My Future

My Future
Tragis


__ADS_3

Setelah selesai ijab qobul dan mendatangi surat-surat penting, kedua mempelai juga sudah meminta restu pada kedua orang tuanya, kini acara di lanjut dengan sesi foto bersama.


Pertama berfoto dengan orang tua toko, lalu berdiri dengan pakloh Arif dan Bik Mini, kemudian mereka mengambil foto bersama satu frame dengan orang tua Riko juga paklek Arif dan Bik. Teman-teman sekolah Tata dan Riko juga tak mau ketinggalan, bahkan mereka mengambil foto paling banyak dengan berbagai gaya, dari gaya normal sampai gaya abnormal. Mereka semua tertawa bahagia di atas pelaminan, hanya ada satu orang yang tersenyum palsu, yaitu Dinda. Hal itu tak lepas dari pandangan Yudi, ia sangat tahu betapa Dinda menyukai Riko, tapi mau bagaimana lagi? selain Riko tidak mencintai Dinda, ternyata Riko juga bukan jodoh Dinda.


"Gue harap Lo bisa segera bertemu dengan pria yang tepat Din" gumam Yudi.


"Siapa yang bertemu pria yang tepat?" tanya Jaka membuat semuanya Melih ke arah Yudi dan Jaka.


"Ck, itu para dayang nya Tata" sahut Yudi asal.


"O... eh ada wajah baru siapa?" tanya Jaka sejak tadi penasaran dengan Dinda.


"Lo gak usah macam-macam Jak, ingat si Desi lagi bunting di rumah" ucap Yuli.


"Lo negatif thinking mulu sama gue, bukan buat gue. Nih sapa tahu dari empat jomblo akut ada yang nyangkut hahaaa" Jaka tertawa puas, bisa meledek Yudi, Roni, Rifan, dan Andi.


"Jangan mau sama mereka Din, mereka semua buaya" cibir Lia melirik ke arah para pria.


"Lo jangan gitu Lia, gue nih paling setia" ucap Andi.


"Saking setianya sampai sekarang gak punya cewek hahaaa" sahut Jaka.


"Sialan Lo Jak, gue belum ketemu yang pas aja" elak Andi.


"Yang pas udah jadi milik Riko hahaaa" mereka semua tertawa kecuali Dinda, yang belum tahu hubungan persahabatan antara Riko, Tata dan Andi.


"Yaa kicep si Andi" ucap Roni, menambah tawa mereka semakin menggelegar.


"Gak usah ikut-ikutan Lo" kesal Andi.


"Kok Lo diam ada sih Din?" tanya Fitri.


"Ya, gue gak tahu alur ceritanya. Jadi diam aja deh hehe" jawab Dinda.


"Ohhh...jadi gini, Tata, Riko, dan Andi ini rumah mereka deketan. Terus setiap berangkat sekolah mereka selalu bersama, dan Riko sama Andi ini selalu standby nungguin Tata. Kadang Tata belum bangun si duo bodyguard ini udah sampai di rumah Tata, selalu seperti itu sampai lulus. dan you know lah persahabatan antara cowok dan cewek gak ada yang murni" jelas Fitri panjang lebar.


"Dan roman-roma nya mereka terlibat cinta segitiga hahaaa" sela Yudi.


"That's right" ucap Rifan, Roni, Yuli, Lia dan Fitri.


"Gak gitu konsep nya guys, gue emang sayang sama Tata. Tapi just like sister, gak sampai lover kayak Riko" Andi membela diri.


"Beruntung sekali Tata" ucap Dinda.


"No, Tata gak seberuntung yang Lo pikirkan. Jika sekarang ada pria tulus mencintai dan menerima Tata seperti Riko, itu karena Tata memang pantas mendapatkan nya setelah kesakitan dan kesusahan yang ia lewati" ucap Lia.


"Lia benar Din, Lo lebih beruntung daripada Tata" ucap Yudi, seolah mengingatkan untuk tidak iri pada Tata.


"Ehemmm" Yuli berdehem keras.


"Yuli cembukur Yud" ucap Roni.


"Yeee couple gols berikut nya adalah Yudi dan Yuli, yuk bisa yuk...kapan mau di sah kan?" ucap Lia.


"Apaan sih" ucap Yudi dan Yuli bersamaan.

__ADS_1


"Cieeeee" seru semuanya.


☘️


☘️


☘️


Riko dan Tata duduk di atas pelaminan, mereka tampak serasi berdampingan. Tidak ada hal yang membuat Riko lebih bahagia dari pada saat ini, bahkan saat dirinya mendapatkan nilai sempurna saat masih sekolah, dia biasa saja.


"Kau bahagia?" tanya Riko pada Tata.


"Ya, aku bahagia" jawab Tata tersenyum manis pada Riko.


"Apakah kau merasakan sesuatu yang mengganjal di hati mu?"


"Tidak ada, memang kenapa?"


"Tidak apa, aku hanya memastikan jika istriku bahagia bersamaku" ucap Riko. Mendengar kata 'istriku' dari mulut Riko membuat wajah Tata merona.


"Aku bahagia bersamamu suamiku" balas Tata, membuat hati Riko bergetar.


"Benarkah jika mereka semua teman sekolah kita dulu?" Tata mengalihkan pembicaraan.


