My Hidden Detective

My Hidden Detective
Special Episode : Zien (2)


__ADS_3

...***************...


"Paman Gerald!!"


Zien berlari kencang, setelah dia melihat paman yang selalu memanjakannya datang khusus untuk menemui dirinya.


Gerald masih sendiri, bukan karna apa, tapi karna Fladilena menolak cintanya. Satu tahun setelah pernikahan Sandra dan Hainry, Gerald menyatakan perasaannya dan melamar gadis itu, tapi Fladilena menolaknya dengan tegas, dan sampai sekarang, Fladilena masih menjadi detektif YK71 tanpa menikah.


Hari ini hari Minggu, Gerald libur dan dia berinisiatif untuk menemui keponakan tercintanya, satu-satunya keponakan yang dia punya.


"Keponakan paling cantiknya paman!" Gerald mengangkat tubuh Zien, memutarnya di udara, hal yang biasa Gerald lakukan, dia memang suka sekali memanjakan keponakannya yang satu ini.


"Paman, Zien mau tanya boleh?"


"Apa itu?" Gerald sedikit penasaran, memangnya apa yang membuat keponakan mungilnya penasaran.


"Kuat itu apa? Zien pengen jadi kuat kayak mama, tapi Zien gak tau kuat itu apa."


Awalnya Gerald diam, dia berpikir, setelahnya dia tersenyum hangat begitu lebar. Sepertinya keponakannya memang lebih mirip dengan Sandra dibandingkan Hainry, membuat Gerald sangat senang.


"Kuat itu adalah saat seseorang bisa berdamai dengan masa lalunya, menerimanya sebagai bagian dari hidupnya yang bisa membantunya untuk terus bertahan." Gerald mengingat, soal dirinya yang sulit sekali berdamai dengan masa lalu dan rasa bersalah yang menumpuk, hingga saat dia bisa menghadapi semua itu, dia merasa lega, dia merasa kuat.


"Agak rumit, tapi coba Zien catat dulu ya Paman, nanti Zien pelajari lagi maksudnya." Zien dengan tangan mungilnya menulis apa yang Gerald katakan tadi, sesekali Zien juga meminta Gerald mengulang perkataannya.


......................


"Bibi Fla!!" Zien berteriak keras.


Jika Minggu pagi tadi dia habiskan dengan bermain bersama Gerald. Maka sore ini dia putuskan untuk bermain dengan anggota YK71. Sandra dan Hainry membawa Zien ke markas, tidak masalah karna seluruh anggota YK71 menyukainya.


Tidak masalah juga.


Karna anggota YK71 juga sangat senang, jika malaikat kecil seperti Zien datang menghabiskan liburannya disini.


Seperti saat ini, Zien dengan santainya duduk di atas meja kerja Fladilena. Fla sendiri yang mendudukkan Zien disana, tepat disebelah Fla juga ada Rafael. Keduanya menatap Zien dengan senyuman, bahkan Rafael yang jarang tersenyum jadi lebih sering tertawa berkat ulah Zien.

__ADS_1


"Bi, Zien punya masalah besar, jadi Zien mau ngadu ke anggota detektif yang paling terkenal."


"Oho~ apa ini, mau ngadu apa Tuan putri kecil kita." Fla menanggapinya dengan tampak serius, soalnya Zien yang serius lebih menggemaskan.


"Jadi masalah apa yang Tuan putri kecil kita punya." Rafael bersiap dengan laptop mininya, dia tidak ingin mengacaukan imajinasi Zien begitu saja.


"Jadi gini, Zien pengen jadi detektif yang hebat kayak mama! Terus mama bilang, Zien harus tau apa itu kuat. Kuat itu apa? Bibi Fla? Om Rafael?"


Baik Fladilena, maupun Rafael keduanya dibuat tercengang oleh perkataan Tuan putri kecil ini. Soalnya Zien biasanya lebih mirip Hainry dengan segala kenarsisannya, tapi saat ini Zien sangat mirip dengan Sandra.


Saat melihat mata Zien yang penuh ambisi, Fla dan Rafael tidak akan bisa mengeluarkan jawaban asal-asalan kan? Mana boleh begitu.


"Kuat itu adalah, ketika Zien mencoba suatu hal, tapi gagal. Zien tidak menyerah dan terus mencoba sampai akhir. Kuat menurut bibi Fla adalah, Zien tidak menyerah berapa kali pun gagal." Fla yang tau betapa beratnya menjadi detektif dengan kemampuan kepalanya yang biasa saja, bermodalkan semangat, info kevalidan data, dan publik speaking yang bagus. Dia sudah mengalami banyak lika liku untuk menjadi detektif terhebat saat ini, dan kuncinya adalah dirinya yang tidak pernah menyerah entah berapa kali pun gagal.


