My Hidden Detective

My Hidden Detective
Bab 76


__ADS_3

Dan saat ini, setelah Claudia melayangkan tuduhan itu, mereka tidak langsung percaya dan menghakimi Sandra. Mereka masih menunggu bibir Sandra bergerak untuk mengatakan pembelaan versinya, mereka menanti cerita dari sisi Sandra.


"Bi, kau tau yang sebenernya terjadi kan?" Sandra melirik ke arah Claudia, dengan senyuman getir yang coba dia tahan.


Claudia tersentak kaget, dia menatap Sandra serius, jelas sekali wajah Sandra saat ini mencerminkan bahwa dia tau segalanya, dia tau hal-hal yang terjadi saat ini.


"Apa maksud mu bocah? Kau pikir aku yang membunuh anak ku?" Claudia berteriak ke-arah Sandra. Jauh di dalam lubuk hatinya, Claudia tau bahwa Sandra sepertinya sudah sangat percaya diri dengan bukti-buktinya.


"Memangnya bukan? Kau kan yang membunuh Eca?" Sandra menatap Claudia datar, tajam penuh tekanan.


"Apa maksud mu? Memang benar aku yang merencanakan pembunuhan terhadap ayah mu! Tapi aku tidak akan pernah merencanakan pembunuhan terhadap putri ku sendiri! Aku tidak segila itu! Bagaimanapun juga aku ini seorang ibu! Aku ini tunggal! Mana mungkin aku membunuh satu-satunya putri ku!" Claudia berteriak mengarahkan telunjuknya ke arah Sandra.


Dia menatap Sandra benci, dengan penuh amarah yang bergejolak mengamuk disini. Tapi, itu tidak cukup, Claudia juga menangis sejadi-jadinya, dia tau yang bisa membantu dan menolongnya hanyalah air mata. Claudia akan terus berlindung dengan sesuatu yang disebut air mata seorang ibu.


Bukankah dia terlalu menyedihkan? Ibu manapun yang tau isi hatinya pasti juga akan membenci wanita ini kan? Dia memanfaatkan air mata seorang ibu untuk berlindung dari kejahatannya sendiri.


"Aku sudah kehilangan putri ku! Bagaimana bisa kau menuduh ku membunuh putri ku sendiri!" Claudia berteriak, suaranya menggema di seluruh ruangan, para hadirin hanya diam, mereka belum bisa menilai dan belum bisa mengambil kesimpulan.


Tapi memang benar ...


Hati mereka ikut perih dan sakit ketika Claudia menangis karna kehilangan Eca, mereka juga tau Eca di publik sangat dekat dengan ibunya, mereka juga merasa kehilangan atas kepergian Eca.

__ADS_1


Makanya, setiap tangisan Claudia atas nama ibu Eca mau tidak mau akhirnya bisa menggoyahkan hati mereka, karna Eca memang dicintai oleh mereka semua. Artis yang cantik dan berbakat, artis baik pula dan sangat berprestasi, siapa yang tidak menyukainya.


"Sandra, tidak mungkin Claudia membunuh Eca, mana mungkin itu terjadi Eca itu putrinya." Kakek Gheobalt mulai angkat bicara.


Pengadilan tampak agak rusuh, tapi hakim dan jaksa membiarkannya saja karna sepertinya ini cukup sensitif karna menyinggung kematian artis Ecalica. Semuanya tau, tranding topik akhir-akhir ini selalu Eca, dan siapapun juga tau bahwa arti dengan penggemar terbanyak saat ini adalah Ecalica.


"Tidak mungkin paman dan bibi membunuh ayah ku, ayah ku sudah menjadi kakak dan adik yang baik. Pernah terbayangkan oleh kakek kalau anak-anak mu akan membunuh ayah ku? Tidak kan? Mereka memang gila, orang gila ini selalu menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya!" Sandra gantian menunjuk penuh emosi ke arah Claudia.


"Tapi aku bersumpah aku tidak pernah berniat dan merencanakan pembunuhan terhadap putri ku!" Claudia masih membantah, tatapan matanya seolah jujur dan tidak berbohong, tapi dia benar kan? Dia memang tidak pernah berniat membunuh putrinya sendiri.


"Itu benar! Karena yang ingin kau bunuh bukanlah putri mu, melainkan aku! Tapi sayangnya karna rencana mu itu Eca yang tiada!" Sandra berdiri dari tempatnya, dia berjalan cepat menunjuk wajah Claudia di depan matanya dengan emosi yang terpampang jelas dimatanya.


"Kalian ingin tau siapa yang membunuh Eca? Dia adalah Claudia Andrafana, ibu kandungnya sendiri!" Sandra menunjuk Claudia yang membatu ditempatnya.


