, jadi aku segan" alasannya.
"Ya, dia bersama kekasihnya, sayang Bli terlambat mengenalkan mu dengannya, padahal Bli berpikir untuk menjodohkan kalian" ungkap nya.
"Kalau jodoh takkan kemana Bli"
"Jaye sangat mencintai kekasihnya dek, dan Jaye bukan type pria yang mudah jatuh cinta, Bli sangat tahu itu" tutur kakaknya.
"Tapi aku tahu cara untuk mendapatkan apa yang aku inginkan" gumam gadis itu tersenyum miring.
Jaye sampai di kota asalnya sekitar pukul 16.00 Jaye memutuskan untuk menginap di hotel tempat di adakan nya pesta bujang Daniel, esok baru dia akan kembali kerumahnya, sebab pukul 20.00 nanti pesta lajang itu akan di mulai. Setelah melakukan reservasi hotel, Jaye menuju kamarnya untuk mengistirahatkan tubuhnya, sebelum datang ke acara pesta itu.
Jaye keluar dari kamarnya pukul delapan malam lewat, ia menuju kamar yang di jadikan tempat pesta lajang Daniel. Jaye memasuki kamar itu sudah tampak ramai banyak teman-teman yang berdatangan, ada juga yang membawa pasangan, berbagai minuman dan makan juga tersedia, mereka memutar musik DJ melalui speaker dengan keras, lampu kamar tampak temaram dengan lampu disco, sepertinya mereka sengaja mengubah kamar menjadi sebuah diskotik dadakan, berbagai jus dan minuman beralkohol juga di sediakan.
"Hai...bro selamat datang" sambut Daniel pada Jaye.
"Lebih meriah dari yang kubayangkan rupanya" ucap Jaye menatap sekeliling.
"Ya circle pertemanan ku dude" ujar Daniel. "Sini aku kenalkan dengan adikku" Daniel menarik Jaye mendekati adiknya.
"Dek kenalin ini teman Bli" Daniel menepuk pundak adiknya, gadis itupun menoleh ke arah Daniel.
"Komang" ucap gadis itu menyambut tangan Jaye.
"Dek temani Jaye dulu, Bli mau menyapa teman yang lain" ucap Daniel dan di angguki oleh adiknya.
"Ini lebih mirip seperti pesta reunian" gumam Jaye menatap kepergian Daniel.
"Duduk Bli" ramah Komang. "Bli mau minum apa?" tawar Komang.
"Aku ingin segelas jus mangga" sahut Jaye.
"Baiklah akan segera ku ambilkan" Komang berlalu mengambil segelas jus mangga dan memasukkan sesuatu ke dalam jus itu.
"Silahkan di minum Bli" Komang memberikan gelas jus itu dan membawakan beberapa potong kue coklat di piring.
Jaye langsung meneguk jus itu hingga tandas dan menimbulkan seringai licik di bibir Komang. "Kena kau" gumam Komang dalam hatinya. Tidak ada yang mencurigakan, Jaye juga menikmati pesta itu dengan tenang, hingga 20 menit kemudian Jaye merasa ada yang salah dengan tubuhnya.
__ADS_1
"Ada apa denganku?" gumam Jaye merasa pusing, sakit kepala, kulit memerah, hangat terasa gatal, perut terasa nyeri, penglihatan kabur, dan pandangannya terasa sensitif terhadap cahaya. Jaye bangkit dari duduknya, ia memutuskan untuk kembali ke kamar nya
"Bli mau kemana?" tanya Komang.
"Aku mau pulang"
"Tapi Bli baru saja datang" Komang mencekal lengan Jaye.
"Aku merasa tidak sehat, jadi Ku harus pulang" ujar Jaye nafasnya sudah memburu.
"Baiklah, akan aku antar" Jaye sudah terlihat tak berdaya, menurut saja saat Komang memapahnya.
Saat tiba di kamarnya, Jaye baru saja menyadari hal yang berbahaya, Jaye semakin terbakar dan kesulitan mengendalikan dirinya.
"Pergilah, aku baik-baik saja" ucap Jaye mendorong jauh Komang.
"Bli terlihat tidak baik-baik saja, ada apa? kenapa wajah Bli memerah dan berkeringat seperti ini" Komang mencoba menyentuh wajah Jaye.
"AKU BILANG AKU BAIK-BAIK SAJA PERGILAH MENJAUH LAH DARIKU" bentak Jaye, namun Komang sengaja semakin mendekat dan menyentuh nya.
"Aku tidak mungkin meninggalkan Bli dengan keadaan seperti ini" kekeh Komang semakin mendekati Jaye.
"Aku mohon PERGILAH" seru Jaye. "Siapa yang melakukan hal rendahan seperti ini" geram Jaye mengerti dirinya mengonsumsi sesuatu yang tak seharusnya.
"Bli, bajunya basah aku bantu ganti ya" Komang mencoba membuka kancing kemeja Jaye.
"Sial" Jaye semakin tak terkendali saat mencium aroma parfum yang di kenakan Komang, sama dengan parfum yang di kenakan Tata yaitu lavender.
Jaye menarik Komang dan membanting nya di ranjang, Jaye sudah tidak bisa berpikir jernih lagi, ia hanya ingin menuntaskan sesuatu yang bergejolak pada dirinya. Jaye mulai menyentuh Komang dengan ganas karena mencium aroma Tata dalam tubuh Komang. Pria itu mulai melucuti pakaian Komang dan mulai menj amah beberapa titik sensitif gadis itu, Komang sengaja memancing Jaye dengan mengeluarkan lenguhannya dan membuat Jaye semakin terbakar, pria itu memulai penyatuan dengan kasar dan tak henti-hentinya meneriakkan nama kekasihnya, Jaye semakin bergerak dengan liar saat akan mencapai puncaknya, namun entah kenapa Jaye tidak mengeluarkannya di dalam, Jaye menarik dirinya saat lahar panas itu akan meledak, dan hal itu sangat membuat Komang kesal, karena tidak sesuai dengan apa yang direncanakan nya.
Pria itu terkulai lemas di sisi tubuh gadis yang di jadikan pelampiasan hasrat nya, kesadaran Jaye belum sepenuhnya kembali tapi pria itu merasa telah melakukan kesalahan yang fatal, Jaye merasa dirinya begitu buruk dan jahat, dan apa yang baru saja dia lakukan sungguh melukai harga dirinya sebagai pria normal, Jaye mengutuk orang yang melakukan hal rendahan itu pada nya.
☘️
☘️
☘️
☘️
__ADS_1
☘️
TBC