
Ricky tiba di kediaman mertuanya saat menjelang Maghrib. Tidak tampak sang istri menyambut kedatangannya. Namun, Ricky tidak mempermasalahkan itu, dia memaklumi saja. Hal ini dikarenakan, dia pernah mendengar jika menjelang Maghrib lebih utama berada di dalam rumah.
Ricky menenteng tas kerjanya masuk ke rumah. Untuk sampai ke kamar sang istri, dia harus melewati pendopo terlebih dahulu. Begitu sampai pendopo, Ricky berniat duduk sebentar untuk meregangkan badan.
Ricky terkejut saat baru saja memejamkan mata, ada suara langkah kaki mendekati. Ricky spontan membuka matanya lebar. Menjadi lebih lebar lagi kala ada seorang wanita menyuguhkan teh manis di meja.
"Diminum tehnya, Mas. Mumpung masih hangat buat ngilangin capek. Teh bisa membuat tubuh kita rileks lho," ucap wanita itu dengan suara dibuat semanja mungkin.
Ricky membatu karena terkejut melihat kehadiran orang yang tidak diharapkannya itu. Cukup lama Ricky membeku tanpa ada suara atau pun pergerakan sama sekali.
Tanpa kedua orang itu sadari, Rena dan Lola mengintip dan menguping percakapan keduanya. Namun, sepertinya Ricky kembali ke setelan pabrik. Dingin dan acuh sehingga tak tersentuh.
Ricky tidak menanggapi sama sekali kelakuan wanita ular itu. Sejak tahu Stella menjalin hubungan dengan Shandy, Ricky sudah ilfill pada wanita yang berulang kali menyatakan cinta padanya itu. Ricky semakin menjaga jarak karena tidak ingin terkena masalah. Apalagi sebentar lagi dia akan memiliki seorang anak.
"Kok, malah bengong sih?" tanya Stella lagi dengan tak tahu malunya, sudah dicuekin masih nempel.
Tanpa berkata-kata, Ricky langsung beranjak dari duduknya. Mengambil tas kerjanya lalu pergi meninggalkan Stella begitu saja. Sehingga Stella kesal dan menghentak-hentakkan kakinya dengan kuat.
"Xixixiii ...." Rena dan Lola tertawa sambil menutup mulutnya agar tidak terdengar orang lain. "Mampoosss!"
"Nggak tahu dia kalau laki gue itu kek salju kutub utara. Semakin didekati malah semakin kita yang membeku, wkwkwk ...." ucap Rena di sela tawanya.
"Kok lo gak beku, malah dia yang kek bucin banget ke lo?" tanya Lola heran.
"Itu karena gue matahari!" jawab Renata singkat, jelas dan padat seraya meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Renata dengan penuh percaya diri berjalan melewati Stella di pendopo. Sebenarnya malas bertemu dengan wanita seperti Stella, akan tetapi jalan menuju kamarnya hanya melewati pendopo itu. Jadi, mau tidak mau dia harus berpapasan dengan Stella.
"Hai, masih ingat gue nggak?" sapa Stella saat Rena melintas di depannya.
"Hai juga, nggak laporan lo sama Tuhan. Sebentar lagi waktu habis lho! Gue laporan dulu ya!" sahut Rena tanpa menghentikan langkahnya sama sekali.
Sementara itu, asisten Ricky baru saja mendapat kabar jika perusahaan cabang Surabaya, mendapat tuntutan dari pemilik mall yang ditangani. Mereka mengeluhkan bahan bangunan yang tidak sesuai dengan proposal. Padahal semua barang yang diturunkan ke lokasi sudah sesuai dengan proposal.
"Sepertinya ada yang ingin bermain-main dengan Kurnia Group. Kita lihat saja nanti, sampai dimana kemampuanmu ingin menjatuhkan kami," gumam Robert (othor lupa siapa nama asisten Pak Kurniawan yang diwariskan ke Ricky. Kalau ada yang ingat komen dong! Terima kasih🙏)
Pak Robert langsung mengirimkan pesan melalui wa dan e-mail Ricky, tidak lupa dia juga mengirimkan pada Pak Kurniawan sebagai tembusan. Dia tidak berani mengganggu Ricky di malam hari, hanya membuatnya iri.
