My Hidden Detective

My Hidden Detective
Bab 82 : After Married


__ADS_3

...****************...


"Uhm ..."


Hainry mengulum senyum manis, setelah melihat sang istri bermanja-manja di dalam pelukannya. Matahari sudah tinggi, tapi Sandra masih belum bangun juga. Hainry tidak masalah, soalnya penyebab Sandra tidak bisa bangun pagi ini, itu hanya karna dirinya.


Ini hari pertama setelah mereka menikah, diawali dengan senyuman Hainry menatap hangat sang istri yang berbaring di lengannya.


Sandra memejamkan matanya, beristirahat dari segala hal yang melelahkan belakangan ini, walau pesta pernikahannya tampak sederhana, tapi tetap disiapkan dengan susah payah dan segenap jiwa.


Hainry tidak kuasa melepaskan pandangannya dari Sandra, dia lebih tidak bisa lepas lagi dari pelukan hangat itu. Senyuman manis terukir di wajahnya saat dia ingat, kemarin malam panas menghabiskan berjam-jam dengan Sandra.


Akhirnya tiba hari dimana Hainry membuka mata, hal yang pertama dia lihat adalah Sandra. Impiannya untuk tidur satu selimut dengan Sandra akhirnya benar-benar terwujud juga.


Sepertinya mulai hari ini, tidak akan ada hari yang membosankan lagi dalam catatan sejarah hidup Hainry nanti.


"Tidur lagi aja." Pinta Hainry, saat dia melihat istrinya menggeliat dengan mata yang perlahan-lahan terbuka.


"Jam berapa?"


"Masih jam lapan, sini tidur lagi." Hainry menarik Sandra untuk lebih dekat dengannya.


"Iyaa, cape, aku tidur lagi ya." Sandra juga menolak untuk bangun, kasur yang lembut, pelukan yang hangat, sangat sempurna untuk menariknya tetap di tempat.


Hainry agak kaget sih, dia pikir Sandra akan menolak, nyatanya tidak. Sandra bahkan memeluk dirinya semakin erat, pakaian tipis yang Sandra kenakan membuat Hainry kembali merasakan kulit-kulit lembut dan halus milik istrinya.


"Bangun aja deh, mandi bareng yuk?" tawar Hainry, sepertinya dia harus merubah keputusannya, mengingat istrinya begitu cantik saat ini.


Sandra langsung membuka matanya lebar, menatap pria itu dengan dingin. "Gak ya, aku udah cape." Tolak sang istri. Bukan salah Sandra, bayangkan saja satu malam Sandra sudah melakukan segala hal yang Hainry inginkan, dan suaminya masih berani meminta lebih lagi.


"Ayolah~"


"Enggak."

__ADS_1


"Penolakan artinya perintah." Hainry bangkit dengan semangat dari kasurnya, dia menggendong sang istri menuju kamar mandi segera setelah Sandra benar-benar membuka matanya.


......................


"Sore menantu."


"Sore Pa."


Sandra menanggapi ramah sapaan Agam barusan, keduanya duduk di gazebo rumah Andrafana, menikmati secangkir teh dan kopi dengan obrolan ringan.


Pagi ini Sandra bisa melihat berita tersebar dimana-mana soal pernikahannya yang dilangsungkan tanpa mengikutsertakan media manapun. Mereka tau hanya dari postingan orang-orang yang hadir di pesta itu.


Banyak publik yang kecewa karna mereka tidak diundang, tapi Sandra juga tidak peduli, yang penting acaranya lancar.


Dan lagi ...


Agam atau Hainry juga sama tidak pedulinya, walau mereka termasuk tokoh yang cukup terkenal sebagai keluarga Klaun, mereka menuruti permintaan Sandra tanp syarat.


Kakek sendiri sudah lebih tenang, dia juga tidak lagi mempersalahkan soal publik dan nama baik. Kakek tua itu tidak lagi merepotkan hal yang ini dan itu, dia lebih memilih menjalani hidupnya dengan tenang.


Tidak ada yang berani mengusik para detektif YK, mengingat mereka sendiri sangat sibuk, bahkan saat ini mereka sudah langsung bekerja, kasus dan kasus terus saja berdatangan.


Terkadang Sandra berharap kasus berhenti datang, yang artinya negara ini aman dan damai.


