My Hidden Detective

My Hidden Detective
Bab 31


__ADS_3

...**************...


Fladilena.


Adalah nama yang Rafael sebutkan dalam pesan singkat itu.


Fladilena adalah satu-satunya anggota YK yang baru saja mendapatkan sebuah transferan dari akun yang tidak dikenal, akun asing, kalau akun klien, Rafael jelas tau.


Jantung Sandra berdenyut perih, seolah mengiris hati, sangat menyakitkan. Bukti dalam kotak hitam yang hilang itu memang membawa bencana, tapi jika yang mengkhianatinya adalah Fladilena, lantas? Bagaimana cara Sandra pulih dari trauma rasa percaya ini? Mungkinkah ia bisa percaya dengan orang lain lagi?


Kepala Sandra kacau, meski Rafael bilang begitu, Sandra masih berharap kalau pelakunya bukan Fladilena.


Karna Fladilena adalah teman masa kecil Sandra hingga saat ini, karena Fladilena tau benar bagaimana Sandra itu, karna Fladilena tau se-sayang apa Sandra kepada kedua orang tuanya, rasa-rasanya sulit untuk Sandra percaya bahwa yang mengkhianatinya adalah Fladilena.


Dibanding menusuk Sandra dari belakang, Fla harusnya mendukung Sandra untuk membuat Leon dan Claudia membusuk dipenjara.


Karna Fladilena bukan orang seperti itu.


"Kalem San." Hainry mencoba menenangkan.


"Mbak liat sendiri kan, Kak Fla yang memiliki aliran dana aneh, dia menerima uang sebesar 10 M dari orang asing, ini bukan akun klien." Jelas Rafael lagi, menunjukkan data transaksi yang ada di laptopnya.


Sandra diam.


Dia menata hatinya, mengajak pikirannya bekerjasama agar lebih tenang, membuang rasa sakit hati dan percaya karna perasaan.


Saat ini, Sandra ingin menggunakan logikanya, agar dia bisa benar-benar memutuskan mana yang terbaik.


"Apa ada yang lainnya?" Tanya Sandra.


Rafael menggeleng.


"Eh? Ada apa ini? Kenapa wajah kalian serius, apa ada misi yang sangat penting?" Fladilena datang tiba-tiba, dia langsung mendekat ke arah Sandra.

__ADS_1


Kaki Sandra getir, rasanya dia ingin menangis dan berteriak pada Fladilena, menagih jawaban kenapa dia melakukannya, bertanya segalanya, dan Sandra harap bahwa itu semua salah, bahwa Fladilena tidak pernah mengkhianati-nya.


"10 M itu, uang siapa, Fla?" Sandra bertanya langsung sampai intinya, dia melirik dingin ke arah Fladilena.


Walau hatinya getir, Sandra tetap masih berharap bahwa Fladilena akan membantahnya, Fla akan bilang itu semua salah.


"Kenapa?" Fladilena mengerutkan dahinya, ada yang aneh disini, tidak biasanya ketiga orang ini menatap dirinya dengan dingin. Dibanding menjawab pertanyaan Sandra, Fla memilih melemparkan pertanyaan lagi sampai dia bisa tau situasi pasti saat ini. Fladilena juga salah satu detektif cerdas loh.


"Iya, aneh aja kamu tiba-tiba uang sebanyak itu." Tambah Hainry, dengan senyuman smirk diwajahnya.


Ini semakin menambah kecurigaan Fladilena, tidak biasanya Hainry yang selalu tersenyum ramah pada dirinya, sekarang tersenyum mengejek? Ditambah lagi Rafael yang biasanya datar kini mendadak dingin?


Apa yang terjadi pada mereka bertiga sebenarnya?


"Kotak hitam dalam ruangan bukti isinya bukti kuat siapa yang bunuh ayah aku, saat aku letakkan di ruang bukti, dalam waktu satu hari itu hilang. Tidak ada cctv di Markas ini, makanya kami menyelidiki aliran dana, dan aliran dana yang tidak normal ada di rekening mu, Detektif YK71 Fladilena." Jelas Sandra, dengan mata yang agak menyipit tajam, wajah dingin dan suara yang menusuk.


"Jadi aku tersangka ya sekarang?"


"Benar." Sandra berjalan mendekat. "Ada dalih yang bisa membantah kecurigaan ini?"