"Ya, kita semua dulu satu kelas, mereka semua baik meskipun terlihat bar-bar" jawab Riko memperhatikan teman-temannya.


"Sepertinya masa-masa sekolah kita seru, sayang sekali aku tidak ingat apapun" lirih Tata.


"Bukan masalah, aku yang akan menjelaskan semuanya nanti, aku akan selalu di sisimu, menemanimu seumur hidupku" janji Riko pada Tata.


☘️


☘️


☘️


Bli Wayan dan Mbak Ketut gelisah karena sudah dua hari Jaye tidak pulang. Mereka berdua kembali ke kota karena berniat menghadiri pernikahan Tata dan Riko yang mang di adakan di kota, sekalii mendampingi Jaye, mereka tahu jika Jaye masih belum rela kisah cinta nya dengan Tata berakhirnya begitu saja. Tapi Riko melarang Bli Wayan dan Mbak Ketut untuk menampakkan diri di hadapan Tata, dan Jaye, pria itu sebenarnya juga dilarang menemui Tata. Itu sebabnya Jaye hanya menyaksikan pernikahan Tata dan Riko dari kejauhan.


"Apa Made sudah bisa di hubungi?" tanya Bli Wayan.


"Belum, cobalah keluar cari Made kemana? aku takut sesuatu terjadi padanya" ucap mbak Ketut pada Bli Wayan.


"Kemana aku harus mencarinya Mak?"


"Kemana saja, pergilah Pak, menunggu juga tidak membuahkan hasil" mbak Ketut cemas. meski hanya adik ipar, tapi mbak Ketut sangat menyayangi Jaye.


Drtttt.....drttt.....drtttt....


Ponsel Bli Wayan berdering, dan sebuah nomer tidak di kenal menghubungi nya.


📞


"Hallo" jawab Bli Wayan.


"Benarkah ini keluarga dari Made Sanjaye?"

__ADS_1


"Benar saya Kakak nya, ini siapa?"


"Kami dari pihak kepolisian, tolong segera datang ke rumah sakit Harapan Keluarga, adik anda mengalami kecelakaan lalulintas"


"Apa?????"


Tut...Tut...Tut...📞


Bli Wayan langsung mengakhiri panggilan itu, ia menarik mbak Ketut tanpa menjelaskan apa yang terjadi, siapa yang menelepon nya? dan kemana tujuannya. mbak Ketut yang merasa ini sesuatu yang darurat hanya menurut saja tanpa bertanya.


"Made Sanjaye, bagaimana keadaannya?" tanya Bli Wayan ketika sampai di meja resepsionis.


"Anda keluarga nya?"


"Ya benar"


"Mari ikut saya" ucap seorang suster, lalu berjalan menuju ke sebuah ruangan.


"Kenapa kesini?" tanya Bli Jaye yang tahu jika lorong yang ia lewati bukanlah lorong ruang perawatan.


"Pak, ini keluarga mendiang Made Sanjaye" ucap suster itu pada petugas polisi yang ada di depan pintu ruang jenazah.


Duarrrrrrrrrrrrrrr


"APA-APAAN INI?" bentak Bli Wayan.


"Bapak tenang dulu" ucap salah satu polisi.


"TENANG BAGAIMANA? DIA MENYEBUT NAMA ADIK SAYA DENGAN MENDIANG?" Bli Wayan meluapkan emosinya.


"Tolong dengar kan penjelasan kami" ucap polisi itu. "Adik anda yang bernama Made Sanjaye mengalami kecelakaan tunggal, ia menabrak pembatas jalan dan itu menimbulkan luka berat di bagian kepalanya karena korban tidak menggunakan helm. Korban juga mengendarai motornya dengan kecepatan maksimal, dan dalam pengaruh alkohol tingkat tinggi" jelas polisi itu.


"MADEEEEEES HUAAAAAAAA......" teriak mbak Ketut yang sangat terpukul atas apa yang terjadi pada adik iparnya.


"INI TIDAK MUNGKIN BUGH....BUGH...." Bli Wayan menendang kuat dinding rumah sakit itu.


"ADIKKU TIDAK BOLEH MATI, KENAPA TIDAK ADA YANG MENOLONGNYA HAAHHHHH" teriak Bli Wayan mengundang perhatian orang sekitar.


"Korban meninggal di lokasi kejadian pak" ucap polisi itu.


"Aaaghhhhhhhhhhh......" Bli Wayan tidak terima dengan Keja yang menimpa Jaye. Satu-satunya keluarga yang ia miliki kini sudah pergi meninggalkan nya.


"Huhuhu...... De, kenapa ninggalin mbak?" mbak Ketut sudah terduduk di lantai, ia tak perduli lagi dengan penampilan nya.


"Kamu tega meninggalkan Bli seorang diri di dunia ini De hiks...hiks..." air mata Bli Wayan juga mengalir bebas membasahi pipinya. Made Sanjaye, adik tercinta nya, kini telah pergi meninggalkan nya untuk selama-lamanya. Sungguh Bli Wayan tak pernah membayangkan hal ini akan terjadi pada dirinya.


☘️


☘️


☘️


☘️


☘️

__ADS_1


TBC 🌺


__ADS_2