
Semua orang disana terkejut, semuanya termasuk Claudia dan Leon, juga Gheobalt dan Gerald. Tidak pernah terbayang di mata mereka bahwa Kapten Detektif YK71 yang hebat, terkenal, dan sangat misterius adalah Nona Sandra Andrafana yang selama ini beridentitaskan sebagai seorang guru SMA biasa.
Semua media langsung memfokuskan kamera pada Sandra, hal yang tidak boleh terjadi untuk mereka adalah jangan sampai pengeras suara mereka rusak ketika mendengar Sandra mengakui hal itu.
"Sandra kau?" Gerald menatap Sandra dari tempatnya, tapi Sandra hanya meliriknya tanpa bicara apa-apa.
Gerald kembali ingat, saat-saat pertemuannya dengan Sandra sebagai kapten Detektif YK71, Gerald sudah merasa ada yang tidak asing, dan ternyata perasaan itu karna wajah dibalik masker itu adalah wajah Sandra, tatapannya seolah berbeda.
Kakek Gheobalt sendiri menatap Sandra dengan serius. Kali ini, dia bisa melihat sosok putra kebanggaannya, Karl Andrafana yang tegas, berani, bertanggung-jawab dan jenius seperti ada di dalam tubuh Sandra.
Deg
Hati Gheobalt sesak, tatkala dia ingat Sandra ketika kecil begitu jenius saat adanya Karl, tapi dia meredup sejak kematian Karl. Gheobalt pikir, Sandra pintar hanya karna sang ayah jenius, makanya saat ayahnya tiada Sandra menjadi bodoh. Tidak pernah Gheobalt duga, bahwa cucu yang menurutnya paling tidak berpotensi sebagai pewaris, adalah anak yang mungkin paling cocok dengan takhta penerus keluarga Andrafana.
Semakin Gheobalt memerhatikan Sandra, semakin dia merasa sesak karna Sandra sangat mirip dengan Karl saat ini, tatapannya, keyakinannya, cara bicaranya, aura seperti sang pemimpin, tampak menakutkan tapi melindungi, berdiri tegak atas nama keadilan.
Dulu Gheobalt pikir, dia akan melindungi Sandra dan tidak akan menjadikannya penerus, tapi sekarang semuanya berbalik, Sandra membuktikan dia jauh lebih layak dibanding yang lain.
Semakin Sandra tegas, semakin sesak pula jiwa sang kakek ini, barangkali, selain gagal menjadi ayah yang baik, dia juga gagal menjadik kakek untuk cucunya yang sudah ditinggal kedua orangtuanya. Dia mengorbankan peran itu untuk apa? Nama baik Andrafana yang sekarang sudah hancur luluhlantak?
Melihat berdirinya Sandra dengan mata penuh keyakinan, membuat Gheobalt sadar.
Sampai di titik ini bukanlah hal yang mudah untuk Sandra, sampai disini butuh perjuangan ekstra tentunya.
Dan Gheobalt, tidak lagi ingin mengganggu Sandra, biarkan dia melakukan segalanya yang dianggap benar, bahkan jika resiko itu semua adalah kehancuran keluarga Andrafana sendiri.
Karena usaha Sandra sampai dititik ini ...
Gheobalt tidak sanggup membayangkan bagaimana cara Sandra bertahan selama ini dengan fakta yang dia ketahui.
__ADS_1
"Kapten Detektif YK71 adalah Nona Sandra Andrafana, apa sekarang anda sedang bermain drama?" Tanya pengacara Claudia yang sudah memakai seragamnya.
"Tidak masalah, ini lebih bagus karna semua identitas menjadi jelas di persidangan kali ini. Maka, 30 November tahun 2022 hari Rabu, pukul 9 pagi akan dimulai pengadilan Negri tinggi untuk membuka kasus kematian atas nama Karl Andrafana bersama istrinya Shizea Andrafana, yang diajukan oleh putri mereka Sandra Andrafana, atas nama tersangka Claudia Andrafana dan Leon Andrafana, persidangan dimulai."
!
Hening!
Dalam sekejap suasana persidangan menjadi hening setelah hakim mengucapkan hal itu, semua kembali ketempatnya masing-masing.
Semua media hening, mereka juga butuh suara yang jelas dan gambar yang jernih untuk menjadi berita dengan topik nomor satu minggu ini, konflik internal keluarga Andrafana.
