
"Suami mu tersenyum ke arahmu nak, Papa harap kalian bahagia selamanya, jangan lupa berikan Papa cucu yang banyak" ucap Aaron, ia mendampingi putri sulungnya itu berjalan menuju sang mempelai pria.
"Aku akan memberikan nya, tapi jangan mengeluh saat ayah kewalahan menjaga anak anakku" ucap Febri sambil tersenyum.
Kini tinggal beberapa langkah lagi Febri akan sampai ketempat dimana Nathan menunggu nya.
Seluruh keluarga dari pihak laki laki maupun perempuan telah hadir di hari bahagia ini.
"Kamu sangat cantik sayang, aku tidak sabar ingin menerkam mu dimalam pertama nanti" seru Nathan berbisik ditelinga Febri. Membuat bulu kuduknya merinding.
Pesta berlangsung sangat meriah, yang didahului dengan ucapan dan janji sakral dari kedua mempelai. Semua berjalan lancar.
Pipi Febri kini terasa sangat pegal karna selalu menyunggingkan senyuman manisnya.
"Kak, selamat ya. Secepatnya buatlah dedek bayi yang lucu" ucap Bianca berbisik ditelinga Febri.
"Tentu saja. Oh iya dengar-dengar saat lulus nanti kamu juga akan dijodohkan oleh Mama" ucap Febri berhasil membuat Bianca mematung.
"No!! Kakak pasti bohong kan? Mamaaa, Bianca gak mau di jodohin!!" serunya sembari berlari ke arah Mamanya.
Nathan Dan Febri menerima banyak ucapan selamat dan doa dari tamu undangan. Pernikahan mereka memakan banyak biaya dan tenaga, itulah keluarga Arion.
Febri kemudian tak sengaja melihat seorang wanita dengan perut menonjol nya, "Sepertinya wanita itu tidak asing" batin Febri, ia mempertajam penglihatan nya. Kemudian wanita itu pergi berlalu dengan wajah penuh amarah. Belum sempat Febri mengejar orang itu tangannya sudah ditahan oleh Nathan.
"Ebi, mau kemana?" serunya.
"Tidak, aku hanya ingin menyapa para tamu" ucap Febri sambil melirik ke arah wanita tadi, tapi ia sudah menghilang.
"Ebi, ayo istirahat" ucap Nathan, ia menarik tangan Febri dan berjalan menuju kamar.
"Tapi Nathan disini masih banyak orang, kita harus menyambut mereka" ucap Febri menahan tangannya.
"Aku sudah bilang sama Mama, mereka yang akan mengurus sisanya, sebaiknya kita beristirahat, apa kamu tidak lelah? Ayo" ucap Nathan kembali menarik tangan Febri.
****** Dikamar mempelai ******
Febri langsung merebahkan badannya diranjang, tak peduli dengan gaunnya yang masih ia kenakan.
"Ah! aku lelah" desahnya berat.
"Ebi bolehkah aku memakan mu sekarang?" tanya Nathan.
"Aku lelah" seru Febri memejamkan mata nya.
Tiba tiba terasa ada yang meraba tubuh bagian sensitif nya itu. Spontan Febri terbangun dan berlari memojok kearah jendela.
"Nathan!! kamu membuatku kaget" ucap Febri.
Nathan menghampirinya.
"Terimakasih sayang" hanya ucapan itu yang keluar dari mulut Nathan.
"Hm" gumam Febri.
__ADS_1
"Nathan ayo tidur sejenak, aku lelah" ucap Febri kembali menuju ranjangnya.
"Baiklah" ucap Nathan, sepertinya dia juga lelah.
06:20 PM
Febri terbangun dari tidurnya. Wajah nya terasa sedikit berminyak karna belum menghapus make up nya itu.
"Nathan, bangun lah" serunya menggoyangkan tubuh lebar Nathan.
"hmm" hanya itu jawaban dari Nathan.
"Baiklah aku mandi deluan. Setelah aku, kamu bisa memakai kamar mandi" ucap Febri sembari menuju kamar mandi.
*Selang beberapa menit kemudian*
"Nathan apa kamu sudah bangun? Aku sudah selesai" teriak Febri.
"Iya Ebi" sontak Febri kaget melihat Nathan menyenderkan dirinya ditembok. Ia mengira Nathan masih terlelap dalam mimpinya.
Nathan menghampirinya.
"Baru kali ini aku melihat sisimu yang seperti ini sayang" ucap Nathan sedikit berbisik.
