
...**************...
Sial.
Sepertinya apa yang Gerald katakan benar, setelah Sandra sampai dirumah diantar Hainry, dia langsung mendapatkan telepon dan panggilan dari kakek untuk berkumpul dengan anggota keluarga Andrafana lainnya.
Sandra tidak ingin, tapi dia harus melakukan hal itu, dia harus hadir karna dia masih menyandang nama keluarga Andrafana.
Seperti saat ini, pada akhirnya Sandra harus duduk diantara anggota Andrafana lainnya, Sandra duduk tepat disebelah Leon dan dihadapan Claudia.
Sakit.
Bukan hanya hatinya yang getir, jiwanya ikut goyah saat mengingat bahwa yang merencanakan pembunuhan untuk ayahnya adalah dua saudara kandung yang ayahnya sangat sayangi.
Tapi Sandra harus tetap tenang, berpura-pura baik-baik saja berpura-pura tidak ada masalah. Sandra sedikit melirik Claudia, Claudia adalah orang yang meminta Kandri melakukan pengkhianatan kan?
Dari segala hal yang terjadi, Sandra bisa mengambil kesimpulan bahwa identitasnya sebagai Detektif YK71 belum terungkap, dirinya sebagai Kapten belum diketahui Claudia.
Karna Sandra tau, bahwa jika Claudia sudah melakukan hal besar seperti itu, dan dia berhasil, maka lidah dan bibirnya tidak sabar untuk bergoyang menghina Sandra. Dengan kata-kata tersirat, tapi sejauh ini Claudia tidak mengatakan apapun.
Claudia hanya meminta Kandri mengambil kotak hitam di ruang bukti, yang Kandri sendiri tidak tau apa isi pastinya. itulah yang tertulis disurat, jadi kemungkinan Claudia tau bahwa kapten YK71 adalah Sandra, masih sangat kecil.
"Bagaimana pekerjaan mu di kantor Gerald? Apakah sudah lebih baik? Apa lebih nyaman dari menjadi seorang Irjen terkenal?" Tanya Claudia dengan senyuman menyindir di wajahnya, ya benar, itu jelas-jelas sindiran keras.
__ADS_1
Karna sejak Gerald mundur dari jabatannya sebagai Irjen, perlahan-lahan nama Gerald hilang dari publik, dia yang dulu sering menjadi pembicaraan hangat karna prestasinya, sampai sering mengalahkan Eca dalam top berita utama. Kini Gerald mendadak tidak muncul lagi di media berita, dan itu semua membuat Claudia sangat senang.
Karna satu-satunya putrinya, hanya Eca yang sekarang sangat terkenal dari nama keluarga Andrafana. Bahkan, kasus Levan sebelumnya tidak begitu mempengaruhi ketenaran dan karir Eca yang cemerlang, bahkan Eca dipuji-puji sebagai perempuan cantik yang cerdas dan berbakat, adil dan pecinta kebenaran karna dia pernah live dengan mengungkap kebenaran soal sepupunya sendiri.
Berkat Eca yang berani mengambil tindakan itu, banyak orang dan media yang memuji kebaikannya, bahkan itu menambah nama baik Eca di kalangan publik, Eca bahkan menjadi semakin terkenal, banyak tawaran datang padanya, penggemarnya semakin meluas di penjuru negara ini. Eca menjadi artis papan atas saat ini.
"Kantor tidak begitu buruk, aku pikir aku bisa menjalankan tugas ku dengan baik." Gerald menjawab biasa saja, tanpa rasa iri, rasa benci, atau sebuah rasa kesal. Dia sudah tidak lagi peduli akan Andrafana dan kursi penerusnya, dia hanya ingin menjalani hidup untuk dirinya sekarang, untuk menebus rasa bersalahnya pada Sandra.
"Bagaimana dengan mu Sandra? Bagaimana menjadi guru? Apa kau tidak bosan? Kalau kau bosan, bibi punya beberapa pekerjaan untuk mu." Tawar Claudia, dia tersenyum menyindir pada Sandra. Jelas, karna saat ini Eca yang paling baik dimata publik.
