
......................
Gaunnya sudah sampai satu jam yang lalu, dan sekarang Sandra baru selesai memakai gaunnya yang indah untuknya, mungkin sederhana menurut orang lain, tapi Sandra dan Eca menilai gaun ini yang paling cocok dengan Sandra.
"Gimana Ca?" Sandra memutar tubuhnya, memperlihatkan Eca dirinya dari setiap sisi pakaian itu, apakah terlihat cukup cantik atau tidak.
"Kalau ada yang bilang kamu jelek hari ini, please tolong timpuk kepalanya pake apa aja." Jawab Eca santai dengan jempol sebagai apresiasi kalau penampilan Sandra saat ini sempurna.
"Haha, bisa masuk penjara dong."
"Wait, kita pergi satu jam lagi kan? Hey, tolong perbaiki riasannya, perbaiki juga tatanan rambutnya, sepertinya tadi ada sedikit yang rusak." Perintah Eca pada dua desainer yang ada di sebelah Sandra.
Di dalam ruangan ini masih ada mereka semua, orang-orang yang akan bertanggungjawab dengan Sandra hari ini, mulai dari para pelayannya, para ahli dari tukang pijit, manicure pedicure, gaun, sepatu dan sebagainya.
Itulah hari ini kenapa kamar Sandra terlihat begitu ramai.
Tapi, ada yang tidak Sandra ketahui sepertinya baru saja terjadi, soalnya yang Sandra ingat dia masih bisa tertawa tersenyum ramah dengan mereka saat sebelum memakai gaun.
Tapi hanya dalam waktu sekejap saja semuanya berubah, hanya dalam waktu sebentar saja sepertinya banyak ekpresi berubah drastis dari mereka.
Mungkin jika itu orang biasa tidak akan menyadarinya, tapi ini Sandra loh, sang kapten Detektif YK71. Sandra yakin ada banyak hal yang sudah terjadi disini.
Ingin mencoba tidak peduli, tapi Sandra tetap kepikiran, dia menjadi lebih sensitif dihari pertunangannya sekarang ini.
Dia ingin tau apa yang sebenernya terjadi, apa yang terjadi saat ini akan berpotensi mengganggu acara pertunangannya.
__ADS_1
"Aku mau ngomong sebentar berdua saja sama sepupu ku Eca, kalian semua keluar saja dulu, toh aku juga sudah selesai." Pinta Sandra.
Bukannya mereka segera pergi, mereka tampak sangat terkejut, jelas sekali ekspresi kaget dimata mereka. Tapi selanjutnya mereka melangkah keluar, dengan tatapan masing-masing dari mereka mengarah pada Eca saja. Tatapan kasihan yang penuh rasa iba. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang tiba-tiba menatap Sandra penuh kebencian, bahkan mereka tidak menyembunyikan tatapan itu.
Sandra tau tatapan kebencian itu, tapi apa masalahnya, apa yang salah? Memangnya apa yang Sandra lakukan pada mereka semua hingga dia diberi tatapan benci begitu?
Semua orang keluar dari sana, semuanya kecuali Eca. Eca menatap dirinya sendiri di depan cermin, dia berdiri di belakang Sandra, juga melihat erat Sandra yang menggunakan gaun pertunangan.
"Ini salah mu." Eca menghela napasnya.
"Apanya yang salah ku?" Sandra mengerutkan alisnya, walau dia jenius, dia tidak bisa membaca apa yang orang pikirkan di dalam kepalanya dengan pasti.
Sedikit curiga, Sandra tidak ingin melepaskan pandangannya dari Eca.
"My mom buat ulah, kayaknya setelah dua hari lalu berita soal Detektif Hainry yang ternyata juga adalah penerus tunggal keluarga Klaun mencuat, dan jadi topik pembicaraan hangat dimana-mana, dia bahkan jadi topik terhangat, dan ibu kayaknya mengambil keuntungan dari sana." Jelas Eca setengah-setengah yang membuat Sandra semakin penasaran.
