My Hidden Detective

My Hidden Detective
Bab 68


__ADS_3

...****************...


"Penjarakan dia!!"


"Dasar kau tidak punya hati!!"


"Perempuan munafik!!"


Teriakan, amukan, kebencian semuanya mereka tujukan pada Sandra yang tidak tau apa-apa.


Makian, rasa sedih, putus asa, mereka lemparkan pada Sandra.


Hujatan dan cacian, beserta fitnahan terus tertuju pada Sandra tanpa kenal lelah, mereka terus mengumpat dan memberitakan hal buruk soal Sandra.


Bahkan saat ini, di depan gerbang rumah keluarga Andrafana. Banyak sekali orang yang sudah berteriak omong kosong menghina Sandra.


Tidak online, ataupun offline, semua orang mengatakan Sandra buruk dan menjijikan, mereka menghina Sandra.


Satu Minggu sudah berlalu, dan berita ini masih belum reda, membuat Sandra terpaksa mengurung diri di rumah keluarga Andrafana, sedangkan Claudia sibuk sana-sini mencari pembelaan, berteriak di media, meminta iba dan belas kasih pihak manapun untuk kemalangan putrinya.


Teori-teori konspirasi mulai bermunculan dimana-mana, para detektif online mulai coba-coba mencari celah dan kebenaran dibalik kasus ini.


Banyak teori konspirasi yang tersebar, diantaranya teori yang mengatakan Eca mati bunuh diri, atau teori yang mengatakan kalau Eca mati dibunuh oleh Sandra.


Mereka bahkan sampai membuat forum dan website sendiri untuk membahas kematian Eca yang menurut mereka mencurigakan, tapi semua kecurigaan itu ada pada Sandra.


Sandra bingung mau mengatakan apa, bahagia karna minat rasa ingin tahu para detektif online ini, atau merasa miris karena yang menjadi tersangka adalah kapten detektif YK sendiri.


Banyak demo dilakukan di kantor YK, mereka minta agar sang kapten misterius memecat Hainry dan mencari kebenaran soal Eca.


Sandra senang, kekacauan yang terjadi di negri ini karna mereka peduli pada Eca, tapi masalahnya untuk Sandra bukan begini cara yang Eca inginkan untuk mengantar kepergiannya.


Bagaimana Eca bisa tenang di alam sana jika seperti ini?


Tapi mau bagaimana? Kapten YK71 yang mereka cari adalah Sandra sendiri, yang mereka anggap pahlawan juga adalah tersangka terbesar mereka.


Sandra mengerti, rasa kecewa, putus asa, rasa sedih yang berlebihan terhadap kepergian Eca yang sangat mendadak membuat mereka butuh pelampiasan segala campuran emosi yang tumbuh dihati mereka ketika sang idola tiada.


Dan kebetulan, setelah mendengar semua cerita sang ibu yang ditinggalkan, setelah mendengar cerita Claudia yang sedang sibuk klarifikasi kesana-kemari, mana mungkin mereka tidak iba kan?


Mereka mengidolakan anaknya, dan melihat sang ibu idola yang banjir air mata karna kehilangan anak tunggalnya, mana bisa mereka diam saja?


"Jangan terlalu dipikirkan, ini akan mereda sendirinya. Saat ini sudah reda, kita akan melangsungkan pernikahan mu, tidak secara terbuka, yang tertutup saja." Kakek menepuk punggung Sandra yang masih melihat Kerumutan orang di gerbang melalui jendela rumah.

__ADS_1


"Tidak masalah." Sandra juga setuju, pertunangan dibatalkan pada akhirnya akan langsung menikah saja.


"Claudia mungkin masih terguncang atas kepergian Eca, dia sangat menyayangi Eca."


"Aku tau."


"Jadi maafkan dia, ya?"


Memaafkan Claudia?


Apa Eca bisa?


Dengan segala dosa yang sudah Claudia buat selama ini?


Apa dia bisa memaafkan perempuan itu saat Sandra tau banyak hal tentang kejahatan yang sudah dia lakukan selama ini.


"Aku ingin istirahat."


......................


Sandra duduk termenung dipinggir kolam renang, dia menggoyangkan sebagain kakinya yang ada di air, menatap ke atas langit, menerka-nerka bagaimana Eca sekarang, ada ditempat seperti apa dia?


