My Hidden Detective

My Hidden Detective
Bab 39


__ADS_3

...**************...


"Lapor, Kapten Sandra bilang rumah itu kosong, tidak ada siapapun! Semuanya berpencar, pastikan keadaan sekitar."


Itu adalah laporan Rafael yang Hainry dengar dari alat pendengar yang dia pasang di telinganya.


"Bagaimana dengan pelabuhan?" Tanya Hainry, dia yakin Rafael sudah menjalankan tugasnya dengan baik sekarang.


"Tidak ada apa-apa, semuanya baik-baik saja, dan--! Tidak. Semuanya tidak baik-baik saja, ada beberapa hal yang tidak berjalan sesuai rencana dan prediksi. Baru saja, aku melihat dua mobil box berwarna hitam memasuki area pelabuhan. Tidak begitu jauh dari daerah perkebunan Mas, tapi kayaknya tetap gak akan sempat." lapor Rafael, dia baru saja melihatnya dari pantauan cctv.


"Aku bakal kirim satu orang untuk melacaknya, nanti saat Kapten dan kalian semua kembali, kita akan membicarakannya lagi, untuk saat ini aku hanya akan memastikan lokasi kemana kapal itu pergi, dengan mengirim seseorang dan alat bantu melacak lokasi. Yang terpenting kalian semua kembali sekarang. Aku juga akan melaporkan ini pada kapten."


Rafael terdengar begitu serius, kuncinya adalah dirinya saat ini. Sekarang, cukup pastikan lokasinya saja, sisanya biar Sandra yang memutuskan.


"Ah, ya lakukan."


Hainry menutup segala alat komunikasi yang terpasang di tubuhnya. Dia mengambil ponselnya, bukan ponsel yang kekinian, tapi hanya telepon genggam seperti zaman dahulu bentuknya, sangat simpel. Tapi jangan salah telepon itu bisa melakukan banyak hal, karna telepon itu diciptakan oleh teknisi pribadi Hainry, dengan mengembangkan segala teknologi.


"Jason, Pergi ke pelabuhan, pastikan tidak ada kapal apapun yang berlayar, baik legal maupun ilegal." Perintah Hainry, seketika dia mematikan telepon itu, dan kembali mengaktifkan alat komunikasi detektif yang terpasang di tubuhnya.


Benar.


Hainry baru saja menghubungi bawahannya, bukan bawahannya sebagai detektif, tapi sebagai Tuan muda Hainry Klaun. Hainry sebelumnya sudah memerintahkan beberapa bawahannya untuk tetap di pelabuhan, mengawasi pergerakan yang ada, karna Hainry menaruh kecurigaan besar di tempat itu.


Hainry harap, dia belum terlambat. Dan bawahannya masih bisa mencegah kepergian mereka.


"Semuanya, keluar dari perkebunan, langsung menuju ke pelabuhan, sekarang bergerak!" Perintah Hainry pada tim yang ada di bawah kendalinya.


"Baik Ketua Tim!"


Semuanya bergerak atas perintah Hainry, mereka terus berlari keluar dari perkebunan secepatnya. Ada perintah Sandra juga yang meminta mereka keluar dari sana.


Aku harus mendapatkan anak-anak itu lagi jika masih ingin melihat senyuman Sandra.

__ADS_1


Hainry menarik napasnya perlahan, dia mencoba tetap tenang dan berpikir waras. Disaat waktu seolah berjalan sangat cepat ini, Hainry berusaha untuk melakukannya dengan kepala dingin, jangan sampai termakan oleh arus dan jebakan yang ada.


"Ke pelabuhan sekarang."


...----------------...


Tukh! Bukh!


Suara dobrakan dan gedoran yang telinga Sandra dengar, menginterupsi kakinya untuk tetap di tempat, berbalik dan mencari asal suara, dibanding keluar dan pergi.


Sandra menyusuri rumah itu, langkah kakinya berjalan sesuai arah darimana telinga menangkap suara itu. Mata Sandra juga selalu bergerak kanan dan kiri, memperhatikan segala detail yang ada, tetap fokus, takutnya ada jebakan yang di siapkan di rumah ini.


Bukh! Bukh!!


Sandra berhenti, langkah kakinya tertahan, saat dia rasa suara gedoran itu semakin dekat. Sandra mendengarkan dengan baik.


