My Hidden Detective

My Hidden Detective
Bab 56


__ADS_3

...***************...


Hari ini Sandra sudah selesai memilih desain, warna, dan sudah mengukur tubuhnya, dia juga sudah mengukur sepatu yang akan dia pakai diacara resmi nanti.


Sandra saat ini sedang makan bersama dengan Hainry, di sebuah restoran bintang lima, di lantai dua dengan pemandangan kota yang indah dari tempat Sandra makan.


Sepi.


Soalnya yang bayar Hainry, artinya dia telah memesan satu lantai.


Orang kaya memang beda.


Sangat jauh berbeda dengan kehidupan Sandra yang sederhana. Walau Sandra adalah anggota keluarga Andrafana, dia lebih sering hidup dengan gaya sederhana.


Ini juga jadi salah satu beban pikiran Sandra, akankah nanti dia bisa tetap menjadi Sandra seutuhnya, Sandra yang biasanya bahkan setelah dia menyandang nama Andrafana.


"Hain, apa gak masalah gak kasih tau ayah kamu soal aku yang detektif? Apa aku bisa tetap jadi detektif setelah nikah?"


Sandra menyiapkan hatinya untuk mendengar jawaban yang mungkin tidak enak di dengar.


"Oh, nanti aja setelah seluruh kasus kamu selesai, kamu lebih tenang, terus ngomong sama ayah aku, tapi karena ayah aku sayang sama kamu kayaknya bakal diizinin deh, mau kamu tetep kerja jadi guru, jadi detektif, dia bakal Nerima apa adanya." Jawab Hainry santai tanpa beban, dan sepertinya jawaban ini sesuai perkiraannya.


Hainry paling tau, pokoknya sang ayah saja sudah sangat bersyukur Hainry mau menikah, dan bersedia memberikan beliau yang sudah tua itu cucu.


"Serius?" Sandra mengulang pertanyaannya.


"Iya dong, kenapa? Kamu pikir setelah kita menikah kamu bakal dipaksa gaya sosialita karna menyandang nama Klaun, harus style oke kesana kemari demi menjaga nama baik harkat dan martabat keluarga Klaun, gitu?"


Sandra diam, dia tidak menjawab apa-apa, soalnya tebakan Hainry semuanya benar dengan sempurna. Apa yang Hainry katakan tepat menebak seluruh pikiran Sandra saat ini.


Hainry menelan makannya sebentar, dia mengehentikan kegiatannya, menatap netra mata gadis di depannya, dengan serius dan penuh makna.


"Gini San, percaya sama aku kalau apa yang kamu takutkan itu gak bakal terjadi. Ayah aku gak bakal maksa kamu buat ini dan itu selama itu gak kemauan kamu, selama kamu gak lakuin itu sesuai dari hati dia gak bakal paksa."


"..." Sandra masih diam, mulutnya masih tertutup rapat tapi Sandra mempertimbangkan jawaban Hainry. Dan dia percaya bahwa Hainry itu jujur, dia tidak mengatakan itu untuk hanya sekedar menghibur Sandra saja.


" Jadi, tenang aja walau udah nikah, kamu tetep boleh lakuin ini itu sesuai kemauan kamu, lakuin apa yang kamu suka asal semuanya masih tahapan wajar sebagai seorang istri. Dan yang lebih penting, kalau bisa kamu harus kabarin aku atau kasih tau aku, sebagai suami dan partner hidup kamu, aku bakal terus ada, dan terus support kamu, selama yang kamu lakuin perbuatan baik dan dalam batasan yang wajar." Tambah Hainry lagi memperjelas maksud penjelasannya.

__ADS_1


Sandra agak terkejut, dia tau kadang Hainry seperti anak-anak. Tapi kadang pemuda ini juga sangat dewasa saat Sandra sedang bingung, sedang sedih dan kesulitan, Hainry selalu datang sebagai jawaban dari kebingungan yang dia rasakan.


"Iya aku paham."


Sandra menyadari satu hal, bahwa Hainry sepertinya sudah sangat siap dengan tanggung jawab baru yang akan dipikulnya sebagai seorang suami, sepertinya dia sudah matang dengan status yang akan dia dapatkan nanti setelah mengucapkan janji suci untuk Sandra.


