My Hidden Detective

My Hidden Detective
Bab 70


__ADS_3

...****************...


"Rem mobilnya sudah dirusak, kami sedang mencari tau dalang dibaliknya, sulit untuk mendapatkan cctv disana. San, ada penjelasan lain?" Tanya Fladilena.


Rapat Anggota YK diadakan saat ini, di markas YK71 dengan seluruh anggota resmi lengkap. Semuanya duduk disini, bukan mereka tidak berduka atas kepergian Eca, hanya saja Eca tidak akan tenang kan kalau misteri ini belum terungkap?


Makanya, Sandra memutuskan untuk mengungkap misteri ini secepatnya, agar sang adik bisa lebih tenang di alam sana kan?


Fla baru saja menyelesaikan penjelasannya tentang bukti, tersangka, dan kecurigaan yang selama ini sudah dia kumpulkan bersama Rafael dan anggota YK yang lainnya.


"Karena mobil yang disabotase itu adalah mobil yang harusnya membawa Sandra ke acara pertunangan, pasti pembunuhan ini disiasati oleh orang yang ingin Sandra mati, dan tersangkanya adalah ..." Fla menghentikan ucapannya, dia melirik Sandra yang diam saja.


Jangan tanya.


Hainry mengepalkan tangannya erat-erat, se-murka apa dia sekarang, kekasihnya, sumber kebahagiaan terbesarnya menjadi salah satu target pembunuhan?


Hainry membenci siapapun yang menjadi dalang dibalik kejadian ini, membunuh Sandra sama artinya dengan membunuh Hainry dengan segala perasaan yang dia punya.


Jika Sandra pergi, mungkin raga Hainry menetap di dunia ini, tapi hati, pikiran dan jiwanya akan terkubur bersama Sandra dihari itu juga.


Tapi, satu yang harus Hainry syukuri, keputusannya untuk menjemput Sandra dengan mobil dan sopir kepercayaannya. Tapi sayangnya, malah Eca yang harus menjadi korban dari rencana keji pembunuhan itu. Eca yang tidak tau apa-apa adalah korbannya.


Karna itu ...


Hainry berjanji akan menemukan para pelaku itu, dan mengurusnya sendiri, dia akan memberikan siksaan yang tidak ada habisnya.


Karna Hainry, sudah membayangkan bagaimana jika yang pergi Sandra.


Bagaimana kalau Sandra yang hilang?


Hampa

__ADS_1


Mungkin satu-satunya hal yang paling jelas bisa Hainry rasakan jika itu terjadi adalah, rasa hampa yang tidak akan pernah berwarna bahkan sampai semesta memanggilnya kembali ketanah.


"Sebelum berangkat, ada satu orang yang bilang kalau aku harus naik mobil itu buat pergi, dan tidak ada yang boleh naik kecuali aku, bahkan Eca dilarang naik. Maka, tersangkanya Claudia dan Leon ya?" Sandra menyatukan kedua tangannya.


Jika benar-benar yang melakukan itu Claudia bagaimana? Bagaimana perasaan Eca saat tau sang ibu adalah dalang dari kematiannya?


"Tapi Claudia, dia kan seorang ibu, mana mungkin dia masih tetap bisa waras dan menyebarkan drama kesana kemari saat putrinya sendiri meninggal karna rencananya, kan?" Fla mengerutkan alisnya.


"Iya Mbak, aku juga liat seluruh tayangan Ibu Claudia dimana-mana, dia sepertinya menangis dengan tulus." Timpal Yana, karna faktanya memang begitu, Claudia menangi sejadi-jadinya, seperti perempuan paling terluka.


"Iya Mbak, aku juga akui kalau dia nangis seperti tulus banget kehilangan anaknya, aku sampai iba, cuma gak jadi, karena kesel dibagian dia fitnah Mbak." Timpal Rafael seadanya. Dia berbicara tulus apa adanya.


"Aturan pertama menjadi detektif adalah, mencurigai siapa saja, teman, lawan, rekan, musuh, bahkan figuran. Siapa yang tampak melakukannya, siapa yang tidak, semua tipu muslihat itu akan kita campakkan. Menarik satu persatu benang merah hingga bisa merajutnya menjadi sebuah jawaban, adalah tugas kita sebagai seorang detektif." Sandra menarik napasnya, dia menatap satu persatu bawahannya dengan sangat serius.


