
"Dasar laki-laki baj*ngan!!" Batinku kesal. "sekarang aku tidak kuat lagi apa yang harus kulakukan semangat untuk bersekolah pun tidak ada, bagaimana aku menghadapi hari esok?" Aku bertanya kepada diriku sendiri.
Pelajaran fisika yang diajarkan oleh pak Nurdin sangatlah membosankan, semua yang ia terangkan tidak bisa masuk sama sekali di otakku karna memikirkan kejadian sewaktu istirahat tadi. Ting Ting Ting Ting bel pulang berbunyi. "Akhirnya!!"
__ADS_1
"Maaa, aku pulang" teriak Febricia selepas membuka pintu utama "Sayang udah pulang? cepat mandi sana bau mu tercium sampai sini" "Maa gadismu ini sangat wangi bagaimana bisa kau berkata seperti itu" "Sudahlah Sayang mandi sana! nanti malam papa mu pulang ada yang mau kita bicarakan saat makan malam" Febricia langsung masuk ke kamarnya dan merebahkan badannya di ranjang pribadinya itu. "Yaa Tuhan, banyak sekali yang terjadi hari ini" tidak terasa febricia ketiduran tanpa mandi dahulu.
Pukul menunjukkan tepat jam 19:25 Febricia terbangun dengan mata sembab, perlu mengumpulkan niat terlebih dahulu bagi gadis mungil ini untuk mandi. Terkesannya jorok ya tapi mau gimana lagi orang cantik mah bebas.
__ADS_1
Semua sudah lengkap di meja makan. Masing-masing sibuk dengan makanan mereka sendiri, namun tiba-tiba Aaron (ayah) membuka suara "kita akan pindah ke Kalimantan" Febricia tersedak, ia memukul dadanya dan segera meminum segelas air agar makanan yang ia telan tadi tidak terasa tersangkut lagi. "Kenapa paa?" ucap Bianca. "Di perusahaan papa mengalami sedikit masalah jadi papa ditugaskan ke sana dalam waktu yang cukup lama, papa gak tega ninggalin kalian di sini jadi kalian harus ikut" "Papa sudah utus orang untuk mengurus surat pindah kalian berdua dan kita akan berangkat besok pagi" sambung Aaron "Secepat itu?" Spontan Febri menghentak meja makan dan membuat semua orang kaget "Kenapa feb?" "Tapi maa aku kan..." kalimat febricia menggantung, "Oh mama tau jangan-jangan kamu punya pacar ya, jadi gak mau LDR gitu?" Spontan Febri mengelak "Bukan! aku... aku belum siap aja dengan suasana baru, teman baru, bagaimana kalau papa Mama sama Bianca aja yang pergi biar Febri di sini melanjutkan kehidupan disini" "Rumah ini akan dijual" ucap Aaron "Aku akan ngekos" bantah Febri spontan Elina langsung berdiri dan melotot ke arah Febri "Oke maa aku ikut, jangan gitu dong maa, mata Mama kan udah bulet jangan di gede-gedein gitu" Febricia pun kalah di perdebatan ini.
Hari ini, pagi ini, aku akan meninggalkan kota ini dan memulai hidup baru di kota yang baru "Semoga di sana akan baik-baik saja dan aku bisa melupakan Ardian" tiba-tiba Febricia mengingat kejadian itu lagi "Ah sudahlah semoga aku bisa move-on darinya"
__ADS_1
Pukul 10 pagi ini, pesawat yang akan ditumpangi oleh keluarga Aaron dan Elina akan berangkat, mereka harus bergegas.