My Hidden Detective

My Hidden Detective
Bab 72


__ADS_3

...**************...


Pengadilan tinggi Negri sedang diramaikan oleh media, siapapun yang mengikuti berita keluarga Andrafana datang saat ini.


Semuanya sibuk mempersiapkan kamera dan sebagainya, semuanya sibuk memperhatikan sidang ini.


Setelah mencuat berita Sandra Andrafana dengan bantuan para detektif YK ingin mengangkat kembali kasus kematian orangtua Sandra yang dulu ditutup dengan kecelakaan biasa.


Dan sekarang apa Sandra mendapat dukungan?


Tidak!


Karena semakin banyak cacian yang dilemparkan padanya, bahkan sekarang saja banyak poster yang sudah terlihat dijalanan, poster dengan wajah Sandra yang disilang, atau dikatakan pencari perhatian, bahkan sampai ada yang mengatakan Sandra adalah pembunuh Eca.


Bukan hanya Sandra yang kena, Detektif YK yang selama ini dipuji juga turut dihina karna menolak mengusut kasus Eca pada saat diminta oleh organisasi publik saat itu.


Demi menglihkan isu soal kematian Nona Ecalica, Nona Sandra Andrafana sampai menuduh sang bibi Nyonya Claudia Andrafana sebagai dalang utama pembunuh orang tuanya. Ada apa? Cari sensasi?


Kebanyakan judul berita utama saat Claudia ditangkap menjadi tersangka adalah hal itu. Mereka tidak percaya, mereka lebih percaya bahwa Sandra menuduh Claudia hanya karena Sandra kesal Claudia sudah menceritakan keburukannya di depan seluruh media.


Banyak awak media tak terima atas penangkapan Claudia, meski harusnya untuk menangkapnya butuh cukup bukti, dan bukan hanya Claudia, Leon juga tertangkap.


Mereka lebih memihak Claudia sebagai korban dari kekejaman dan keegoisan Sandra. Meski Claudia tersangka, dia masih tetap dibela.


Brak!


Pintu terbuka.


Sebagian anggota detektif YK71 menghadiri pengadilan itu, Ada Kapten misterius mereka, Sandra dalam mode sang detektif dengan penutup mulut dan jaket tugas yang dia pakai, Ada Hainry, dan juga Fladilena disana.

__ADS_1


Mereka datang, duduk di kursi saksi yang sudah ditentukan, karna dalam data yang mendapatkan seluruh bukti adalah Para Detektif YK71.


"Apanya yang mengungkap kebenaran! Kalian hanya memihak atasan kalian! Kalian membela Sandra hanya karna dia tunangan salah satu anggota kalian!"


"Kalian menyedihkan! Aku kecewa pada kalian!"


"Mana pahlawan yang selama ini kami banggakan?!"


"Dimana keadilan untuk Nona Eca!"


"Kembalikan para detektif YK71 kami yang dulu, yang akan terus membela kebenaran apapun dan siapapun lamanya!"


"Kami merindukan YK71 yang lama!"


Hujatan, makian dan cacian itu mereka semua lemparkan untuk ketiga anggota utama YK yang paling terkenal, Fla juga tidak begitu peduli, dia duduk santai disana dengan Sandra dan Hainry yang juga tidak menggubris ucapan-ucapan mereka.


Sudah Sandra bilang kan? Kalau tidak akan ada yang benar-benar bisa menyakitinya kecuali itu kematian para korban, dan luka-luka ditubuh anak korban penculikan.


"Pengadilan akan dimulai, semuanya harap tenang!"


Dan setelahnya para pengunjung, para fans, juga awak media kembali diam kalau mereka tidak ingin diusir dari pengadilan saat ini, kalau di usir mereka akan ketinggalan banyak sekali berita.


Kakek Gheobalt dan juga Gerald sudah duduk di kursi khusus untuk mereka, juga sudah ada Claudia dan Leon yang kini memakai baju orange, baju khusus untuk para tersangka saat ini.


Mereka semua menunggu, menanti apa yang akan terjadi berikutnya. Saat pertama kali polisi datang ketempat mereka saat itu, mereka kaget, Claudia dan Leon juga sangat kaget, ketakutan jelas terukir di wajah mereka. Apalagi Gerald dan kakek, mereka terkejut bukan main, nyaris tidak percaya bahwa pelaku pembunuhan Karl yang sangat terencana adalah ulah Claudia dan juga Leon.


