
Mendengar kata honeymoon, wajah Renata yang tadi kusut macam baju yang baru keluar dari mesin cuci, tiba-tiba langsung cerah bersinar bak baju kelar disterika.
"Sekarang mau langsung pulang atau mau ikut bengkel?" tanya Ricky dengan suara lembut, takut sang istri kembali ke mode singa.
"Mmm, di bengkel ada siapa saja?"
"Banyak sih, anggotaku ada 6 di bengkel. 2 lagi keluar ada panggilan di jalan tol. Kenapa, hmm?"
"Panggilan di jalan tol? Maksudnya bagaimana?"
"Ada pelanggan kebetulan mobilnya mogok di jalan tol, jadi aku kirim dua orang buat nangani mobil itu," jelas Ricky dengan sabar.
"Sebentar! Bukannya bengkel kamu khusus motor aja?"
"Sudah sebulan lebih kami juga melayani reparasi mobil, Sayang. Kalau layanan panggilan sudah sejak awal buka bengkel sih," jelas Ricky lagi dengan senyum termanisnya.
Ricky bahagia sekali karena sang istri sudah mau menanyakan usaha yang digelutinya. Sudah ada kemajuan dengan pernikahannya. Dikit demi sedikit, Renata sudah mau menerima dirinya.
Ricky harus sabar menghadapi Renata yang masih labil dan cenderung bar-bar. Usaha Ricky untuk mendapatkan hati Rena, sepertinya sudah menunjukkan tanda-tanda berhasil. Berawal dari panggilan yang sudah berubah dan sekarang sudah mau bertanya tentang pekerjaannya.
"Mmm, kalau aku ikut ke bengkel mengganggu kalian, nggak?" tanya Rena ragu.
"Nggak dong! Masak sih ganggu. Yang ada malah bikin nambah semangat," sahut Ricky yang diselingi gombalan.
"Gombal!"
Kini mereka sudah sampai di bengkel. Ricky membukakan pintu untuk Rena. Ricky meletakkan telapak tangannya di atas kepala Rena. Setelah Rena keluar, Ricky langsung menutup pintu tersebut dan menguncinya.
Renata berjalan mendahului Ricky menuju bengkel. Bengkel itu dibagi menjadi beberapa bagian tanpa adanya sekat. Jadi, semua aktivitas di bengkel bisa dilihat dengan jelas.
"Ehh, ada Bu Bos.Siang Bu Bos! Semoga betah ya, kasih semangat Pak Bos kerja," sapa Aldi saat Renata baru saja masuk ke bengkel. Aldi yang paling berani meledek Renata di antara anggota montir lainnya.
Aldi juga yang menjadi tangan kanan Ricky selama ini. Bukan karena Aldi teman dekatnya, tetapi terlebih pada skill yang dimiliki Aldi hampir sama dengannya.
__ADS_1
"Bos, ini ada job modif mobil. Akhir bulan depan harus sudah kelar. Bagaimana" tanya Aldi begitu tampak Ricky masuk.
"Pertengahan bulan depan gue ke Bali. Kalau kalian sanggup, ambil saja!"
"Itulah masalahnya, Bos! Motor yang overhaul saja ada tiga, belum lagi yang antri modifikasi. Tambah montir lagi kenapa, Bos?"
"Heh, Bambang! Dari dulu bukannya sudah gue perintahkan lo buat rekrut montir yang berpengalaman? Mana, udah dapat belum?" balas Ricky membalikkan ucapan Aldi.
"Susah, Bos! Kalaupun ada itu mekanik. Mau berapa gajinya kalau kerja di sini. Kerjaan mekanik itu cuma uji coba mesin hasil kerjaan kita," jawab Aldi.
"Makanya jagan bacot aja bisanya! Nyari montir yang skillnya sudah mahir itu nggak gampang. Jadi, lo jangan banyak protes aja bisanya!" ucap Ricky.
"Bos, bulan depan jadi pergi ke Bali-nya?" tanya Sony, salah satu pekerjanya.
Renata yang mendengar percakapan antara bos dan anak buah itu, mulai mengerti pekerjaan sang suami. Tiba-tiba saja dia teringat ucapan Ricky tadi sebelum ke bengkel tadi. Tentang honeymoon.
