Nikah Dadakan Dengan Musuh

Nikah Dadakan Dengan Musuh
Part 34


__ADS_3

Rena sudah mempersiapkan semuanya, sore nanti dia akan menyusul sang suami ke Bali. Pagi ini adalah hari terakhir jadwal ujian akhirnya. Saatnya Renata merefresh otak, agar kembali segar.


"Re, jadi lo ke Bali sore ini?" tanya teman dekat Rena sekaligus anak kos, Lola.


"Jadi dong! Tiket sudah dibeli, terus suami sudah nunggu di sana. Masak gak jadi, rugi besar tahu nggak?"


"Yee, yang udah punya suami ... akhirnya diakui juga. Dulu aja nolak mentah-mentah, padahal belum dijalani ...."


"Ehh, mulut lo kok bocor sih? Ember aja nggak bocor!" potong Rena kesal.


Rena sengaja memotong ucapan Lola, dia tidak ingin pernikahannya diketahui banyak orang. Walaupun sudah sering diantar jemput Ricky, teman-teman Rena tahunya dia hanya pacar bukan suami.


"Sorry ... habis lo tadi bilangnya suami, gue jadi keceplosan. Lo sih Ren, suka banget mancing huru-hara!"


"Maksud lo?" tanya Rena memicingkan matanya.


"Nggak ingat lo, kejadian tempo hari yang bikin geger se-antero kos Mami Sora?" jawab Lola balik bertanya.


Renata nyengir kuda, menampakkan deretan gigi putihnya. Tangannya pun mengusak rambut sendiri. Salah tingkah.


"Punya teman gini banget ya Allah. Demen banget mancing di air tenang," gerutu Lola sambil menengadahkan selayaknya orang berdoa.


"Emang gue sejahat-jahatnya orang, La? Segitunya doa lo," tanya renata memelas.


"Nggak sih kalau menurut gue, lo itu baik cuma nggak ada kalem-kalemnya jadi cewek. Jadi, orang yang tidak mengenal lo akan menilai buruk."


Hari itu, keadaan kos-kosan dibuat mencekam oleh Renata. Semua ketakutan dengan amarah Renata. Namun itu, tidak berlangsung lama karena tante Sora, maminya para anak kos datang tepat waktu.


Sifat jahilnya Renata muncul setelah sang mama meninggal. Hal itulah yang akhirnya membuat Pak Gunadi menceraikan istri keduanya. Renata sengaja menjahili sang mama tiri, hingga tidak kuat dan memilih bercerai.


Sejak saat itulah, Soraya yang merawat dan mengurus Renata. Kasih sayang Soraya yang tulus menjadikan Renata seorang gadis keras di luar, tetapi rapuh di dalam. Namun begitu, Renata sangat patuh pada sang papa dan tante Soraya.


Usai kejadian huru-hara di kos putri tempo hari, tante Soraya menghilang bersama Ricko. Tidak memberitahukan kemana mereka pergi. Tante Soraya hanya mengatakan pergi healing biar nggak sumpek otaknya.


Malam hari, di Pulau Dewata ....

__ADS_1


Ricky mengenakan setelan baju terbaiknya untuk menjemput sang kekasih halal di bandara. Ricky diam-diam sudah menyiapkan dinner romantis di sebuah pantai yang tak jauh dari penginapannya. Berharap semoga malam ini rencana yang telah dipersiapkan secara matang, tidaklah gagal.


Tak lama menunggu, Renata sudah datang menghampirinya di depan pintu kedatangan.


"Mas!" teriak Renata ketika sudah melihat keberadaan sang suami.


"Hai Cantik! Cantik banget, istri siapa sih?" ledek Ricky penuh gombalan.


"Doh, malah amnesia! Belum juga seminggu nggak ketemu, sudah lupa saja," cibir Renata dengan bibir dimonyongkan.


"Ya ampun, begitu aja marah istriku. Maaf deh, Yang, maaf. Dimaafin nggak nih?" teriak Ricky terkesiap karena mendapat cibiran dari sang istri.


"Bo*do amat!" sahut Renata ketus, sembari berjalan meninggalkan suaminya dengan koper.


"Alamat gagal deh, dinner malam ini. Untung cuma pesan kursi aja. Belum pesan yang lain-lain," gumam Ricky pelan, sangat pelan nyaris tidak terdengar oleh orang lain.


Ricky berlari kecil mengejar sang istri sambil menyeret koper Renata. Untung Renata belum meninggalkan dirinya terlalu jauh.


"Ck, kenapa malah ninggalin sih? Emang tahu yang mana mobilnya?" tanya Ricky begitu sudah berada di belakang Renata.


