My Future

My Future
Rumah Baru


__ADS_3

Tata membuka matanya, ia merasa seseorang tangah memeluknya dan benar saja. Jaye memeluk erat tubuhnya, pria itu tidak kembali ke kamarnya, melati malah ikut tertidur di ranjang Tata.


Tata membuka selimut yang membungkus tubuhnya, dan tampak dada Tata penuh dengan tanda hasil karya Jaye yang bertebaran dimana-mana, membuat wajah Tata panas ketika mengingat nya.


"Pagi sayang, kau sudah bangun?" ucap Jaye dengan mata terpejam. Tata menoleh ke arahnya.


"Bli" Tata memutar tubuhnya menghadap pria itu.


"Kenapa?" Jaye membuka matanya. Tatapan keduanya terkunci, menyelami satu sama lain, Jaye mendekatkan wajahnya lalu mengulum bibir polos di depannya.


"I love you" ucap Jaye, lalu kembali mema ngut bibir itu dengan penuh kelembutan, Jaye memberikan gigitan kecil pada bibir Tata hingga sang pemiliknya membuka bibirnya dan Jaye bebas mengabsen rongga mulut Tata.


Tangan Jaye pun tak tinggal diam, memainkan dan mere mas ke dua aset Tata hingga membuat gadis itu mengeluh nikmat atas setiap sentuhan Jaye.


"Aku suka ini" Jaye bermain menggunakan lidahnya di puncak aset Tata, dan entah mengapa reaksi Tata justru menekan kepala Jaye agar lebih dalam.


☘️


☘️


☘️


"Hai, Riko" sapa Dinda, menghampiri Riko yang tengah duduk di halaman kampus.


"Hai" jawab Riko lesu.


"Ada apa? kenapa kurang semangat begitu? bukannya abis dari pulang kampung dan ketemu gebetan ya?" Dinda sudah menerima jika Riko tidak bisa membuka hatinya untuk gadis lain, karena di hatinya sudah ada seseorang.


☘️☘️☘️


Flashback On


"Din, bisakah kita berteman saja? maksud gue, gue tahu lo suka sama gue, tapi gue tidak bisa membalas perasaanmu maaf" Riko cukup peka akan body language Dinda setiap kali mereka bersama.


"Ah...memalukan sekali, apakah sangat terlihat jika gue suka sama Lo?" keduanya berada di sebuah cafe yang cukup dekat dari kampus, salah satu cafe favorit para mahasiswa karena harga menu nya terjangkau.


"Tidak terlalu, tapi gue cukup bisa merasakan nya" Riko menyeruput capuccino nya.


"Ah... begitu? Lo peka sekali rupanya" Dinda memainkan sedotan yang ada di jar strawberry smoothies nya.


"Apakah Lo sudah memiliki kekasih Rik?"


"Belum, tapi ada sebuah janji yang harus gue tepati pada gadis yang gue cintai" terbayang wajah manis Tata.


"Baiklah, berteman denganmu itu sudah membuat bahagia, tapi tentang hati gue, gue tidak bisa berbuat apa-apa, semoga saja rasa suka gue sama Lo segera memudar" harap Dinda namun tidak yakin.


"Gue tahu Lo gadis baik, itu sebabnya gue jujur sama Lo , gue tidak ingin memberikan harapan palsu, gue tidak ingin Lo semakin dalam menyukainya gue dan pasti Lo akan lebih sakit nantinya" Riko semakin dewasa, dan Riko tidak ingin Dinda menjadi seperti Komang.

__ADS_1


"Gue ngerti, thanks udah mikirin perasaan gue" Dinda menghargai keputusan dan kejujuran Riko.


Namun sejak saat itu keduanya semakin dekat, selain satu fakultas, Dinda adalah teman satu-satunya Riko di kota ini. Dinda pun berlapang dada menerima nasibnya meskipun hingga saat ini perasaan nya tidak pernah berubah.


☘️ Flashback Off ☘️


"Gue gak ketemu sama dia" pikiran ruko menerawang jauh kemana perginya Tata.


"Kok bisa?"


"Dia meninggalkan Desa itu tak lama setelah gue kesini" sesalnya.


"Kenapa dia pergi?"


"Mbah nya sudah meninggal, dan itu pasti sangat mempengaruhi kejiwaan nya. kehilangan satu-satunya tumpuan hidup, bukan hal yang mudah"


"Lalu dia pergi kemana? dengan siapa?"


"Kata paklek nya dia juga ada di kota ini, dia bersama adik tetangganya. Tapi gue tidak tahu tepatnya dimana, gue berharap bisa segera menemukan nya" Riko gelisah mengetahui Tata pergi bersama seorang pria.


"Semoga Lo bisa segera bertemu dengan dia, dan semoga dia baik-baik saja" harap Dinda tulus.


"Semoga saja" harap Riko.