"Mas, masak bangunan segini gede nggak ada ruangan kantor gitu?" ucap Renata basa-basi.
Walaupun sudah pernah diajak ke bengkel, Renata belum pernah ke lantai dua yang dijadikan kantor oleh Ricky. Ricky hanya mengajak duduk di sofa yang disediakan untuk tamu atau pengunjung. Di lantai satu khusus untuk bengkel dan showroom, selain itu ada beberapa kubikel untuk kasir dan bagian administrasi.
"Kamu istirahat di ruangan aku aja, Yank, kalau capek!" ucap Ricky tanpa menjawab pertanyaan sang istri.
Renata memonyongkan bibirnya kesal karena pertanyaannya tidak dijawab. Dia mengikuti langkah Ricky yang berjalan menaiki tangga. Begitu tiba di lantai dua, Renata lebih takjub lagi melihat apa saja yang tersedia di sana.
"Mas, banyak banget spare part kendaraan di sini!" teriak Renata kagum, hanya ditanggapi senyuman oleh suaminya.
Dari luar bangunan itu hanya tampak seperti bengkel biasa pada umumnya. Begitu masuk ke lantai dasar, tampak kegiatan bengkel secara langsung. Sekarang, di lantai dua ternyata bengkel itu memiliki aset yang sangat besar.
"Yank, sini deh!" panggil Ricky dari dalam ruangannya.
Renata pun mendatangi Ricky yang sudah duduk di kursi kebesarannya. Renata juga merasa takjub melihat ruangan Ricky yang luas. Di ruangan itu tersedia perabotan lengkap..
Tidak hanya meja dan kursi kerja saja, ada juga sofa, kulkas, bahkan ranjang untuk istirahat saja ada. Kamar mandi terletak di sudut ruangan.
__ADS_1
"Kamu kelihatan capek, istirahatlah! Aku masih banyak kerjaan karena semua aku yang pegang sendiri. Harap maklum!" suruh Ricky sambil membuka pintu di samping kamar mandi.
Renata berjalan ke arah pintu itu, ternyata sebuah kamar dengan ranjang king size yang tampak baru dan lemari pakaian dua pintu.
"Tidurlah! Atau kamu mau makan dulu sebelum tidur?" ucap Ricky begitu mereka berdua memasuki kamar itu.
"Perasaan spreinya masih rapi, bantalnya juga masih terbungkus plastik. Ini semua baru?" tanya Renata yang saat ini sudah duduk di pinggir kasur.
"Cuma kasur sama bantal gulingnya yang baru. Ini lemari lama, dulu aku beli saat sudah memiliki bengkel kecil-kecilan. Aku dulu kere, tidak punya apa-apa setelah memutuskan keluar rumah," jelas Ricky sambil memandang keluar jendela.
"Kamu diusir dari rumah atau minggat, Mas?"
"Papa dan mama memintaku untuk mengurus usaha properti yang sudah papa dirikan dari nol. Sayangnya, aku lebih tertarik dengan otomotif. Aku memilih keluar rumah tanpa harta papa sepeser pun, dan membuktikan pada mereka kalau aku juga bisa menjadi pengusaha sukses tanpa mereka."
Sebenarnya Ricky enggan bercerita, tetapi dia harus terbuka dengan sang istri.
"Maaf sudah membuka luka lama kamu," ucap Renata sembari berjalan mendekati Ricky dan memeluknya dari belakang. "Katanya mau honeymoon, jadi nggak?"
"Pasti jadi, dong!" sahut Ricky cepat. "Bulan depan aku ada seminar dan work shop di Bali. Kamu ikut ya, sekalian honeymoon?"
"Tanggal berapa, soalnya aku ada UAS (Ujian Akhir Semester) pertengahan bulan?"
"Tanggal 12 sampai 19, bisa ikut 'kan?" tanya Ricky memastikan.
"Yaa, aku ujian tanggal 5 sampai tanggal 17. Semoga saja jadwal ujianku kelar sebelum tanggal 17. Jadi, aku bisa nyusul kamu," ujar Renata dengan senyum mengembang.
*
*
*
Hai, aku bawa rekomendasi karya yang seru lho. Mampir yuk!
__ADS_1