My Future

My Future
Sah


__ADS_3

โ˜˜๏ธTiga Bulan Kemudian ๐Ÿ€


Tata duduk di depan meja rias, hari ini Tata tampil cantik dengan balutan kebaya putih sederhana beberapa orang di sekitarnya sibuk memperbaiki makeup nya agar terlihat sempurna di hari pernikahan.


Ya Tata sudah sembuh dua bulan yang lalu, hanya saja ia tidak mengingat apapun termasuk hubungan nya dengan Jaye. Pak Agung pun tidak bisa berbuat apa-apa karena mendapat penolakan keras dari paklek Arif. Kini orang tua itu sedang mengupayakan kesembuhan putri bungsunya ke negri Singa, tanpa mau memperdulikan kondisi Putri sulung nya, bahkan saat di kabari Tata akan menikah, ia juga tidak bergeming untuk datang dan menikahkan Tata.


Sedangkan Riko sudah final dengan keputusan nya untuk memperistri Tata tanpa melihat kekurangan Tata, Begitu besar rasa cinta yang Riko miliki hingga ia melakukan apapun untuk Tata. Baginya pernikahan bukan tentang memiliki seorang anak atau tidak, lebih dari itu, Riko berharap bisa hidup bersama dengan Tata, saling melengkapi dan menua bersama hingga maut yang memisahkan mereka.


Orang yang Riko juga sudah tahu tentang kondisi Tata yang tidak bisa untuk mengandung, meskipun awalnya mereka menolak keras tapi karena kegigihan Riko, akhirnya mereka luluh karena kebahagiaan putranya adalah hidup bersama Tata, tapi mereka tidak tahu jika Tata pernah mengandung benih pria lain.


Paklek Arif dan Bik Mini sangat terkejut mengetahui kebenaran tentang keponakan nya, tapi mereka pun tidak bisa berbuat apa-apa karena semua sudah terjadi, memaki Tata pun tidak akan mengembalikan kondisi nya seperti sedia kala.


"Kau sangat cantik Ta" puji Bik Mini melihat penampilan keponakan nya.


"Terimakasih" ucap Tata tersenyum kaku, ia belum bisa mengingat siapa orang yang ada di sekitarnya.


"Hai Arsi" sapa Dinda, yang harus berlapang dada karena pupus sudah harapan cintanya.


"Hai"


"Kau cantik" Dinda tersenyum getir.


"Terimakasih"


"Boleh aku juga menjadi pendamping Tata Bik?" izin Dinda pada Bik Mini.


"Tentu saja, kenapa tidak" Bik Mini tersenyum ramah.


"Tataaaaaa" teriak beberapa gadis sebayanya.


"Huaaaaaa gue kangen banget sama Lo" ucap seorang gadis yang tak lain adalah Fitri langsung memeluk Tata.


"Gantian dong Fit" ucap yang lain.


"Ck" Fitri menatap kesal pada Lia.


"Gue juga kangen kali" ucap seorang lainnya yang adalah Yuli.


"Berpelukan" seru ketiga gadis itu memeluk erat Tata menumpahkan segala kerinduan mereka.


"Ya ampun, kalian membuat makeup Tata berantakan" seru Bik Mini.


"Ups.... sorry Bik" ucap ketiganya kompak.


"Kalian datang? siapa yang memberi tahu?" tanya Bik Mini menatap ketiga sahabat Tata.


"Tentu saja kami datang Bik, kami akan menjadi pendamping Tata" sahut Fitri.


"Betul itu, dan Yudi yang memberi tahu kami" sambung Yuli.


"Kalian siapa?" Tata dari tadi hanya diam dan bingung.

__ADS_1


"Mereka semua teman sekolah kamu Ta" ucap Bik Mini, membuat ketiga temannya menatap sedih. Mereka hanya tahu jika Tata kecelakaan dan mengalami amnesia, entah untuk sementara atau selamanya.


"Kita sayang sama Lo Ta" ucap ketiganya kembali memeluk Tata. Hal itu membuat Dinda merasa sedikit iri, selain di cintai pria seperti Riko dengan begitu sempurna, Tata juga memiliki sahabat yang menyayangi nya.


"Dinda keluar dulu Bik" pamit Dinda.


"Lho kenapa? bukannya tadi mau menjadi pendamping Tata?" ucap Bik Mini, membuat ketiga sahabat Tata mengalihkan perhatian nya.


"Ya, tapi Arsi kan..."


"Kau juga teman Tata?" tanya Lia dan di angguki Dinda. "Kalau begitu kita bisa bersama-sama menjadi pendamping Tata, teman Tata adalah teman kami. Iya kan guys?" ucap Lia dan di benarkan oleh Fitri dan Yuli.


โ˜˜๏ธ


โ˜˜๏ธ


โ˜˜๏ธ


Di tempat lain, Riko tengah gugup mempersiapkan diri untuk melakukan ijab qabul yang akan ia ucapkan. Ia berjalan mondar mandir membuat Yudi yang ada di dekatnya kesal.


"Lo kenapa sih Rik? gak lagi kebelet kan?" ucap Yudi.


"Gue gugup" jawab Riko apa adanya.