Tapi Sandra sendiri juga sadar, bahwa dia siap menjadi seorang istri, tapi belum se-matang Hainry untuk menjalin hubungan baru yang lebih serius, hubungan yang mungkin akan bertahan sampai ajal menjelang, dan akan berlanjut di dunia berikutnya.


Tring!


Suara ponsel Sandra berbunyi, sedikit bergetar juga, ada sebuah pesan dari seseorang.


Sandra mengeceknya.


"Siapa?" Tanya Hainry agak penasaran, bagian yang ini Hainry akui dia memang kekanak-kanakan dan sangat mudah untuk cemburu, walaupun dia tau bahwa hanya dia satu-satunya yang ada di dalam hati Sandra.


"Eca." Jawab Sandra saat dia sudah melihat nama siapa yang terpampang di layar ponselnya. Sandra membuka pesannya.


From Eca:


Reply Sandra:


"Oke."


Sandra mengulas senyuman manisnya setelah dia membaca pesan dari Eca.


"Eca bilang apa?" Tanya Hainry lebih penasaran lagi, apa yang Eca katakan sampai bisa membuat gadisnya tersenyum manis begini.


"Dia bilang, besok dia bakal libur, jadi mau temenin aku buat milih dekor. Aku besok milihnya sama dia, gapapa kan?"


"Oh, kalau sama Eca sih gapapa, kalau sama Gerald gak boleh."


"Gerald itu kakak sepupu aku, kami punya hubungan darah yang kuat."


"Aku tau, tapi tetep aja rasanya menyebalkan, jadi biar gak jadi ribut kamu jangan pergi sana dia."


"Mulai ..."

__ADS_1


Hainry tidak masalah jika itu pergi dengan Eca, toh Eca juga sepupu yang baik yang juga menginginkan hal terbaik untuk Sandra. Hainry tau, Eca juga tidak ada niatan untuk mengacaukan pernikahan ini, mungkin?


Setidaknya sampai detik ini Hainry peka, bahwa Eca sama sekali tidak tertarik dengan dirinya walau dia adalah putra tunggal, penerus Klaun Grub, walau sang ibu bersikukuh ingin Eca bersama dengan Hainry, tapi Eca sendiri tidak peduli.


Eca sangat berbeda dengan ibunya sendiri, walau Eca lahir dari rahim perempuan itu, rasanya Eca dan Claudia sangat berbanding terbalik.


Eca itu suka kesederhanaan, tapi Claudia suka sekali dengan kemewahan.


Hainry tidak masalah jika itu Eca, soalnya Eca juga cukup dekat dengan Sandra, dan menjadi salah satu keluarga yang ada di sisi Sandra.


Drtttt


Telepon Sandra kembali berbunyi, Sandra pikir itu panggilan dari Eca, tapi ternyata bukan.


Itu panggilan dari Amika.


"Ya, halo." Sandra langsung merubah warna suaranya, soalnya Amika mengenalnya sebagai detektif YK, bukan putri Andrafana putri mantan majikan suaminya dulu.


"Halo Mbak, saya baru ingat, ada satu hal yang perlu anda tau, mungkin ini bisa menjadi bukti. Tolong datang ke rumah saya sekarang, akan saya jelaskan segalanya." Suara Amika tegang, dia agak bergetar.


Apalagi ini?


Tepat setelah Amika mengatakan itu, ponselnya langsung tertutup begitu saja. Tanpa Amika mengatakan apapun lagi.


Apa yang Amika maksud?


Bukti baru, jika memang itu benar-benar bukti yang kuat, kenapa Amika tidak mengatakan apapun ditelepon ini?


Dan kenapa Sandra tidak menerima kabar mencurigakan apapun dari anggota YK yang sudah Sandra letakkan untuk menjaga ibu dan anak itu.


"Ada apa San?"


"Itu Bu Amika, dia bilang dia ingat bukti baru, tapi suaranya agak aneh, suaranya a kayak gemetar ketakutan? Dan kita diminta ke rumahnya secepatnya, itu artinya sekarang."


"Malam-malam begini?"


Sandra berpikir sebentar, dia mencoba berpikir jernih tentang apa yang terjadi sekarang.

__ADS_1


__ADS_2