Sampai detik ini, Kakek Gheobalt juga tidak menyangka kalau kedua anaknya akan merencanakan pembunuhan terhadap salah satu anaknya, tidak mungkin kan? Kakek Gheobalt masih belum percaya itu, tapi Sandra sendiri yang melaporkannya.


Sejujurnya, jauh di dalam hati Gheobalt, dia berharap berita ini bohong, bukan demi nama baik atau semacamnya lagi, bukan demi harkat dan martabat keluarga, tapi moral sebagai manusia, sayang sebagai keluarga, tidak mungkin adik-kakak bersekongkol untuk membunuh saudara sekandung ibu dan ayah mereka kan?

__ADS_1


Gheobalt sulit menerima kalau dia gagal menjadi kepala keluarga, hingga keluarga Andrafana di masa kepemimpinannya menghadapi kehancuran yang bukan main hebatnya, namanya menjadi buruk, mereka menjadi berita utama setiap hari dengan isu dan drama yang datang menghampiri.


Tapi Kakek Gheobalt tidak akan pernah terima kalau dia gagal menjadi seorang ayah jika kedua anaknya memang benar-benar membunuh satu anak lagi.


Gerald tau ayahnya tidak menyukai pamannya Karl, tapi Gerald tidak akan pernah menduga kalau sampai sang ayah akan melakukan kekerasan hingga pembunuhan untuk saudaranya sendiri. Tapi mengatakan itu di depan Sandra mungkin hanya menyakitinya saja.


Sampai detik ini, Gheobalt berharap berita yang Sandra bawa itu salah.


Sampai detik ini, Gerald berharap Sandra hanya salah paham.


Jika kalian tanya Sandra, apa yang hatinya rasakan ketika melaporkan sang paman dan bibi ke kantor polisi?


Sandra juga berharap bahwa dirinya salah, bahwa bukan Bibi Claudia dan paman Leon yang membunuh sang ayah, karna Sandra juga yakin betapa menyakitkannya fakta itu untuk ayah Sandra terima. Karl juga akan merasa tidak tenang, jika tau kecelakaan yang dia alami adalah rencana kakak dan adik perempuan yang sangat dia sayangi.


Tapi, perjalanan Sandra sampai saat ini bukan sebuah kebohongan kan? Perjalanan yang penuh luka, lika-liku pengkhianatan, memutar otak dengan segala benang merah yang terbentang.


Perjalanan Sandra sampai di titik ini, untuk mencapai hasil ini, berdiri di pengadilan tinggi Negri dengan kembali membuka kasus sang ayah, dan berakhir menjadikan paman dan bibinya tersangka.


Benang merah yang menuntunnya dibanyak kasus, akhirnya menghadirkan sebuah kejelasan rajutan jawaban.


Perjalanan ini tidak mudah, tapi Sandra tidak pernah menyerah.


"Pengadilan sudah mau dimulai, dimana Nona Sandra Andrafana?" Tanya hakim pengadilan menatap jaksa penuntut umum.


"Disini yang mulia, saya sudah hadir. Jadi bisa kita mulai pengadilan untuk kembali menguak misteri kematian kedua orang tua saya. Saya Sandra Andrafana, Kapten Detektif YK71 meminta untuk membuka kembali kasus kematian Karl Andrafana dengan Shizea Andrafana. Mohon segera dimulai."


Ucap Sandra dengan lantang, dia berdiri, membuka maskernya menatap lurus kedepan, tegak dan berani, tidak akan ada lagi yang bisa menggoyahkannya. Perjuangan Sandra untuk sampai di titik ini bukanlah hal yang mudah. Banyak air mata yang tumpah. Satu demi satu kebenaran yang dia dapatkan membuatnya mendapatkan satu jawaban.


Semua orang disana terkejut, semuanya termasuk Claudia dan Leon, juga Gheobalt dan Gerald. Tidak pernah terbayang di mata mereka bahwa Kapten Detektif YK71 yang hebat, terkenal, dan sangat misterius adalah Nona Sandra Andrafana yang selama ini beridentitaskan sebagai seorang guru SMA biasa.

__ADS_1


__ADS_2