"Bi ... kenapa kau ingin membunuh ku lagi? Setelah kau membunuh ku dulu. Di hari kau membunuh kedua orang tua ku, di hari aku dinyatakan sebagai yatim piatu Bi ... HARI ITU AKU SUDAH LAMA MATI!"


"Apa bibi pernah tau rasanya menjadi aku? Ayah sangat menyayangi paman dan bibi, tapi kalian membunuhnya, ayah kecewa, ayah pasti terluka disana Bi. Dan saat aku mencoba memulai hidup baru dengan menikahi pria yang kucintai, kau lagi dan lagi mencoba membunuh ku. Apa kesalahan ku sampai kau harus terus membunuh ku, bi."


Sandra menangis, air matanya mengalir, dia tidak bisa tahan lagi, emosi yang getir tak tertahan, suara Sandra memilukan hati dan jiwa, menyayat hati siapapun insan tuhan yang mendengarnya.


Air mata tak mau berhenti, dia berusaha menahannya, tapi sakit itu benar-benar tidak tertahan, luka belasan tahun lalu kembali terbuka, kematian orang tuanya kembali dibahas, dan kali ini pelakunya ada di depannya.

__ADS_1


"Apa bibi sudah puas?! Bibi menjadikan hari pertunangan ku sebagai hari pemakaman sepupu ku! Bibi merenggut Eca dari ku, Eca yang harusnya berdiri di pernikahan ku, bibi mengambilnya!!! BIBI MERAMPAS SEGALA YANG AKU PUNYA!!" Sandra berteriak tepat di wajah Claudia, mereka semua yang mendengar tampak diam, mereka mencoba menyeka air mata yang jatuh melihat Sandra saat ini.


"KARNA HARUSNYA YANG ADA DISANA ADALAH ECA! BUKAN KAU! YANG HARUSNYA MENJADI NYONYA KLAUN ADALAH ECA, BUKAN KAU! YANG HARUS MENDAPATKAN SEGALANYA ADALAH ECA-KU, BUKAN KAU!"


Sepertinya Claudia belum menyadari kesalahannya, dia masih menganggap ini adalah salahnya Sandra, ini adalah ulah Sandra. Kematian Eca, Sandra lah penyebabnya.


"Eca tiada karna mobil ku yang bibi sabotase, bibi pernah gak sih pikirin perasaan Eca sekali aja? pernah gak sih bibi tanya apa kemauan Eca yang sesungguhnya. ECA ITU CUMA INGIN HIDUP BEBAS, TENANG DAN DAMAI! Tapi dihari pemakamannya, bahkan setelah dia mati, dia tidak mendapatkan kedamaian karna bibi terus saja menyinggungnya."


"Kematian Eca itu semua karna ulah mu! Karna kau, karna ayah mu yang bajingan sok bijak itu, karna ibu mu yang sok baik! ITU SEMUA KARNA Keluarga sialan mu! AKU MEMBENCI AYAH MU! MEMBENCI MU, IBU MU KALIAN ADALAH IBLIS YANG MEREBUT SEGALANY dari ku! AKU HANYA INGIN MENJADI PEWARIS SAH ANDRAFANA, TAPI AYAH MU YANG BAJINGAN ITU MEREBUT SEGALANYA DARI KU! DAN SAAT INI PUN KAU MEREBUT SEGALANYA DARI PUTRI KU!"


"Bi ... cukup, aku membalas bibi dengan jalur hukum agar bibi sadar bibi itu salah, karna aku tau ayah sangat menyayangi bibi sebagai adiknya. Ayah sangat mencintai bibi, bagaimana bisa sampai saat ini bibi bahkan tidak merasa bersalah pada ayah, bahkan saat ayah sangat menyayangi bibi. Apa bibi ingat? Ayah selalu bercerita bahwa bibi tidak suka hujan, dan ayah melakukan segalanya agar hujan tidak menimpa bibi. Asal bibi tau, dulu ayah menolak posisi pewaris itu karna bibi sangat menginginkannya. Ayah, tidak pernah merebut apapun dari bibi, ayah suka adik perempuannya yang lucu dan manja."


Tes ...


Air mata Sandra mengalir, dia menggelengkan kepalanya dengan wajah yang penuh air mata, dia menatap Claudia bukan lagi dengan rasa kebencian yang tinggi, melainkan rasa sakit yang tidak bisa ditahan, rasa kecewa dan putus asa. Sejujurnya, hari ini, dibanding melihat Claudia di penjara, Sandra lebih berharap Claudia mengakui kesalahannya, menyesal dan memohon maaf pada sang ayah.


Deg


Claudia diam membeku.


Benar adanya kalau saat masih kecil, dia adalah adik yang sering dimanja oleh Karl.

__ADS_1


__ADS_2