My Hidden Detective

My Hidden Detective
Bab 52


__ADS_3

......................


Semuanya hening, hanya dentingan sendok makan yang berbunyi, untuk beberapa saat dan karena beberapa alasan pembicaraan mereka sedikit terputus.


"Jadi, apakah niat baik kami diterima, bisakah kita melakukan pesta pertunangan secara resmi. Saya ingin mengumumkan pada publik, bahwa anak saya sudah bertunangan dengan putri Andrafana yang terhormat." Ujar Pak Agam dengan senyuman merekah, kebahagiaan nya bukan omong kosong belaka, dia sungguh tulus dengan perkataannya sekarang, dia sanga senang akan pertunangan Hainry dan Sandra.


Agam selama ini sudah cukup sering memperhatikan Sandra di sekolah, Sandra gadis yang baik, tegas, dan memiliki prinsip yang kuat, sangat cocok untuk mengemban tugas dan nama kebanggan Klaun, Sandra sangat cocok dengan tanggung jawab sebagai Nyonya muda Klaun.


Karna Sandra memiliki cirikhas sendiri yang membuat orang lain mengaguminya hanya dengan melihat dan mendengar perkataannya, Sandra memang memiliki kharisma sebagai orang terhormat sejak awal.


"Aku rasa juga begitu, bagaimana kalau tanggal 15 bulan depan, itu tanggal yang baik, kita bisa merayakan pertunangan mereka saat itu juga." Jawab Kakek Gheobalt, dia masih bertingkah dengan hormat dan penuh martabat walau banyak kekacauan yang terjadi sejak tadi karna ulah anak-anaknya.


Sandra tersenyum diam-diam, senyuman tipis yang menyenangkan, hatinya juga ikut merasa bahagia, akhirnya makan malam dan pembicaraan ini lancar, baik kakeknya maupun ayah Hainry berhasil membuat satu kesepakatan dan setuju untuk merestui hubungan mereka berdua terlepas dari segala kekacauan yang terjadi barusan.


Mereka sama-sama mengikuti kata hati untuk memberikan restu dan izin pada putra dan putri mereka.


Hainry diam-diam juga memperhatikan tingkah Sandra. Astaga Sandra sangat menggemaskan! Hainry jadi ingin langsung membawanya pulang. Dia benar-benar imut, Hainry ingin menggendongnya dan menjaga gadis menggemaskan itu.


"Baiklah, kami setuju. Acara pertunangannya akan diadakan dimana?" Pak Agam sedikit bertanya, dia harap itu bisa dilakukan di rumahnya.


"Bagaimana kalau di rumah anda, dan pesta pernikahan nantinya akan dilakukan di rumah kami." Tambah Kakek Gheobalt.


Pak Agam diam sebentar, dia berpikir bahwa ini hal yang wajar, pesta pernikahannya di adakan di rumah mempelai wanita. Tidak apa-apa, karna setelah satu pesta masih ada pesta lain. Pak Agam sudah memutuskan akan terjadi dia pesta pernikahan, yang pertama dirumah Andrafana dan yang kedua di rumah keluarga Klaun.


Tapi rencana ini harus dia simpan dulu, tidak boleh dikatakan nanti, bisa saja akan terjadi penolakan dan bisa membahayakan acara pertunangan resminya.


"Baiklah saya setuju, kami akan mulai menyiapkan pesta pertunangan itu." Pak Agam menyetujuinya.

__ADS_1


Sandra tersenyum lega, akhirnya pembicaraan ini benar-benar terjadi dengan lancar, dia sudah agak gugup karna beberapa keributan, takut kalau kekacauan itu akan membatalkan pertunangan dirinya dengan Hainry.


"Bagaimana menurut Nak Sandra, apa ada yang kurang? Atau mau memberi saran?" Pak Agam bertanya pada Sandra dengan lemah lembut, tatapan matanya teduh, dia pria tua yang ramah. Melihat tingkah laku dan perhatian Pak Agam ini, membuat Sandra mengingat kembali kenangannya dengan sang ayah. Ayahnya adalah orang yang baik, penuh perhatian, berkharisma namun lembut, persis seperti pak Agam saat ini.


Rasanya, Sandra memiliki tempat bersandar lain, seolah dirinya tidak sendiri. Dia juga sangat senang, karna Pak Agam tidak memutuskan segalanya sendiri, walau pria tua itu adalah pria yang kaya dan sangat berpengaruh, dia masih bertanya soal keinginan Sandra, mempertimbangkan keputusan dan pendapat gadis itu.


