Nikah Dadakan Dengan Musuh

Nikah Dadakan Dengan Musuh
Part 18


__ADS_3

"Tante apaan sih? Masih pagi juga udah ngomel, kek orang kesambet aja!" sungut Rena.


Hhhh ....


Tante Sora hanya bisa menghela napasnya perlahan, untuk menekan amarahnya. Sifat Rena memang menurun dari sang mama. Berbeda jauh dengan abangnya yang lebih sabar tapi tegas.


Sifat Hapsari yang ngeyelan turun pada Renata, sedangkan penuh taktik dan strategi diturunkan oleh sang ayah. Seandainya Hapsari tidak ngeyel dan mau ikut kemana sang suami ditugaskan, tidak akan pak Gunadi menikah lagi. Pada dasarnya semua laki-laki itu sama, ingin diperhatikan dan dicukupi biologisnya.


Ricky datang mendekati meja makan, di sana masih ada istri dan tantenya yang memasang wajah tegang. Ricky duduk di samping Renata karena dia ingin membahas masalah mereka.


"Ren, aku minta maaf karena telah berlaku kasar padamu malam itu. Sungguh itu bukan mauku. Akan tetapi, obat yang dicampurkan ke dalam minumanku membuatku tidak bisa menahan diri dan berlaku kasar padamu," tutur Ricky dari lubuk hati yang paling dalam.


Renata tampak acuh mendengar permintaan maaf dari laki-laki yang telah membuatnya kecewa. Hatinya masih sakit bila mengingat kejadian malam itu. Rasa bencinya pada Ricky pun semakin besar.


"Aku benar-benar minta maaf, Ren. Kamu mau 'kan memaafkan aku? Aku janji, tak akan mengulangi lagi kesalahan yang sama," ucap Ricky mengulang permintaan maafnya.


"Maaf? Apa sakit hatiku bisa hilang hanya dengan kata maaf?" sahut Rena ketus.


Melihat Rena yang malas-malasan memaafkan Ricky, membuat Soraya geram. Ricky sudah merendahkan dirinya, tetapi Rena masih tetap acuh saja.


"Rena! Apa pantas seorang istri berkata seperti itu pada suaminya?" bentak tante Soraya.


Walaupun suamiku meninggalkan dia dan anaknya, tetapi rasa hormatnya pada sang suami masih ada. Soraya sebenarnya seorang wanita baik-baik yang ditipu oleh laki-laki yang tidak beradab. Dia berhati bak peri cantik tetapi tegas.


"Tante membelanya? Bela aja terus dia, Tante! Sebenarnya siapa yang keponakan Tante, sih?" tanya Rena seolah tak percaya mendengar adik ayahnya itu, membela orang lain dibandingkan dirinya yang masih memiliki ikatan darah.


"Tante membelanya karena kamu sudah keterlaluan Rena. Ingat surga seorang istri di bawah telapak kaki suaminya ...."


"Itulah bodohnya Tante, makanya bisa dengan mudah ditipu laki-laki yang tidak bertanggung jawab. Dinikahi lalu ditinggalkan begitu saja!" ejek Renata, memoting perkataan tante Soraya saking kesalnya.


"Kenapa jadi Tante dan Rena yang berantem? Tante tidak usah membela Ricky, Ricky memang salah, Tante. Kesalahan yang Ricky begitu besar, wajar jika Rena tidak mau memaafkan Ricky."

__ADS_1


"Seharusnya Ricky tidak boleh melakukan skinship dengan Renata. Namun, dikarenakan ada yang sengaja ingin menjebak Ricky, maka Ricky melakukan lebih dari skinship," terang Ricky sendu, tampak penyesalan mendalam dari sorot matanya.


Tante Sora terkesiap mendengar ucapan Ricky. Bagaimana mungkin suami istri tidak melakukan skinship? Sulit diterima oleh akalnya.


"Apa kalian sudah gila, hah? Mana ada suami istri tidak melakukan skinship? Sedangkan mereka yang pacaran saja sudah main kuda-kudaan, ini yang suami istri malah membuat aturan no skinship. Terus bagaimana kalau pengen?" teriak tante Soraya terkejut.


"Kami menikah tanpa cinta, Tante! Jadi, untuk apa melakukan skinship seperti orang pada umumnya?" bantah Rena cepat.


Sedangkan Ricky semakin bingung menghadapi keras kepalanya Rena. Dia sudah meminta maaf tapi tidak ditanggapi sama sekali. Mungkin benar apa yang dikatakan Jonathan, lebih baik ditinggal dari pada menambah dosa.


