
Sandra menarik nafasnya, dia mencoba tetap tenang, dia juga mempersiapkan pistolnya dengan hati-hati.
Sandra berjalan mendekat ke lantai asal suara. Dia melirik kanan kiri, meraba, melihat ada tali yang bisa dia capai, tapi yang merupakan penarik pintu yang bentuk, rupa, dan polanya sungguh serupa dengan lantai.
Bukan, maling tidak ada yang masuk dari pintu. **Mereka pasti sadar aku akan masuk, mereka juga pasti sudah mempersiapkan banyak rencana lain.
Pasti ada!
Pasti ada jalan lain**!
Sandra mengurungkan niatnya untuk membuka pintu rahasia itu, bukan karna dia takut, dia hanya mencari pintu lain. Tidak mungkin hanya satu pintu, pasti ada pintu darurat lainnya.
Sandra keluar dari rumah itu, dia mulai mengelilingi sekitar rumah tua itu.
Pasti ada!
Sandra yakin pasti ada jalan lain, ruang bawah tanah umumnya diciptakan untuk berlindung dan kabur keluar secara diam-diam, tujuan ruangan itu dibangun juga pasti demi keluar diam-diam, dan yang pasti pintu keluar itu ada di halaman sekitar sini.
Tapi dimana?
Sandra mengedarkan pandangannya, langkahnya perlahan namun dia memperhatikan segalanya dengan detail, tidak boleh ada yang terlewat, entah itu tertumpuk oleh rerumputan, sampah, tanah atau ranting-ranting. Sandra pasti akan menemukan jalan lainnya.
Terlalu beresiko masuk dari sana.
Meski pikiran Sandra bisa tenang, tapi tidak detak jantungnya, walau dia bisa bertindak logis, hari nuraninya tetap tidak bisa memikirkan bahwa ada korba di dalam sana bersama para pelaku.
...****************...
"Semuanya kelilingi pelabuhan! Cari mobil box hitam, dan mobil hitam berplat 73341. Cari sekarang."
Perintah Hainry. Hainry percaya informasi Rafael itu benar adanya, Rafael bilang dua mobil itu mencurigakan, dan Hainry percaya itu benar-benar mencurigakan.
Semua anggotanya sudah bergerak.
Setelah melalui perjalan cukup panjang akhirnya mereka sampai di pelabuhan, karna bantuan Fladilena yang memanggil Gerald dan meminta bantuannya, akhirnya tidak ada kapal, perahu atau apapun yang berlayar dari pelabuhan ini.
Tidak ada lagi juga yang bergerak keluar masuk, semudah itu. Yang di dalam tetap di dalam, yang di luar tidak akan bisa masuk.
Saat mendengar berita dari Rafael tadi, Fladilena langsung menghubungi Gerald, agar dia bisa menunda keberangkatan semua kendaraan di pelabuhan ini, baik yang keluar maupun yang masuk.
Meski Gerald sudah keluar dari kepolisian, dia tidak lagi menjabat sebagai Irjen, tetap dia memiliki koneksi yang tinggi, hingga dia bisa mengatur jalur keluar-masuknya kendaraan di pelabuhan ini.
Meski sudah keluar, tapi power Gerald masih tetap kuat.
__ADS_1
Bukan hanya mengatur soal keluar-masuk kendaraan, tapi Gerald juga memanggil belasan polisi untuk memeriksa tempat ini, bahkan dia sampai menurunkan beberapa brigadir ternama yang cukup hebat.
Meski Gerald tidak bisa hadir di pelabuhan saat ini, karna dia sedang sibuk rapat sana-sini. Tapi posisi Gerald masih cukup tinggi untuk memantau dari tempat yang jauh.
Hainry berkeliling, dia mengedarkan matanya dengan seksama. Ada banyak mobil box disini, sayang sekali Rafael tidak bisa melihat plat nomor mobil box nya, hanya plat mobil pajero hitam yang bisa dia lihat tadi.
Hainry berjalan berhati-hati, dengan kedua tangannya yang sudah siap siaga memegang pistol. Para detektif memiliki izin sendiri untuk memiliki beberapa pistol pribadi untuk mereka.
Hainry berhenti di sebelah mobil truk berwarna hijau yang cukup besar.
Dia diam.
Tidak.