Ketemu!


Di bawah!


Sandra mengetuk beberapa kali lantai rumah itu.


Suaranya tidak begitu asing, Sandra tau dan berpengalaman bahwa suara ketukan ini, artinya ada ruangan lain di bawah sini.


Ada ruangan bawah tanah.


Tapi pertanyaannya.


Yang dibawah itu siapa? musuh atau korban, musuh semua atau ada korban juga?


Sandra ingin memanggil para korban, tapi masalahnya bagaimana kalau musuhnya juga ada di bawah sana?


Bagaimana jika musuhnya juga mendengar suara Sandra, dan mempersiapkan untuk menjebak Sandra?

__ADS_1


Sandra mengedarkan pandangannya, dia mulai bersuara pelan, mencari kesana kemari, dimana pintu yang bisa dia gapai untuk menuju ke ruang bawah tanah sana.


Sandra harus hati-hati, jika salah bukan hanya dirinya yang akan terjebak dan terluka, tapi anak-anak dan para korban juga akan sama terlukanya dengan dirinya. Untuk Sandra, lebih baik dia terluka cukup parah dibanding harus melihat anak-anak yang terluka.


Entahlah karna apa, tapi rasanya hati nurani lebih tersayat saat yang terluka adalah anak-anak yang katanya malaikat kecil. Sandra paham betul akan itu, mungkin dia bisa melihat seorang pria terluka, tapi tidak dengan anak-anak.


Total korban ada 7 orang, dan pelaku tidak diketahui jumlahnya.


Sandra berjalan agak jauh dari tempat suara berasal, Sandra berbisik pelan, mengabarkan informasi terbaru yang dirinya dapat, untuk diberikan kepada Rafael. Agar Rafael tau dan segera mengirimkan bantuan lagi jika terjadi sesuatu pada Sandra.


"Kapten kepada Rafael, hey Rafael aku menemukan sesuatu di rumah ini, ada ruang bawah tanah dan ada orang di dalamnya, aku tidak tau apakah mereka musuh atau korban, atau malah pelaku dan korban. Makanya, segera kirim kembali anggota tim ku, dan kabarkan pada tim lain untuk segera hadir. Untuk sekarang aku akan bergerak sendiri, saat aku tidak bisa menghubungi mu lagi, telpon Gerald, minta dia menggunakan koneksinya dan segala hal yang dia bisa untuk menutup akses perkebunan ini. Laksanakan itu Rafael tanpa memberontak."


Perintah Sandra.


CK!


Mungkin karna terlalu khawatir, makanya tadi Sandra nyaris blunder, dia bahkan sudah memerintahkan anggota tim nya untuk keluar dari perkebunan ini karna dirasa tidak ada yang aneh dari rumah ini.


Tapi lebih aneh lagi.


Karna Sandra dan timnya sudah memeriksa seluruh sudut rumah ini, mustahil anggota YK tidak akan mendengar suara ketukan itu. Anggota YK bukan sembarang orang, mereka memiliki mata yang tajam, dan telinga yang peka.


Mereka mulai bersuara saat aku sendiri di rumah ini? Mereka mulai bersuara saat aku memerintahkan anggota tim ku untuk mundur dan berpencar. Mereka mulai beraksi ketika aku sendiri? Itu pelaku atau korban?


Sandra mengingat lagi, firasatnya cukup buruk. Meski begitu, dia harus menuju ke bawah, entah korban atau pelaku, dua-duanya adalah orang-orang yang Sandra cari. Jika itu korban maka Sandra akan segera menyelamatkan nya, tapi jika itu pelaku, Sandra harus memastikan mereka membusuk di penjara.


"Baik, informasi di terima. Dan Kapten, aku baru saja mendapat informasi baru, box hitam dan satu mobil yang sering kita lihat di tempat kejadian perkara, di toko-toko itu, mobil hitam yang sama, kini seperti mengawal mobil box hitam menuju pelabuhan. Laporan selesai."


Deg


Informasi baru menambah kemungkinan baru yang ada, perlahan-lahan benang merah yang kacau mulai terurai, dan mungkin bisa merakit sebuah jawaban dari banyak pertanyaan.


Pertanyaan berikutnya yang muncul di benak Sandra.

__ADS_1


Yang ada di mobil itu, pelaku atau korban?


__ADS_2