Sandra senang, dia akan memiliki ayah mertua yang mau bertanya tentang pendapatnya sebelum mengambil keputusan.


"Tidak ada yang kurang kok." Sandra tersenyum ramah, dia merasa senang seolah memiliki keluarga baru.


"Baguslah kalau begitu, nanti sering-sering main ke rumah ya, kau dan Hainry yang harus pilih sendiri segala cincin, dekorasi, gaun dan sebagainya. Ayah akan sediakan seluruh dana yang kalian butuhkan, berapapun itu."


Ayah?


Apakah Sandra memang benar-benar boleh memanggil ayah? Rasanya agak ragu, sedikit canggung dan bikin gugup.


walaupun canggung,


Sekali saja ...


sekali saja jika Sandra bisa dia ingin memanggil pria tua yang memiliki tatapan teduh dan suara hangat itu dengan panggilan...


"Baik, ayah. Terimakasih atas bantuannya." Sandra tersenyum ceria, ini senyuman tulus yang benar-benar dari hati Sandra.


Deg


Jantung Hainry bahkan berdegup lebih kencang dari biasanya, karna saat ini Sandra mengeluarkan senyuman khusus yang tidak pernah dia tampilkan sebelumnya.

__ADS_1


Senyuman bahagia yang penuh ketulusan itu, membuat Hainry semakin yakin bahwa pertunangan ini terjadi bukan karna paksaan atau rasa kasihan, tapi karna Sandra benar-benar mencintai Hainry dengan tulus.


Sadar bahwa gadis yang dia cintai selama ini ternyata juga mencintainya, kebahagiaan yang tak terkira yang tidak mampu dijelaskan dengan kata-kata.


Kakek Gheobalt tersenyum tipis, mungkin dia senang dan bangga pada Sandra? Atau apa? Tidak ada yang tau isi hati dan pikiran Gheobalt saat ini.


Gerald sendiri tersenyum tipis, walau dia agak tidak menyukai Hainry, tetap Gerald harus mengakui bahwa Hainry adalah calon suami yang sempurna, selain Hainry yang begitu mencintai Sandra dan tulus padanya, Sandra juga akan mendapatkan keluarga baru, seorang ayah mertua yang baik dan hangat, bisa menghormati Sandra dan pekerjaannya. Yang jelas, Gerald bisa merasa lebih tenang, karna tempat baru yang akan Sandra tuju sepertinya penuh kebahagiaan dengan jalan berbunga.


Eca senang, selain melihat Sandra senang, dia juga bahagia karna tidak jadi dijual.


Tapi berbeda dengan semua orang, Claudia tengah amat sangat kesal sekarang, giginya dia rapatkan menahan emosi yang menjadi-jadi dikepalanya.


Claudia tidak terima.


Dia merasa Sandra sudah merebut segalanya. Claudia merasa yang dekat dengan keluarga Klaun duluan adalah dirinya, tapi malah Sandra yang menjadi menantu keluarga hebat itu?


Claudia iri, dengki, dia benci. Dia mengumpat dan menyumpahi Sandra di dalam hatinya, dia benci setengah mati, badannya gemetar menahan amarah, matanya menyipit penuh kebencian.


Berani-beraninya anak itu! Kau atau ayah mu sama saja! Kalian berdua sangat menjijikan, kalian selalu merampas apa yang menjadi hak milikku! Sandra Andrafana ... karna kau terlalu mirip dengan ayah mu yang sok hebat itu, aku jadi semakin membenci mu. Bukankah lebih baik jika nasib tragis ayah mu juga menurun pada mu? Tunggu saja bajingan kecil, akan aku buat kau menyusul ayah mu secepatnya!


Claudia bersumpah, dia akan melakukan itu, dia akan membunuh Sandra. Kebencian Claudia terhadap Sandra meningkat berkali-kali lipat, tidak perduli hubungan darah diantara mereka, Claudia mau Sandra tiada, karna menganggap Sandra mengambil segalanya dari dirinya.


Seperti bagaimana cara Claudia melenyapkan sang ayah, Claudia mulai merangkai rencana dikepalanya untuk melakukan hal yang sama terhadap Sandra.


Berani-beraninya kau merebut posisi yang sudah aku perjuangkan untuk putri ku, kau dan ayah mu sama saja! Selalu merebut apa yang menjadi milikku dan putri ku, tunggu saja.


Claudia mengatur nafasnya, dibanding marah dengan percuma, dia mengatur segala siasat dan orang-orang yang biasa dia pakai.

__ADS_1


__ADS_2