"Mulai besok kita udah boleh pindah ke rumah Klaun kan?" Tanya Pak Agam dengan senyuman manisnya, dia sangat tidak sabar untuk membawa menantu kesayangannya untuk pulang.


Kakek Gheobalt akan kesepian, tapi dia sudah diberi kesempatan dan dia melewatkannya. Sekarang giliran Pak Agam yang mendapat kesempatan untuk membahagiakan Sandra.


Kakek ingin menahan juga tidak mungkin.


"Akan kakek perintahkan untuk mengurus barang-barang mu."


"Iya Kek, makasih." Sandra agak sedih sih harus meninggalkan kakeknya berdua dengan Gerald disini, soalnya satu tahun terakhir yang Sandra habiskan dengan kakek disini, membuatnya begitu tenang dan damai. Dia lumayan nyaman ada disini, tapi tetap sesuai janji Sandra harus mengikuti kemanapun Hainry pergi.

__ADS_1


Sandra harap Gerald segera menikah agar rumah ini tidak terlalu sepi, dan kakek memiliki rekan untuk mengobrol disini, agar Gerald juga tidak terlalu keras dalam bekerja.


...****************...


Deg


Jantung Sandra berdegup begitu kencang, saat kaki kanannya melangkah baju dengan sebuah salam yang keluar dari mulutnya.


Ini memang bukan pertama kalinya Sandra masuk ke dalam rumah keluarga Klaun, tapi ini pertama kalinya Sandra masuk ke rumah ini sebagai menantu keluarga Klaun, dan akan selamanya menatap disini sampai akhir hayatnya.


"Selamat datang di rumah keluarga Klaun Nak, semoga senang ya, semoga bahagia, karna ayah sendiri bahagia banget punya kamu sebagai menantu." Pak Agam menyambut Sandra hangat.


Sesuai ekspektasi nya, dia merasa akan nyaman tinggal disini, tinggal bersama sosok ayah mertua yang seperti ayahnya sendiri. Ketulusan dan kasih sayang yang Agam punya bisa Sandra rasakan dengan jelas sekarang.


"Selamat datang sayang." Hainry merangkul Sandra lembut, dia meninggalkan beberapa kecupan di pipi dan kening istrinya.


Benar adanya, sejak menikah Hainry semakin menempel seolah tidak mau lepas, kadang Sandra juga agak lelah dengan pria ini yang terus saja menempel tak tau waktu dan situasi.


"Makasih, aku sangat beruntung punya ayah mertua kayak ayah Agam, dan punya suami seperti Hainry. Terimakasih, karna terus menjadi tempat ku bertahan, tempat ku bersandar. Terima kasih, untuk selalu ada di sisi ku apapun yang terjadi selama ini. Terimakasih sekali lagi aku ucapkan, untuk kamu yang selalu ada di situasi apapun, disaat aku butuh apapun." Sandra menatap Hainry tulus, sungguh dia benar-benar sangat berterimakasih pada tuhan dan takdir yang sudah menyatukan dirinya dengan Hainry.


Berterimakasih pada garis waktu yang membuat mereka bertemu. Sandra sungguh mencintai pria tengil yang ada di depannya.


Pria ini adalah separuh jiwa Sandra, atau mungkin sudah menjadi segalanya untuk perempuan ini.


"Terimakasih kembali karna udah mau jadi istri ku, kalau gak mau aku bakal sendiri selama-lamanya." Hainry tersenyum hangat, dia juga tidak mengatakan omong kosong. Barangkali, Dimasa depan Hainry tetap tidak akan mengizinkan seseorang mengisi hatinya, jika itu bukan Sandra.


Tes ...


Sandra ingin menangis sekarang, dia sudah memiliki Hainry, rasanya seperti berkah yang tidak bisa dijelaskan. Tahun demi tahun berlalu, cinta mereka tidak akan pernah pudar.


Tidak ada yang salah dengan takdir.


Sandra memang dilahirkan untuk Hainry.

__ADS_1


Dan Hainry memang terlahir untuk Sandra.


Terima kasih ya Allah. Terlepas dari segala yang terjadi, aku mensyukuri berkah yang engkau turunkan dalam wujud Hainry, suami ku sendiri.


__ADS_2