My Future

My Future
Terbongkar


__ADS_3

Riko berteriak histeris meminta bantuan pada orang-orang di sekitar, namun semua orang hanya terdiam dan tak tahu harus berbuat apa, mereka bukanlah tenaga petugas kesehatan, yang mereka lakukan hanya memanggil ambulance dan melihat Tata yang terkapar bersimbah darah tanpa bisa berbuat apa-apa.


"Queen kamu harus bertahan, kamu gak boleh menyerah, aku tahu kamu kuat" ucap Riko dengan air mata membasahi pipinya.


"Arsinta Maulida adalah gadis yang kuat, Lo gak akan ninggalin sahabat kesayangan Lo kan, aku tahu kamu gak akan menyerah" ucap Dinda dalam hati.


Tak lama kemudian sebuah ambulance datang dan membawa Tata ke rumah sakit Harapan Keluarga, karena luka yang di alami Tata cukup parah dan hanya rumah sakit Harapan Keluarga yang mempunyai fasilitas lengkap di kota ini.


"Kamu gadis yang kuat queen, kau gadis yang tidak akan pernah menyerah 'kan?" bisik Riko dalam hati menemani Tata di dalam ambulance.


Begitu sampai di rumah sakit, Tata langsung di bawa ke ruang IGD. Seorang dokter memeriksanya, tak lama dokter itu keluar dan kembali lagi bersama seorang dokter lainya, Riko hanya bisa meninggalkan dengan perasaan cemas dan was was, sedangkan Dinda, gadis itu tidak bisa ikut karena harus menggantikan tugas Riko, ia sangat paham jika saat ini Tata lah yang akan menjadi prioritas utama Riko, sedangkan soal pekerjaan, Riko pasti akan lupa.


"Keluarga pasien?" ucap dokter yang pertama kali menangani Tata.


"B... bagaimana keadaan teman saya dok? dia baik-baik saja kan? dia tidak apa-apa kan? dia selamat kan dok? katakan?" tuntut Riko mengajukan pertanyaan bersamaan.


"Tolong tenang dulu, kami perlu bicara dengan wali dari pasien atas nama Arsinta Maulida karena kondisinya tidak baik-baik saja" sahut dokter perempuan itu.


"Apa maksud dokter" seru Riko, seolah menjadi orang bodoh yang tidak bisa mencerna penjelasan dokter itu.


"Bisakah anda menghubungi keluarga nya? ini sangat penting" tanya dokter itu, ia tahu jika Riko dalam keadaan shock dan panik.


"B.. baiklah, saya akan menghubungi mereka" ucap Riko, lalu dokter itu pergi.


Riko berniat akan menghubungi paklek Arif, karena hanya paklek Arif satu-satunya keluarga Tata yang Riko tahu, tapi sialnya Riko tidak memiliki nomernya. Riko membuka ponsel Tata yang tadi sempat ia bawa, ia melihat daftar nomer yang ada di ponsel Tata namun di sana juga tidak ada nomer paklek Arif atau Tata memang menamainya menggunakan nama lain Riko juga tidak tahu.


"Siapa yang harus gue hubungi?" gumam Riko bingung. Tapi jarinya berhenti di nama 'Mbak Ketut' beliau memang cukup dekat dengan keluarga Tata, mungkin juga punya nomer telpon paklek Arif 'kan? tidak ada salahnya mencoba, akhirnya Riko menelpon nomer mbak Ketut.


📞Tut.....tut....tut.....


"Hallo Tata, kamu dimana?" jawab mbak Ketut begitu panggilan tersambung.


"Mbak, ini aku Riko" jawab Riko.


"Riko?" mbak Ketut terdiam, untuk apa Riko menghubungi nya? dan bagaimana bisa Riko menggunakan ponsel Tata?. "Oh Riko, ada apa?" tanya mbak Ketut.


bak, bisa aku minta tolong untuk menghubungi paklek Arif? aku tidak tahu nomernya" ucap Riko.


"Arif paklek nya Tata?" tanya mbak Ketut.

__ADS_1


"Iya mbak tolong" sahut Riko.


"Arif itu memang gak punya HP, memang kenapa?" tanya mbak Ketut.


"Tata kecelakaan mbak, kondisi nya parah, dia butuh wali" sahut Riko terdengar lemah.


"A...ap...apa? Mbak Ketut terkejut, tidak percaya mendengar kalimat Riko. "S.... sekarang dimana?" tanyanya.


"Rumah Sakit Harapan Keluarga" jawab Riko.


"Mbak akan kesana" jawabnya lalu memutuskan panggilan.