"Nathan apa kamu tidak ingin mandi?" seru Febri mendorong tubuh Nathan yang selalu ingin menempel ditubuhnya.
"Mandikan aku" jawabnya singkat.
"Aku ingin kamu memandikanku" ucap Nathan kemudian melepas kaosnya.
"Tapi bagaimana...." belum selesai Febri mengucapkan kalimatnya Nathan sudah mencium bibirnya dengan lembut.
"Ayo sayang"
Febri tidak bisa berkutip apa apalagi, mungkin ini memang kewajiban dari seorang istri.
"Baiklah kamu deluan saja, aku ingin pakai baju dulu, kamu tidak mau aku masuk angin dengan memakai baju mandi ini kan?" seru Febri, kemudian menuju lemari yang berisi banyak pakaian miliknya.
Mereka masih harus berhati hati dalam melakukan sesuatu, karna untuk sementara mereka harus tinggal dirumah keluarga Arion, entah kapan mereka memiliki rumah sendiri.
*** Dikamar mandi ***
"Apa yang kamu pikirkan sayang?" ucap Nathan menyadari kalau wanitanya itu sedang melamun.
"Bukan apa apa" jawabnya.
"Kalau begitu pijat lebih keras lagi sayang"
"Em ... Nathan, bagaimana kabar perusahaan mu?" tanya Febri penasaran.
"Baik" jawabnya singkat, Nathan sangat menikmati pijitan pijitan kecil dari tangan Febri.
"Apa kamu sudah memberitahu pada Papa dan Mama tentang itu?" tanya nya lagi.
__ADS_1
"Sepertinya besok aku beritahu mereka" ucap Nathan, ia masih menikmati pijatan dari Febri, serasa disalon.
"Oh iya, aku sudah membeli rumah bulan lalu beserta perabotnya, seperti nya besok sore kita sudah bisa pindah" ucap Nathan.
"Benarkah? Syukurlah" ucap Febri merasa lega.
"Hahaha ternyata itu ya yang membuat mu melamun" ucap Nathan, ia selalu saja bisa membaca isi Pikiran Febri.
"Nathan rambutmu sudah selesai, kamu jangan menyuruhku untuk menggosok tubuhmu juga" ucap Febri membuat Nathan mendongakkan kepalanya.
"Tidak boleh kah sayang?" tanya nya polos.
"Nathan!!!!" teriak Febri memekik, suaranya dapat memecahkan gendang telinga siapapun yang mendengarnya, ditambah sekarang mereka sedang di kamar mandi, semakin melengking.
Nathan langsung menyemburkan air ke tubuh Febri membuat baju nya basah kuyup.
"Sepertinya aku kurang menambahkan volume saat berteriak" ucap Febri dengan nada kesal.
"Ampun!!" teriak Nathan.
Febri langsung keluar meninggalkan Nathan yang masih didalam bak mandi.
**********
Tok Tok Tok!! Terdengar suara ketukan dari balik pintu kamar pengantin baru.
Ceklekkk Nathan membuka pintu.
"Nak mau sampai kapan kamu dikamar bermanjaan dengan Febri?" tanya Clara.
"Nathan kenyang Maa, kalau lapar kami akan turun, Mama deluan saja" ucap Nathan.
"Nanti kalian sakit" ucap Clara.
"Kami lelah Maa, abis anu ... " kalimat Nathan sengaja di gantung membuat Mamanya bingung.
"Mamaaa" seru Nathan menaik turunkan satu alisnya.
"Kenapa tidak bilang dari tadi. Maaf, Mama pasti mengganggu kalian, silahkan dilanjutkan, Mama pergi dulu. Dadahhhh!!" seru Clara pergi begitu saja.
Febri baru keluar dari kamar mandi, terpaksa ia harus mengganti bajunya dua kali karna ulah Nathan.
"Siapa?" tanya Febri kepada Nathan.
"Mama" jawabnya singkat.
"Ebi, kamu ingin bulan madu dimana?" seru Nathan bertanya pada Febri. Saat ini mereka sudah merebahkan diri diranjang. Terasa sangat kuat gravitasi dikasur ini.
"Terserah, asal aku bisa bersamamu" seru Febri sambil mengecup bibir Nathan kemudian kembali ke pelukan pria berdada bidang itu.
"Selamat malam Ebi" ucap Nathan memejamkan mata.
Jangan lupa like dan komen temen temen ^^
Terimakasih ^°^
__ADS_1