My Hidden Detective

My Hidden Detective
Bab 47


__ADS_3

...**************...


Sidang dimulai.


Bukan di pengadilan, bukan pula di jalanan, hanya di ruang tamu mansion kakek Gheobalt Andrafana.


Ada Sandra, Kakek, dan juga Gerald.


Entah bagaimana Gerald sampai kesini, saat kakek bilang Sandra ingin menikah, Gerald langsung datang tanpa pemberitahuan apa-apa.


"Jadi dengan siapa?" Tanya Kakek tegas, menatap erat retina mata cucunya. Walau terkesan agak kasar, tetap Gheobalt perhatian pada Sandra karna Sandra salah cucunya, Sandra juga memiliki darah keluarga Andrafana.


"Siapa yang ingin kau nikahi, San?" Tambah Gerald, sebenarnya sudah ada satu nama yang Gerald duga dikepalanya, tapi Gerald harap bukan dia, soalnya Gerald tidak cocok dengan kepribadian orang itu ... Hainry.


"Aku mau menikah, dengan Hainry, wakil kapten detektif YK71 yang terkenal itu." Sandra membawa nama YK71, soalnya itu yang paling berharga untuk bisa Sandra pamerkan.


Sandra yakin, walau sang kakek sering mengabaikan Sandra, tapi dia juga tidak akan membiarkan Sandra menikahi orang biasa, orang itu harus punya latar belakang dan nama yang baik.


Dan coba lihat Gerald sekarang.


Dia mengepalkan kuat tangannya sendiri, giginya menyatu menahan emosi, soalnya tebakannya benar. Orang yang ingin Sandra nikahi adalah Detektif Hainry yang beberapa kali terjebak konflik dengan Gerald.


"Aku kenal beberapa Irjen, dan CEO yang terkenal, mereka jauh lebih baik dan memiliki status yang tinggi." Lanjut Gerald.


Kakek sendiri tampaknya masih diam, soalnya dia masih menimbang-nimbang keputusan itu. Gheobalt pribadi suka dengan Hainry dan kepribadiannya, beberapa kali Gheobalt mendengar berita kehebatan YK71, dan selalu ada Hainry di dalamnya.


Nama Hainry cukup terkenal, itu juga terkenal karna prestasi, empati dan pencapaian yang baik. Tidak ada skandal atau berita buruk soal Hainry, namanya naik karna usahanya sendiri.


Itu yang membuat Gheobalt tidak menolak Hainry dengan cepat, dia malah sedikit penasaran soal hubungan Sandra dan Hainry.


Soalnya reputasi Hainry cukup baik di kalangan publik. Dia juga wakil kapten dari tim detektif YK71 yang terkenal itu.


Dan Gheobalt juga ingat, Hainry adalah saksi Detektif di ruang sidang kala pengadilan Levan. Caranya bicara, caranya memandang dan bersikap sang berkelas dan elegan. Gheobalt memang cukup tertarik sejak awal dengan Hainry.


Tapi tidak dengan Gerald. Jika melihat mereka berdua sepertinya ada kilatan petir antara mereka. Gerald tidak setuju, jika dia bisa dia akan melakukan banyak hal untuk membatalkan itu.


"Sandra, kenapa diam? Aku bilang aku kenal banyak orang hebat, dan aku bisa memperkenalkan mu juga." Lanjut Gerald saat dia tidak mendapatkan jawaban apapun dari Sandra.

__ADS_1


"Kau ingin menjual ku ya?" Sandra menyipitkan matanya ke arah Gerald, tampak eskpresi kekecewaan dimatanya. Seolah dia terluka dengan ucapan beberapa kalimat yang baru Gerald keluarkan.


"Aku tidak menyangka bahwa kau berbuat menjual ku, aku pikir kau sudah berubah, aku pikir kau orang yang berbeda, aku pikir kau mulai menyayangi ku dengan setulusnya. Tapi sepertinya tidak begitu ya, kau cuma mau memanfaatkan aku, 'kan?" Sandra jadi agak sensitif sedikit. Soalnya dia tidak lagi bisa menerima kekecewaan dan pengkhianatan lagi, sudah banyak sekali yang mengkhianatinya, jadi tolong Gerald jangan.


Karna Sandra sudah mulai menyayangi Gerald sebagai seorang kakak. Bahkan Sandra sudah memikirkannya, bahwa yang akan menggandeng dirinya nanti mengantarnya ke Hainry, tempat itu, Sandra harap bisa diisi oleh sosok Gerald.


Gerald terdiam, kakek juga langsung melirik Sandra.