Telinga Hainry itu tajam, dia yakin sekali dia mendengar suara tadi dari dalam mobil itu.
Hainry mengangkat satu tangannya, dengan bisikan perintah yang sangat pelan di alat komunikasinya. Para anggota yang mendengar bisikan Hainry langsung memfokuskan pandangan dan segala Indra pada Hainry.
Hainry menunjuk truk hijau besar itu, pertanda bahwa itu perintah dimana anggota YK yang tersisa akan memeriksanya.
Entah tebakan feeling Hainry benar atau salah, Hainry tidak peduli, untuk menyelamatkan nyawa manusia, dia harus memeriksa segalanya walau itu terlihat tidak berguna dan membuang waktu.
Tapi, saat menjadi detektif Hainry sadar benar, bahwa semua hal, manusia, tempat dan segalanya harus dicurigai.
Para anggota sudah menetap di posisi masing-masing, satu orang ada di bagian kursi supir Truk, Dua kanan, dan satu di bagian belakang, hanya Hainry.
Dor!!
Satu tembakan Hainry bunyikan, dia arahkan ke atas, agar tidak mengenai siapa-siapa.
Bergerak!
Itu pertanda bahwa anggota YK sekitar segera datang, dan yang bersiap di posisi segara masuk.
Dor Dor Dor!
Hainry baru saja mencoba melompat, tapi tiga tembakan tertuju ke arahnya, nyaris saja dia terluka, bagian bahunya nyaris kena.
Tembakan itu berasal dari dalam mobil truk itu, benar saja di mobil Truk itu ada mobil Pajero hitam ber-plat 73341, dan mobil itu dinaiki oleh dua orang berpakaian serba hitam, tapi wajahnya masih terlihat.
Hainry tidak mengenalinya.
Dor!
__ADS_1
Hainry juga menembak, tapi satu tembakan Hainry bisa langsung melumpuhkan pria itu, karna satunya terkena di kaki.
Terjadi beberapa kali baku tembak disana, Hainry bisa menghindari segala pelurunya, dia memang hebat, jelas. Itu Hainry, kemampuan akademis dan fisiknya memang diatas rata-rata.
Dia bahkan masih memenangkan pertarungan tembak itu, ditengah-tengah Medan yang sulit, posisinya sangat menyulitkan, menembak di dalam truk, di atas truk-truk di sebelah yang terparkir disana.
Bukh!
Setelah pelaku kehabisan pelurunya, Hainry berlari mendekat, dia langsung menendang kepala salah satu pelaku, hingga dia jatuh tersungkur dan tidak bisa berdiri. Hainry langsung memborgol tangannya di belakang punggung pria itu.
"Diam atau peluru ini akan bersarang di kepala mu, kalau kau berpikir aku baik, terimakasih tapi kau salah. Aku serius, bajingan." Hainry tersenyum, dia mengeluarkan senyuman yang meremehkan, tapi juga penuh dengan kebencian.
"Kami sudah berhasil menangkap satunya Kapten!"
Tiga anggota Hainry juga berhasil menangkap salah satu yang tadi. Sudah dibilang kan, Anggota YK itu semuanya terdiri dari orang-orang yang berbakat.
Mereka berhasil melumpuhkan pria itu.
"Hehe, kau kira kau menang? Kau salah besar. Kalau kau pikir kau sudah berhasil, aku rasa kami juga sudah berhasil, satu orang yang tertinggal di gubuk perkebunan itu, sudah mati. Rekan ku yang tersisa disana, sudah mati! Khekhekhe, sayang sekali."
Deg
Jantung Hainry berdenyut begitu kencang, apa maksudnya?
Rekan!
Kalau itu rekan yang ada di gubuk perkebunan?
Dan hanya satu?
Itu hanya Sandra kan?
Cuma Sandra.
Dzzrttt zrrtt
"Mas Hainry, aku denger suara tembakan dari alat komunikasi Mbak Sandra! Tapi itu bukan suara pistol Mbak Sandra! Itu lain! Aku yakin beda! Dan sekarang Mbak ga bisa dihubungi! Alat komunikasinya mati."
Laporan Rafael barusan seolah meruntuhkan dunia Hainry seketika.
Untuk Hainry,
Dunia tanpa Sandra adalah kesedihan.
__ADS_1
Lantas, apa Semesta memang setega itu?