"Ck, usah ngagetin bisa nggak?" balas Renata dengan pertanyaan.


"Maaf, Yang. Maaf, sudah bikin kamu kesal. Sekarang kita langsung ke hotel atau mau makan malam dulu?" Ricky bertanya agar tidak salah mengambil keputusan, agar istrinya itu kembali ke mode singa.


"Ke hotel aja langsung, bagaimana? Aku gerah banget pengen mandi dulu. Boleh?"


"Apa sih yang enggak buat kamu, Yank?" sahut Ricky mencubit hidung Renata dengan mesra.


Akhirnya mereka langsung menuju hotel tempat Ricky menginap. Renata langsung masuk ke kamar mandi begitu sampai di kamar Ricky. Tidak memedulikan lagi barang maupun suaminya.


Ricky memindahkan baju Renata , dari koper ke lemari. Ricky sengaja melakukan itu, untuk mengisi waktu selama menunggu sang istri mandi.


Renata tersadar tidak membawa handuk e dalam kamar mandi, saat dia telah selesai dengan aktivitasnya. Awalnya Renata memilih diam sembari mengintip keluar. Tidak ada Ricky di dalam kamar itu.


Sayup-sayup, Rena mendengar suara suaminya itu. Arah suara itu berasal dari arah Balkon. Renata berjingkat keluar dari kamar mandi dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhnya.

__ADS_1


Renata menyambar bath robe yang tergeletak di atas ranjang. Sayang sekali gerakannya kalah cepat dengan sang suami. Tangan Ricky sudah membelit tubuh Renata.


"Kamu tidak membutuhkan ini, Sayang. Apa kamu tidak merindukanku? Paling tidak merindukannya," ucap Ricky seraya menggesekkan miliknya yang sudah tegak ke bo*ong Renata, bersamaan dengan itu, dia juga mengecup pundak polos Renata.


Renata tahu betul, apa yang diinginkan suaminya. Padahal mereka tidak bertemu baru empat hari, bagaimana kalau lebih seminggu. Laki-laki yang sedang memeluknya itu, seperti sudah kecanduan dengan tubuhnya.


Tanpa menunggu jawaban, Ricky melancarkan aksinya. Mencumbu sang istri untuk melepaskan dahaga. Setiap jengkal tubuh Renata tidak luput dari bibirnya.


Kedua tangan Ricky pun tak tinggal diam. Meraba, mer*mas, mencubit kecil bahkan memelintir choco chips kembar Renata. Kedua insan pasangan halal itu menumpahkan segala kerinduannya di malam panas penuh ga*rah.


Tak cukup hanya sekali Ricky membuat sang istri terbang ke nirwana. Ricky benar-benar tidak membiarkan istrinya itu tidur dengan tenang. Setelah kelelahan, keduanya langsung terlelap dan melupakan makan malam.


Ricky terbangun jam enam pagi di jam ponselnya, itu berarti saat ini di Bali sudah jam tujuh pagi. Tadi dia sempat terbangun untuk melakukan ibadah berjama'ah bersama sang istri. Namun, tidur lagi karena masih mengantuk.


Ricky memesan layanan kamar untuk sarapan mereka. Setelah itu, baru membersihkan diri kemudian bersiap untuk mengikuti seminar di hari terakhir. Besok adalah penutupan acara yang diisi dengan work shop.


Seminar itu berisi tentang mempersiapkan generasi muda yang bermanfaat. Mengajak para pemuda berskill menjadi pengusaha yang menciptakan lapangan kerja. Mengajari dan mendidik para penerus agar memiliki ketrampilan yang dapat dibanggakan.


Ricky yang sejak SMP sudah gemar mengutak-atik motor pun menjadi ahli di bidang otomotif. Bahkan karena keahliannya itu, kini dia didaulat mengisi acara seminar tersebut. Menceritakan pengalamannya untuk memotivasi para pemuda untuk berkarya.


Renata terbangun saat matahari sudah mulai terasa panas di kulit tela*jangnya. Sinar mentari masuk, melalui celah jendela yang gordennya dibuka Ricky sebelum berangkat seminar.


Wanita berparas cantik tapi bar-bar itu mencari keberadaan sang suami. Berhubung tidak menemukan, akhirnya Renata membersihkan diri lalu makan.


Tepat jam dua belas siang, Ricky kembali ke kamar untuk mengajak sang istri makan siang di luar.


"Kita makan di luar, yuk! Sekalian cuci mata," ajak Ricky begitu sampai di kamar.


*


*


*


Sambil menunggu up, mampir yuk ke karya temenku.

__ADS_1



__ADS_2