
"Selamat malam."
Claudia memalingkan wajahnya ke asal suara yang terdengar agak familiar di telinganya. Rasanya dia pernah dia dengar, tapi dimana?
Deg
Claudia ingin merobek mulutnya sendiri saat dia sadar siapa yang berdiri di hadapannya sekarang.
"T-tuan Agam Klaun? Apa yang anda lakukan disini?" Claudia langsung merubah eskpresinya, dia tersenyum hangat dan bernada ramah.
Semua anggota keluarga Andrafana cukup terkejut, ini kali pertama mereka melihat langsung sang pemilik perusahaan Klaun yang terkenal sangat hebat itu, simbol dari kekayaan dan kekuasaan itu sendiri.
Bahkan Kakek Gheobalt sang tetua keluarga Andrafana juga baru pertama kali melihat Agam Klaun yang digadang-gadang sebagai orang terkaya di negri ini. Leon berdecak kesal dalam hati, dia kesal kenapa malah Claudia yang bisa bertemu dengan Agam Klaun lebih dulu.
"Astaga, anda datang kemari, ada maksud apa orang penting seperti Anda datang tiba-tiba seperti ini, silahkan duduk." Tambah Leon, dia menghampiri Agam dengan ramah, menebar senyum menyambut orang yang dianggap hebat oleh banyak orang.
Agam hanya sendiri saat dia menyapa dengan kalimat selamat malam tadi, soalnya Hainry dan Gerald masih ada di depan pintu, barangkali sedang berdebat adu mulut, atau mungkin adu panco, atau sedang cari ribut membuat kesepakatan bertarung di ring, terserah yang dua itu saja.
Sepertinya keluarga Andrafana tidak tau, bahwa orang yang mereka sambut adalah ayah Hainry yang datang untuk melamar Sandra. Mereka pikir mungkin saja Tuan Agam Klaun yang super sibuk itu mampir kemari secara tiba-tiba?
"Ah, aku disini untuk melamar putri Andrafana." Jawab Agam dengan senyuman penuh maksud.
__ADS_1
Claudia menarik senyuman lebarnya, dia tersenyum sangat puas, matanya agak membesar bangga. "Oh, ini putri saya Ecalica, seperti yang saya katakan waktu itu, apa anak anda menerima lamaran putri saya? Putri saya memang cantik, selain cantik dia juga cerdas, baik hati dan berempati tinggi, dia juga jenius. Anda pasti sering mendengarnya karena dia adalah artis berprestasi yang tidak pernah terseret skandal buruk." Claudia tersenyum hangat, dia membanggakan Eca di depan Hainry.
"Sandra, katakan pada kekasihmu untuk menunda jadwalnya, kita tiba-tiba kedatangan tamu penting. Beliau adalah Tuan Agam Klaun, lebih penting dari kekasihmu atau bahkan keluarganya, cepat katakan padanya, jangan sampai dia merusak acara ini." Timpal Leon dengan cepat. Dia tidak ingin kehilangan kesempatan mengobrol dengan Tuan Agam Klaun, ini kesempatan yang sangat langka, mungkin saja sekali seumur hidup.
"Hah?" Sandra mengernyitkan alisnya heran. Dia sedang menahan malu setengah mati sekarang, habislah, Agam akan tau kelakuan bejat dan tidak bermoral keluarganya. Sandra benar-benar malu, dia bahkan tidak bisa berkata-kata.
Sejujurnya Sandra jadi takut bahwa Agam akan membatalkan pertunangan dirinya dan Hainry saat mengetahui tabiat keluarga Andrafana seburuk ini, sangat berbeda dengan apa yang mereka tampilkan di publik, citranya terlalu berbanding terbalik, entah kemana moral dan akal sehat Leon tinggalkan sebelum kesini.
Jangan bilang batal tunangan, enggak kan?
Jantung Sandra berdegup lebih cepat, dia harus menyelesaikan ini sekarang sebelum masalahnya semakin menjadi-jadi.
