
...**************...
Sandra turun dari mobilnya, mobil putih berhiaskan bunga-bunga.
"Silahkan Nona."
Jason--nama tangan kanan Hainry sebagai Tuan muda Klaun, dia adalah pria yang selama ini membantu Hainry mengurus bisnis nya selama melakukan tugas YK.
"Terimakasih." Sandra menerima uluran tangan itu. Tidak bersentuhan kulit karena Sandra masih memakai sarung tangan yang putih, Eca sendiri yang pilihkan.
Pada akhirnya, Sandra tidak menaiki mobil yang dipilihkan oleh Kakek, Sandra menaiki mobil dan supir yang Hainry kirimkan sendiri.
"Sandra? Biar aku saja yang mengawalnya." Gerald datang tiba-tiba, dia mengulurkan tangannya ke arah Sandra.
Gerald sudah sampai di kediaman Klaun sejak tadi, dia mengantar hadiah, memastikan sekali lagi bahwa persiapan pertunangan adiknya sudah sangat baik dan sempurna, tidak akan ada lagi masalah atau sebagainya.
"Oh? Kau disini, terimakasih." Sandra menerima uluran tangan Gerald, dia menggandeng tangan kakak laki-lakinya itu.
Mungkin memang bukan ayah Sandra yang mengiringinya, tapi masih ada Gerald kan?
"Kau cantik sekali."
Sandra agak terkejut mendengar Gerald yang biasanya tidak peduli pada penampilan siapapun, mendadak memuji dirinya?
Tapi, Gerald jujur, Dimata Gerald, Sandra adalah yang tercantik saat ini, adik sepupunya tampak bak malaikat tak bersayap.
"Kau bercanda lucu juga." Sandra tersenyum tipis, dan sebab senyumannya adalah Gerald.
Akhir-akhir ini Sandra merasa sangat bahagia, dia harap kebahagiaan ini akan bertahan cukup lama, dia harap tidak akan ada tangisan setelah tawa-tawa yang bahagia itu, soalnya segala kepedihan kan sudah dia tinggal di masa lalu, Sandra sudah berhasil melewatinya, kan?
"Mungkin sulit untuk kau percaya, tapi kau sangat cantik, kalau ada yang bilang kau beruntung mendapatkan penerus Klaun, pukul saja kepalanya, karena sebenarnya pria sialan itu yang beruntung karna mendapatkan adik ku."
"Gerald, serius deh, mending kau pergi ke dokter dan periksa kepala mu, hari ini kau benar-benar aneh, banyak mengoceh hal-hal aneh, seperti bukan dirimu saja."
"Kau sangat cantik, aku jadi tidak rela melepas mu secepat ini."
Deg
Meski agak malu di dengar, dan telinga Sandra jadi memerah, tapi dia senang mendengarnya dari Gerald.
Sepertinya nasib baik sedang menghampiri Sandra akhir-akhir ini, dia banyak mendapat kebahagiaan, calon ayah mertua yang baik, calon suami yang sangat mencintainya dan juga sanga mengerti dirinya, dia sudah berdamai dan mungkin sedikit akrab dengan Gerald? Dia juga banyak menghabiskan waktu dengan Eca dan YK.
__ADS_1
Semuanya berjalan baik.
Sandra bahagia, setidaknya dia lebih berharga untuk Gerald dari yang dia pikirkan selama ini.
"Yo halo, San?" Fla langsung datang menghampiri Sandra, dia juga menyapa Gerald yang ada disebelahnya.
"Hai."
"Kapten kalian mana? Kenapa dia tidak datang di pernikahan anggota YK-nya sendiri?" Gerald bertanya pada Fla saat dia tidak melihat kehadiran sang kapten misterius disini.
Fla dan Sandra sama-sama terkejut, namun keduanya masih bisa mengatur ekspresi dengan baik, kagetnya berhasil ditutupi dengan alami oleh mereka.
"Biasalah detektif, sibuk jadi pahlawan sana sini." Jawab Fla santai tanpa beban, tidak ada yang curiga kalau Fla berbohong, apalagi curiga kalau yang berdiri dengan gaun putih indahnya adalah sang kapten misterius itu.
"Btw San, ayo buru, udah ditunggu." Fladilena langsung mengubah arah topik pembicaraannya dengan alami, biasanya membahas sesuatu yang mendesak jauh lebih ampuh.
......................
"Nona Sandra Andrafana dan Tuan Gerald Andrafana memasuki ruangan!"
