
Ricky berulang kali menggagahi sang istri sampai efek obat itu hilang. Bahkan Renata sampai pingsan karena digempur semalaman oleh Ricky. Namun, Ricky tidak menyadari itu, dia berpikir Renata kelelahan dan tertidur.
Sementara itu, di sebuah apartemen mewah di gedung yang berbeda. Kegiatan panas juga terjadi. Jonathan dan Wenny telah menghabiskan malam panas penuh gai*rah karena obat lucknut yang dikonsumsi oleh Wenny.
Berbeda dengan dua pasangan yang melakukan malam panas karena pengaruh obat perangsang. Dalam satu gedung yang sama dengan Jonathan dan Wenny, Sandy sedang melepas rindu dengan Stella. Keduanya melakukan dalam keadaan sadar sepenuhnya.
Aldi yang ditugaskan untuk mengecek CCTV kafe, terpaksa begadang sampai kafe tutup. Pemuda yang lebih suka menikmati hidup tanpa pasangan itu, terlihat sangat mengantuk. Namun, tidak membuatnya segera merebahkan badan untuk istirahat sebelum ada menyelesaikan tugas.
Pagi hari yang cerah tidak mempengaruhi suasana hati Rena. Dia tampak marah, kesal, kecewa dan benci yang campur jadi satu. Saking kesalnya, Rena langsung meninggalkan unit apartemen itu, begitu selesai membersihkan diri.
Harta yang dijaganya selama ini harus terengut paksa oleh laki-laki yang belum dicintainya. Walaupun dia tidak menampik ikut menikmati, tetapi bukan dengan cara seperti tadi malam.
Rena tidak menyangka sama sekali, Ricky akan memperko*sanya. Selama dua bulan bersama, Ricky selalu menepati janji. Tidak hanya itu saja, Ricky yang dikenalnya selama dua bulan terakhir adalah orang yang berkepribadian baik.
Sangat baik jika dibandingkan dengan sikap Renata yang bar-bar dan ngeyelan. Namun, sikap Ricky tadi malam sangat bertolak belakang. Apakah Ricky berkepribadian ganda?
Rena sengaja tidak pulang ke rumah orang tuanya. Dia pergi ke puncak, menyewa sebuah vila yang letaknya paling dekat dengan hutan. Dia pernah ke tempat itu bersama Sandy, beberapa waktu silam.
Waktu itu acara perpisahan kelulusan SMA, Rena selaku panitia diminta untuk mencari lokasi yang bagus dan alami. Rena lalu meminta bantuan sang kekasih, Sandy. Di tempat inilah Sandy merekomendasikan serta ikut mendampingi Rena selama acara.
Di belahan bumi yang lain, Ricky tampak kelimpungan mencari keberadaan sang istri yang tiba-tiba menghilang. Dia sudah mendatangi rumah mertua dan teman-teman Rena. Namun, hasilnya nihil karena tidak ada yang tahu keberadaan wanita yang sudah tidak gadis lagi itu.
Ricky juga menyisir tempat yang sering didatangi oleh Rena. Bahkan dia juga meminta bantuan pada teman-temannya dan juga teman dekat Rena. Hal itu membuat status pernikahan keduanya terungkap secara tidak langsung.
"Aku harus mencari kemana lagi? Apa aku harus pergi ke tempat Sandy? Masak sih aku harus menemui bedebah satu itu."
Ricky bingung harus mencari kemana lagi istrinya.
"Kalau itu cara agar Lo segera ketemu sama dia? Nggak ada salahnya dicoba. Rena 'kan bini Lo, jadi gak ada salahnya Lo tanya sama mantan pacar Rena," saran Aldi.
__ADS_1
Saat ini Ricky hanya ditemani boleh Aldi karena Jonathan masih berada di apartemen Wenny.
Aldi dan Jonathan adalah teman sejak memakai seragam abu-abu. Sehingga keduanya tahu bagaimana hubungan Ricky dengan Sandy. Sandy selalu memancing kerusuhan di antara mereka setiap kali ada kesempatan.
Akhirnya dengan ditemani Aldi, Ricky mendatangi apartemen Sandy. Mereka tahu alamat apartemen Sandy karena pernah tidak sengaja bertemu. Saat itu Aldi dan Ricky baru pulang dari unit Jonathan, Sandy dan Jonathan tinggal di flat yang sama.
