My Hidden Detective

My Hidden Detective
Bab 60


__ADS_3

...****************...


Percaya atau tidak, Sandra sedang menuju sepuluh hari sebelum hari pertunangannya. Dia menepikan dulu sebentar kasus orang tuanya, toh sekarang dia juga belum punya bukti yang kuat, beberapa cctv yang Sandra minta untuk Rafael periksa belum mendapatkan hasil apapun.


Sandra tidak ingin egois, membongkar kejahatan paman dan bibinya memang sangat penting, apalagi mencari keadilan untuk sang ayah di tragedi masa lalu itu sangat penting, bahkan itu pernah menjadi tujuan hidup Sandra.


Tapi sekarang, tujuan hidup gadis ini bukan hanya untuk membongkar kasus yang sudah lama ditutup itu, tujuan hidupnya kini bertambah, yaitu untuk terus hidup selama mungkin dengan Hainry, selama-lamanya. Menjalani kehidupan rumah tangga yang bahagia, menjadi istri dan kelak bisa menjadi ibu yang baik pula.


Untuk sekarang, Sandra akan fokus pada pertunangannya yang akan terlaksana sebentar lagi, Sandra yakin jika sang ayah masih ada, ayahnya juga akan mendukung keputusan Sandra sekarang.


Sandra tidak ingin egois dengan hanya mementingkan dirinya sendiri, memprioritaskan egonya sendiri. Sandra mulai memahami, bahwa Hainry juga bagian dari egonya, makanya Sandra ingin fokus pada acara ini, juga pada Hainry yang selalu ada di sisinya.


Agak menakutkan dan membuat gugup, tapi Sandra tetap menjalaninya dengan baik, ditemani oleh Eca, atau Fladilena, bahkan Hainry, Sandra sudah menyelesaikan beberapa detail pertunangannya.


Hari ini, dia akan ke rumah Klaun menemui ayah Hainry, untuk memastikan dekor mana yang akan Sandra pilih, dekorasi yang cocok dan sesuai dengan rumah keluarga Klaun.


Sandra ingat, banyak lukisan dan benda-benda antik yang cukup bersejarah disana, Sandra tidak bisa asal memilih dekorasi sesuka hatinya, takut kalau ujung-ujungnya tidak cocok dengan keadaan rumah Hainry.


Sandra berniat mencari dekorasi yang sesuai dengan tatanan rumah keluarga Klaun, karna disana pertunangan resmi akan diadakan.


Dia mengurungkan niatnya menggunakan dekor yang cukup menarik dimatanya, mengutamakan kecocokan desain rumah.


"Udah? Ayo." Eca berdiri di depan pintu, dengan jarinya memainkan kunci mobil. Khusus hari ini, Eca sudah meluangkan waktu dari kesibukannya untuk menemani sepupunya menuju rumah Klaun.


"Ayo." Sandra sudah membereskan segala keperluannya, dia mengunci pintu rumahnya berjalan menuju mobil Eca yang sudah terparkir sempurna.

__ADS_1


"Kamu gak marah aku ikut ke rumah Hainry? Entar para pelayannya bandingin kita loh, mungkin aja katanya putri Andrafana yang lebih cocok untuk Hainry itu aku, bukan kamu." Ujar Eca, dia menaikkan sebelah alisnya.


"Gitu ya?" Bukannya marah, Sandra malah menarik senyumnya. Dia masuk ke dalam mobil Eca.


Eca menarik sudut bibirnya, menghabiskan waktu dengan Sandra adalah salah satu saat-saat favoritnya, soalnya seru, Sandra tidak baperan, tidak cepu, karna Sandra satu-satunya orang yang memperlakukan Eca sebagai manusia normal, tidak memperlakukannya seperti barang yang bisa dimanfaatkan, tidak pula memujanya bak dewi agung seperti para penggemarnya.


Terkadang, artis hebat seperti Eca hanya ingin diperlakukan dengan normal agar dia merasa nyaman, dan kenyamanan itu selalu Eca temukan pada Sandra, selalu dia rasakan saat dia ada di dekat Sandra.


"Masuk, mau telat?" Panggil Sandra lagi dari kaca mobil, soalnya Eca malah sibuk melamun asik sendiri.


"Dih, kok ngatur." Meski begitu Eca tetap masuk ke dalam mobilnya.


