My Hidden Detective

My Hidden Detective
Bab 35


__ADS_3

...****************...


Sandra turun dari mobil Gerald. Seperti yang Gerald katakan tadi, pada akhirnya dia benar-benar mengantar Sandra untuk pulang. Sandra sendiri tidak menolak, karna dia tidak punya alasan.


"Makasih, ya." Sandra ingin segera masuk ke dalam rumahnya, merebahkan diri menghilangkan lelah yang satu harian ini sudah pundaknya tanggung.


"Tunggu San." Gerald menghentikan langkah Sandra, tatapannya ragu, dia juga turun dari mobilnya.


"Apa? Ada yang ketinggalan?" Sandra memeriksa ulang barang-barang di tasnya, tapi sepertinya tidak ada barang yang ketinggalan kok.


"Kau? Dan Detektif YK itu, apa memiliki sebuah hubungan?" Gerald bertanya pada Sandra, tapi tatapannya agak ragu, sesekali dia bahkan mengalihkan pandangannya.


"Kenapa tiba-tiba kau bertanya begitu?" Sandra mengerutkan dahinya, semakin lama Gerald menjadi semakin aneh, benar-benar sangat aneh, tidak biasanya orang kaku ini menanyakan pertanyaan seperti ini.


"Soalnya kalian terlihat cukup dekat."


"Bukan. Bukan itu maksud ku, sejak kapan kau peduli dengan kehidupan asmara ku? Aku tidak ingat kau pernah tertarik sebelumnya. Kau itu dingin dan kaku, jangankan kehidupan asmara ku, kehidupan asmara mu sendiri saja kau tidak peduli, jadi wajar kalau aku bertanya ada apa dan sedikit curiga kan?"


Yang Sandra ingat adalah Gerald orang yang kaku dan tidak pedulian, dia dingin dan kadang menyebalkan, dia cuek tapi disisi lain dia baik. Sejak dulu Gerald hanya memikirkan soal karirnya, tanggung jawab sebagai anak, dan sebagai cucu pertama keluarga Andrafana yang harus menjadi penerus. Makanya Gerald banyak tidak pedulinya, tapi sekarang ? Apa ini? Tiba-tiba saja dia tertarik pada kehidupan asmara Sandra?


"Tidak pernah peduli ya? Ya mungkin kau benar. Sekarang masuk dan istirahatlah, tidur yang nyenyak. Aku akan pulang." Gerald kembali masuk ke dalam mobilnya, menutup kaca mobil, melajukan mobilnya secara perlahan-lahan. Meninggalkan Sandra sendirian di depan rumahnya dengan keheranan yang semakin menggunung dikepalanya.


Rasanya itu bukan Gerald.

__ADS_1


Gerald yang Sandra tau bukan orang yang seperti itu, Gerald yang Sandra kenal adalah orang yang tidak punya rasa peduli diantara sepupu. Gerald yang Sandra kenal sangat dingin. Lantas, siapa orang yang tadi menatap Sandra dengan sendu?


Sandra masih mematung di tempatnya, berpikir sejenak, mulai darimana hal-hal aneh terjadi pada Gerald?


"Ah terserahlah, aku masih punya banyak beban pikiran untuk dipikirkan, aku gak punya waktu mikirin Gerald lagi, pokoknya kita berdua udah damai. Dia udah minta maaf waktu itu, dan aku udah maafin, rasanya cukup kan." Sandra menghela napasnya, dia berbalik masuk ke dalam rumahnya, dia tidak mau menguras otaknya untuk memikirkan hal-hal yang tidak terlalu penting. Sandra harus membuat otaknya bekerja keras untuk menyelesaikan masalah dan misi yang kini sudah menumpuk.


Disisi lain, di dalam mobil Gerald mengingat hal yang dulu terjadi dan cukup sering dia lakukan.


Kala itu, ketika Sandra masih SMP, dan sekolah di tempat yang sama, Gerald masih SMA. Gerald sering sekali mengawasi Sandra, menjaganya dari belakang, khususnya dari para bocah-bocah yang tidak tau diri, mereka terus mendekati Sandra secara paksa, tapi Gerald-lah yang menghentikan mereka. Gerald yang melakukan pengancaman dari belakang, jika ada yang mencoba mengganggu Sandra lagi, maka tamatlah riwayat orang itu.


Gerald yang melakukannya demi kenyamanan Sandra.


"Kenapa dulu aku melakukannya ya?" Gerald berpikir sebentar, dia tidak tau alasan dia melakukan itu dulu, dia belum memiliki rasa bersalah 'kan dulu?


