My Future

My Future
Kabar Duka


__ADS_3

☘️ Flashback On ☘️


Jaye berhenti di sebuah tempat yang penuh dengan kenangan dirinya bersama Tata. Ruko Artajaye Phone Centre, di tempat inilah Jaye banyak menghabiskan saat-saat manis dan indah bersama gadisnya, gadis yang selalu ada dalam hatinya, yang mati-matian ia buat bahagia, tapi nyatanya dirinya juga yang menghancurkan kehidupan gadis itu.


Jaye berada di kamar yang dulu menjadi kamarnya dan Tata, dia menyimpan banyak minuman keras di dalam salah satu lemari sejak tiga bulan yang lalu, sebagai pelarian rasa bersalah nya terhadap Tata.


"Tidak ada Tata tapi masih ada Vodka" Jaye tersenyum mengambil beberapa botol Vodka dari dalam lemari. Counter HP miliknya kini sudah di ambil alih oleh Bli Wayan, karena Jaye masih berlarut-larut dalam kesedihannya. Dan untuk saat ini penjualan berfokus pada gerai yang ada di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota itu, otomatis ruko yang Jaye datangi kini kosong.


Jaye terus menenggak minuman keras itu langsung dari botol nya, pria itu mulai meracau tidak jelas, kadang tertawa, marah dan menangis. Setelah menghabiskan beberapa botol, akhirnya Jaye tidak sadarkan diri, ia sangat berharap tidak bangun lagi jika kenyataan masih sama menyakitkan nya?


Jaye membuka matanya dan keadaan masih sama, ia terkapar di lantai kamar tanpa siapapun menemukan dirinya. Ia merasa tidak ada lagi yang perduli padanya, entah hidup atau mati, Tata juga tidak akan kembali menjadi miliknya.


"Bangsat" umpat Jaye pada dirinya sendiri. ia kembali mengambil beberapa minuman keras yang masih ada di lemari.


"Bahkan minuman sialan ini hanya tersisa tiga botol" Jaye tersenyum tipis.


"Bukan masalah, aku bisa membeli nya lagi nanti" ucapnya kembali menenggak minuman keras itu seperti minum air mineral, dan tak butuh waktu lama, tiga botol minuman keras itu sudah berpindah ke dalam lambung kosong Jaye. Seharian kemarin Jaye tidak makan apapun, kecuali minuman itu.


Jaye keluar dari kamar, ia berjalan sempoyongan, selain mabuk, sebenarnya Jaye juga tidak bertenaga karena tidak ada asupan makanan dalam tubuh nya. Dalam keadaan seperti itu ia mengemudikan motornya, Jaye mengendarai motor itu dengan kecepatan tinggi, pandangannya tidak terlalu jelas, di pelupuk matanya ia melihat Tata yang menangis saat tahu kebohongan yang Jaye sembunyikan, Jaye kembali terbayangkan kondisi Tata yang menyedihkan pasca operasi, membuat Jaye sangat emosional.


"Maafkan aku sayang" ucap Jaye, Manarik gas yang ia genggam tanpa melihat jika didepan ada beton pembatas jalan, karena jalan itu memang rawan terjadi kecelakaan.


Brakkkkkkkkkk.......


Motor yang di kendarai Jaye menabrak pembatas jalan, tubuh Jaye terpelanting ke depan dan kepalanya mendarat tepat pada beton itu.


Prakkkkkkkkk......


Darah mengalir deras dari bagian kepala Jaye, tak berhenti di situ, tubuh Jaye kembali terguling dan kepala beberapa kali menghantam aspal, hingga terhenti di sisi jalan yang ada gundukan batu ya.


Prakkkk.....


Untuk yang terakhir kalinya kepala Jaye menghantam batu, wajahnya kini berlumuran darah bahkan luka di kepalanya ada beberapa bagian yang sangat terlihat terbuka.


Gelap, Jaye tidak bisa lagi melihat apa-apa, namun ia masih bisa mendengar jeritan beberapa orang histeris melihat dirinya, mungkin saja entahlah, Jaye sendiri tidak tahu bagaimana kondisi tubuhnya.


"Seperti janjiku mencintaimu hingga akhir nafasku sayang" ucap Jaye dalam hati masih mengingat Tata. Setelah itu ia tidak merasakan apa-apa, ia tidak bisa melihat atau mendengar.