"Hmm? Zien paham kalo ini, Bibi keren!"


"Kalo menurut ku, Kuat ya? Kuat itu saat bersama, saat kau tidak sendirian kau akan semakin kuat." Rafael tau jelas hal ini, dia lah yang mengalaminya sendiri. Rafael akan semakin kuat, jika dia bekerjasama dengan anggota YK71 yang lainnya. Rafael merasa lemah, saat dia sendirian. Untuk Rafael, kuat adalah ketika bersama.


"Hooo, masuk akal! Tapi Zien nggak relate. Coba tanya yang lain ah!"


Tapi Zien, belum mengerti satupun kuat yang orang-orang maksud. Zien belum bisa memilih, jawaban kuat mana yang akan dia katakan pada Sandra.


......................


"Loh Zien? Tumben sendirian?" Sapa seorang gadis elegan yang berjalan mendekat perlahan.


Zien duduk di sendirian di sofa rumahnya, dengan buku gambar di atas meja, ada susu dan juga cemilan sehat disebelahnya.


Ya, Zien sedang menggambar saat ini.


"Tadi sama kakek, cuma kakek lagi angkat telepon. Tante Jihan kesini ngapain? Nyari mama?"


Zien melihat gadis yang tinggi dan sangat cantik bak model itu, pakaiannya begitu rapi. Dia adalah sekretaris Hainry yang Zien sudah sangat kenal, Zien juga tau kalau Jihan adalah mantan murid ibunya.


"Iya, mama ada?"

__ADS_1


"Ada. Tapi kalo Tante Jihan mau ketemu Mama, ada syaratnya." Zien menghalangi jalan Jihan, dia merentangkan tangannya lebar-lebar.


"Ho? Jadi apa yang mau Tuan putri ini tanyakan sampai menghalangi jalan saya?" Jihan sedikit berbungkuk, dia mensejajarkan wajahnya untuk memandang lebih jelas wajah dan mata tuan putri ini yang tampak serius.


"Jadi, menurut Tante Jihan kuat itu apa?" Zien tampak serius sekarang.


Jihan terdiam sebentar, ingatannya membawanya kembali pada kejadian tujuh tahun yang lalu, kejadian perih yang membuatnya mengalami trauma seumur hidup.


"Zien kenapa nanya gitu?"


"Zien pengen jadi kuat kayak mama!"


"Gak akan mungkin bisa, karna Bu guru Sandra adalah perempuan terbaik yang pernah saya kenal, dan beliau hanya satu di dunia ini. Bu Sandra itu, lebih hebat dan lebih spesial dari yang Zien bayangkan. Tidak akan ada Bu Sandra kedua lagi, bahkan jika itu Zien."


Zien terdiam, baru kali ini ada yang menjawab perkataan Zien seperti ini. Biasanya mereka memang memuji Sandra, tapi setelahnya mereka akan memberikan Zien semangat untuk menjadi seperti Sandra. Tapi Jihan kali ini, dia sangat memuji Sandra tapi berkebalikan dengan orang lain.


"Tapi kalo Zien tanya kuat menurut Tante apa, bakal Tante jawab. Kuat itu, kalau bisa bangkit dari trauma. Mungkin Zien gak akan mengerti, dan Tante harap Zien gak akan mengerti apa yang dimaksud dengan pulih dari trauma. Tante harap, Zien menjalani hidup dengan bahagia dan nyaman."


Jihan mengecup kening Zien lembut dan hangat.


Perkataan Jihan sangat membingungkan, tapi itu pula yang membuat Zien tidak tenang.


Bahkan sampai sekarang, Zien tidak tau apa yang dimaksud dengan kuat itu.


"Kalau ditanya kuat itu apa? Bukannya jawaban semua orang harus sama? kenapa jawaban setiap orang berbeda-beda?"


Ah, Zien tidak mengerti, dia hanya butuh satu jawaban pasti, tapi dia malah menerima banyak jawaban yang semuanya berbeda.


......................


Author mau tanya dong, kalau "kuat" menurut para pembaca itu apa? Kuat versi kalian, akan sama atau berbeda? Kalian pasti orang-orang yang kuat.


"Iya jawab, Zien mau catat jawabannya biar bisa kasih tau mama!"


Zien udah siap dengan bukunya loh, buat mencatat setiap jawaban dari kalian.

__ADS_1


"Jadi, kuat itu apa?"


__ADS_2