"Jadi mungkin kemarin ibu nyebarin gosip soal skandal aku dan Hainry, terus siang tadi beritanya viral deh dimana-mana, berita yang viral tuh katanya sebenarnya aku sama Hainry punya hubungan asmara, tapi Hainry terpaksa dijodohin sama kamu karna kamu lebih tua, intinya beritanya gitu, Hainry dipaksa nikah sama kamu oleh Kakek, gitu deh." Eca menghela napasnya, hari ini benar-benar berat, padahal dia pikir hari ini akan sangat menyenangkan karna hari ini pertunangan resmi Sandra.
Akan ada pesta, tawa, senyum, kebahagiaan, tapi karena ulah ibunya, susananya jadi tidak enak begini.
"Jadi sekarang berita yang tersebar gitu ya? Dan karena aku ajak kamu bicara berdua aja, makanya para pelayan dan staff pelayanan lainnya mikir kalau gosip itu bener, dan aku bakal marahin kamu atau ancem kamu disini kan?" Sandra sudah mulai mengerti situasinya, dia paham kondisi.
Tapi, masalah seperti ini bukan apa-apa untuknya, soalnya Sandra itu lebih merasa sakit dan sesak jika ada darah dan nyawa yang melayang, kalau hanya kasus gosip seperti ini saja, santai, Sandra tidak peduli.
"Kamu sih, pake acara ngobrol berdua."
__ADS_1
"Kalau gak ngobrol berdua, mana aku tau berita terbaru. ngomong-ngomong, nih gelangnya tadi bawahan Hainry udah anter." Sandra membuka sebuah kotak kayu, dia mengambil sebuah gelang dari kayu, tapi itu berat, terdapat banyak lukisan kuno yang detail, benar-benar menarik perhatian.
Eca menarik senyumnya puas, "Makasih." Akhirnya gelang yang dia tunggu-tunggu datang juga.
Sandra menaikkan sebelah alisnya, senyum Eca cukup lebar, mungkin karna dia benar-benar menyukai gelang itu, makanya dia begitu bahagia. Mungkin gelang itu bisa mengembalikan suasana hatinya menjadi lebih baik sedikit.
"Ya, ayo turun nanti kita terlambat." Sandra bangkit berdiri, dia tetap santai dan tersenyum seolah berita skandal besar yang datang padanya tidak berarti apa-apa.
"Skandalnya gimana?"
"Biarin aja, aku bukan publik figur, jadi lama kelamaan mereka juga lupa."
"Apa aku bawa orang lain ke pertunangan mu ya? Menimbulkan skandal yang lebih besar akan menutupi skandal mu, haruskah aku one night stand dengan ar--"
"Berisik Eca! Jangan ngada-ngada deh, udah ayo turun." Sandra menutup mulut Eca, dia langsung menarik lengan gadis itu cepat.
Sandra tau, Eca sedang merasa bersalah saat ini, makanya dia ingin menebus rasa bersalah dan kejahatan ibunya.
"Maafin aku San." Eca agak menunduk, yang buat salah siapa, tapi yang merasa bersalah siapa?
"Gak apa-apa, tenang aja. Udah ayo jalan."
"Permisi Non Sandra, mobil anda sudah siap, saya akan mengantar anda ke lokasi." Salah seorang pria berpakaian formal datang bicara pada Sandra. Dari apa yang dikatakannya, sepertinya dia adalah supir yang kakek kirimkan untuk menjaga dan mengantar Sandra dengan selamat ke acara pesta itu.
"Baik, kami akan segera turun, Ayo San." Eca sudah coba mulai berdamai dengan situasi sekarang, memikirkan rasa bersalah itu sepanjang hari ini juga tidak ada gunanya. Gadis itu hanya ingin tersenyum dan terus tertawa hari ini, ikut menikmati rasa bahagia di pertunangan sepupunya.
__ADS_1
"Maaf Nona Eca, Mobil ini hanya boleh dinaiki oleh Non Sandra, silahkan anda menaiki mobil lain." Cegah sopir itu saat Eca juga berinisiatif untuk masuk di mobil yang sama dengan Sandra.