My Future

My Future
Pesta Pernikahan


__ADS_3

Sudah seminggu ini Jaye terlihat lebih pendiam, tepatnya sejak pulang dari pesta lajang temannya itu. Apa yang terjadi sebenarnya? entahlah Tata tidak tahu, Jaye jadi irit bicara, sering melamun, dan seolah menjaga jarak dengan Tata, meskipun mereka masih tidur bersama, tapi tidak ada kegiatan panas seperti rutinitas biasanya.


"Bli" panggil Tata, namun yang di panggil tidak memberikan respon apapun.


"Bli" ulang Tata menyentuh lengan Jaye.


"Hai, ada apa?" kaget Jaye dengan sentuhan Tata.


"Bli kenapa?" Tata menatap sendu kekasihnya itu.


"Aku tidak apa-apa"


"Lalu kenapa Bli jadi pendiam gini? Bli juga menjaga jarak sama aku, memangnya aku ada salah sama Bli?"


"Siapa bilang kamu salah sayang?" Jaye mengelus lembut pipi Tata. "Hanya ada hal yang mengganggu pikiran Bli" jelasnya.


"Bli bisa cerita sama aku, aku gak pernah nutupin apapun dari Bli, kenapa Bli seolah menyembunyikan sesuatu?" tuntut Tata.


"Sayang" Jaye memeluk gadisnya. "Maaf jika sikapku menyakiti hatimu" sesalnya.


"Aku tidak sakit hati, hanya saja aku merasa tidak berguna karena Bli tidak mau membagi masalah Bli denganku" tutur Tata.


"Jika aku membuat kesalahan apakah kau akan memaafkan ku?" lirih Jaye.


"Lalu jika aku yang membuat kesalahan apakah Bli tidak akan memaafkan ku?"


"Aku akan selalu memaafkan mu sayang, apapun kesalahan mu, aku selalu punya sejuta maaf untuk mu" Jaye menatap dalam mata Tata.


"Aku pun juga begitu, aku menyerahkan hidupku pada Bli, bagaimana mungkin aku tidak memaafkan kesalahan Bli? apakah aku ini gadis yang kejam?" ucap Tata.


"Kau adalah gadis yang paling baik dalam hidupku" Jaye mengecup kening Tata.


"Bli tidak sedang berbohong kan?"


"Bohong apa?"


"Aku gadis terbaik dalam hidup Bli?"


"Tentu saja tidak sayang, untuk apa aku berbohong?"


"Bagaimana aku tahu untuk apa Bli berbohong" Tata memanyunkan bibirnya. Dan langsung di sambar oleh Jaye, Tata yang terkejut membuka mulutnya dan hal itu tidak di sia-siakan oleh Jaye, pria itu langsung mengeksplor rongga dalam mulut Tata, menumpahkan segala kerinduan yang tersimpan.


"Aku merindukanmu sayang" ucap Jaye di sela pangut annya.


Enghh....


Lenguh Tata saat tangan Jaye mere mas buah eksklusif miliknya.


☘️


☘️


☘️


Sebuah tenda dengan dekorasi cantik bernuansa ungu putih dan emas juga banyaknya tamu undangan membuat sebuah acara itu tampak meriah. Di sini Riko berada, ia tengah menghadiri acara pernikahan temannya.


"Wah....sarjana kita datang" ucap seorang teman menyambut kedatangan Riko.

__ADS_1


"Lebay Lo Yud" Riko bersalaman dengan Yudi.


"Wah...wah.... makin cakep aja Lo Rik, udah dapet cewek berapa di kota?" sahut Roni yang ikut nimbrung.


"Pertanyaan Lo salah Ron, yang bener tuh. Udah berapa hati cewek yang Lo patahin Rik?" ucap Rifan.


"Nah itu baru benerrrrrr" sambung Agus yang datang bersama Ratih kekasihnya.


"Wah...wah... Romeo dan Juliet nya kelas rusuh kapan halal nya ini?" Riko menyambut kedatangan keduanya.


"Doain aja" sahut Ratih.


"Tauk nih, si Agus pacaran udah kayak kredit rumah aja, bertahun-tahun" sahut Yudi.


"Lo sirik aja Yud sama gue" santai Agus.


"Lo sendirian Rik? Tata sama Andi mana?" tanya Ratih.


"Gue Lost Contact sama Andi, dan kalau Tata dia ada di kota" jawab Riko apa adanya.


"Yah.... gue gak bisa ketemu Tata dong" sesal Ratih.


"Tenang aja, ntar kita reunian di kawinan nya si Riko" jawab Roni.


"Emang Riko kapan nikahnya? sama siapa Rik?" tanya Ratih antusias.


"Ya... sama siapa lagi kalo bukan sama Tata" timpal Yudi.


"Sok tahu Lo" sahut Riko.