Jantung Gerald memompa dengan cepat, dia harus menjelaskan ini sebelum masalah tambah rumit dan tambah panjang, menjelaskan bahwa dia sama sekali tidak pernah berniat menjual Sandra.


Barangkali, Sandra hanya salah paham.


"Menjual mu? Siapa? Aku? Mana mungkin! Aku hanya ... baiklah, kalau apa yang aku ucapkan terdengar seperti menjual mu, atau menjodohkan mu demi keuntungan pribadi ku, aku minta maaf. Aku ... tidak ada maksud seperti itu untuk adik ku sendiri, mana mungkin aku menjual adik perempuan ku begitu. Kau salah paham."


Gerald mencoba menjelaskan


Tapi Sandra masih diam, membuat Gerald menjadi serba salah sendiri.


"Aku hanya ingin yang terbaik untuk mu, makanya itu aku memberikan banyak opsi agar kau bisa memilihnya." Tambah Gerald, semoga Sandra bisa mengerti dan tidak salah paham lagi.


Sandra tidak tau, bibirnya refleks mengucapkan itu. Hanya bibir kah? Tapi saat mengatakan itu jantung Sandra berdegup begitu kencang loh.


Jatuh cinta?


Cinta?


Sandra?


Sandra mencintai Hainry?


Arghh!!


Sandra tidak ingin memikirkannya sekarang, ucapan itu keluar dari mulutnya tanpa disaring dan dipikir lebih dulu, lebih baik dia fokus pada masalah di depan mata. Masalah restu, dan bagaimana cara mendapatkannya.


"Ah ... Jadi kau sudah mencintainya ya? Baiklah, lakukan apapun yang kau inginkan. Menikah dengan orang yang dicintai memang adalah sebuah harapan besar, kebahagiaan tak terkira akan datang padamu jika harapan besar mu ikut terwujud. Aku mengerti, dan aku juga tidak akan menghalangi." Gerald menghela napasnya, memangnya apa lagi yang bisa dia lakukan? memisahkan dua orang yang saling mencintai hanya karna egonya sebagai seorang kakak?


Mana bisa begitu.

__ADS_1


Tidak boleh juga seperti itu.


Syukurlah Gerald itu bijak dan berpikiran dewasa sekarang, jadi dia bisa mengambil keputusan dengan melihat dari berbagai sudut pandang.


Gerald memilih memberi restu saja, dibanding dia menolak permintaan Sandra, dan terus bersikukuh menjodohkan sang adik. Bisa-bisa Sandra akan benar-benar membenci Gerald nantinya, berpikir bahwa Gerald benar-benar akan menjualnya.


Gerald tidak mau itu terjadi.


Beri restu saja, dibanding Sandra yang menjauh.


"Untuk saat ini, kita akan adakan makan malam bersama. Minggu depan, minta mereka datang untuk makan malam, calon mu dan juga keluarganya. Aku akan lihat bagaimana dia dan keluarganya, lalu memutuskan apakah ada pertunangan resmi atau tidak." Kakek akhirnya angkat bicara, setelah dia menimbang keputusannya, dia sampai pada keputusan ini.


"Baiklah, Kek." Sandra mengangguk mengerti.


Dia juga berpikir sejenak.


Sepertinya akan diberi restu.


Suara hati Sandra menyela, dia sudah memikirkan banyak kemungkinan. Mungkin, kakek akan menilai kekayaan, sikap ayah Hainry.


Dan kalau Sandra bisa ingat.


Hainry itu kaya, ayahnya jug sangat kaya. Mereka memiliki mansion yang begitu luas dan indah, banyak koleksi lukisan dan barang-barang seni yang langka.


Agam--Ayah Hainry sangat ramah, baik, sopan dan juga menyenangkan.


Beliau cukup tertarik pada seni, Sandra ingat kakek Gheobalt juga.


Sejauh ini gak ada halangan.


Sandra jadi sedikit lebih lega, dia hanya butuh dorongan lagi.


"Tapi Sandra, dulu saat aku masih menjadi seorang Irjen dan menjalankan misi pertama dengan Tim Detektif YK71, aku juga bertemu dengan Hainry. Tapi saat itu, Hainry bilang dia sudah bertunangan dengan Kapten YK71, apa maksudnya? Kau dipermainkan? Apa kau tau itu?"


Deg.


Omong kosong apa yang Hainry katakan dulu, dan apa jawaban yang harus Sandra keluarkan agar terdengar masuk akal dan Gerald tidak akan curiga, bahwa kapten Tim YK71 itu adalah Sandra sendiri.

__ADS_1


__ADS_2