"Pekerjaan ku baik, tidak membosankan karna aku menyukainya, terimakasih karna telah menawarkannya pada ku, Bi." Sandra tersenyum, dia harus menyembunyikan kekecewaan dan kemarahan, menutupi kebenciannya yang dalam dengan senyuman manis seperti biasanya.
"Yah, tapi akan lebih baik ji--"
"Baik ayah, maafkan aku." Claudia menghentikan ucapannya.
Sandra perlahan melirik Leon, dia banyak diamnya di pertemuan kali ini, dia bahkan tidak berani menatap wajah Claudia, mungkin saja sudah banyak yang terjadi pada keduanya terkait bukti-bukti kuat itu yang nyaris Sandra miliki secara sempurna.
Apalagi saat ini, Leon tidak begitu dekat dengan Gerald. Dan Lebam yang malah cukup dekat dengan Leon, kini terperangkap di dalam penjara akibat ulahnya sendiri. Levan harus bertanggungjawab atas perbuatannya.
"Claudia, besok pergilah ke Kanada, temui Mr Hoven terkait, hotel-hotel kita yang ada disana, dan investasi kita." Perintah Kakek, wajahnya datar, suaranya dingin, tangannya masih terus fokus untuk memotong makanan itu.
"Maafkan aku ayah, aku akan menerima tugasnya tapi aku akan berangkat besok lusa. Karna besok aku ada pertemuan dengan Tuan Klaun, ayah tau kan? Dia adalah pria nomor satu dan yang terkaya di negara kita, kekayaannya setara dua kali lipat milik harta keluarga Andrafana. Dia orang hebat yang misterius, publik tidak mengetahui wajahnya ayah, tapi dia memanggil ku besok, jadi aku harus menemuinya karna itu sangat penting. Rasanya tidak sopan kalau aku sampai mengabaikan undangan pria sehebat itu. Tidak apa kan?" Claudia tersenyum bangga.
__ADS_1
Memang benar, di undang oleh Tuan Klaun adalah kebanggaan sendiri. Karna banyak sekali orang kaya yang ingin bertemu dengan Tuan Klaun, orang misterius terkaya di negara ini, tapi Tuan Klaun tidak mau menemui mereka, hanya beberapa orang terpilih saja.
"Mama mau jodohin aku sama anak penerus keluarga Klaun itu?" Eca menyipitkan matanya, menatap tajam pada sang ibu, entahlah tapi Eca bisa merasakan niat dari sang ibu. Apalagi nama Eca sedang naik karna perbuatan baik, pasti dia ingin memanfaatkannya.
"Ya kalau Tuan Klaun bersedia, mama juga setuju. Dan kamu Ecalica, jangan coba-coba untuk menolak, kamu jangan lupa kalau anak Tuan Klaun itu adalah pewaris satu-satunya dari keluarganya, hanya dia penerusnya, kalau kamu menikah dengannya, kamu pasti bahagia. Lagipula kalian sangat serasi, penerus orang terkaya, dan artis nomor satu, pasangan yang luar biasa bukan? Ayah setuju kan?" Claudia tersenyum begitu bahagia, pantas saja dia agak tenang hari ini.
Tapi Sandra tidak peduli, entah siapapun Tuan Klaun itu, dia tidak mau tau. Toh bukan urusannya.
"Itu benar Eca, kau adalah putri Andrafana, seorang artis besar yang sangat terkenal, sudah sewajarnya kamu bersanding dengan seorang sehebat penerus Klaun keluarga itu, dengan begitu kita--"
Tak!
"Aku sudah selesai makan, Sandra ayo aku akan mengantarkan mu pulang." Gerald dengan berani angkat bicara, padahal dia biasanya selalu menurut dan takut, padahal dia biasanya tidak akan berani membantah atau bahkan memotong kakek saat beliau bicara.
Ada apa?
Apa Gerald tersinggung? Apa Gerald pikir mereka sedang membandingkan Sandra dan Eca?
Sandra sendiri sih tidak peduli. Dia bahkan benci jika harus dijodohkan seperti itu, bahkan jika itu dengan orang paling hebat sekalipun.
Hainry jauh lebih baik.
Batin Sandra, dia juga tidak tau kenapa tiba-tiba malah memikirkan Hainry disaat membicarakan soal pernikahan ini.
__ADS_1