Semua orang juga hening, menghayati dengan seksama persidangan ini berlangsung, mereka yang hadir mungkin akan menjadi salah satu saksi hancurnya keluarga Andrafana, hari ini bisa jadi menjadi hari paling kelam di sejarah keluarga Andrafana.
"Baik yang mulia, izinkan saya memulainya. Saya ingin menampilkan bukti rekaman dan juga surat yang sudah ditandatangani oleh saudari Claudia dan juga saudara Leon, kesepakatan untuk saling menyembunyikan kematian Tuan Karl yang sudah mereka rencanakan bersama, dengan menyabotase mobil beliau." Jelas Viona--jaksa penuntut umum yang tugasnya untuk memperjuangkan kasus ini, dia ada dipihak yang sama dengan Sandra.
"Izin menampilkan rekaman yang mulia." Viona menyela dengan mengangkat tangan.
"Diizinkan." Hakim itu memberi isyarat untuk salah satu petugas memutar videonya.
Video tertampil jelas.
Video yang pernah Sandra lihat saat menemukan kotak hitam, video dimana Leon dan Claudia menyepakati sebuah surat.
Semua orang terkejut dengan isi video itu, termasuk Gerald dan Gheobalt.
Gheobalt tau kedua anaknya itu bukan orang yang baik, tapi sampai bekerjasama untuk melenyapkan Karl? Bukankah itu lebih dari binatang?
Gerald menatap benci mata sang ayah, rasa bersalah yang dulu sempat hilang kini datang kembali, bagaimana bisa Gerald merasa lega sementara sang ayah adalah penyebab utama Sandra menjadi anak yatim piatu tanpa orangtua. Karena ayahnya membunuh Karl hanya karna harta.
__ADS_1
Gheobalt menatap kecewa pada Claudia, dia memalingkan wajahnya.
Tes ...
Untuk pertama kalinya Tuan besar Gheobalt Andrafana meneteskan air matanya saat menyaksikan video itu.
Memang, hati ayah mana yang kuat saat mendengar pengakuan dua anaknya yang membunuh satu anaknya lagi? Bahkan jika itu adalah Gheobalt yang dingin bagai es, dia tetap akan menangis kan? Dia juga seorang ayah walau bukan ayah yang sempurna.
sorot kamera bahkan bingung, raut wajah siapa yang harus mereka ambil? Gerald yang kecewa, Gheobalt yang putus asa, atau Sandra yang tidak menangi, mencob tegas dan menegakkan badan menjadi ujung tombak untuk peperangan di pengadilan ini.
Atau bahkan wajah panik tanpa rasa bersalah yang Leon pasang diwajahnya?
"Ini fitnah yang mulia! Itu video palsu!" Claudia langsung membantah video yang tertampil di depan sana, dengan semua orang yang hadir melihatnya.
"Kami juga punya bukti surat untuk memperkuat video itu yang mulia, mohon izinkan menampilkan isi surat yang mulia." Tambah Viona lagi, dia memberikan dua buah surat yang dulu sempat Sandra dapatkan, surat dengan tanda tangan Claudia dan Leon atas sabotase yang mereka rencanakan.
"Bagaimana anda bisa membuktikan kalau itu surat asli Nona Sandra? Mungkin saja anda memalsukan isi surat itu kan? Lalu membuat video palsu juga." Jean menatap Sandra, dia memotong tanpa minta izin.
"Ini video asli yang mulia, ini video asli pengacara Jean. Kalau tidak percaya kita bisa memeriksanya lagi." Viona memperjelas, dia percaya diri karna ini memang video asli.
"Saya punya satu orang saksi lagi yang mulia, namanya Amika, dia istrinya mendiang Adit supir ayah saya yang saat itu mengendarai mobil, dia juga yang diminta untuk menyabotase mobil itu dengan ancaman dari tersangka Claudia dan Leon." Ucap Sandra dengan tegas, masih belum menitikkan air mata, menurutnya menangis saat ini tidak berguna, yang dicarinya bukan simpati publik, melainkan logika publik untuk membantunya mendorong Claudia dan Leon ke-penjara atas dosa-dosanya.
"Lalu, dimana saudari saksi Amika itu, Nona Sandra?"
Benar
Harusnya Amika ada disini sekarang sebagai saksi untuk memberatkan Claudia, tapi dimana dia sekarang?
Apa terjadi sesuatu?
__ADS_1