"Pertama, aku senang bukti kuat soal kecelakaan orang tua mu akhirnya ditemukan setelah kamu mencarinya bertahun-tahun. Kedua, cukup disayangkan bukti itu hilang. Ketiga, bukan aku yang mencuri bukti itu." Bantah Fladilena.


Dia mengeluarkan ponsel dan beberapa lembar kertas dari tasnya.


"Aku baru menemui Presdir Han Grub, dia bilang ingin menyumbangkan 10 M untuk Tim YK71 ini, dan meminta Tim kita agar melakukan kontrak dengannya, dengan syarat kita tidak boleh mengusik mereka apapun yang terjadi. Tapi aku menolaknya." Lanjut Fladilena menunjukkan surat-surat kontrak yang ditawarkan Presdir itu.


Benar.


Sesuai harapan Sandra, Fla membantahnya dengan keras, dengan dalih yang masuk akal dan terbukti. Surat-surat itu benar-benar tersegel.


"Lantas? Uang 10 M di rekening itu apa?" Kini giliran Rafael yang bertanya, datanya tidak salah, dia sudah menunjukkan data yang akurat.


"Aku tidak tau kalau dia mengirim itu ke rekening ku, aku bahkan tidak menandatangi surat apapun. Aku ingin menemuinya lagi untuk meminta penjelasan, tapi sekarang dia ada di luar negri. Aku ingin mengembalikan uang itu ke nomor rekening yang sama yang mengirim uang itu, tapi nomor itu sudah diblokir dan tidak aktif. Kalau tidak percaya, kita bisa ke kantor Han Grub sekarang."

__ADS_1


Jawaban Fladilena jelas dan detail, dia tidak gugup, matanya memancarkan kejujuran dan ketulusan. Tidak ada keraguan dipenjelasan Fladilena, dia bahkan berani membuktikannya.


Mungkin memang bukan Fladilena?


Tapi, terlepas itu semua, Sandra sedikit lebih tenang, bahwa yang mengkhianatinya bukanlah sahabatnya sendiri. Walau dengan fakta, bukti itu tidak akan kembali.


Hening


Semuanya diam, barangkali mereka masih mencerna penjelasan Fladilena lebih detail lagi.


"Mbak ..," Panggil Rafael, sepertinya dia menemukan data baru di laptopnya.


"Ada apa?" Sandra berjalan mendekat.


"Apa bocah jenius kita sudah bisa menemukan pelakunya? Aku cukup penasaran siapa orangnya, apa bisa ku hajar atau tidak? karna ulahnya, Sandra kehilangan bukti kuat dan nyaris mengatakan aku pengkhianat?" Fladilena berjalan mendekat. Dia juga penasaran, kekesalan sudah memenuhi kepalanya. Karna ulahnya, Fla harus menerima tatapan dingin Sandra.


"Mia Ghawesari." Sebuah nama dengan dua kata yang terdengar akrab keluar dari mulut Rafael.


"Ghawesari? Bukannya nama belakang Kandri?" Tambah Hainry, sedikit curiga.


"Mia itu adiknya Kandri, usianya masih 18 tahun, dan baru-baru ini ada data bahwa dia baru membuat sebuah rekening, dan dia menerima uang 7 Miliyar Rupiah, dari sebuah nomor asing, nomor luar negri." Jelas Rafael. Untuk jaga-jaga atas perintah Sandra, bukan hanya anggota YK yang dia awasi, seluruh anggota keluarganya juga.


Untuk Rafael, akan dia lakukan apapun untuk membantu Sandra, karna dia juga cukup merasa bersalah.


"Kandri ya? Aku memang melihatnya masuk ke ruang bukti sekitar seminggu lalu, dan beberapa hari terakhir dia tidak terlihat, dan nomornya mati." Tambah Fla, dia sering mencoba menghubungi Kandril untuk membahas soal misi baru. Tapi nomornya tidak aktif.


Kalau Sandra sering misi bersama Hainry, maka Fla sering misi dengan Kandri. Dua partner yang sangat diandalkan di Tim YK saat ini.


"Bergerak!" Perintah Sandra cepat.


Sandra punya firasat kuat.


Apakah Kandri yang memang melakukannya? Apa dia benar-benar mengkhianati Sandra? Atau dia malah diancam? Dia adalah korban pemaksaan dari keluarga Andrafana?

__ADS_1


Atau bahkan kini Kandri yang sedang dalam masalah dan tidak bisa meminta bantuan? Yang pasti, ini semua ulah Andrafana, kan?


__ADS_2