Ah


"Karna dia adik perempuan ku yang lucu."


Gerald ingat, saat orangtua Sandra masih hidup, mereka tidak sejauh ini, mereka bahkan sangat dekat. Gerald sering bermain dengan Sandra, bahkan dia pernah beberapa kali terpaksa ikut main pesta boneka teh bersama Sandra. Beberapa kali juga Gerald yang mengajari Sandra agar lebih mahir bersepeda.


Tapi itu semua hanya terjadi saat Sandra dan Gerald masih kecil. Karna itu, Gerald sempat melupakan kenangan sederhana namun sangat berarti itu.


"Untuk itu aku akan terus menjaganya."

__ADS_1


...****************...


"Pedofil sialan!" Umpat Sandra di tengah-tengah rapat anggota tim YK. Sandra menopang tubuhnya dengan kedua tangannya yang bertumpu pada meja tidak lebih dari tinggi pinggangnya.


Meja itu pendek, namun berisi banyak strategi, laporan, cara dan hal-hal penting lainnya, diatas meja itu sudah berserakan kasus mana yang akan mereka selesaikan, beserta detail untuk landasan mereka mengatur strategi.


"Jadi total sudah tujuh anak yang diculik ya, tidak ada jasad yang ditemukan sampai saat ini. Kemungkinannya ada beberapa, penjualan anak, atau penjualan organ? Semoga bukan penjualan organ, karna rasanya aku ingin memijak kepala orang yang melakukan itu." Timpal Hainry, dia sungguh tidak habis pikir, para manusia lagi kenapa sih.


"Ada apa sih sama dunia akhir-akhir ini, nyawa manusia kayak gak ada harganya gitu. Pada kenapa sih?" Tambah Fladilena yang ikut geram. Dia kesal, kalau soal anak-anak yang dianiaya dan disakiti, rasanya lebih menusuk hati nurani.


Sandra menarik napasnya dalam-dalam, dia harus fokus dan menyelesaikan kasus ini. Kasus mengerikan yang marak terjadi di penjuru negri. Selain kasus pelecehan dan perampokan, yang paling banyak selanjutnya adalah penculikan.


Sandra menepikan dulu soal dirinya, kasusnya, Kandri, dan bukti-bukti yang hilang. Sandra akan memfokuskan segala pikirannya di kasus ini dulu, karna kasus ini yang terjadi saat ini, dan lebih penting untuk saat ini, karna ini menyangkut nyawa manusia yang masih hidup.


Tidak seperti kasus ayahnya yang sudah lama terjadi, dan korbannya telah mati. Mungkin, Sandra mendahulukan kasus penculikan anak itu sudah merupakan keputusan yang tepat kan?


"Aku udah baca semua detailnya kemarin malam, kayaknya aku menemukan beberapa fakta yang cukup penting, dan mungkin bisa bantu kita untuk menemukan pelakunya. Dengarkan aku." Sandra menunduk lebih serius. Dia menjejerkan foto-foto para anak yang menjadi korban penculikan ini.


Para anggota YK lainnya juga sama seriusnya, mereka mempersiapkan telinga dan mata dengan baik, menjernihkan pikiran agar bisa fokus dengan penjelasan sang kapten.


"Kalau kalian sadar, enam dari tujuh anak ini adalah anak para pedagang. Coba perhatikan anak pertama dari toko perabotan, kedua dari toko kain, ketiga rumah makan bakso, keempat toko bangunan, kelima toko alat komunikasi, ke-enam toko perabotan lagi, dan ketujuh hanya anak biasa." Sandra menjelaskan sembari menunjuk foto masing-masing anak sesuai identitas orang tuanya.


"Ya, ini memang informasi tambahan, tapi mengarah kemana?" Fladilena berusaha menerka maksud Sandra.

__ADS_1


"Manusia itu menginginkan apa yang sudah pernah mereka lihat dan mereka dengar. Tidak mungkin rasanya orang di negara kita menginginkan sushi kalau kita tidak pernah tau sushi itu seperti apa, tidak pernah mendengar cerita soal sushi, dan tidak pernah melihatnya." Sandra terlihat serius saat ini.


"Aku mengerti, maksudnya adalah semua anak yang diculik adalah anak yang ditandai, dan pelakunya pasti pernah datang ke toko-toko para pedagang ini. Dan saat dia datang, dia melihat anak-anak itu, dan mulai menargetkannya sebagai mangsa." Tambah Hainry memperjelas maksud ucapan Sandra.


__ADS_2