"Lo kan cuma bilang, saya terima nikahnya dengan maskawin tersebut" ucap Yudi enteng.


"Ck" Riko menatap kesal pada Yudi.


"Diem Lo, bikin gue makin gugup aja" ucap Riko duduk di kursi.


"Surprise......." ucap teman-temannya mengejutkan Riko, tapi tidak dengan Yudi.


"Kalian" Riko melihat Roni, Rifan, Jaka, dan Andi.


"Wah...selamat ya bro, akhirnya kisah cinta Lo berakhir di pelaminan" ucap Rifan, melakukan tos dengan Riko.


"Happy ending and happy wedding Rik" ucap Roni melakukan hal yang sama seperti Rifan.


"Sold out bro" ucap Jaka, yang di bela-belain ikut serta, meninggalkan Desi yang tengah hamil.


"Terimakasih calon bapak" ucap Riko senang.


"Gue gak nyangka Lo benar-benar secinta itu sama Tata " ucap Andi. "Lo gak akan ninggalin Tata di tengah jalan kan Rik?" sambung Andi membuat suasana sedikit tegang.


"Never" ucap Riko lantang. "Setelah gue resmi jadi suami Tata, hanya maut yang bisa memisahkan" sambung Riko dengan nada penuh kesungguhan.


"Jaga dia, dan jangan sampai Lo sakiti dia" ucap Andi tulus, Andi tetaplah Andi yang tulus dan selalu cerewet pada sahabatnya meskipun jarang bertemu. Dia sempat marah mendengar Tata kecelakaan dan menganggap Riko tidak becus menjaga Tata.


"Itu pasti" janji Riko. Lalu mereka semua bersiap menuju tempat berlangsungnya prosesi akad nikah.


"Ingat jangan gugup, jangan pula Lo kencing di celana" bisik Yudi pada Riko sebelum meninggal meja penghulu.

__ADS_1


"Sial" gumam Riko dalam hati karena ejekan Yudi.


โ˜˜๏ธ


โ˜˜๏ธ


โ˜˜๏ธ


Tata berjalan menuju tempa di mana Riko duduk menunggunya, ia berjalan pelan di dampingi Bik Mini, Dinda, Fitri, Lia dan Yuli. Meskipun tidak mengingat apapun, tapi Tata yakin menerima lamaran Riko karena ia merasa nyaman dan aman. Sebab Riko lah satu-satunya orang yang selalu standby saat Tata membutuhkan sesuatu. Tata yakin jika ruko orang baik dan tulus.


"Hai" sapa Tata tersenyum manis pada Tiko yang terpesona dengan penampilan nya.


"H...hai" Riko mengutuk kegugupan nya.


"Ehem.....bisa kita mulai?" pak penghulu melihat kedua mempelai malu-malu. "Ngobrol nya di lanjutkan nanti saja, lebih dari ngobrol juga telah ada yang melarang" ucap pak penghulu membuat wajah kedua mempelai panas. "Bukan begitu pak Arif?" pak penghulu itu tersenyum.


"Iya betul" sahut paklek Arif


"Baik, kita mulai saja" ucap pak penghulu.


Acara di mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur'an, Khotbah Pernikahan, Sambutan dari pihak keluarga mempelai wanita hingga Ijab Qobul.


"Saya nikahkan engkau Riko Dwi Prasetya Bin Abdul Rahman dengan Arsinta Maulida Binti Agung Hartanto dengan maskawin 15 gram emas di bayar tunai" ucap penghulu itu dengan menjabat tangan Riko.


"Saya terima nikahnya Arsinta Maulida Binti Agung Hartanto dengan maskawin tersebut tunai" ucap Riko dalam satu tarikan nafas.


"Bagaimana saksi? sah?" tanya penghulu itu menoleh ke arah kedua saksi.


"Sah....." seru semua orang yang hadir.


"Alhamdulillah" ucap semua orang, lalu di lanjutkan dengan doa yang di bacakan oleh penghulu.


Pemandangan membahagiakan dan mengharukan itu bagai lava panas yang membelah dan meluluh lantakkan dunia Jaye. Ya pria itu menghadiri pernikahan wanita pemilik hatinya, meskipun ia tahu akan menambah luka semakin dalam tapi entah mengapa ia memaksakan diri untuk hadir dan menjadi saksi bahwa wanita yang di cintai nya kini resmi menjadi milik pria lain.


"Aku harap dia bisa lebih membahagiakan mu dari pada aku say..." Jaye terdiam. "Bolehkah aku memanggil mu sayang untuk terakhir kalinya? masih pantaskah aku mengucapkan kata itu?" gumam Jaye dalam hati.


"Berbahagialah sayangku" lirih Jaye meninggalkan tempat itu dengan air mata yang mengalir begitu deras. Pria gagah itu tak dapat menyembunyikan lagi air matanya, ia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi tanpa tujuan.


โ˜˜๏ธ


โ˜˜๏ธ


โ˜˜๏ธ


โ˜˜๏ธ


โ˜˜๏ธ


TBC ๐ŸŒบ


Maaf ya jika ada detail yang kurang๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2