Ricky akan meminta Aldi untuk menjelaskan penyebab kejadian malam itu. Aldi memiliki rekaman CCTV kafe dimana Ricky dan teman-temannya menemui Wenny.


"Semoga dengan melihat rekaman CCTV kafe itu, bisa membuat hatinya sedikit luluh dan memaafkan aku."


"Seandainya kamu bisa menerima dan menjalankan takdir ini dengan ikhlas, semua ini tidak akan terjadi, Ren. Aku sudah jelaskan semuanya kenapa aku hilang kendali malam itu. Sekali lagi aku minta maaf," ucap Ricky lirih.


Pemuda itu pun memilih untuk meninggalkan tempat itu. Rencananya dia akan ke bengkel seperti hari biasanya. Dia mencium punggung tangan tante Soraya sebelum pergi.


"Iya, Rick. Hati-hati ya, kamu?" sahut tante Soraya seraya mengantarkan Ricky hingga pintu pagar.


"Iya, Tante. Tolong awasi Rena untuk Ricky! Maaf Ricky sudah merepotkan Tante," pinta Ricky dengan wajah memelas.


Ricky meninggalkan rumah itu dan bergegas ke bengkel. Sesampainya di sana, dia disambut oleh beberapa karyawannya. Sejak buka bengkel baru, karyawan Ricky bertambah.


Bengkel Ricky jauh lebih ramai setelah pindah ke ruko. Sehingga mau tidak mau, dia harus menambah beberapa karyawan.


"Lo kenapa? Habis ketemu bini bukannya cerah malah makin kusut," tanya Aldi heran.


"Rekaman CCTV itu masih ada sama Lo 'kan?" tanya Ricky mengalihkan pembicaraan.


"Masih. Kenapa?" sahut Aldi dengan wajah serius.

__ADS_1


"Gue mau minta tolong ke Lo. Bantu gue, kirim rekaman CCTV itu ke Renata. Hanya rekaman CCTV itu harapan gue saat ini," jelas Ricky dengan wajah pias, tidak tenang. Pikirannya masih berpusat pada sang istri yang telah mencuri hatinya.


"Oke! Semoga saja dengan melihat rekaman ini dia bisa berpikir ulang," ucap Aldi tulus.


Aldi dengan sigap mengirimkan rekaman CCTV kafe ke nomor WhatsApp Renata. Setelah itu kembali menyimpan ponselnya badan melanjutkan pekerjaannya.


Sementara itu, Renata langsung membuka pesan masuk ke ponselnya. Wanita cantik itu menonton rekaman CCTV sampai selesai. Kini dia tahu jika Ricky tidak berbohong padanya untuk membela diri.


"Masak sih, obat kek gitu bikin seseorang pengen melakukan begituan?" gumam Renata dengan mata terpejam. Badannya terasa lelah setelah melakukan perjalanan jauh selama empat jam.


"Ah, aku searching aja. Apa pengaruh obat perangsang dan efeknya?" monolog Renata sembari melakukan pencarian di laman perambah.


Mata Renata langsung melotot begitu membaca artikel yang tertera di layar ponselnya. Kini dia mengerti kenapa Ricky tampak seperti binatang buas yang kelaparan malam itu.


Di belahan bumi yang lain, khususnya di negara patung singa. Orang tua Ricky terkejut mendengar anaknya sudah menikah diam-diam. Mereka tidak menyangka jika Ricky menikah begitu cepat.


"Buat ulah apalagi anak itu? Kenapa mendadak menikah tanpa memberi kabar pada kita?" gumam pak Kurniawan sembari memijat pelipisnya.


"Kata Bimo, dia menikah karena salah paham. Dia masuk ke kamar kos cewek, ternyata di dalam kamar itu ada anak pemilik kos. Keduanya langsung dinikahkan karena ketangkap basah berduaan pamer aurat," jelas Mira, istri pak Kurniawan.


"Dia sepertinya hendak menginap di kos-kosan temannya, Pa. Tapi salah masuk kamar. Jadi, tidak sepenuhnya dia salah," imbuh Mira membela anaknya.


"Kita pulang sekarang, Ma. Anak itu harus diberi pelajaran!"


*


*


*


Sambil menunggu KyRen up, mampir yuk ke karya temanku. Jangan lupa tinggalkan jejak ya 🤗

__ADS_1



__ADS_2