"Kita gak ada kelas lagi, Lo mau kemana? pulang?"


"Gue mau cari lowongan kerja, yang bisa terima kerja part time gitu, Lo tahu?" tanya Riko.


"Gak apa-apa lagi Din, asalkan halal pasti gue lakuin, btw terimakasih udah kasih job ini ke gue. kapan gue bisa kerja?" Riko semangat.


"Kalo Lo gak keberatan hari ini juga boleh langsing kerja" senang Dinda karena waktu bersama dengan Riko semakin bertambah.


"Oke, ayo kita berangkat" Riko dan Dinda berjalan menuju gerbang kampus untuk pergi ke kafe ayah Dinda.


☘️


☘️


☘️


Hubungan Tata dan Jaye semakin dekat dan semakin intim, meskipun Tata masih utuh yang artinya belum sampai di unboxing oleh Jaye, tapi keduanya sudah sangat tahu dan hafal akan bagian-bagian sensitif dalam tubuhnya. Setiap malam Jaye tak pernah absen melakukan kegiatan yang membuatnya kehilangan akal sehatnya, Tata pun tak pernah menolak, gadis itu juga menikmati setiap sentuhan kekasihnya.


"Sayang" Jaye memeluk Tata dari belakang dan melingkar kan tangannya di perut ramping Tata.


"Ada apa?"


"Bersiaplah, aku akan mengajaknya ke suatu tempat"

__ADS_1


"Kemana?"


"Rahasia, ayo cepat bersiap" Jaye keluar dari kamar Tata.


Jaye sudah menambah karyawan tokonya, tidak tanggung-tanggung ia menambah dua karyawan wanita dan dua karyawan pria, kini counter itu semakin lengkap dan penuh isinya, setiap hari transaksi penjualan semakin meningkat, Jaye juga berencana membuka cabang kedua. Selain counter, bisnis Jaye seperti beberapa warnet, dan fotocopy juga berjalan lancar, belum lagi hasil kebun yang di kelola oleh orang kepercayaan nya, juga sebuah bengkel mobil besar yang di bangun bersama temannya.


Sesuai dengan karakter nya yang Bossy dan sepertinya nasib berpihak pada Jaye yang selalu melancarkan usahanya, dalam bidang apapun selalu lancar tanpa hambatan.


"Kita mau kemana Bli?" Tata sudah bersiap dengan floral MIDI dress berwarna putih dengan corak bunga daisy yang panjangnya selutut, dan rambut panjangnya di kuncir kuda.


"Cantik banget sih" gemas Jaye melihat penampilan Tata yang semakin cantik menurutnya.


"Ish... di tanya apa jawabnya apa" Tata mencebikkan bibirnya.


"Ya udah ayo" ajak Jaye yang masih setia dengan motor Supra nya, sama seperti pertama kali Tata menaiki motor itu, sebab Tata tidak ingin menaiki motor Jaye yang lainnya, karena Tata kesulitan saat akan naik dan turun sebab terlalu tinggi untuk nya yang memiliki tinggi badan 155cm.


Motor yang di kendarai Jaye memasuki area perumahan, bukan perumahan mewah tapi itu termasuk perumahan kalangan kelas menengah atas. Dan motor itu berhenti di depan rumah dua lantai bercat abu-abu.


"Ayo turun" perintah Jaye.


"Ini rumah siapa Bli?"


"Ayo masuk" Jaye menggandeng tangan Tata dan membawanya masuk kedalam rumah itu.


"Kok Bli punya kuncinya?"


"Ini rumah kita sayang, bagaimana? kau suka?"


"Bli... ini serius?" Tata tak percaya.


"Hem, aku ingin kita tinggal disini. di ruko sudah terlalu banyak barang dan banyak orang, kau setuju kan?" Jaye menatap gadisnya.


"Aku setuju asalkan bersama Bli" Tata memeluk erat Jaye, Tata merasa bersyukur karena Jaye menerima dirinya dan selalu ada apapun kondisinya. "Terimakasih " Tata mengecup bibir Jaye.


"Berterimakasih lah dengan benar sayang, ayo kita ke kamar, menyelesaikan apa yang sudah kau mulai" Jaye menggendong Tata ala bridal style menuju kamar yang memang sudah lengkap isinya.


"Bli ini pantang sekali di sentuh" Tata mengalungkan ya di leher Jaye.


Keduanya melakukan kegiatan yang mendebarkan jantung juga menguji adrenalin, menguras tenaga juga keringat. Tata jatuh semakin dalam dan tidak bisa mengendalikan dirinya. Baginya kehidupan nya adalah Jaye, meskipun tidak ada ikatan pernikahan, tapi keduanya tidak bisa untuk saling melepaskan.


☘️


☘️


☘️


☘️

__ADS_1


☘️


TBC


__ADS_2