Mereka mulai melaju, menuju rumah utama keluarga Klaun, dimana semuanya sudah menunggu Sandra sekarang.


"Eh, oh ya, Kakek tadi bilang, katanya mulai besok kamu tinggal di rumah Andrafana. Ntar kalo kamu masih tinggal disini, selain bahaya, bakal muncul banyak drama, you know media itu gimana." Eca menyampaikan pesan yang kakek katakan tadi pagi, soalnya telepon Sandra tidak diangkat. Benar, Sandra akhir-akhir ini malas berbicara dengan kakek.


"Padahal mereka gak tau, terkadang walau kesepian, tinggal sendiri cukup menenangkan."


Sandra melirik ke arah Eca, sepertinya timbul masalah lagi antara Claudia dengan Eca, sepertinya sudah bisa diduga, mengingat bagaimana perilaku Claudia selama ini, dia pasti sedang menuntut Eca untuk lebih sempurna, memarahi Eca karna tidak bisa mendapatkan keturunan Klaun seperti keinginannya.


"Sorry ya, gara-gara aku kamu gak dapat keturunan Klaun, aku gak tau kalau Hainry penerus Klaun."


"Paan sih bocah, gitu doang aelah. Malah bagus sih dia keturunan Klaun, menurut mu apa aku ingin menikah hanya karna dijodohkan?" Eca menepis rasa bersalah yang timbul di hari Sandra. Eca jujur loh, sejak awal dia memang tidak berniat menikah dengan siapapun yang dijodohkan oleh sang ibu, Eca bahkan tidak mau menikah, karna menurutnya itu melelahkan.


"Hah, untung juga punya sepupu modelan kayak kamu." Sandra tersenyum lega, dia puas, Eca tidak ikut-ikutan membencinya seperti sang ibu.

__ADS_1


.....................


Apa yang Sandra pikirkan di mobil tadi? Dia agak gugup dan khawatir kalau sampai dia gagal dalam memilih dekorasi, dia takut dekorasi yang dipilihnya tidak sesuai dengan desain rumah ini, apalagi takut terjadi ketidak cocokkan antara lukisan-lukisan dan benda-benda antik koleksi almarhumah ibu Hainry.


Tapi apa sekarang.


Saat Sandra melangkahkan kakinya ke dalam rumah ini, rumah ini agak jauh berbeda dari saat terakhir kali Sandra datang.


Tampilannya berubah total.


Kemana semua barang-barang antik dan lukisan indah dan mahal itu? Kemana semu barang-barang yang terlihat berkelas itu?


"Pagi Nak, udah makan? Mau makan dulu?"


Dari depan Pak Agam datang dengan senyuman sumringah di wajahnya, dia senang menyambut kedatangan Sandra dan Eca.


"Ehm, Om ini barang-barang nya dimana? Lukisannya kok gak ada? Dicuri ya? Sebentar, saya akan hubungi tim detektif YK71." Sandra segera mengambil teleponnya, mungkin dia lupa kalau dia adalah kaptennya.


"Bukan, bukan hilang apalagi dicuri, ini rumahnya detektif Hainry, orang gila mana yang mau mencuri di rumahnya. Barang-barang dan lukisan yang sebelumnya kamu lihat sekarang lagi dipindahin untuk sementara. Karna di rumah ini akan diadakan acara megah, pertunangan putri Andrafana dan putra Klaun. Saya khawatir kalau barang-barang antik itu malah akan mengganggu kamu buat milih dekorasinya, kan gak mudah buat menyesuaikan tema dengan barang-barang seperti itu." Jelas Agam, terlihat sederhana namun sangat mengena.


Apakah demi dirinya?


Sandra tau ini adalah hal egois, dia tau tidak seharusnya barang-barang yang begitu berharga dipindahkan hanya untuk pertunangannya.


Tapi bolehkah Sandra merasa bahagia? Bahwa oleh Agam dia benar-benar diperhatikan, disayang bagaikan putri sendiri, dimanja bagaikan anak sendiri, Agam bahkan memperhatikan setiap detail yang mungkin akan menyulitkan Sandra.

__ADS_1


Apa kalau dia menangis terharu sekarang, dia itu gadis yang lemah?


Soalnya Sandra jadi ingat, bagaimana sang ayah mencintainya dulu saat beliau masih hidup.


__ADS_2