Bukan hanya para fans yang sangat terkejut, Sandra juga terkejut hingga membuat nafsu makannya hilang beberapa hari ini.


Terutama Aska dan Alan, tak jarang Sandra melihat komentar dua bocah itu yang memaki akun gosip yang menyebarkan berita yang tidak-tidak.


Setidaknya itu satu penghiburan untuk Sandra sendiri.


"San?" Gerald datang dengan tiba-tiba, dia ingin duduk disebelah Sandra juga, duduk diposisi yang sama bermain air dengan gadis itu.


Tapi Gerald lupa dia pakai sepatu, mantan aparat tinggi polisi itu membuka sepatunya dan duduk disebelah Sandra, kakinya juga dia masukkan ke air sama seperti Sandra.


"Ada apa?" Sandra melirik, tidak penasaran, hanya menyahut saja.


Gerald diam sebentar, dia menatap langit biru yang tidak begitu cerah, tidak mendung pula, biasa-biasa saja.


"Tau gak, sebelum Eca pergi dia bertanya, apakah aku akan sesibuk saat pertunangan mu ketika dia bertunangan nanti. Pada saat itu juga adalah hal yang aku sesali." Gerald bercerita, dengan suara yang tertahan didalam.


"Kenapa?" Sandra melirik Gerald dengan lekat, kalau yang ini dia memang penasaran, yang berkaitan soal Eca jadi membuat Sandra penasaran.


"Aku menyesal karena pada saat itu aku diam saja, aku gak menjawab apapun, karna aku pikir aku akan melakukan yang terbaik sebagai seorang kakak saat dia bertunangan dan menikah nanti, tidak perlu kata-kata, aku hanya ingin membuktikannya saja. Tapi ternyata dia pergi tanpa mendengar jawaban ku."


"Begitu ya."

__ADS_1


Keduanya sama-sama menghela napas, mereka harus mulai mengerti bahwa yang pergi tak kan bisa kembali.


Perasaan Gerald juga tidak enak, ada kesepian tersendiri saat dia masuk rumah ini tapi tidak ada Eca. Ada yang menjanggal saat matanya melihat berita.


Benar


Setiap hari selalu ada berita tentang Eca, baik dulu saat dia masih hidup, maupun sekarang saat dia sudah tiada. Dulu membahas prestasinya, sekarang membahas kematiannya.


Gerald tidak suka hal itu.


"San, jangan pikirkan kata-kata orang lain, mereka gak tau apa-apa."


Sandra tidak menjawab, mulutnya malas dia lesu sekarang.


Drtttt


Ponsel Sandra berbunyi, kalau ini dari sekolah dan sebagainya, Sandra akan melempar ponselnya sekarang juga.


"Hainry?"


Tapi tidak jadi, saat Sandra melihat panggilan itu datang dari Hainry.


"San, udah istirahatnya? Bisa langsung kerja sekarang gak? Aku tau kamu masih berduka, tapi ini juga cukup penting, mobil Eca remnya blong, mobil yang Eca pakai adalah mobil yang harusnya kamu pakai. Mobil itu udah disabotase."


Deg


Sandra diam.


Dia pikir itu kecelakaan biasa, tapi ada drama juga dibaliknya


Seperti kecelakaan yang menimpa orang tuanya dulu, dan kini terjadi pada Eca.


Siapa pelakunya, siapa yang ingin melukai Sandra di hari pertunangannya?


"San, nanti malam akan diadakan rapat khusus, kamu bisa datang kan, kalau gak bisa aku jemput aja?"


"Gak usah, aku bakal datang sendiri."


Sandra itu Detektif YK71 yang hebat, kalau keluar dari rumah saja tidak bisa, mana mungkin dia adalah seorang kapten detektif yang terkenal.


"Ada apa San? Kamu jangan macem-macem, kamu dirumah aja untuk sekarang, lihat banyak media, banyak mata yang mengincar kamu diluar sa--" Gerald mencoba menghalangi Sandra, dia tidak tau dengan siapa Sandra berbicara saat ini, atau apa yang sebenernya mereka bicarakan sampai menarik minat Sandra untuk lebih serius. Padahal sejak tadi Sandra datar, Gerald cukup penasaran apa yang membuat Sandra tergerak?


"Terimakasih atas perhatian mu, aku menghargainya, tapi demi Eca aku harus pergi. Jangan halangi aku, dan sembunyikan ini dari kakek."

__ADS_1


__ADS_2