My Future

My Future
(Eps.9) Menginap


__ADS_3

4 Bulan kemudian


Ujian Nasional akan di adakan bulan depan, akhir-akhir ini setiap malam Febri ke rumah Kyra untuk belajar bareng.


Kini Brian tidak pernah lagi mendekati Febri, entah dia takut dengan Nathan atau karna dia sadar bahwa Febri adalah calon tunangan orang lain.


Kebetulan hari ini Febri akan menginap dirumah keluarga Nathan, ia tidak berani tinggal sendiri karna Papa dan Mama nya akan berlibur ke Paris. Febri hanya bisa pasrah karna mustahil untuk ikut berlibur dengan mereka, selain Nathan yang selalu menempel padanya, ia juga akan menghadapi UN jadi tidak ada waktu untuk bersantai. Sedangkan Bianca yang masih kelas satu SMA sangat mudah baginya untuk meminta izin.


15:00 di rumah Nathan


Febri sudah mengantar keluarga nya ke bandara tadi pagi, kebetulan hari ini adalah weekend, "sangat membosankan" batin Febri, ia penasaran apa yang dilakukan Nathan disaat hari libur begini. Karna yang ia tahu, Nathan susah dihubungi bahkan sering menghilang saat hari libur, padahal kemanapun Febri pergi pasti ada Nathan disampingnya, terkecuali saat weekend.


Karna Febri sudah ada disini, Ia akan mencari tahu sendiri. Sebab setiap Febri bertanya padanya apa yang Nathan lakukan saat libur, ia terus mengalihkan pembicaraan.


Saat ini dirumah hanya ada Febri dan Nathan, Paman pergi ke kantor, Tante dan Clarinta pergi ke Mall membeli beberapa bahan makanan untuk nanti malam mereka makan.


Tok tok tok!! "Nathan, apa kau didalam? ini aku, Ebi"


Tidak ada jawaban, terpaksa Febri langsung menerobos masuk, ia melihat Nathan sangat fokus didepan laptop nya.


"Nathan kamu ngapain? aku mengetok pintu apa kamu gak denger?" seru Febri membuat Nathan terkejut.


Nathan buru-buru menutup laptop nya dan berdiri menghampiri Febri "Ada apa Ebi?" nampak wajah Nathan seperti baru saja kepergok selingkuh.


"Tidak! jangan lagi, aku tidak mau diselingkuhi lagi, tapi tidak adapun wanita disini, kira-kira ada apa di laptop nya Nathan? kenapa seakan akan aku tidak ingin melihat isi laptop nya?"batin Febri gelisah.


"Nathan, apa yang kamu sembunyikan dariku?" ucapnya sambil memegang tangan Nathan.

__ADS_1


"Sepertinya tidak baik jika aku menyembunyikan ini terus darimu" seru Nathan berbalik dan mengarah ke meja laptop nya.


"Kenapa? apa yang dia sembunyikan? tolong lah, selama ini hubungan ku baik baik dengannya, aku harap tidak ada sesuatu yang membuat hubungan kita ambruk" batin Febri, hal ini membuatnya mengingat lagi kepada Ardian mantan nya.


"Sini sayang"seru Nathan. Aku pun menuju ke arah nya, dia menarik ku hingga terduduk di pangkuan nya.


"Ebi, apa kau ingat saat aku memberimu kartu nama? Nah ini dia grafik saham dari perusahaan ku, sebenarnya baru kamu saja yang tau, keluarga ku sama sekali tidak ada yang tau kalau aku mendirikan perusahaanku sendiri selama ini" ucap Nathan sambil memegang pinggang Febri.


"Kamu kan masih sekolah, bagaimana bisa mampu mendirikan perusahaan sendiri, dan lagipula kenapa kamu tidak memberi tahu keluarga mu?" seru Febricia penasaran.


"Sebenarnya aku mendirikan perusahaan ini sejak kelas satu SMA, aku mendapatkan uang dari jerih payah ku sendiri dan tidak menyentuh sepeser pun uang dari Papa, sebab itu tidak ada yang tahu akan hal ini, perusahaan ini untukmu dan keluarga kecil kita nanti sayang" ucap Nathan dengan lembut, Febri hanya mengangguk-angguk.


Tiba-tiba ada sesuatu yang mengeras di bawah. "Ebi, tolong jangan bergerak lagi, aku tidak ingin melakukannya disini" seru Nathan. Febri sama sekali tidak mengerti dan semakin bergerak membuat Nathan menjerit.


"Febri" ucap Nathan serak.


"Kamu kenapa?" ucap Febri dengan bodohnya.


"Ah, maaf Nathan, apa itu sakit? aku berat ya" seru Febri dan langsung beranjak dari pangkuan Nathan.


Kemudian Nathan ikut berdiri, ia langsung memeluk Febri. "Sebentar lagi sayang, sebentar lagi kamu akan menjadi milikku" seru Nathan ditelinga Febri.


"Jadi selama hari libur, begitu susah menghubungi mu ternyata sedang sibuk mengurus perusahaan mu? dan tidak ada hal lain lagi kan? tidak ada lagi yang kamu sembunyikan dariku kan?" tanya Febri panjang lebar.


Nathan hanya mengangguk. Kemudian ia mencium bibir Febri. Febri membalas ciuman nya, entah dia belajar dari mana, karna Nathan lah yang mengambil First kiss nya.


Febri menutup matanya membiarkan Nathan memperdalam ciumannya. Sekarang ini tangan Nathan menjalar ke tubuh Febri.

__ADS_1


Nathan mendorong tubuh Febri hingga terjatuh tepat di ranjang kamarnya. Febri mencium aroma khas tubuh Nathan di tempat tidurnya ini, sangat wangi.


Nathan kemudian melanjutkan ciumannya itu.



"Febri, wangi tubuh mu meracuniku" seru Nathan mencium leher Febri.


"ehm.. Nathan nanti... ah.. jangan sekarang, nanti tante datang" ucap Febri meremas rambut Nathan.


"Ebi, kamu tidur dikamar ku saja, aku tidak tega membiarkan mu tidur di kamar tamu" ucap Nathan.


"Memangnya kenapa kalau aku tidur dikamar tamu? bukannya disana juga ada ranjang dan Ac? bilang aja kamu mau mengambil keuntungan dariku" ucap Febri sambil tertawa.


"Baiklah kalau gitu kita sama sama yang akan tidur di kamar tamu" ucap Nathan kembali menciumi leher Febri.


"Tidak, aku tidak akan membiarkan mu memakan ku malam ini. Sudah, sebaiknya aku keluar takut tante Clara sudah pulang" seru Febri ingin bangkit dari kasur tapi dihalang oleh Nathan.


"Mama akan mengerti sayang" ucap Nathan tidak berhenti mencium leher Febri, tiba tiba ia menggigit nya.


"Aww!!!" teriak Febri kemudian menendang Nathan hingga terjatuh dari ranjang.


"Maaf sayang, aku gemes" ucap Nathan sambil mengelus bokong nya yang terbentur keras dilantai.


Febri langsung bangkit dan keluar dari kamar Nathan, ia membanting keras pintu kamarnya.


"Tunggu saja! aku akan memakan mu Ebi!! huuahaha" teriak Nathan dari dalam kamar. Febri mendengarnya namun tidak peduli, ia hanya mengelus lehernya yang Nathan gigit tadi.

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE DAN KOMEN KALIAN TEMEN - TEMEN.


TERIMAKASIH ^^


__ADS_2