Kedatangan Ricky dan Aldi di unit apartemen Sandy berbuah ejekan. Sandy menghina Ricky habis-habisan. Sehingga bukan mendapat jawaban kemana Rena pergi, malah terjadi adu mulut.
"Honey, siapa tamunya? Kok nggak diajak masuk aja, sih?" tanya seorang perempuan yang tiba-tiba muncul di belakang Sandy.
Perempuan itu berpenampilan sangat minim. Tiba-tiba saja datang dan memeluk Sandy tanpa tahu malu.
"Ada orang salah alamat," jawab Sandy asal.
Betapa terkejutnya Ricky dan Aldi tatkala perempuan itu mendongak menampakkan wajah manisnya.
"Stella?" Aldi dan Ricky menggumamkan nama yang sama.
Melihat hal itu, Sandy semakin memanas-manasi Ricky. Sandy tahu jika dulu Ricky sempat mengagumi sosok Stella. Hanya sebatas kagum karena Stella bisa ceria dalam kesakitan.
"Kami pacaran sudah dua tahun. Kenapa ada yang salah?" cibir Sandy mengejek Ricky, seolah mengatakan jika dia telah mengalahkan Ricky.
"Gue kesini cuma mau tanya keberadaan Renata," ucap Ricky pelan.
"Renata ... siapa Renata? Gue nggak kenal. Jadi, lebih baik kalian pergi saja dari sini karena sampai kapanpun aku tidak tahu dimana perempuan itu berada!" usir Sandy seraya memegang pintu hendak ditutup.
Aldi dan Ricky yang tak mau membuat keributan memilih meninggalkan tempat itu.
"Mengganggu kesenangan orang saja!" gerutu Sandy sembari membanting pintu.
__ADS_1
"Bagaimana Rick? Kita cari kemana lagi?" tanya Aldi begitu sampai di area parkir.
"Biarkan dulu. Mungkin dia butuh menenangkan diri. Besok gue cari pelan-pelan," jawab Ricky lesu, ada nada putus asa dalam ucapannya.
Sementara itu, Wenny dan Jonathan semakin ketagihan setelah melakukan penyatuan tadi malam.
"Gue akan tanggung jawab, Lo nggak usah bersedih," ucap Jonathan setelah napasnya mulai teratur.
Mereka baru saja mengejar surga dunia. Waktu satu malam ternyata tidak membuat keduanya merasa cukup. Keduanya sama-sama ingin lagi dan lagi mereguk kenikmatan.
"Awas saja kalau kamu ingkar! Aku potong burung kamu, lalu aku cincang halus. Habis itu aku masak untuk makan malam," ancam Wenny yang tampak lucu di mata Jonathan.
Dari sekian banyak cewek yang tidur bersamanya, cuma Wenny yang masih virgin. Sehingga membuat Jonathan ketagihan menyentuh mantan kekasih sahabatnya itu. Ternyata berhubungan dengan yang masih bersegel memberikan sensasi yang luar biasa.
Kita tinggalkan mereka yang sedang bucin, di dalam kamar sebuah vila. Renata menggigil karena demam yang tinggi. Demam itu disebabkan oleh kurang tidur dan terlalu lama berada di bawah guyuran air dingin shower.
Ya, tadi Renata sempat depresi. Dia berulang kali mandi untuk membersihkan tubuhnya dari bekas percintaannya dengan Ricky. Dia bahkan duduk termenung di bawah guyuran air hujan.
Renata merasa tubuhnya kotor, padahal dia memberikannya pada sang suami. Bukan pada laki-laki lain. Seandainya dia tahu bahwa tadi malam dia mendapat pahala atas kejadian itu, mungkin dia akan menerima Ricky sebagai suaminya.
"Lo jahat, Rick! Jahat!" igau Renata.
"Breng*ek, kenapa Lo ingkar janji!"
Demam yang tinggi membuatnya mengigau mengumpat laki-laki yang berhak atas tubuhnya itu.
Penjaga vila yang kebetulan melewati kamar yang ditempati oleh Renata itu pun merasa heran.
"Yayah, kamu lihat dulu si Eneng. Sepertinya dia sedang berantem?" ucap Mang Ujang si penjaga vila.
__ADS_1
"Berdua ya, Kang. Yayah takut kalau ke dalam sendiri."