Tut...📞


Riko terduduk lemas di bangku rumah sakit tanpa bisa berbuat apa-apa kecuali merapalkan doa permohonan untuk keselamatan gadis yang sangat di cintai nya itu. Sungguh menyesal telah meninggalkan Tata seorang diri di kamar, harusnya tadi ia tetap menunggu tata di luar kamar dan tidak meninggalkan nya sendirian.


☘️


☘️


☘️


"Ada apa?" Bli Wayan lari menghampiri istrinya.


"A...ayo kerumah sakit" mbak Ketut sudah menangis.


"Kenapa? ada apa?" Bli Wayan tak mengerti.


"Ta...tata kecelakaan, ayo kerumah sakit, kondisi parah" ucap mbak Ketut, lalu secepat kilat Bli Wayan menyambar kunci mobilnya dan langsung meluncur kerumah sakit yang di maksud istrinya.


Di tempat lain, Jaye sedang mengikuti Komang beberapa hari ini. Jaye masih tidak percaya jika Komang mengandung anaknya , namun ia juga tidak bisa mengelak jika benar dirinyalah yang pertama kali menyentuh adik sahabatnya itu.


Sebenarnya rencana Jaye adalah menitipkan sementara Tata pada Bli Wayan, agar ia bisa menyelidiki dan mengumpulkan bukti bahwa bayi itu bukanlah darah dagingnya. Jaye tak bisa jujur pada Tata karena ia tak ingin wanitanya merasa kecewa dan di khianati. Dan jika semuanya sudah terbukti dirinya tidak ada sangkut pautnya dengan bayi itu, Jaye akan kembali menjalani kehidupan nya bersama Tata dengan normal tanpa ada pengganggu dari pihak ketiga,


Namun semuanya hanya tinggal rencana, karena Tata terlanjur tahu dan kecewa sebelum rencananya di mulai. Apa mau di kata, karena manusia hanya bisa berencana, namun Tuhan lah penentunya.


Komang mendatangi sebuah tempat kost pria, wanita yang tengah berbadan dua itu masuk ke dalam salah satu kamar dan Jaye setia mengikutinya dari jarak aman.


"Kau sudah datang sayang" ucap seorang pria, Jaye bisa mendengar itu.

__ADS_1


"Apa mau mu mengikuti ku kesini?" sinis Komang.


"Aku hanya ingin memastikan jika kau benar-benar hamil" ucap pria itu menelisik tubuh Komang.


"Jikalau aku hamil, itu tidak ada urusan nya denganmu Kadek" seru Komang.


"Bagaimana tidak ada urusannya denganku? jika kau hamil berarti itu anakku kan?" sahut pria yang bernama Kadek.


"Tapi aku sudah memilih pria lain untuk menjadi ayah dari anak ini, dan itu bukan dirimu" ucap Komang.


"Aku tidak akan membiarkan pria lain di panggil ayah oleh anakku" tegas Kadek.


"Kau lupa jika kau hanya bertugas untuk menghamili ku saja? kau masih ingat bukan bahwa aku tidak menginginkan tanggung jawab dari mu? dan kau setuju untuk itu" Komang mengingatkan perjanjian mereka.


"Aku setuju karena aku ingin mengikatmu dengan bayi itu sayang, tapi aku tidak pernah setuju jika pria lain yang akan menjadi ayahnya" Kadek tersenyum miring.


"Aku tidak perduli, aku tidak ingin menikah denganmu, karena aku sudah memilih dengan siapa aku akan menikah" seru Komang yang membuat Jaye geram dan marah karena ia berhasil di tipu dengan wanita licik seperti Komang.


Brakkkkkk........


Jaye mendobrak pintu kamar itu dan membuat kedua manusia yang tengah berdebat di dalam terkejut.


"Sudah ku duga semua ini hanya akal-akalan mu saja" Jaye menatap benci pada Komang.


"Bli..."


"Diammmmm......" bentak Jaye. "Aku tidak tahu apa ada masalah dengan otakmu itu, tapi kau benar-benar perempuan ular yang licik" Jaye memutar tubuhnya hendak pergi. "Oh ya, aku sudah merekam semua yang kalian bicarakan dalam ponselku, jadi jangan berani menuntut yang macam-macam padaku" ucap Jaye lalu pergi meninggalkan Komang dan Kadek di dalam kamar kost itu.


Komang masih ternganga tak percaya jika semua rencananya gagal di tengah jalan, tapi ia sedikit puas karena sudah melihat kehancuran Tata dan ketidak berdayaan Riko. Setidaknya itu bisa mengurangi rasa sakit hatinya.


☘️


☘️


☘️


☘️


☘️

__ADS_1


TBC 🌺


__ADS_2