Asisten itu berumur tujuh tahun lebih tua dari Ricky, tetapi dia masih sendiri karena sibuk membantu Pak Kurniawan dan Ricky mengurus Kurnia Group. Kurnia Group sebuah perusahaan yang bergerak di bidang property, mulai dari perancangan bangunan hingga mengisi bangunan itu setelah selesai dibangun.
Ricky membuka pesan yang dikirimkan oleh asistennya, setelah makan malam penuh drama. Tadi, Tante Soraya sengaja mengajak semua penghuni kos Mami Sora untuk makan malam bersama, tanpa terkecuali.
Rena masih di pendopo saat Ricky pamit masuk ke kamar. Wanita itu masih bercengkrama dengan tante juga penghuni kos putri. Penghuni kos putra sudah kena usir saat makan malam selesai.
Pagi harinya, Ricky mengajak istrinya pulang ke rumah Mama Mira. Dia berdalih ada pekerjaan yang harus dikerjakan sampai malam. Jadi, dengan sangat terpaksa Rena pun pulang.
Alasan Ricky mengajak Rena pulang, sebenarnya laki-laki itu risih dipepet terus oleh Stella. Selain risih, dia juga ingin menjaga rumah tangganya yang sudah terjalin dengan baik.
"Mas, padahal Rena masih ingin tinggal di sana. Masih kangen tahu!" rengek Rena dalam perjalanan.
"Kalau kamu, Mas tinggal di sana, pulangnya nanti bagaimana? Mas repot banget, cabang Surabaya lagi ada masalah. Mas sudah kirim Robert buat handle, jadi Mas handle yang disini sendiri. Kamu tahu sendiri 'kan? Tanggung jawab Mas itu besar, banyak nyawa bergantung pada Mas, Sayang. Mengerti ya?" tutur Ricky dengan lemah lembut membujuk istrinya yang sedang merengek.
__ADS_1
"Lagian kalau kita tetap di sana, yang ada kita akan bertengkar karena ulah Stella. Kamu mau suami kamu dipepet cewek lain, hmm?" lanjut Ricky sambil mengusak rambut sang istri.
"Berantakan ihh, Mas nakal suka banget berantakin rambut aku," ucap Rena dengan bibir maju beberapa senti sampai bisa dikuncir.
"Habisnya kamu itu gemesin banget, Yang!" Ricky mengulum senyum melihat tingkah manja sang istri.
Mereka sampai di rumah Mama Mira jam sembilan pagi. Ricky hanya menurunkan Rena di depan pintu utama, setelah itu mobilnya melaju pergi. Ada sesuatu yang harus diurusnya di bengkel.
"Ada yang sengaja membakar ruko itu, Rick. Apa yang harus kita lakukan sekarang? Ruko itu sudah diasuransikan belum?" lapor Sony yang menempati ruko bengkel utama selama ini.
"Kalian bersihkan sisa-sisa kebakaran itu, siapa tahu masih ada berkas yang penting tersisa. Apa kalian sudah melaporkan kejadian ini ke polisi?"
Tadi malam bengkel cabang yang baru buka sebulan ada yang membakar. Untung saja di dalam bengkel itu tidak ada kendaraan klien yang ditangani. Sore hari sebelum kejadian kebakaran, para pemilik sudah mengambil kendaraan mereka yang telah diservis.
Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu, hanya kerusakan beberapa inventaris yang bernilai ratusan juta dan kerusakan bangunan. Ricky sangat yakin, jika kebakaran ini ada kaitannya dengan masalah di Surabaya. Namun, dia tidak mau gegabah terlebih dahulu.
Ricky akan menyewa detektif swasta untuk menyelidiki beberapa kasus yang sedang menimpanya. Saat ini yang terpenting baginya adalah keselamatan para wanita hebat di rumah. Tidak hanya Mama Mira dan Rena yang harus dilindungi, ada Mami Sora juga Ricko.
*
*
*
Sambil menunggu up, mampir yuk ke karya temenku dijamin seru dan menarik!
__ADS_1