"Sepertinya ada kesalahpahaman disini. Saya memang datang membawa lamaran untuk putri Andrafana, tapi yang saya maksud bukan untuk Nona Eca. Tapi untuk Nona Sandra Andrafana." Agam tersenyum ramah, penuh maksud, dia menatap Sandra dengan hangat. Tatapan teduh seorang ayah yang sudah lama tidak Sandra rasakan, membuat hatinya kembali menggebu mengumpulkan rasa haru yang membiru.
Jangan tanya.
Eca sedang menahan kesal setengah mati, dia dipamerkan, dijabarkan, dijelaskan seolah sedang menjual sebuah barang. Eca sangat kesal, dia menahan kemarahan dan emosinya dengan susah payah. Demi apa? Entahlah, Eca juga tidak tau sebenarnya dia menahan emosinya dan tetap tersenyum demi apa? demi siapa? Demi harga diri yang tak lagi ternilai?
Tidak ada hal yang lebih menyakitkan dibanding tetap tersenyum di depan semua orang, dengan hati dan harga diri yang sudah tercabik-cabik akibat ulah ibu kandung sendiri.
"Nona muda Eca mungkin memang sangat cantik, dan sempurna baik fisik, hati, dan juga prestasi. Tapi putra saya memilih Nona Sandra, dia mencintai Sandra dan dia hanya ingin Sandra yang menjadi istrinya, jadi mau bagaimanapun saya akan tetap mendukung keputusan anak saya." Agam tetap tersenyum tipis, berbicara sopan santun, dia tetap bermartabat dan hormat pada siapapun yang ada disini, meski dia sadar bahwa dia adalah seorang Klaun, orang paling kaya di negara ini.
__ADS_1
Deg
Sandra senang, angin segar dan panah kebahagiaan sedang menghampirinya, dia pikir semuanya akan kacau, dia pikir akan ada banyak celah dalam makan malam ini, dia kira akan terjadi masalah yang besar.
Sandra pikir, Tuan Agam akan marah karna disambut dengan tidak sopan, dia kira calon ayah mertuanya itu akan murka dan langsung pergi tanpa mengatakan apa-apa, padahal Sandra menduga bahwa acara ini akan hancur berantakan.
Tapi Agam menangkis semua pikiran dan dugaan Sandra itu, Agam tetap tenang menyikapi segala tingkah tidak terhormat dari keluarga Andrafana yang katanya keluarga kedua terkaya dan memiliki kehormatan dan kebanggaan tersendiri. Agam bahkan tetap setuju untuk meminang Sandra menjadi istri putranya.
Agam seolah menutup mata atas segala perkataan tidak terhormat Leon, dan tetap berdiri teguh untuk mengambil Sandra sebagai menantunya.
Sungguh, Sandra sangat terharu.
"Maaf, ada beberapa hal yang tadi saya bicarakan dengan Tuan muda Gerald, makanya agak terlambat." Hainry menunduk hormat, dia salah, jadi dia tidak ragu untuk sedikit menunduk.
Gerald dan Hainry datang secara bersamaan.
"Hainry apa begitu tata krama yang ku ajarkan?" Agam sedikit menegur putranya, barangkali Hainry memang salah?
"Ah, maafkan aku ayah. Perkenalkan, Saya Hainry Klaun, bekerja sebagai detektif YK71, datang kesini untuk meminta restu dan persetujuan agar saya bisa melamar putri Andrafana yang terhormat, Sandra Andrafana." Hainry memperkenalkan dirinya dengan hormat, satu tangannya di belakang, dan satu tangannya lagi di dada kiri.
Hainry terlihat begitu tampan dan juga elegan. Dia terlihat sangat berbeda dari Hainry biasanya, Hainry kali ini terlihat berkelas, berkharisma seperti seorang pangeran dari negri dongeng.
__ADS_1
"K-kau detektif itu kan? Kau seorang Klaun?" Claudia terbata, dia nyaris tidak percaya apa yang dia lihat dan dengar sekarang adalah hal yang nyata.