Dia mengunci setiap mata mereka, memberikan mereka keyakinan bahwa semua bisa terjadi.


"Mengungkap kebenaran, menghukum yang bersalah, menegakkan keadilan, adalah tujuan utama YK71 dibuat, lantas apa kalian ingin menyelesaikan kasus hanya dengan menerka-nerka?" Sandra mengambil jaketnya, dia sudah bersiap memakai maskernya. Dia sudah bersiap untuk mengumpulkan segala bukti yang bisa mengungkapkan kebenaran soal kematian sepupunya.


"Wah, apa ini efek seminggu nangis-nangis jadi sekarang udah oke?" Fla juga bersiap mengambil pistol dan memakai jaketnya, dia bersiap keluar menjelajah segala area, dan akan mendapatkan barang bukti sekecil apapun itu.


"Leher aku sakit sih, tapi kalau semua semangat aku enggak, aku bisa dipecat." Rafael menggosok leher belakangnya, terasa pegal dan kaku, tapi dia juga tidak bilang tidak mau.


"Yap, semuanya udah siap kan? Satu minggu waktu yang cukup buat kita planga plongo, ayo bergerak sekarang!"


Semuanya bersiap bergerak untuk menganalisa banyak hal.


......................


Sandra menghela napasnya, sudah dua hari berlalu dan Sandra juga tim YK71 memiliki bukti tapi tidak valid, saat ini mereka sedang mencari Vison, merupakan supir yang saat itu berbicara pada Sandra yang mengharuskan Sandra untuk naik mobil yang sudah disabotase itu.


Tinggal mendapatkannya saja, dan aku bisa tau siapa dalang sebenernya. Seluruh cctv yang merekam kejadian itu dan saat sabotase mobil sudah dimatikan, tentu itu juga perbuatan orang dalam. Karna itu aku masih menduga pelakunya Leon ataubahkan Claudia sendiri.

__ADS_1


Sandra duduk di meja makan, dia masih tinggal di rumah kakek, di rumah Andrafana yang tidak pernah sepi karena sedang ramai di luar atau bisikan para pelayan di rumah ini.


"Permisi Non, ada yang ingin saya sampaikan sama Non Sandra."


Sandra menoleh ke kanan, dimana suara berasal, Sandra melihat seorang perempuan tua yang cukup akrab di mata Sandra.


Bi Mayang, dia adalah pengasuh Eca sejak kecil, untuknya Eca sudah merupakan putri sendiri, jadi pasti tidak mudah untuknya mengikhlaskan Eca pergi begitu saja.


Matanya yang sembab adalah bukti jelas, bibi tua ini menangis sepanjang hari pastinya.


"Ada apa bi?"


Sandra bertanya, walau dikepalanya sudah ada dugaan jelas bahwa pasti sang bibi ini akan marah-marah dan mungkin memaki Sandra, karna gosip dan rumor yang beredar bahwa Sandra dan Hainry adalah alasan utama kematian Eca.


Bi Mayang yang menganggap Eca seperti putrinya sendiri mungkin saja menyimpan dendam dan kebencian pada Sandra, kan?


"Non, saya mau kasih barang peninggalan Non Eca, Non Eca bilang kalau sampai dia meninggal, dia mau barang ini jatuh ke tangan Non, hanya ke tangan Non." Bi Mayang memberikan Sandra sebuah kotak yang saat ini masih terbungkus kain biru.


Sandra mengernyitkan dahinya, dia agak curiga dan cukup skeptis dengan kelakuan Bi Mayang ini yang sangat berbeda dari apa yang Sandra perkirakan.


Berkebalikan dari pemikiran Sandra, Bi Mayang malah memperlakukannya dan berbicara lembut dengan dirinya.


"Apa ini bi?"


Sandra membuka pembungkus kainnya, hingga dia bisa melihat sebuah kotak hitam yang familiar di matanya, yang hanya waktu singkat dia lihat tapi selalu dia ingat.


"I-ini?"


Kotak hitam yang berisikan bukti video pengakuan Leon dan Claudia yang berkerjasama, juga surat yang keduanya tanda tangani.


Tapi, apa ini hanya kotak yang serupa? Atau isinya juga tetap sama?

__ADS_1


__ADS_2