"Udah-udah kita kasih selamat dulu sama kedua mempelai" usul Rifan. lalu semua naik ke atas pelaminan tempat dimana kedua mempelai di pajang.


"Wah... yang sold out.... congrat yaaa.. langgeng sampai kakek nenek" ucap Riko memberikan selamat pada temannya yaitu Jaka dan Desi, ya kedua mantan kekasih itu CLBK dan berakhir di pelaminan seperti hari ini.


"Thank you bro. cepat nyusul" ucap Jaka.


"Selamat ya Des, mulai sekarang Jaka harus di awasi betul-betul" pesan Riko.


"Terimakasih Rik, gue pasti awasi si baung ini" Desi melirik suaminya. dan membuat semuanya tertawa.


"Buka gawangnya pelan-pelan Jak, jangan langsung di gas" ucap Agus absurd.


"Tenang aja, gue mah langsung praktek gak perlu teori Lo" jawab Jaka menang telak.


"Sialan Lo" Agus merasa kalah.


"Kalian ngomongin apa sih? buruan antri di belakang tuh" sela Roni. "Kalau udah jebol langsung gas pol Jak" Roni menaik turunkan alis nya.


"Lo jangan ngajarin yang aneh-aneh ya Ron " sahut Desi mendengar ucapan absurd teman-temannya. "Kalian itu kelamaan jomblo, awas aja tongkat kalian karatan" ceplos Desi.


Semua teman-teman Jaka dan Desi memberikan ucapan selamat satu persatu, setelahnya mereka juga melakukan sesi foto bersama dengan berbagai gaya, dan tentu saja gaya yang tidak normal.


"Apa rencana Lo setelah selesai kuliah Rik?" tanya Rifan, kini mereka semua duduk mengelilingi meja bundar setelah memberi ucapan selamat dan makan tentunya.


"Gue belum tahu, semua yang gue rencanakan udah hancur, dan sekarang gue gak tahu mau ngapain" sahut Riko.


"Di antara kita satu kelas, masa depan Lo yang secerah matahari pun Lo malah gak tahu mau ngapain Rik, serius?" sela Yudi.

__ADS_1


"We never know kan" jawab Riko.


"Bener juga sih" Romi mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Terus hubungan Lo sama Tata?" Fitri dan Lia baru saja datang dan ikut gabung dengan teman-temannya.


"Hufff... gue gak ada harapan" Riko memejamkan matanya.


"Memang susah banget menaklukkan hati Tata?" sela Lia.


"Semuanya akan mudah jika gue bukan sahabatnya" lirih Riko.


"Tapi itu gak fair dong" ucap Fitri yang paham akan kata-kata Riko.


"Gue tahu itu, tapi Lo tahu sendiri betapa keras kepala nya Tata. Tapi gue juga gak akan nyerah gitu aja" ucap Riko.


"Gue dukung Lo bro, perjuangkan sampai akhir" ujar Rifan menepuk pundak Riko.


"Jadi, sekarang apa kerjaan Lo?" tanya Yudi.


"Gue ada kerjaan di kota, dua hari lagi gue kembali ke sana"


"Ada lowongan nggak buat gue? gue pingin ngerasain kehidupan di kota" harap Yudi.


"Ada sih, tapi gue segan bilangnya"


"Lo kayak sama siapa aja Rik, gue mau kok kerja apa aja" Yudi ingin mencari pengalaman baru.


"Jadi waiters" lirih Riko. "Dua tahun lalu gue juga sambil kerja part time jadi waiters di kafe bokap nya teman gue, dan setelah gue selesai kuliah, bokap nya nawarin gue buat jadi Supervisor di salah satu kafenya" tutur Riko.


"Wah Lo bakal jadi atasan gue dong?" ucap Yudi.


"Keren Lo Rik" puji Roni.


"Dari dulu kali, Riko kerennya" ceplos Fitri.


"Kalian bisa aja" ucap Riko.


"Gini ya orang kalo udah pinter, ganteng, baik, Lo serakah banget sih Rik, semua di borong" timpal Lia.


"Bagi-bagi napa Rik, noh kasih si Yudi dikit pinter Lo, biar ada manfaat tuh orang" seloroh Fitri.


"Anjimmmm kenapa gue yang kena?" Yudi tak terima.


Pesta pernikahan Jaka dan Desi menjadi ajan reuni kecil-kecilan dari mantan anggota regu Teratai dan regu Scorpio. Memang tidak semuanya bisa hadir namun pertemuan singkat itu mampu membuat mereka melepas rindu dan mengenang masa-masa putih abu-abu. Semua tak lagi sama, beberapa di sibukkan dengan masa depan dan meniti karir, satu yang pasti. Mereka semua terlihat semakin dewasa meskipun masih melakukan tindakan konyol untuk mencairkan suasana.


☘️


☘️


☘️


☘️


☘️


TBC

__ADS_1


__ADS_2