☘️ Flashback Off ☘️


Riko langsung bersiap pergi ke rumah Jaye saat mbak Ketut mengabari jika mantan kekasih dari istrinya itu meninggal dunia. Riko tidak menyangka jika Jaye akan mengalami kejadian mengenaskan seperti ini di akhir hidupnya. Padahal Riko tidak pernah mendoakan hal buruk terjadi pada Jaye, bagaimana pun juga, Jaye pernah membuat hidup Tata bahagia, dan Riko berterima kasih untuk itu.

__ADS_1


"Mas mau kemana?" tanya Tata.


"Hah?" Riko mendadak jadi cengo mendengar Tata memanggilnya dengan sebutan 'Mas'.


"Kamu bilang apa tadi?" tanya Riko.


"Mas Riko mau kemana? gak apa-apa kan kalau aku panggil mas? kalau nama aja seperti nya kurang sopan" ucap Tata menundukkan kepalanya.


"Ehem... ya gak apa-apa dong sayang" jawab Riko, kini perasaannya melayang-layang karena Tata yang sekarang lemah lembut dan sangat manis menurut nya. "Apa kaki mu masih sakit?" Tata belum bisa berjalan dengan normal karena memang mengalami cedera yang cukup serius di bagian engkel kaki kirinya.


"Ya, masih sakit, tapi aku bisa menahannya" jawab Tata tersenyum pada Riko. "Mas belum jawab pertanyaan ku" ulang nya.


"Aku mau pergi kerumah teman sebentar, dia meninggal. Kamu tidak apa-apa kan jika aku tinggal?" tanya Riko.


"Innalilahi wa innailaihi roji'un" ucap Tata. "Masih muda mas temanmu? aku perlu ikut nggak?" tanya Tata.


"Tidak usah sayang, kamu di rumah saja. Tapi sendirian gak apa kan?" sebab baik keluarga Riko maupun keluarga Tata sudah balik kampung.


"Ya, aku gak apa-apa"


"Ya udah aku pergi sebentar, aku pasti akan cepat pulang" pamit Riko. Lalu pergi mengendarai motor matic miliknya.


"Bli, aku turut berdukacita atas meninggalnya Jaye" ucap Riko yang kini berada di depan Bli Wayan. Namun Bli Wayan tidak berkata apa-apa, ia hanya melamun dengan pandangan kosong lurus ke depan.


"Riko" ucap mbak Ketut.


"Aku turut berdukacita mbak, aku gak menyangka semua ini akan terjadi" ucap Riko tulus.


"Ya, terimakasih sudah datang, mbak juga gak nyangka kalau Made akan secepat ini pergi hiks...hiks..." ucap mbak Ketut.


"PERGI KAMU DARI SINI" teriak Bli Wayan. mengalihkan perhatian Riko dan mbak Ketut.


"Bli ak.."


"PERGIIII" bentak Bli Wayan.


"Komang" gumam Riko. Komang datang bersama seorang pria, Riko tak tahu siapa pria itu.


"Bli tidak bisakah..." ucap pria yang bersama Komang.


"Pergilah" Bli Wayan membuang muka.

__ADS_1


"Aku pulang mbak, kasian Tata sendirian di rumah" pamit Riko pada mbak Ketut, karena Bli Wayan pergi entah kemana.


"Hati-hati" ucap mbak Ketut. dengan wajah sembab.


☘️


☘️


☘️


Riko berjalan menuju dimana ia memarkirkan motornya, namun langkah terhenti oleh suara Komang.


"Riko" panggil nya.


"Ada apa" ucap Riko tanpa berbalik badan.


"Maafkan aku, aku tidak menyangka jika semua ini akan terjadi, aku tahu aku yang salah" sesalnya.


"Memaafkan mu?" Riko tersenyum sinis. "Kamu bukan hanya bersalah Komang, tapi kamu juga berdosa, karena secara tidak langsung menghilangkan dua nyawa" tutur Riko.


"Maafkan aku, aku menyesal" Komang menangis tergugu.


"Maka hiduplah dengan rasa bersalah dan penyesalan itu seumur hidup mu" ucap Riko lalu pergi meninggalkan Komang.


"Maafin aku hiks...hiks...." isak Komang.


"Aku tidak menyangka jika kau adalah wanita yang tajam dek" ucap seorang pria yang tadi bersama Komang adalah Daniel, sahabat juga partner bisnis Jaye. Ia tidak pernah menduga jika adiknya yang manis dan pendiam ternyata sangat menakutkan seperti monster.


"Maafkan aku Bli" sesal ya yang tidak akan membuat keadaan kembali menjadi seperti semula.


☘️


☘️


☘️


☘️


☘️


TBC 🌺

__ADS_1


__ADS_2