Pintu mewah dan megah itu terbuka.
Sandra memasuki ruangan itu, bersama dengan Gerald yang menemaninya, berjalan di karpet merah yang digelar, dengan Hainry yang duduk di ujung sana, dengan pakaiannya yang rapi, senada dengan gaun yang Sandra kenakan.
Harus semua orang akui, bahwa Sandra begitu cantik.
Sandra berjalan perlahan, langkah demi langkah. Dia bisa melihat di kanan dan kiri ada pada anggota YK yang tersenyum dan tertawa puas disana, ada sang kakek, paman Leon, dan Bibi Claudia. Ada Pak Agam yang juga sudah tersenyum bangga saat Sandra berjalan. Tapi Eca masih belum datang, Eca masih ada urusan tadi makanya Sandra berangkat lebih dulu.
Mungkin itulah sebabnya, saat ini banyak bisikan-bisikan aneh, mereka menatap Sandra seperti Sandra adalah penjahat, mereka melirik Sandra, lalu bibir mereka bergerak berbisik.
Claudia tersenyum puas.
Sepertinya Sandra bisa menduga, apa yang mereka bisikan saat ini. Mengingat soal rumor dan gosip yang tersebar, ekspresi puas Claudia, mungkin mereka sedang mengejek Sandra di dalam hatinya, apalagi Eca belum hadir sekarang.
Sandra bisa menerka, kemungkinan pemikiran apa yang ada di dalam benak mereka.
Eca tidak datang karna dia terluka.
Eca tidak hadir karna dia bersedih.
Eca yang memperkenalkan image malaikat putih yang polos menangis karna kekasihnya direnggut hanya karna perjodohan.
__ADS_1
Eca memiliki sangat banyak penggemar, Sandra tau akan hal itu, makanya kalau disuruh memilih antara Eca sang artis yang berprestasi dan dicintai, dengan Sandra yang hanya guru biasa. Orang-orang tentu pasti akan memilih Eca tanpa ragu.
Tapi Sandra tidak peduli.
Selama itu tidak berkaitan dengan anak-anak, darah, dan nyawa, Sandra tidak akan peduli.
Sandra bahkan semakin sering tersenyum, semakin kuat bisikan para hadirin yang membela Eca, semakin lebar pula Sandra terus tersenyum.
Hainry maju perlahan, untuk menyambut sang tunangan yang sudah ada di hadapannya.
"Gimana kalau sekalian aja nikahnya sekarang?" Hainry mengulurkan tangannya, dia begitu bahagia, jelas terlihat dari senyumannya yang tulus.
Lantas? Setelah melihat pandangan mata penuh cinta, senyuman yang begitu tulus? Apakah publik mulai merubah opininya?
Tidak!
Tidak akan semudah itu!
Mereka masih menganggap bahwa Sandra merebut Hainry dari Eca, makanya Eca sedih dan tidak datang.
"Kalian menikah masih akan lama."
Bukan Sandra, tapi Gerald yang menjawabnya dengan ekspresi datar.
"Kalau kami cepat menikah, kau juga akan cepat dapat keponakan. Apa kau tidak ingin bermain dengan keponakan mu? Bayangkan kau bermain dengan keponakan mu di kantor, dia mengacak-acak berkas mu atau membanting laptop mu, bukankah itu lucu dan menggemaskan?" Ujar Hainry dengan senyuman manisnya. Apakah ini cara merayunya yang baru?
stres, mana ada yang senang hasil kerja kerasnya dirusak orang lain bahkan anak-anak.
Sandra menghela napasnya, mau heran tapi itu Hainry, yah karena Sandra akan menjadi istri Hainry nanti, dia akan membuat Hainry waras perlahan-lahan.
"Kau benar, pasti lucu dan menggemaskan."
Dan sialnya sepertinya perkataan Hainry bagai sugesti di kepala Gerald, dia langsung membayangkan ada anak perempuan yang imut dan lucu, tanpa sengaja membanting laptop kerjanya, tapi tidak masalah karna dalam kepalanya anak itu adalah anak Sandra.
"Sudah ku bilang, anak kami akan menggemaskan."
"Aku gak tau kalau ternyata gila itu bisa menular." Sandra melirik Gerald tidak percaya, rasanya aneh melihat Gerald sepakat dengan ucapan Hainry.
BRAKKKK!!!
Pintu utama di dobrak kasar oleh seseorang.
__ADS_1
"N-Nona Eca mengalami kecelakaan parah, di-dia meninggal ditempat!"